Aku Dan Singa Nemea

Aku Dan Singa Nemea
Bab 2 Chapter 47: Kelicikan vs Kelicikan


Pertarungan becak Pak Gaelani dan moge bertombak kloning Ladusong akan menemui puncaknya. Tampaknya pak Gaelani akan segera mengeluarkan senjata andalan becaknya. Becak pak Gaelani memutar lalu berhadapan dengan moge bertombak kloning Ladusong.


"Jadi kamu berhenti lari juga dan akan melawan ya? Luahahaha!" Ucap kloning Ladusong.


"Akan kukeluarkan jurus andalan becakku ini!" Teriak pak Gaelani.


Kedua kendaraan tersebut saling berhadapan. Kedua pengendara saling merasakan ketegangan pertarungan kendaraan keduanya. Pak Gaelani menggenjot becaknya hingga jumping dan terbang ke udara. Kloning Ladusong pun memutas gasnya dan melakukan jumping hingga moge bertombaknya juga terbang ke udara. Kedua kendaraan tersebut akan saling berbenturan di udara!


"Aku akan mengeluarkan senjata andalan becakku ini! Kamu siap Sur?!" Teriak pak Gaelani.


"Udah cepat keluarkan senjata andalan becak lu! Kita mau menabrak tuh moge bertombak! Cepat keluarkan senjata andalan lu dasar kacang kuaci!!!" Teriak Insur mulai panik.


"Baiklah! Inilah serangan andalan becakku! Lemparan penumpang yang terhormat!!" Teriak pak Gaelani sambil memencet tombol merah di becaknya.


Usai pak Gaelani memencet tombol merahnya kursi penumpang becak langsung terlempar ke arah moge bertombak kloning Laduaong. Insur yang terlempar begitu saja langsung panik dan mengeluarkan samurai hitamnya. Dan....


Srrriiiiiiiiingghggg!!


Insur dengan cepat membelah moge bertombak itu menjadi dua. Dua belahan moge bertombak itu pun terjatuh dan meledak.


Duuuuuuaaaarrrr!!


Becak pak Gaelani mendarat di tanah dengan sempurna. Insur pun mendarat dengan sebuah samurai hitam di tangannya.


"Berhasil!! Gimana jurus andalan becakkku Sur? Mantap kan? Gaeahahaha!" Ucap pak Gaelani sambil tertawa bangga.


"Mantap apanya dasar tutup botol kecap! Elu ngelempar gua! Dasar kampret!!" Teriak Insur marah - marah.


"Yang penting kita kan menang Sur." Ucap pak Gaelani sambil nyengir.


Kloning Ladusong keluar dari salah satu bagian moge yang terbelah. Dia terlihat sempoyongan karena ledakan dari moge.


"Ahhh kurang ajar." Ucap kloning Ladusong.


"Sur kamu beresin dulu kloning Ladusong. Gua nunggu di sini saja ya." Ucap pak Gaelani.


"Iya. Kamu tunggu di sini saja." Ucap Insur.


Insur berjalan ke arah kloning Ladusong sembari menenteng samurai hitamnya. Kloning Ladusong bangkit dan menatap tajam pada Insur.


"Akhirnya sekarang kita akan berduel satu lawan satu di sini ya Insur. Ini adalah salah satu puncak gunung kembar. Ini mengingatkanku saat aku bertarung dengan Surin di sini." Ucap kloning Ladusong.


"Jadi kamu juga menerima ingatan dari tubuh aslimu ya kloning Ladusong. Seharusnya kamu tahu kalau tubuh aslimu juga pernah kukalahkan." Ucap Insur.


"Itu dulu saat tubuh asliku kamu kalahkan. Tapi saat ini dengan tubuh kloning serta kemampuan batu darahku yang sekarang aku akan mengalahkanmu!" Ucap kloning Ladusong.


Keduanya berhadapan. Fajar mulai terlihat di sisi timur. Tampaknya sebentar lagi akan menuju pagi hari. Hari baru untuk dunia yang baru.


-----


Pak Jarwi merokok dengan rakusnya. Sudah dua batang rokok dia habiskan. Kini dia menyulut rokoknya yang ketiga. Fajar mulai terlihat samar di sisi timur.


"Sebentar lagi akan menuju pagi hari. Lama banget sih pertempuran Tengud dan dokter Skak ini." Ucap pak Jarwi sembari menghembuskan asap rokok.


Di dasar laut terlihat Tengud terjebak dalam tubuh slime dokter Skak. Dia kesulitan bernapas dan sulit menggerakkan tubuhnya. Dokter Skak terus mengurung Tengud dan menunggunya pingsan kehabisan napas.


