Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Sebuah acara kampus


1 hari kemudian.


Manda yang sudah merencakan untuk pergj ke acara kampusnya. kini acara kampus sudah di mulai, Manda yang pertamanya tak ingin ikut, karena larangan dari suaminya. Kini ia harus ikut. Rasa penasarannya dengan Kesha di mana sekarang membuatnya tidak bisa mengendalikan dirinya lagi untuk memaska ingin mencari Kesha. Ia memaksakan dirinya untuk ikut ke acara yang di selenggarakan kampusnya, meski dia sekarang hamil besar dan usia kehamilannya sudha jalan 7 bulan. Ia dan Suaminya Aron hanya ingin bertemu dengan Kesha dan Vino yang sekarang entah di mana. Dan Aron juga berharao di acara itu juga bertemu dengan adiknya Vino. Tapi Manda juga tidak datang sendiri ia di dampingi dengan suaminya yang selalu tidak tega jika Manda pergi sendiri dengan Vina. Tetapi ke dua ananknya memang sengaja ia tidak bawa untuk pergi acara tersebut. Atkutnya ia malah bermain dan kehilangan jejak di dalam keramaian.


Aron mendorong kursi roda Manda berjalan menuju ke tempat acara. Di sana terlihat sangat ramai, acara tidak hanya kampusnya saja yang dayang. Berbagai mahasiswa dan Mahasiswi dari berbagai kampus lainnya.


Berbagai makanan dan minuman juga sudah di sediakan gratis oleh pihak kampusnya. Ia berhenti tepat di depan meja minuman.Dan Aron mengambilkan minuman untuknya.


"Syang minum dulu" ucap Aron.


"Iya syang" ucap Manda dengan senyum meringis ke arah Aron. "He.. he. syang boleh ambilkan cemilan itu gak. Aku mau itu, sepertinya sangat lezat" ucap Manda yang terus memandang makanan manis di depannya membuat bibirnya seakan meneteskan air liurnya.


"Iya bentar kamu tunggu di sini dulu syanh, aku akan ambilkan buat kamu" gumam Aron mengambilkan beberapa cemilan untuk Manda di piring kecil.


"Manda" panggil Vina berlari menghampiri Manda dan Aron. membuat Manda menghentikan makananya, dan meletakkan makanan itu di atas meja.


Manda menoleh ke arah Vina, ia menatap Vina kali ini berdandan sangat cantik. Dan dia bersama dengan Albert membuatnya semakin curiga dengan hubungan mereka.


"Kalian berdua serasi" ucap Manda menggoda.


"apaan sih Manda, aku tadi kebetuoan bertemu dnegan dia di sini. Tadi dia pergi menemui seorang wanita, dia sangat cantik." ucap Vina. "Oya kenapa kamu ada di sini, kenapa kamu gak istirahat di rumah saja Manda syang. kandungan kamu sudah semakin besar gini. jangan keluar rumah di tengah keramaian seperti ini" lanjutnya yang sering ngomel-ngomel seperti ibunya dulu. 


"Dia itu susah banget Vin di bilangin. Aku sudah bilang jangan ikut. Tapi karena ingin bertemu dengan Kesha jadi dia memaskan dirinya untuk ikut." sambung Aron, membungkukkan bandannya mendekatkan wajahnya di pipi kiri Manda.


"Tuh Da dengerin kata suami kamu. Kenapa kamu memaksakan diri kamu. Lagian kamu tidak wajib untuk ikut acara ini. Dan semua dosen juga sudah tahu kalau kamu sedang hamil besar" ucap Vina.


"Sudah-sudah aku gak apa-apa. Kamu itunselalu ngomel seperti ibu-ibu saja Vin" gumam Manda "Kenapa kalian terlalu khawatir gitu dengan aku. Aku itu sehat, dan suami aku pasti juga akan menjaga aku. Ya, kan syang" lanjut Manda menoleh ke arah Aron di belakangnya, memegang kursi roda miliknya.


"Iya kalau itu sudah jadi kewajiban aku syang" ucap Aron, mengusap lembut rambut Manda.


