
"Luahahaha..........!!"
Tawa menggema di ruang bawah tanah kantor bekas Anci tersebut. Dipaidi dan Pak Gaelani bergetar tubuhnya. Tawa tersebut tampak khas sekali. Tawa tersebut berasal dari ruang di bawah lantai yang tiba - tiba terbuka.
"Ini tidak mungkin.... Tawa itu...." Ucap Dipaidi tak mampu meneruskan kalimatnya.
Dari lantai yang terbuka tersebut keluarlah dua orang lelaki. Dia adalah dokter Skak dan seorang pria tegap yang besar, dia adalah.....
Dia adalah Ladusong!
Dipaidi dan Pak Gaelani kaget bukan main. Bukankah ladusong telah dibunuh Insur hingga kepalanya terpenggal? Bagaimana mungkin dia dapat hidup kembali?!
"Oh Dipaidi dan Pak Gaelani ya. Tampaknya kita kedatangan tamu tak diundang Ladusong. Skahahaha...." Ucap dokter Skak sambil tertawa terkekeh - kekeh.
"Hemm... dua serangga ini ya?" Ucap Ladusong.
"Bagaimana mungkin kamu masih bisa hidup Ladusong?! Jelas - jelas kepalamu telah terpenggal!" Kata Dipaidi.
Ladusong hanya tersenyum mengejek dan mengacuhkan Dipaidi dan Pak Gaelani.
"Dokter Skak, sebaiknya kita segera pergi dari sini." Ucap Ladusong.
"Bagaimana dengan mereka berdua? Mengapa kita tidak bunuh saja?" Tanya dokter Skak.
"Biarkan saja mereka hidup agar mereka dapat memberitahu bahwa aku Ladusong yang paling kuat masih hidup. Luahahaha..." Kata Ladusong.
Dokter Skak bergegas mengeluarkan sebuah perahu boat. Ladusong segera meloncat naik di belakangnya.
"Tunggu!! Jangan kabur kamu Ladusong!!" Teriak Dipaidi.
Dipaidi segera menarik pistol gandanya. Dia tembakkan pistol ganda itu berturut - turut ke arah Laduasong dan dokter Skak.
Dooor... dorrr... dorrrr!!!
Dooor... dorrr... dorrrr!!!
Ladusong segera menghantamkan tangan kanan robotnya ke arah air sungai dengan sikutan Max Elbownya.
Duaaaaaaaazzzzhhhhhhhhh!!!
Air sungai bawah tanah itu meledak ke atas membentuk dinding air yang menghalangi laju tembakan pistol Dipaidi. Air meluap menyapu lantai di samping sungai. Dipaidi dan Pak Gaelani terseret arus dan menabrak dinding.
Setelah air surut kembali ke sungai Dipaidi segera berdiri. Dan dilihatnya perahu boat yang dikendarai dokter Skak dan Ladusong telah menghilang jauh di dalam terowongan sungai.
"Kamprettt!! Bagaimana bisa Laduspng masih hidup!!" Seru Dipaidi sambil meninju lantai yang basah.
Pak Gaelani juga segera bangun.
"Pak Dipaidi mungkin ini ada hubungannya dengan ruangan di bawah lantai itu." Kata Pak Gaelani sembari menunjuk pada ruangan gelap di balik lantai yang terbuka.
Dipaidi menatap ruangan tersebut. Diambilnya senter dari balik jas nya dan menyalakannya. Dia berjalan menuju ruangan tersebut diikuti oleh Pak Gaelani di belakangnya. Ada apa di balik ruangan tersebut? Apa yang sebenarnya terjadi hingga Ladusong dapat hidup kembali?
Dipaidi dan Pak Gaelani melewati ruangan gelap tersebut dengan menuruni tangga yang terbuat dari batu. Hingga mereka tiba di suatu ruangan dengan tabung - tabung besar berisi air yang berbuih.
Tampaknya ruangan itu adalah laboratorium rahasia milik Anci. Kabel - kabel besar tampak berserakan dan sebuah layar monitor besar menyala redup. Sepertinya ruangan itu adalah tempat laboratorium rahasia milik Anci.
