Aku Dan Singa Nemea

Aku Dan Singa Nemea
Bab 2 Chapter 13: Artis Desa Balatara


Insur dan Pantam kaget bersamaan.


"Kamu?!" Teriak keduanya memandangi Pak Jarwi.


"Iya. Akulah yang menggunakan jurus perpindahan pada Surin ketika dia lengah. Kalau Surin tidak lengah saat itu mungkin aku yang bisa saja gagal menggunakan jurus perpindahan itu pada Surin dan aku akan dibunuhnya dengan cepat." Ucap Pak Jarwi.


"Lalu kemana anda memindahkan Surin saat itu Pak Jarwi?" Tanya Pantam.


"Ke pantai Pasir Putih...." Jawab Insur.


Kini giliran Pak Jarwi yang kaget ternyata Insur mengetahui dimana Surin dia teleportasikan menggunakan jurus perpindahan dimensinya.


"Bagaimana kamu bisa tahu?" Tanya Pak Jarwi kaget.


"Karena di pantai Pasir Putih itulah aku bertemu pertama kali dengan Surin." Jawab Insur.


"Jadi jangan - jangan kamu adalah...." Ucap Pak Jarwi yang kesulitan meneruskan kalimatnya.


"Ah sudahlah. Fokus ke cerita anda tadi Pak Jarwi. Setelah anda berhasil memindahkan Surin lalu anda menjadi diangkat oleh Dia Sang Penguasa Desa sebagai penjaga pantai Kecoak?" Tanya Insur.


"Ahhh iya benar, benar sekali. Dia Sang Penguasa Desa membuat mercusuar yang akan kalian tinggali itu. Tampaknya ada sesuatu yang tersembunyi di sana tapi aku tidak tahu apakah itu." Ucap Pak Jarwi.


Insur dan Pantam jadi penasaran.


"Oh iya aku berangkat sekarang ke pusat desa. Mungkin sekitar dua atau tiga hari. Aku harap kalian dapat menjaga pantai Kecoak ini." Ucap Pak Jarwi sembari bangkit berdiri.


"Siap!!" Ucap Insur dan Pantam bersamaan.


Pak Jarwi pun segera pergi menuju pusat desa KangAgung dengan menggunakan mobil monster 4 x 4 WD miliknya dengan suaranya yang menggelegar.


Bruuuummmmm.... Bruuummmmm.....


Insur dan Pantam melihat mobil tersebut hingga hilang dari pandangan.


"Jadi sekarang kita jadi penjaga pantai Kecoak ini Sur! Asyik nih petualangan baru!" Seru Pantam.


"Ah iya. Lihat itu tampaknya tempat pos penjaga pantainya Tam. Ayuk nge pos dulu." Ucap Insur.


Kedua sahabat ini akhirnya menuju pos setelah membayar kopi di warung Mak Imah.


Hari itu mereka lewati tanpa kejadian unik apapun. Menjadi penjaga pantai Kecoak ternyata sangat mudah karena memang pemukiman pantai Kecoak penghuninya ramah.


Sorenya Insur dan Pantam kembali menuju mercusuar dan mandi. Keduanya pun asik bermain catur untuk menghibur diri melewati malam itu hingga akhirnya tertidur pulas di kamar masing - masing.


Malam pun tiba. Deburan ombak memecah keheningan malam berkali - kali. Sungguh simfoni alam yang menenangkan jiwa.


-----


Di hari kedua Insur dan Pantam menjadi penjaga pantai, tampak pantai Kecoak ramai sekali.


"Wah kok ramai sekali ya hari ini Mak Imah?" Tanya Insur pada Mak Imah.


"Loooh kamu belum tahu ya Sur. Hari ini si Intan artis dari desa Balatara mau menginap berlibur ke pantai Kecoak ini. Makanya pantai jadi rame kedatangan para fans nya." Jelas Mak imah.


Insur pun manggut - manggut.


Intan adalah artis seksi terkenal dari desa Balatara. Desa Balatara terletak bersebalahan desa KangAgung, lebih tepatnya desa Belatara berada di baratnya desa KangAgung. Desa Balatara merupakan desa asal muasal dari Earth Sang Penguasa dari Barat.


Karena warga pemukiman pantai Kecoak adalah keturunan langsung dari Earth maka antara pemukiman pantai Kecoak dan desa Blatara terjalin hubungan yang baik. Bahkan pernah terdengar desas - desus bahwa desa Balatara ingin merebut wilayah pemukiman pantai Kecoak dari kekuasaan desa KangAgung.


