
Manda tersenyum, menarik kerah Aron mendekat ke arahnya. "Boleh syang aku seperti ini?" tanya Manda.
"Seperti ini gimana syang?"gumam Aron. "Apa maksud kamu seperti ini"Aron membalikkan tubuh Manda di ranjangnya. dengan jemari mengusap lembut wajah Manda dan tangan kiri mengusap punggung Manda lembut, membuat Manda terdiam menikmati. Aeon sengaja ingin membuat Manda bergairah lebih dulu.
"Syang kamu diam ya"ucap Aron.
"Diam gimana syang?" tanya Manda.
"Diam saja dan menikmati syang"ucap Aron.
"Syang kenapa kamu jadi suka menggodaku sekarang?"tanya Aron, dengan posisi di atas Manda, mengusap lembut rambutnya.
"Aku gak mau syang, kamu melampiaskan nafsu kamu ke wanita lian, saat aku bisa memuaskanmu, jadi jangan pernah berpikir untuk pergi ke wanita lain"ucap manda.
"Syang kenapa kamu selalu berpikir seperti itu, kenapa kamu gak seperti ini dari dulu saja, pasti lebih menggoda dulu"ucap Aron dengan tawa kecil di bibirnya.
"He. he. dulu aku masih takut, tapi sekarang enggak kok syang"gumam Manda dengan sentuhan mesra di dada bidang Aron.
"Baiklah sekarang kamu mau gak buat adik lagi"ucap Aron memastikan sekali lagi pada Manda.
manda hanya mengangguk menandakan ia menerima tawaran Aron. seketika Aron langsung mematikan lampunya dan mulai menikmati permainan dengan manda, Saling berciuman, dengan dengan permainan tangan yang liar, saling membalas tanpa ada penolakan lagi dari Manda.
Desahan demi desahan terdengar dari mulut mereka berdua, hingga mereka saling larut dalam irama, dan hentakan yang saling berpacu sangat cepat.
Sudah 2 x malkukan hubungan dengan posisi berbeda. Dan sekarang Aeon yang merasa sudah lelah, ia berbaring di samping Manda, dan saat Selesai saling memacu Manda juga berbaring di samping Aron dengan kepala bersandar di dada bidang Aron.
"Syang"gumam Manda, dengan jemari bermain mengusap lembut dada Aron. Mencoba menariknya lagi. agar terpancing.
"Apa syang?" tanya Aron, mengusap lembut rambut Manda.
"Entah kenapa aku merasa sangat nyaman syang seperti ini terus dengan kamu, tapi jika minta jatah jangan setiap hari ya syang, aku capek, setidaknya kamu 3 hari sekali atau 4 hati sekali"gumam Manda, memegang dada bidang Aron.
"Siapa yang minta tiap hari syang, hari ini spesial karena baby Duke sudah ingin punya adik segera, jadi aku ingin kita secepatnya punya anak lagi"gumam Aron.
"Baiklah"ucap Manda. "Tapi kamu kalau sibuk kerja jangan lupa seperti ini juga dengan aku, kalau aku ingin gimana?" tanya Manda.
"Ya, kamu tinggal minta padaku syang, lagian apa salahnya kamu minta padaku lebih dulu"gumam Aron.
"Gak mau syang, gengsi juga aku minta pada lelaki lebih dulu" ucap Manda.
"Lagian kenapa gengsi aku suami kamu, jika kamu mau minta ya minta saja syang, jangan malu sama suami sendiri malu"ucap Aron, tangannya tak berhenti terus mengusap lembut rambut Manda.
"Udah syang sekarang kita tidur ya"gumam Manda.
"Kamu sudah ngantuk syang"tanya Aron.
"Iya, syang aku ngantuk, besok aku haru bangun pagi lagi siapkan kamu pakaian kerja kamu dan masak buat baby Duke"gumam Manda.
"Baiklah, kamu tidur dulu syang"ucap Aron, dengan tangan kanan memegang bahu Manda.
"Kamu gak tidur syang"tanya Manda.
"Tidur syang, aku hanya ingin menikmati tubuh kamu saat tidur"ucap Aron. membuat Manda seketika memukul tubuh Aron.
