
Vina dan Albert masih saja berdebat di luar. Mereka seperti tikus dan kucing yang pernah bisa akur. Tidak ada salah satu yang mau mengalah saat berbicara ataupun berdebat.
"Kamu bisa gak usah ganggu aku dulu" ucap Albert kesal. "Dan mau sampai kapan kamu memegang tangan aku terus" lanjut Albert menatap lengannya yang masih di pegang erat oleh Vina.
Vina yang baru sadar, ia melepaskan tangan Albert.
"Siapa yang ganggu kamu, kamu itu yang ganggu Kesha. Dia itu lagi bicara serius dengan Manda. Jadi kamu jangan ganggu mereka. Dasar gak punya malu" ucap Vina. "Kamu selalu suka urusan orang lain. Kamu itu laki-laki apa perempuan" sindir Vina.
"Apa katamu gak punya malu. Kamu itu gak punya malu" ucap Albert yang tidak mau mengalah dengannya.
"Dasar laki-laki tapi mulut wanita" ucap Vina, tanpa memamdang ke arah Albert.
"Kalau bicara di depa sekalian, jangan membelakangi aku" sindir Albert.
"Iya, iya" jawab Vina dengan wajah malasnya.
"Ya, sudah. Aku mau nunggu Kesha di sini saja." Ucap Al. "Ada hal yang aku ingin ungkapkan" lanjutnya.
"Terserah kamu kalau kamu mau bicara dengannya, mau nunggu dia sampai kapanpun. Sampai tua berdiri di sini. Aku juga gak perduli dengan itu semua." Ucap Vina kesal.
"Kenapa kamu bisa bilang seperti itu?" Tanya Albert.
"Lagian kamu mau sampai kapan nunggu di situ, lagian Kesha sudah punya calon suami. Dan kenapa juga kamu ngejar-ngejar dia" ucap Vina, dengan nada bicara semakin tak mau mengalah dengan Al.
"Hanya calon, belum menikah. Lagian apa buktinya jika dia punya calon. Kalau dia punya calin hak mungkin pulang kerja malesm sendiri. Pasti di jemput dengan calonnya." Ucap Albert. "emangnya siapa nama calonnya?" Lanjutnya.
Vina terdiam saat Kesha tadi menyebut nama Vino. Dia putus dengan Vino. Apa itu Vino yang pernah aku temui, atau Vino beda lagi. Sepertinya aku harus tanya dengan Manda. Dan sekalian aku ajak mereja bertemu untuk memastikan semuanya biar jelas, batin Vina.
Albert mendorong bahu Vina. Membuat Vina tersadar dari lamunannya. "Hei.. kanapa kamu melamun di sini" ucap Albert.
"Apa kamu gak bisa, gak usah main kasar dengan wanita" ucap Vina semakin kesal. Ia mendorong tubuh Al hingga menabrak orang di belakangnya.
"Kalau jalan lihat dong" ucap orang itu pada Albert.
"Maaf.. " ucap Albert pada orang yang ia tabrak.
Vina melihatnya hanya bisa tersenyum. Dengan mulut yang seakan sudah ingin tertawa lebar.
"Kenapa kamu senyum-senyum" tanya Albert kesal.
"Siapa yang senyum, aku melihat kamu lucu saja. Di depan orang sok lugu, beraninya hanya dengan cewek." Ucap Vina, Dengan tawa kecil di bibirnya.
"Udah sana pergi kamu nagapain di sini?" Tanya Albert.
"Emangnya kenapa jika aku ada di sini?" Tanya Vina.
"Kamu membuat aku muak" ucap Al.
"Kalau muak kenapa kamu gak pergi sekarang. Aku juga gak suka kamu di sini. Lagian Manda sudah menyuruh kamu pergi kan tadi. Apa kamu masih kurang jelas apa yang di bicarakan Manda tadi di dalam dengan aku" ucap Vina.
"Yerserah apa kata kamu, jika kamu tetap berdiri di sini. Ingat kaga jarak jauh-jauh dengan aku. Jangan menatapku, memegangku dan lain-lain." Ucap Albert, yang mulai melangkahkan kakinya semakin menjauh dari Vina.
"baiklah, kamu juga oergi jauh dariku. Jaga jarak dnegan aku. Jangan dekat-dekat lagi dengan aku" gumam Vina.
~
Di dalam ruang ganti, Manda berusaha untuk menyakinkan Kesha agar mau bicara dengannya dan Aron. Lagian di sana hanya ada mereka bertiga, jadi Kesha bisa berbicara leluasa dengan Manda.
.Mansa memegang pundak Kesha.
"Sha, kata siapa kamu bukan siapa-siapa lagi. Kamu masih tetap sahabat aku. Meski kamu sudah tidak bersama dengan Vino. Tapi setidaknya kita masih bisa berteman lagi seperti dulu" ucap Manda memegang tangan Kesha.