Mata Tengud mulai terlihay putih dan dia mengejan keras. Lalu diam tak bergerak sama sekali. Tengud telah pingsan!


Bola gelembung slime menuju ke permukaan air. Bola gelembung slime tersebut berubah menjadi wujud tubuh dokter Skak. Diangkatnya tubuh Tengud yang pingsan. Dia rogoh saku jas Tengud dan mengambil sebuah pisau.


"Sekarang akan kutusuk jantungmu! Matilah kamu Tengud! Skahahaha!" Ucap dokter Skak.


Dokter Skak membaringkan tubuh Tengud. Lalu dia menghujamkan pisau pada jantung Tengud. Tepat sebelum pisau itu terhujam, tangan dokter Skak yang memegang pisau dicengkeram oleh Tengud. Tengud ternyata tidak pingsan! Dia hanya berpura - pura pingsan agar dia bisa dibawa ke permukaan air!


"Kamu... kamu masih sadar?! Dasar licik!!" Teriak dokter Skak.


Tengud meninju tubuh dokter Skak hingga melayang terbang tinggi ke udara. Pak Jarwi melihat tubuh melayang dokter Skak itu dari kejauhan.


"Kelicikan harus dilawan dengan kelicikan. Kamu pikir aku akan kalah dari orang licik sepertimu dokter Skak? Aku adalah Tengud! Orang paling licik di desa KangAgung!" Teriak dokter Skak.


Pak Jarwi yang mendengar ucapan Tengud hanya melotot keheranan. Elu bangga karena elu licik? Woooooi dunia sudah gila woooooi!!!


Tengud melihat ke arah tubuh dokter Skak yang terbang tinggi karena pukulannya. Dia melakukan kuda - kuda untuk serangan terakhirnya. Dokter Skak yang melihat hal tersebut merubah tubuhnya menjadi bola slime merah besar yang mendidih.


"Kamu tidak akan berani memukulku! Tanganmu akan melepuh! Skahahaha!" Teriak dokter Skak.


Tengud melompat meluncur ke arah dokter Skak yang menjadi bola slime besar yang mendidih tersebut. Diarahkannya pukulan denga segala kekuatannya yang tersisa.


Bluuuuuaaaarrrrgggghhhhh!!


Tangan Tengud melepuh. Bola slime merah itu meledak dan tubuh dokter Skak terpukul mengeluarkan darah.


"Gila! Si Tengud itu walaupun menyebalkan tetapi memiliki kekuatan Tekad seperti Dia Sang Penguasa Desa KangAgung!" Ucap pak Jarwi.


Tengud ternyata tidak berhenti di satu pukulan. Dia memukul terus menerus tubuh dokter Skak. Pukulan bertubi - tubi mengenai tubuh dokter Skak. Darah mengalir di udara. Dokter Skak sudah tak sadarkan diri tapi Tengud masih terus memukulnya!


"Kejam sekali!" Ucap pak Jarwi.


Tengud sudah kehabisan tenaga. Dia berhenti memukul. Tengud dan dokter Skak pun jatuh kembali ke permukaan air laut. Pak Jarwi langsung berdiri mendekati keduanya. Dia menuju ke tubuh dokter Skak. Dokter Skak tidak bernapas! Dia mati!


Pak Jarwi segera berlari ke arah Tengud. Dia membopong tubuh Tengud.


"Hoshhh... hoshhh... Bagaimana si dokter Skak?" Tanya Tengud.


"Dia sudah tidak bernapas. Dia mati." Jawab pak Jarwi.


"Baiklah. Sekarang pakai jurus perpindahan dimensimu. Kita kembali ke desa KangAgung. Jangan lupa bawa mayat dokter Skak." Perintah Tengud.


"Buat apa tuan Tengud?" Tanya pak Jarwi.


"Tentu saja agar aku dikenal sebagai pahlawan karena mengalahkan dokter Skak salah satu pemimpin pasukan pemberontak! Kamu pikir aku mau bertarung tanpa ada keuntungan hah?!" Teriak Tengud.


"Baik, baik tuan Tengud." Ucap pak Jarwi.


Ah ternyata sifat si Tengud ini masih saja suka mengambil keuntungan. Padahal kekuatan tekadnya benar - benar mengerikan.


Dengan rasa terpaksa pak Jarwi pun membopong Tengud dan mayat dokter Skak. Pak Jarwi merasa kesulitan tapi apa daya itu perintah dari Tengud yang merupakan salah satu dari empat pilar Elang Langit.


"Jurus perpindahan dimensi!" Teriak pak Jarwi.


Mereka pun menghilang. Laut selatan pun sepi kembali.