
2 Hari kemudian,
Vino dan Kesha menikmati liburannya. Besok ia akan ke Korea, untuk jalan-jalan selama satu hari, dan melanjutkan lagi liburannya ke tiga negara.
Hari ini mereka berbelanja sekaligus jalan-jalan di Paris, menikmati pemandangan kota Paris.
"Syang!! Yolong fotokan aku?" ucap Kesha pada Vino yang sibuk menatap sekelilingnya.
"Kenapa kita tidak foto berdua?" tanya Vino.
"Emm.. Boleh juga," gumam Kesha mengangguk-anggukkan kepalanya.
Vino memanggil salah satu orang yang lewat di depannya, ia minta tolong untuk fotokan mereka berdua. Dan Kesha mulai merapikan rambutnya, lalu menarik tangan Vino, memeluk ke dua pinggangnya, dengan ke dua nata saling memandang, tepat dengan baground menara eiffel.
Mereka melakukan beberapa pose romantis, lalu mengakhiri poto mereka.
"Makasih!!" ucap Kesha pada seorang wanita yang membantu dia untuk berfoto.
"Iya sama-sama!!" wanita itu tersenyum, lenar laku melangkahkan kakinya pergi. Sefangkan Vino dan Kesha melihat kembali beberapa foto mereka.
"Syang!! Kamu sangat cantik!!" ucap Vino, menatap wajah Kesha, dengan tangan kanan, menyilakan rambutnya ke belakang telinga kanannya.
Vino mendongakkan kepalanya sedikit, ia mengernyitkan matanya, menatap wajah suaminya. "Apa yang kamu bilang?" tanya Kesha.
Vino memegang leher Kesha, mengusapnya lembut, mengecup bibirnya perlahan, hanya beberapa menit, lalu mengakhirninya dengan cepat.
"Hay!!" suara berat seorang laki-laki menbaut Kesha seketika menoleh ke samping.
"Hai juga!!" jawab Kesha, seektika langsung melebarkan matanya, melijat Albert berada tepat di depannya.
"Kenapa kamu juga berada di sini?" tanya Vino, menarik tangan Kesha, menyembunyikan ke belakang punggungnya.
Albert hanya tersenyum simpul. "Aku hanya ingin liburan bersama istri aku," ucap Albert.
"Mana istri kamu?" tanya Vino tak percaya.
"Dia di sana, bermain sendiri. Aku tadi melihat kalian di sini. Aku sapa saja," Albert melirik sekilas ke arah Kesha yang memang terlihat sangat cantik hari ini. Berbeda dari sebelumnya, dia jauh lebih cantik, seakan aura kecantikannya baru saja muncul.
"Jangan menanatp istriku seperti itu?" umpat kesal Vino.
Alber melangkahkan kakinya mendakti Vino, menepuk pundaknya. "Kenapa? Aku sudah menikah, tidak akan melirik istri kamu lagi, tenang saja!" ucap Albert, memegang tangan Kesha lalu meraih tangan Vino, menyatukan ke dua tangannya.
"Kalau jalan nanti seperti ini, agar orang tahu kalau dia milikk kamu. Jangan sampai kamu lepaskan, jika tidak ingin di lirik orang lain!!" goda Albert, menatap wajah Kesha sekilas.
"Syang!! Kamu di sini ternyata. Aku tadi mencari kamu!!" ucap Vina beralri memeluk tubuh Albert dari belakang.
"Vina!!" ucap Vino dan Kesha kompak, ke dua mata mereka terbuka lebar, melihat siapa yang jadi istri Albert.
"Jadi kalian berdua menikah? Bukanya dulu kalian saling benci?" tanya Kesha memastikan.
"Iya, benci bisa jadi cinta. Sama seperti aku dan Vina!!" Albert meletakkan tangan kirinya ke atas pundak Vina, sembari mengusap lembut ujung kepala Vina penuh manja.
"Kalian terlihat romantis banget, sejak kapan kalian saling suka. Dan tau-taunya kalian sudah menikah?" tanya Kesha yang semakin penasaran.
"Apa kalian bilang dengan Manda juga?" sambung Vino yang juga penasaran, Vina temannya itu menikah dengan laki-laki mata keranjang seperti dia.