Tampak dari kejauhan kedatangan si Intan menggunakan helikopter pribadi. Para fans nya pun segera berkerumun di sekeliling landasan dadakan helikopter tersebut. Para bodyguard segera berjaga membentuk barisan pagar betis.


"Pagi semuaaa....." Teriak Intan menyapa.


Mendengar sapaan Intan tersebut kontan membuat para fans nya berteriak kegirangan. Mulai dari kawula muda hingga kakek - kakek semuanya berteriak kegirangan.


"Ai lop pyu Intan! Ai lop piyuuuu...." Teriak salah seorang kakek dengan mengenakan kaos bertuliskan "I love you Intan" itu.


Intan segera diarahkan para bodyguard dan guide perjalanannya ke arah hotel paling mewah di pemukiman pantai Kecoak. Hotel tersebut merupakan milim Tengud. Tengud memang selain memiliki bisnis perumahan Bangau Putih, dia juga memiliki bisnis hotel di daerah pantai Kecoak tersebut.


"Wahhh gila seksi banget. Pantesan hari ini rame ya Mak." Ucap Insur.


"Iya lah. Intan itu artis paling seksi loo desa Balatara. Besok kabarnya si Intan itu mau tanding voli pantai sama si Juli." Ucap Mak Imah.


"Hah?! Si Juli artis dangdut seksi desa KangAgung?!" Timpal Pantam.


"Hu uh. Nah baru aja diomingin tuh si Juli datang." Ucap Mak Imah.


Benar saja. Si Juli datang dan segera dikerumuni para fansnya. Si Juli datang dengan menggunakan becak milik Pak Gaelani.


"Hosshh... hossshhh.... ahhh gila jauh amat neng Juli." Ucap Pak Gaelani.


"Udah kagak usah protes! Sekarang cepat kamu antar aku ke hotel mewah itu!" Hardik Juli dengan ketus.


Ternyata Pak Gaelani dibayar oleh Juli untuk menjadi bodyguard khususnya dalam acara penting tersebut.


Setelah mengantar Juli ke hotel mewah, Pak Gaelani pun beristirahat sambil ngopi di warung Mak Imah.


"Loooh kita ketemu di sini Sur, Tam!" Seru Pak Gaelani.


"Iya Pak Gaelani. Ini, gua ma Insur menggantikan Pak Jarwi untuk menjadi penjaga pantai Kecoak selama dua atau tiga hari." Ucap Pantam.


"Lu jadi bodyguardnya Juli ya sekarang Pak Gaelani?" Tanya Insur pada Pak Gaelani.


"Yah terpaksa. Kebutuhan duit." Jawab Pak Gaelani.


"Sama!" Teriak Insur dan Pantam bersamaan.


Ketiganya pun ngopi bersama sambil bercengkerama hingga sore hari itu. Lalu Insur dan Pantam kembali ke tempat mercusuar untuk beristirahat. Malamnya Insur tidak bisa tidur dan memilih iseng - iseng menaiki menara mercusuar hingha ke puncak.


Di puncaknya Insur menemukan suatu ruangan yang terkunci rapat. Insur penasaran. Dengan sekali hentakan dibukanya pintu yang digembok tersebut.


Klontangghhhg!!!


Gembok berkarat itu akhirnya rusak dan terjatuh mengenai kaki Insur.


"Auww auww auwww... Kampret!!" Umpat Insur sembari memegangi kakinya.


Dia mulai masuk ke dalam ruangan gelap tersebut. Dan apa yang dilihatnya membuatnya takjub. Sebuah benda berkilau merah menyala menerangi ruangan gelap tersebut.


"Ini.... ini adalah batu darah!" Ucap Insur.


Unsur penasaran, bagaimana benda sepenting ini ada di tempat mercusuar ini? Pantas saja Surin dicegah oleh Dia Sang Penguasa Desa untuk menjejakkan kakinya di daerah Pantai Kecoak ini!


Insur segera mendekati tempat batu darah tersebut hendak mengambilnya. Tapi ternyata ada segel sihir klan Samudera Biru yang menjaga batu darah tersebut.


"Ah kampret. Aku membutuhkan orang dari klan Samudera Biru untuk membuka segel ini!" Seru Insur.


Insur pun langsung teringat. Bukankah Juli adalah satu - satunya anggota klan Samudera Biru di desa KangAgung? Kebetulan Juli ada di daerah pemukiman pantai Kecoak ini!


Insur pun kembali ke bawah dan tidur. Dia membulatkan tekadnya untuk meminta bantuan Juli dalam membuka segel tersebut besok.