Mendengar kata Vino membuat Aron hanya diam. Ternyata sangat sulit menemukan Vino di sini. Apa dia harua membuat sayembara untuk yang menemukan dia akan di berikan imbalan setimpal nantinya sebagai hadiah.
Aron hanya diam melamun, memikirkan adiknya. Nasibnya seprti apa sekarang.
"iya tapi apa kamu mau menerima aku apa adanya, sebagai teman kamu" ucap Kesha.
"Kenapa enggak" gumam Manda dengan senyum manis terpaut di wajahnya.
"Tapi kenapa kamu bisa di sini, dan sejak kapan kamu tinggal di sini Da?" Tanya Kesha yang bingung jika Aron dan manda bisa tinggal di Sydney juga.
"Sudah hampir 3 tahun, dulu saat aku pertama tinggal di sini pernah bertemu kamu. Tapi kamu mengelak jika kamu bukan Kesha. Dan sekarang aku sudah tahu semuanya." Ucap Manda, memeluk erat tubuh Kesha.
"Apa kamu mau tinggal bersama dengaku dan Aron Sha, untuk sementara." Ucap Manda.
"Dan aku sudah menghubungi orang tua kamu, mereka akan terbang ke sini dalam minggu ini" sambung Aron.
"Orang tua aku?" Tanya Kesha memastikan. Ia semakin sedih saat mendengar tentang ornag tuanya. Selama di penjara bahkan ia tidak pernah menjenguknya sama sekali. Uang buat pulang ke korea saja tidak punya. Ia harus mengurungkan niatnya jika ingin pulang.
"Iya Sha orang tua kamu sudah bebas sekarang. Dan semua hutang orang tua kamu sudah lunas semua. Jadi kamu gak perlu terlalu banyak beban pikiran. Kalau kamu mau kerja, kerja santai saja jangan telalu capek" ucap Manda.
"Apa Da, orang tua aku bebas" ucap Kesha, engan tangaisan yang semakin pecah dari mata bulatnya.
"Makasih Da kamu sudah membebaskan orang tua aku. Aku gak bisa berbuat apa-apa lagi saat mereka di penjara. Dan aku gak bisa jenguk mereka, uang hasil kerja aku buat bayar kuliah dan bayar hutang" ucap Kesha.
"Sudah sekarang semua sudah beres, jadi jangan sedih lagi ya" gumam Manda.
"Tapi gimana kalian bisa tahu jika orang tua aku punya hutang, dan kenapa kalian membantu aku? Padahal aku sudah tega meninggalkan kalian. Dan sekarang aku banyak hutang budi dengan kalian. Aku janji akan membalasnya" ucap Kesha, yang amsih tak kuasa menahan air matanya.
"Sudah sekarang kamu harus senyum, jangan nangis lagi ya" ucap Manda. "Dan besok aku dan Aron akan jemput kamu di rumah. Kita akan tinggal bersama. Soal balas budi, kamu bisa membantu aku untuk merawat anak-anakku nantinya. Aku punya satu anak dan anak angkat di rumah. Dan di dalam ini baby kembar" ucap Manda.
Kesha tersenyum tipis. "Aku gak nyangka jika kamu sudha punya banyak anak Da, bahkan aku saja satu belum" ucap Kesha dengan senyum tipisnya. Manda kini sudah merasa Kesha sudah seperti dulu. Ia sangat senang akhrinya bisa bersama dengannya lagi.
"Iya sekarang kita pilang yuk, aku dan aron akan mengantar kamu pulang sekalian. Lagian ini sudha malam, kamu jangan pulang sendiri" ucao Manda.
"Baiklah aku siap-siap dulu" ucao Kesha, yang merapikan bajunya dan barang-barang yang ia bawa.
"Ayo Da kita pulang" ucap Kesha, di bantu dengan Manda dan untuk membawa tas dan peralatan lukisnya.
"Eh..Sha" panggil Albert yang dari tadi memang menunggunya.
"Ada apa?" tanya Kesha.
"Gimana kalau aku antar kamu pulang" ucap mencoba menawarkan diri.
"Dia pulang dengan aku, jangan ganggu dia. Dan lebih baik kamu sekarang pergi , antar Vina pulang sana" ucap Manda.
"Gak mau, lagian aku juga sudah di jemput sopir aku." ucap Vina, segera berlari pergi.
"Udah ayo Sha kita lulang" ucap Manda, memegang tangan Kesha agar seegra pulang tidak perdulikan Albert di belakangnya.
Aku udah capek nunggu ternayata, dia malah pergi lagi. Aku tidak pernah ada kesempatan bicara dengannya. benar-benar menyebalkan. Albert segera pergi, yang terpaksa ia juga harus pulang sendiri sekarang. Vina juga sudah pulang dengan sopirnnya. dan Kesha sudah pulang juga dengan manda dan suaminya. Hanya mobil dia yang tersisa, dan beberapa orang yang masih menikmati acara.