"Apa kamu bilang, kalau kamu seperti itu aku gak bisa tidur syang"gumam Manda. "Udah aku mau tidur jangan ganggu"gumam Manda, yang mulai memejamkan matanya.
Aron hanya tersenyum, masih memeluk tubuh Manda, ia menarik selimut yang terjatuh di bawah untuk menutupi tubuh mereka berdua.
-----00----
Keesokan harinya, Manda bangun lebih pagi, bahkan matahari belum terbit ia sudah bangun lebih dulu. Ia ingin buat makan bekal untuk Duke, dan Aron di kantornya nanti, lagian kalau siang Duke gak di ijinin Manda untuk makan di luar, ia lebih memilih hemat dan masak sediri sesuai keinginan Duke.
"Bi, bantu aku siapkan makanan buat Aron ya"ucap manda yang subuk di dapur, ia baru saja selesai masak, untuk makan pagi, dan bekalnya yang akan ia bawa nanti bersmaa dengan Duke.
"Iya non, non Manda mandi saja dulu biar saya yang siapkan semuanya non"ucap pembantunya.
"Baiklah"ucap Manda, ia menatap jam dinding di dapur yang sudah menunjukan pukul 05.30. Ia akan membangunkan Aron lebih dulu baru membangunkan Duke, karena Aron paling susah jika di suruh bangun.
Manda mulai melangkahkan kakinya pergi menuju kamarnya, ia masih melihat Aron tertidur pulang dengan tangan kiri terlentang di ranjang. "Manda!" panggil Aron.
"Ada apa syang"ucap manda berjalan mendekati Aron. Ia tahu jika Aron sedang ngigau. Jadi memang sengaja ia ingin melihat apa yang di katakan Aron nantinya.
"Syang aku mau cium" ucap Aron, dengan bibir manyun ingin sekali minta cium, dan semakin dekat dengannya semakin dekat.
"Pukk.."Manda memukul bibir Aron dengan tangannya.
"Syang bangun"gumam Manda.
"Syang sakit"ucap Aron yang langsung tersadar dari mimpinya, ia mulai membuka matanya dan beranjak duduk di samping Manda.
"Kamu pasti mau bangunkan aku ya?" tanya Aron.
"Iya, karena kamu sudah bangunnya. Lagian kenapa tadi bibir kamu?" tanya Manda.
"Maaf syang, tapi kenapa gak di cium malah di tabok"ucap Aron.
"Tapi gak salit kan syang"gumam Manda.
"Sakit"ucap Aron.
"Alesan saja sakit"ucap Manda mengecup bibir Aron. "Kalau kayak gini sakit gak?" tanya Manda tersenyum menatap ke arah Aron
"Gak sakit syang, malah mau lagi dan lagi"ucap Aron menggoda.
"Enak di kamu sayang"ucap Manda, "Udah sekarang ayo bangun dan cepat mandi, aku sudah siapkan semua makanan untuk kamu dan Duke"ucap Manda.
"Kenapa kamu gak sekali-sekali mandiin aku syang, aku mau kamu bisa bersama dengan kamu di dalam kamar mandi. Atau perlu mandi bersama"ucap Aron.
"Gak mau syang, lagian kamu bisa mandi sendiri, nanti kalau Duke mencari aku gimana," tanya Manda.
"Bukannya Duke masih tidur syang, dia gak akan nyariin kamu sekarang" ucap Aron menggoda "Udah syang ayo cepat mandi"ucap Manda menarik tubuh Aron agar mau beranjak berdiri.
Tubuh Aron yang masih lemas ia malas untuk berdiri dan pura-pura terjatuh dalam dekapan Manda, ia sengaja ingin memeluk tubuh Manda sangat mesra. Dengan ke dua tangan mengusap punggung Manda. Ia menari bra Manda gingga terlepas.
"Syang!!" teriak Manda kesal.
Aron tersenyum, dan melepaskan pelukannya segera. "Maaf syang"ucap Aron, dengan tatapan menggoda ke arah Manda.
"Kamu usil banget sih"ucap Manda.
"Sekali-sekali syang, gak keseringan gak apa-apa, tapi kalau sering malah bagus syang bisa bikin kamu kesal setiap hari"ucap Aron menggoda.
"Apa yang kamu bilang, aku kesal malah bagus"ucap Manda yang mulai menatap tajam ke arah Aron.