"Aku sudah bilang pada Manda. Tapi dia bilang jika kalian juga menikah, aku gak berani beri tahu kalian. Pernikahan kita juga tepat di hari dan tanggal yang sama. Jadi gak.mungkin kalian datang!!" ucap Vina, menautkan ke dua alisnya, menatap Vino. Hatinya merasa canggung, melihat orang yang sempat ia cintai ada di depan matanya. Dengan pasangan masibg-masing.
Vina mendongakkan kepalanya sedikit, menatap wajah Albert, mengangkat tangannya, meletakkan telapak tangannya di pipi kiri Albert, mengusapnya lembut.
"Vina memegang tangan Kesha, menariknya jalan lebih dulu.
"Kalian mau kemana?" tanya Vino.
"Aku akan ajak Kesha makan dulu, setelah itu kita bisa jalan-jalan ber-empat." ucap Vina dengan nada keras, ia membiarkan para laki-laki itu berjalan di belakangnya.
"Kesha? Meski kita tidak dekaf, tapi sekarang kita bisa jadi teman, ya?" ucap Vina.
"Kenapa kamu mau berteman dengan aku?" tanya Kesha.
"Karena kamu istri Vino dan teman Manda juga, dan sekarang sudah jadi saudara ipar. Dan Manda juga sahabat aku. Jadi aku juga ingin berteman dengan temannya juga!!" gumam Vina, tersenyum ramah.
"Hemmm.. Baiklah... Maaf ya, aku gak datang di pernikahan kamu. Tapi boleh juga nanti aku akan kirimkan kado buat kamu!!" ucap Vina, berjalan dengan langkah mundur menatap wajah Kesha.
"Gak usah repot-repot segala."
"Aku gak merasa di repotin. Dan sekarang lihatlah ke belakang, suami kita biar akrab. Kenapa aku bawa kamu jalan lebih dulu," ucap Vina, membuat Kesha langsung menoleh ke belakang seketika.
Ia tersenyum melihat suaminya yang terlihat mulai sangat akrab.
------
"Kamu beruntung bisa dapat istri seperti Kesha!" ucap Albert.
"Memangnya kamu gak beruntung dapat istri seperti Vina?" tanya Vino, merasa sangat aneh, kenapa Albert seakan menunjukan ia tidak bisa lupa pada Kesha.
"Aku beruntung dapat Vina, tapi kamu bisa di cintai Kesha wanita menurut aku paling cantik yang pernah aku lihat. Dan dia baik, pekerja keras, dan senyumnya tak bisa di lupakan,"
"Maksud kamu apa?" ucap Vino kesal, ia menatap tajam ke arah Albert.
"Tenang saja!! Jangan emosi, aku hanya bilang kenyataan tapi aku gak akan merebut dia dariku. Aku punya istri yang sekarang aku cintai," jelas Albert.
"Kalau kamu suka dengan istri kamu. Kamu juga harus puji dia, syangi dia, jangan memuji wanita lain."
Albert dan Vino segera masuk ke dalam restauran mengikuti langkah ke dua wanita yang sekarang sudah lebih dulu masuk ke dalam.
"Kalain semua duduk sini?" teriak Vina, ke dua cowok itu langsung mendekati mereka, dan Vina menarik tangan suaminya agar duduk di sampingnya.
"Kalian mau makan apa?" tanya Vina.
"Terserah kalian. Aku mau pergi dulu ke toilet," ucap Kesha.
"Tunggu!!" Vino memegang tangan Kesha, membuat langkahnya terhenti.
"Apa mau aku temenin? Aku gak mau kamu di goda laki-laki lain," ucap Vino melirik tajam ke arah Albert. Membuat laki-laki di depannya itu hanya diam, an menelan ludahnya.
"Aku ke toilet wanita, apa kamu mau masuk juga?" tanya Kesha memastikan.
"Aku tunggu di luar,"
"Gak mau!! Kalau gitu biar Vina saja yang temani aku," Kesha menarik tangan Vina, untuk ikut dengannya.
"Kalian berdua yang pesan makanan!!" lanjut Kesha.
"Oke, terserah kalian!!"
Vina beranjak pergi dengan Kesha. Dan Albert serta Vino memesan makanan untuk pasangan masing-masing, sambil berbincang sebentar menunggu pasangan mereka. Meski Vino merasa sangat curiga dengannya. Tapi ia menciba untuk tetap tenang tidak terbawa emosi, selagi dia tidak menyantuh Kesha, dia tidak akan berbuat macam-macam dengannya.