Manda menatap ke arah Albert yang sepertinya sedang mencari seseorang. pandangannya melayang kamana-mana. Mengamati setiap detai wajah wanita yang datang di sana.


"Oya soal kamu bertemu seorang wanita itu siapa dia.?" tanya Manda pada Albert, Manda oenasaran dengan wnaita yang di maksud temannya itu.


"kamu bicara dengan siapa? Denganku?" tanya Albert memastikan dengan tangan menunjuk dirinya sendiri.


"Iya sama kamu, emangnya sama siapa lagi kalau bukan kamu. Masak sama suaminya" ucap Vina kesal.


"Biasa saja kamu juga yang sewot"ucap Albert pada Vina.


"Siapa yang sewot" ucap Vina, memalingkan pandangannya berlawanan arah dengan Al.


"Sudah-sudah sekarang jawab dulu siapa" tanya Manda mencoba memisahkan apa pertengkaran mereka yang seperti anak kecil itu.


"Dasar!" umpat Al kesal, di balas dengan tatapan tajamnya oleh Vina. Namun Al yidak perdulikan tatapan itu. "Tadi aku bertemu dengan wanita yang kamu tolong kemarin malam" ucap Albert pada Manda.


"terus sekarang di mana dia? Apa dia ada di sini juga? Dan dia datang dengan siapa? Apa dengan seorang lelaki tampan? Atau dengan orang tuanya?" tanya Manda tak hentinya, seakan tidak memberikan Albert kesempatan untuk berbicara padanya. Aron hanya diam menunggu jawaban dari Albert. Ia tahu jika dia itu sangat khawatir dengan keadaa Kesha dan Vino. Apalagi sekarang sudah menemukan titik terang. Mereka baru muncul saat 3 tahun sudah berlalu.


"Aku bertemu dia sendiri saat dia datang tadi. Tidak ada lelaki di sampingnya, karena yang akan jadi pasangannya nanti adalah aku." ucap Albert dengan sangat percaya diri mengucapkan itu semuanya.


"Aku serius Albert jangan bercanda" ucap Manda kesal dengan candaan Al.


"Aku juga serius lagian aku tidak tahu di mana dia sekarang berada. Aku juga lagi mencarinya, untuk jadi pasangan dansa aku nanti. Karena hanya dia yang cocok bersanding dengan aku. Wanita yang sangat sempurna" ucap Albert seakan terus menganggumi wajah cantik Kesha di dalam bayangan otaknya. Dan tidak pernah bisa hilang atau terhapus. Bayangan itu bahkan selalu hadir setiap detik menghantuinya. Mengganggu setiap pekerjaannya.


"Ya sudah" ucap Manda yangvsudah mulai kesal mendengarkan perkataan Albert. "Syang ayo kita pergi cari kesha" ucap Manda pada suaminya.


"Aku bantu kamu cari ya Da" ucap Vina.


"Iya Vin, makasih kamu sudah bantu aku" gumam Manda.


Aron mendorong kurai roda Manda munuju ke kerumunan dan berkeliling ke dalam lingkungan acara itu. Ia tidak melihat Kesha di sana. "Syang di mana Kesha pergi? Apa dia sudah pergi dari acara ini? Tapi dia kemana?" ucap Manda yang sudah sangat khawatir dengan keadaan Kesha.


"Sudahlah, sekarang kita pulang saja. Acara ini tidak terlalu penting buat kamu. Lagian semakin malam ini semakin penuh mahasiswa dan mahasiswi yang datang. Dan semakin berdesakan, aku gak mau kamu kenapa-napa nantinya. Gimana kalau kita tunggu di mobil saja" ucap Aron.


Manda menarik napasnya sejenak. "Baiklah kita pergi sekarang" ucap Manda, ia menyadari ke khawatiran suaminya itu padanya dan anak di dalam kandungannya sekarang.


