Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Kemarahan


Manda berjalan menuju ke rumahnya menatap untuk yang terakhir kalinya. Ia beranjak pergi menuju ke jalan raya. Meski harus jalan kaki ia tak masalah. Dan Semoga saja sopir Aron masih menunggunya di jalan tempat ia berhenti tadi.


Hampir 20 menit perjalanan kini ia merasa sangat capek kakinya tak bisa berjalan tegap lagi. Dengan pandangan samar ditengah terik matahari yang mulai menyentuh kulit putihnya ia melihat mobil Aron masih terparkir di bahu jalan.


Matanya berbinar seketika menatap masih ada mobil sopir Aron di sana.


" Untung aja tuh sopir gak pergi" Gumam manda.berjalan dengan langkah semakin cepat tanpa basa-basi ia segera masuk ke dalam mobil.


" Non sudah selesai" Ucap Sopir itu menoleh ke belakang.


" Sudah pak cepat pergi" Ucap Manda dengan nafas masih ngos-ngosan . Ia membujurkan kakinya yang terasa sangat capek.


" kenapa tadi gak pergi aja dan masih tetap menungguku" Tanya Manda dengan tubuh bersandar di kursi belakang.


" Saya takut di marahi tuan Aron. Dia sudah pesan selalu jaga non Manda" ucap sopir dengan wajah nampak khawatir Manda mengadu pada Aron.


Tanpa menjawab Manda tiba-tiba tertidur lelap. Hingga mobil sudah melaju jauh dari tempat Manda.


Hingga tak butuh waktu lama mobil itu sampai di kota. Manda yang terasa badan, hati dan pikirannya yang terasa capek. ia masih tertidur lelap di belakang.


1 jam perjalanan mobil tepat berhenti di depan rumah.


" Non sudah sampai" Ucap sopir itu memcoba membangunkan Manda di belakang.


" Hmmz iya pak?" Manda mulai menarik tangannya ke atas merenggangkan ototnya. Ia mengusap ke dua matanya yang tiba-tiba berair.


" Aku mimpi apa tadi?" Gumam Manda mencoba mengingat-ingat apa yang ia mimpikan. Ia terkejut ada air di matanya seperti sedang habis menangis.


" ahh entahlah" Ucapnya membuka pintu mobil dan beranjak keluar. Ia menatap ada montor Vino di depan rumahnya. Dan sepertinya Fany juga ada di dalam.


Meski muak harus berhadapan terus dengan Fany. apa boleh buwat ini kehidupannya ia hafus jalani dengan sabar dan gak boleh menyerah begitu saja.


Dengan langkah ringan ia berjalan masuk ke dalam rumahnya membuka perlahan. Di sana sudah ada nenek lampir itu berdiri di ruang tamu tegap menatapnya dengan tatapan sinis.


" Habis pergi dengan siapa lagi langganan kamu" Ucap Fany dengan mata semakin menajam.


Manda tersenyum tipis. " Emangnya apa urusan kamu" Ucap Manda beranjak pergi menaiki tangga tanpa menghiraukan Fany yang masih berdiri di belakangnya.


" Eh siapa yang menyuruhmu masuk lagi ke dalam" Bentak Fany dengan nada tinggi. Namun Manda tetap berjalan santainya tak menggubris ucapan Fany.


" kurang ajar banget beraninya cuekin aku" ucap Fany mengepalkan tangannya dengan bibir terus berdecak kesal. Menatap tajam ke arah punggung Manda yang sudah meniki tangga di depannya.


Merasa Fany sudah pergi Manda menoleh ke belakang menatap Fany yang sudah pergi menjauh karena merasa di cuekin olehnya.


Ia segera berjalan menuju kamarnya, membuka pintu perlahan


Wanita itu menatap terkejut tiba-tiba sudah ada Vino duduk di ranjangnya.


" Vino?" Matanya terbelalak seketika menatap Vino ada di depannya. Duduk santai di ranjangnya dengan kaki bersila di atas ranjangnya.


" Kenapa kamu di sini?" Tanya Manda dengan wajah nampak tak suka Vino di kamarnya.


" Aku dari tadi mencarimu" Jawab Vino santainya.


Dengan wajah menunduk nampak lesu Manda duduk di sofa depan ranjangnya.


" Kamu kenapa?" Tanya Vino berjalan mendekati Manda.


" Entahlah hatiku merasa bimbang hati ini" Ucap Manda lirih.


" Kenapa?" Vino nampak sangat penasaran ia duduk di samping Manda.


" Aku mau kamu bawa Kesha pulang lagi ke sini. Dan aku ingin kamu jelaskan semuanya jika kamu sayang dengannya tidak ada wanita lain di hatimu" Ucap Manda menatap Vino di sampingnya. Matanya mulai berkaca-kaca. Ia tak bisa bertengkar dengan sahabat barunya hanya karena seorang lelaki.


Vino memegang tangan Manda erat mencoba menenangkan hatinya. Ia mengusap lembut air mata yang membasahi pipinya dengan jemarinya.


" Jangan menangis! Tetap senyum dong. Kalau kamu cengeng gitu kelihatan jelek" Ucap Vino mencubit ke dua pipi Manda.


