
Manda yang mulai bergairah, ia mendekatkan tubuh Aron, mencoba menggodanya lebih dulu. Dengan tatapan menggoda menatap mata Aron.
"Syang, boleh tanya"ucap Manda dengan jemari tangan mengusap lembut wajah Aron.
"Tanya apa syang?"tanya Aron memegang tangan manda, ia merasa geli saat Manda memainkan jemarinya dengan mengusap lembut wajahnya.
"Sepertinya istri aku ini sudah mulai mau menggodaku ya"ucap Aron, menarik pinggang Manda masuk dalam kepannya dalam bathup.
"Saat aku tidak memberimu jatah dulu hampir 1 tahun, apa kamu tidak mencari tubuh wanita lain kan?" tanya Manda, ia semakin curiga dengan Aron, apalagi Aron dulu sebelum kenal Manda terkenal suka bermain dengan wanita. Manda tiba-tiba merasa takut jika Aron seperti dulu lagi.
"Kenapa kamu berpikir seperti itu syang" tanya Aron, mengusap kepala Manda, menyilakan rambut yang menghalangi mata bulat Manda.
"Entah, tiba-tiba aku bepikir jika kamu kembali lagi seperti dulu, suka bermain dengan wanita"ucap Manda menundukkan kepalanya.
"Maafkan aku, mungkin aku terlalu bodoh syang, aku terlalu takut dengan kondisi kehamilan aku dulu dan saat habis melahirakn aku selalu menolak kamu, ketika kamu ajak begituan"ucap Manda, yang masih menundukkan kepalanya. Ia merasa menyesal kali ini.
"Syang, jangan berpikir hal itu, aku tidak ada niat sama sekali bermain dengan wanita lain, aku dulu memang ingin sekali berhubungan dengan kamu. Tapi aku tahu kondisi kamu syang, lagian kamu pas hamil aku gak berani sama sekali menyentuh kamu takutnya anak kita juga kenapa-napa, aku gak berani juga bermain dengan kamu. Yang aku bisa hanya selalu manjain kamu"ucap Aron, tersenyum tipis.
"Lagian kenapa kamu bisa bilang seperti itu syang?" tanya Aron.
"Aku lihat di internet syang, banyak lelaki yang cari wanita lian untuk pelampiasan nafsunya, saat dia tidak di beri kewajiban sebegai suami istri oleh istrinya"gumam Manda.
Aron tersenyum tipis, mencubit pipi menggemaskan istrinya itu. "Gak semua orang seperti itu syang. Aku memang dulu suka bermain wanita, tapi itu dulu, sekarang aku sudah gak ingin seperti itu, semenjak aku sudah mendapatkan cinta yang sudah lama aku tunggu"gumam Aron,yang terus mengusap kepala Manda.
Manda yang masih dalam dekapan tubuh Aron di depannya, ia semakin mempererat menempel ke tubuh Aron. "Makasih syang" ucap Manda.
"Jangan terima kasih oadaku, aku syang dengan kamu, gak akan ada wanita lian di hati aku syang. "Ucap Aron, mengusap pinggung Manda.
"Ehh. kamu tanya itu tadi sampai lupa kegiatan kita tadi apa"ucap Aron menatap menggoda.
"Emangnya kegiatan kita apa, bukannya kita hanya ingin berndam bareng kan syang"tanya Manda.
"Gak syang, lebih dong"gumam Aron.
"Lebih gimana?"tanya Manda.
"Aku mau jatah" ucap Aron.
"Entar di ranjang syang, jangan di kamar mandi."ucap Manda.
"Gak mau, sekalian syang. Nanti kalau sudah capek di kamar mandi baru ke ranjang"ucap Aron, dengan jemari yang semakin jari memegang milik Manda.
Manda memegang Aron kecil, dan mulai menggoda Aron. "Syang kamu berani sekarang pegang punyaku?" tanya Aron.
Manda mulai memainkan Aron kecil, dan Aron juga tak mau kalah bermain milik Manda, dengan sangat hati-hati. Membuat mereka saling mengeluarkan pekikan kecil.
"Syang, kamu sudah mulai berani sekarang, aku tambah syang "gumam Aron, mengecup kening Manda.