Merasa tidak kunjung juga menemukan Kesha di tengah acara itu. Aron segera membawa Manda untuk masuk ke dalam mobilnya. Sambil menunggu acara itu selesai. Ia berharap jika dia bisa bertemu dengan Vino di sana. "Syang kamu juga hubungi teman kamu Vina, nanti jika dia bertemu dengan Kesha suruh dia hentikan dia. Biar aku yang jemput dia di sana, dan kamu tetaplah di sini saja. Jangan ikut campur atau ikut turun nantinya. Kamu diam jaga anak kita" gumam Aron, mengusap lembut perut Manda.


"sudah, aku berharap kali ini kita bisa bertemu dengan Kesha nanti. dan Vino juga secepatnya bisa di temukan" ucap Aron, dengan wajah nampak sangat lesuh dan sedih. Sepertinya banyak beban pikiran yang mengganggunya saat ini.


~


Di dalam kerumunan acara yang di meriahkan beberapa bintang tamu mulai dari Artis atau penyanyi top yang sengaja di undang oleh kampus. Dan ada beberapa lomba alat musik dan menyanyi dengan hadiah yangbsangat fantastis. Dan ada lomba sesuai dengan jurusan masing-masing.


Vina yang tak bergitu perdulikan acara itu. Ia berjalan mengelilingi acara itu dengan beberapa temannya, yang sengaja minta tolong untuk membantu Manda. Ia sengaja untuk berpencar mencari wanita yang bernama Kesha itu. Ia yakin jika Kesha masih berada di sana. Di tengah kerumunan para tamu yang datang.


Vina berjalan dnegan langkah cepat, tanpa sadar ia berpas-pasan dengan seornag lelaki, Dan


Buukkk...


Vina yang berjalan terburu-buru menbrak tubuh Albert yang bejalan berlawanan arah dengannya.


"Ih.. kamu lagi, kamu lagi. apa dunia ini segitu kecilnya. Kenapa aku harus bertemu dengan kamu lagi, kamu lagi. Aku bosan melihat wajah kamu, lelaki jetek, nyeselin dan bikin aku greget ingin sekali nonjok wajah kamu" ucap Vina, dengan tangan mengepal. "Dan satu lagi, laki-laki sok kecakepan. Padahal juga standart saja. Gak ada cakepnya sama sekali." lanjut Vina dengan senyum sinisnya.


"Apa yang kamu bilang? Tapi meski aku nyebelin. Kamu juga pernah suka dengan aku. Kamu pernah ngejar-ngejar aku. Bahkan kamu pernah selalu buntuti kemanapun aku pergi. Dan juga mencoba beberapa kali menghubungi nomor aku" gumam Albert dengan badan menyondongkan ke depan, mata mereka saling tertuju satu sama lain, seolah ada aliran listrik pertikaian di antara pandangan mata mereka, mendekatkan wajahnya ke wajah Vina di depannya.


"Itu dulu, sejak kamu ninggalian aku sendiri di tengah jalan. Dan aku juga beruntung. Tuhan sudah memberi tahuku jika kamu bukan yang terbaik. Saat kanu tidak menjemputku, aku di pertemukan dengan pengeran penyelamat aku. Dia jauh lebih tampan, baik dan gak nyeselin seperti kamu" ucap Vina, mendorong dahi Albert dengan telunjuk tangannya.


"Kamu berani mendorong dahiku. Aku sekarang ingin lihat gimana wajah lelaki yang kamu maksud. Apa dia lebih tampan dari aku" ucap Albert, semakin mendekatkan tubuhnya berjalan melangkah pelan, ia menarik tangan Vina, dengan tangan menyangga pinggang ramping Vina. dan salah satu tangan memegang dagu manisnya.


"Aku ingatkan padamu ya, kamu akan mneyesal sudah meulupakanku" ucap Albert, melepaskan tangannya di pibggang Vina, membuat Vina hampir saja jatuh karenannya. Tanpa menunggu omelan dari Vina Al segera pergi meninggalkan Vina yang terus menggerutu gak jelas di belakangnya. Ia tidak mau lagi mendengar ocehan mulut ibu-ibu muda itu.


"Ehhh.. Kamu dasar kurang ajar" bentak Vina membuat semua orang di sekelilinganya menatapnya aneh.