" Tanang saja aku sudah jelaskan ke kesha dan dia akan segera balik lagi ke sini" Ucap Vino mencoba menghibur Manda. Meskipun sebenarnya kesha selalu menolak saat ia hubungi. Tetapi demi melihat Manda tersenyum ia rela untuk berbohong sedikit untuk Manda.


" Udah jangan nangis lagi" Vino mencubit ke dua pipi Manda.


" Vino!! Sakit tahu" Ucap Manda menyentuh pipinya yang terasa sakit. Dengan senyum tipis keluar dari raut wajahnya.


Di balik luar pintu kamar Vino. Aron melihat kemesraan mereka, bahkan Manda bisa tersenyum lepas saat bersama Vino dan berbagi kesedihan dengannya. Sedangkan dengan dirinya ia selalu acuh tak perdulikan dia. Meski kemarin ia bersifat Manja hingga terus menciumnya namun Manda tidak mengeluarkan senyum Manisnya saat bersamanya.


Mata Aron seakan mau keluar melihat Manda menatap dekat Mata Vino.


Melihat semua hati Aron bagai di tusuk-tusuk seribu jarum yang menyakitkan. Ia tidak bisa membiarkan semua terjadi. Tiba-tiba kepribadiannya mulai bangkit lagi membuatnya tak bisa menahan amarahnya kali ini. Jika ada yang menyakiti dia maka kepribadian gandanya akan selalu muncul tiba-tiba.


" Brakkk..."


Aron menendang pintu kamar Vino membuat candaan mereka terhenti seketika menoleh ke arah Aron di depannya.


Kini wajah lelaki itu semakin menjadi ia menggertakkan rahanganya berjalan perlahan dengan amarah mulai mengobar seisi ruangan. Ruangan yang tadinya terasa dingin kini nampak sangat panas.


" Apa yang kalian lakukan" Bentak Aron dengan nada tinggi membuat Vino dan Manda beranjak berdiri.


Tanpa seuntai kata Aron memukul wajah adiknya berkali kali hingga jatuh tersengkur ke lantai. Dan sedikit darah keluar dari ujung bibir Vino.


" Sudah lepaskan" ucap Manda mencoba melerai mereka berdua. " Dan kamu Aron kamu lebih tua harusnya lihat dulu apa yang terjadi jangan terbawa emosi" Ucap Manda dengan nada semakin meninggi. Ia segera menarik tangan kekar Aron agar melepaskan Vino dari cengkraman eratnya.


" Ingat Jangan pernah mengganggu istriku" Ucap Aron mneunjuk ke wajah Vino dengan tatapan tajam.


Tak terbawa emosi Aron. Vino tahu kalau emosi Aron sedang tidak stabil. Ia mencoba menjelaskan pada Aron tapi nampaknya percuma. Sepertinya hanya Manda yang bisa mengontrol emosinya nanti.


Vino beranjak berdiri dengan pipi terlihat biru.menatap Aron yang masih berdiri di depannya.


Tatapan Aron semakin tajam ia menarik tangan Manda agar berdiri di sampingnya.


" kak kamu salah paham. Dengar penjelasanku terlebih dulu" Vino mencoba menjelaskan pada Aron tapi tatapan Aron masih menajam padanya seperti tak ada kesempatan untuk Vino menjelaskan padanya.


" Tak ada yang perlu di jelaskan" Aron beranjak pergi menarik tangan Manda ke kamarnya.


Entah sejak kapan Aron sudah pulang kerja. Manda juga tak melihat mobilnya di luar tadi. " kamu diam di sini jangan kemana-mana" Ucap Aron mendorong tubuh Manda agar duduk di atas ranjang miliknya.


" Kamu hanya milikku tidak ada yang boleh menyentuhmu kecuali aku" Ucap Aron dengan wajah masih nampak sangat kesal.


Ia duduk di samping Manda dengan tangan memijat kepalanya yang terasa sangat pusing. Wajahnya mulai menunduk menatap ke bawah ke dua tangan menyangga kepalanya.


" Apa kamu sedang ada masalah di kantormu" tanya Manda memegang pundak Aron di sampingnya.


" Masalahku hanya satu yaitu kamu" Tegasnya .." Aku mau mulai sekarang kamu tetap di sisiku kemanapun aku pergi. Kamu harus selalu ada" Lanjut Aron menatap ke dua mata Manda yang terdiam kaku di sampingnya.


Manda hanya terdiam ingin sekali rasanya menolak namun sepertinya Aron lagi tidak sehat dan ia merasa kasihan dengannya. Dengan terpaksa Manda hanya diam seolah memberi tanda jika ia mau tetap bersamanya.


" Manda!" Aron menyentuh pipi kanan manda membuat wajahnya memerah seketika. Manda mengedipkan matanya berkali-kali. Jantungnya berdetak lebih cepat kali ini. Entah kenapa setiap Aron memandang dan menyentuhnya jantung dan hatinya gak bisa di kontrol lagi.


selesai baca jangan lupa like dan Vote ya kak.. jika suka dengan karya autor. kasih koin oun juga boleh.. hehe ngarep banget ya autor nih. 😂😂


mungkin minggu depan autor baru up lebih dari 2 eps. jadi sekarang hanya bisa 1 atau 2 eps tiap hari.. maaf ya...


Dan makasih atas dukungan kalian. Autor sayang kalian semua lop..lop 😙😙😙