Aron, mulai memasukan Aron kecil ke dalam milik Manda, ia bermain dengan sangat hati-hati dalam bathup kamar mandi. Sejak Aron tahu proses melahirkan Manda ia sangat hati-hati sekarang jika berhubungan dengan Manda. ia tidak mau melukai milik Manda lagi. Apalagi membayangkan saat miliknya di robek waktu melahirkan. Bikin dia tidak mau melihatnya.
Manda mulai berdesah kecil menahan pekikan yang semakin berbaur dengan irama yang selaras. Manda menggit bibir bawahnya menahan desahan yang seakan ingin keluar dari mulutnya.
Manda dan Aron saling merengkuh, memeluk, mencium, hingga mereka saling larut dalam detakan irama selaras, Manda yang semula di atas di balik oleh Aron dan ia hanya menerima gerakan pelan irama tubuh Aron.
Aron menghentikan gerakannya sejenak, menyeka keringat di dahi Manda dengan jemari tangannya. "Makasih syang"bisik Aron di telinga kiri Manda, menciumi leher Manda, hinnga perlahan turun ke bawah.
Aron mulai mengangkat tubuh Manda duduk ke atas bathup. Setelah selesai dengan aksinya Aron menatap wajah Manda yang masih berdiam menikmati.
Permainan tak terasa sudah hampir 15 menit berbagai gaya mereka lakukan, manda yang semula malu ia seakan penuh gairah kali ini. Untuk mulai permainan duluan.
"Syang sudah" ucap Manda.
"Udah syang, kamu mau lagi?" tanya Aron menggoda.
"Enggak, bukannya gitu. Aku merasa kali ini semakin menantang permainan kamu"ucap Manda malu-malu.
"Menantang gimana syang"tanya Aron bingung.
"Udah sekarang kamu pakai handuk dan ganti baju dulu"ucap Aron. "Dan lihat Duke dulu, dia terbangun gak. Siapa tahu dia sudah bangun dan mencari kamu tadi"lanjut Aron.
"Iya, lagian sudah hampir satu jam kita berendam syang, dan kamu juga gitu gak ijinkan aku keluar dulu"ucap Manda.
"Lagian siapa tadi yang ajak berhubungan"ucap Aron.
"Kamu" gumam Manda tersenyum.
"Iya, ku tapi kamu kan yang sekarang sudah berani memulai duluan"ucap Aron, membungkukkan badanya, dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Manda.
"Wajah cantik saat berdesah menikmati tadi"gumam Aron semakin mendekatkan wajahnya, dengan senyum menggoda ke arah Manda.
"Apa katamu?" tanya Manda.
"Udah lupakan saja syang, sekarang kamu keluar temui baby Duke dulu"gumam Aron.
"Baiklah, baik"ucap Manda yang melai melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi.
dengan segera mengambil baju, dan beranjak pergi ke kamar Duke. Ia melihat anaknya masih tertidur pulas di ranjangnya. "Syukurlah dia masih tidur"ucap Manda.
Manda berjalan mendekati anaknya, mengusap lembut kepala Duke, dan mengecup keninganya. "Selamat tidur malaikan kecil mama"ucap Manda, merapikan selimut Duke dan mematikan lampunya. Ia segera pergi ke akamrnya lagi menemui Aron. Ada hal yang ingin ia bicarakan dengan Aron tadi. Hara-gara berhubungan dengannya jadi lupa mau cerita.
"Syang kamu belum keluar dari kamar mandi"tanya Manda.
"Bentar syang"ucap Aron, yang langsung membuka pintu kamar mandi, menatap Mand sudah berdiri menunggunya di depan pintu.
"Kamu mau minta lagi?" tanya Aron.
"Enggak syang, siapa yang mau minta lagi."ucap Manda.
"Pandangan kamu sangat menggoda, membuatku gak bisa tahan syang kalau kamu seperti itu"ucap Aron.
"Oya. lain kali kamu kalau tidur pakai lingerie syang"ucap Aron.
"Apa itu?" tanya Manda yang memang gak tahu apa itu lingerie.
"Besok aku belikan, kamu harus pakai ya setiap kamu tidur"ucap Aron.
"Baiklah" gumam Manda.