"Eh.. maaf, maaf" ucap Vina pada orang di sekelilingnya. Dan berlari pergi, sebelum ia tambah malu di buatnya.


"Dasar Albert nyebelin, aku gak akan tinggal diam lagi. Aku akan balas dia, dan akh akn buktikan ke dia jika aku bisa melupakan dia. Kali ini aku mau cari Kesha siapa tahu juga aku bisa bertemu dengan Vino lagi, yang membuat aku jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Eh.. Vin" panggil teman satu kelasnya.l yang berlari menghampiri Vina.


"Iy ada apa?" tanya Vina menoleh ke belakang menatap teman-temannya.


"Aku tadi melihat seorang wanita cantik di dalam, sepetinya dia akan tampil menyanyi nanti" ucap Salah satu teman satu kelasnya. "Aku yakin dia orangnya, dan dia bukan dari kampus kita juga" saut yang lainnya.


"Oke baiklah. Makasih bantuan kalian" ucap Vina, ia segera mengeluarkan ponselnya dan memberi tahu Manda jika Kesha sudah di temukan.


Manda, Kesha sudah bertemu. Kali ini dia ikut lomba nyanyi di kampus kita. Dan sebentar lagi dia akan tampil. Apa kamu mau melihatnya, kalau kamu mau lihat aku bawa kamu ke suatu tempat yang jauh dari keramaian, gar kamu tidak berdesakan dengan yang lainnya.


"Huff, aku sudah kirim pesan pada Manda. Sekarang aku ingin lihat dengan mata kepalaku sendiri. Sambil menunggu balasan dari Manda nanti" gumam Vina, yang mulai masuk ke dalam ruang tunggu.


"Ettsss.. "ucap Albert yang hampir saja menabrak Vina lagi.


Vina memasang wajah malasnya dengan tangan bersendekap. Ia menarik napas panjangnya, menahannya sebentar. Lalu mengeluarkan secara perlahan. "Huff kamu lagi, pusing aku selalu ada kamu di mana-mana" ucap Al, membuat mata Vina melotot seketika menatap tajam ke arahnya.


"Eh.. kamu itu yang cari alasan ingin menabrakku kan. Emang kamu itu banyak alasan. Kamu itu emang sengaja menabrakku, karena memamg dari tadi kamu terus mengikuti kemanapun aku pergi" ucap Vina dengan nada kesalnya.


"Eh.. ngaca dong, kamu itu siapa, Ratu. Atau Artis. Kenapa juga aku harus mengikutimu. Lagian masih banyak wanita cantik di sini, kenapa harus kamu yang aku ikutin" gumam Albert kesal.


"Eh.. kamu itu yang ngaca, pantas sama wanita itu tidak suka dengan kamu. Lagian kamu saja gak bisa menghargai wanita" ucap Vina dengan nada tingginya.


"Eh.. bukannya kamu yang gak bisa menghargai laki-laki" ucap Al mengelak.


"Kenapa aku, emangnya aku gak menghargai siapa. Lagian siapa yang suka dengan aku, jika ada yang suka-pun aku akan menghargai dia, gak seperti kamu yang semena-mena seolah kamu adalah pangeran" ucap Vina mendekatkan wajahnya ke wajah Albert.


"Cantik saja jua tidak, mengharap ada orang yang suka dengan kamu" ucap Alber lirih.


"Apa kata kamu" ucap Vina kesal, melotot tajam ke arah Albert di depannya. Ia nenguntupkan bibirnya, dengan wajah sudah mulai memerah, gigi menggertak. Ia berdengus kesal, mengepalkan tangannya berjalan pergi dengan pundak menenggor pundak Albert keras.


"Eh.. apa kamu gak punya mata" teriak Albert.


"Benar-benar siapan itu cewek" pekik Al yang terasa sangat sakit akibat tenggoran keras Vina di bahunya.


"Ternyata sakit juga" gerutu Vina memegang bahunya. "Lagian dia lelaki nyebelin yang selalu membuatku kesal" ucap Vina.