"Aku tidak begitu mengerti tentang hal - hal seperti ini. Sebaiknya aku harus segera menyuruh ilmuwan bernama Pak Oldton untuk menyelidiki tempat ini." Kata Dipaid.
"Iya betul Pak Dipaidi. Tampaknya hidupnya kembali Ladusong berhubungan dengan tempat ini." Tukas Pak Gaelani.
-----
Berita tentang hidupnya Ladusong langsung menyebar begitu cepat. Banyak warga yang semakin khawatir dengan keadaan tersebut. Banyak warga yang semakin khawatir dengan keadaan tersebut.
Cepatnya menyebar berita hidupnya kembali Ladusong juga berkat campur tangan Tengud yang menggerakkan empat anak buah penggosipnya. Tentu saja Tengud melakukan hal tersebut agar bisnis perumahan Bangau Putihnya laku keras. Motto perumahan Bangau Putih adalah "Anda nyaman kami kenyang!"
Insur yang sudah siuman juga mendapat kabar tersebut dari mbak Hana atau dikenal dengan julukan White Snow.
"Sur, aku tidak tahu bagaimana bisa Ladusong hidup kembali. Tampaknya hal ini belum berakhir." Kata mbak Hana merasa khawatir.
"Santai saja mbak Hana. Kalau Ladusong hidup kembali berarti aku tinggal membunuhnya lagi, lagi, dan lagi. Mudah kan?" Ucap Insur sembari tersenyum dan menenangkan hati mbak Hana.
Dia Sang Penguasa Desa juga bersiap - siap akan arus yang akan terjadi sekali lagi pada desa KangAgung. Tampaknya Ladusong benar - benar orang yang gigih juga.
Sementara itu di warung mbak Moshi juga tidak ketinggalan membicarakan wacana tentang hidupnya kembali Ladusong tersebut. Berita semakin cepat tersebar dan membuat warga khawatir.
Pak Kaji Dauh segera menenangkan warga. Dia menentramkan hati para warga melalui jalur spiritual. Diadakannya berbagai kegiatan mendekatkan diri pada Tuhan agar hati semakin damai dan tentram.
Tengud tak mau kalah! Dia pun berusaha menambah pundi - pundi uangnya dengan keadaan tersebut. Kalau Pak Kaji Dauh menggunakan jalur spiritual, maka Tengud menggunakan jalur duniawi yaitu rasa aman yang didapat jika warga mau ikut asuransi miliknya.
Memang banyak cara untuk menenangkan kondisi masyarakat. Tapi ada salah satu cara paling konyol, tapi terkadang ampuh. Yaitu dengan berjoged dan bernyanyi bersama! Itulah yang dilakukan Juli sebagai artis dangdut top papan atas desa KangAgung.
Di tengah resahnya masyarakat, Juli mengadakan konser tunggal di lapangan Oliv untuk menghibur warga melupakan kekhawatirannya. Banyak warga yang berjoged, bernyanyi, dan tertawa lepas bersamaan.
Banyak warga yang mampu ceria kembali melalui konser tunggal Juli yang seksi tersebut. Terutama para laki - laki. Karena memang terkadang nafsu dapat membuat lelaki melupakan segalanya. Ruahahaha....
-----
Di ruangan gelap tempat Laboratorium bekas Anci tersebut tampat ilmuwan Oldton sedang menyelidiki kinerja dari mesin di ruangan tersebut. Sudah lima hari Oldton menyelidiki cara kerja dan kegunaannya.
Seluruh ruang bekas kantor Anci kini dijaga lebih ketat lagi dengan para polisi bertipe petarung.
Dipaidi berjalan santai menghampiri ilmuwan Oldton yang sibuk berkutat mempelajari mesin aneh itu.
"Bagaimana tuan Oldton? Apakah anda sudah mengetahui rahasia dari mesin aneh itu?" Tanya Dipaidi.
Ilmuwan Oldton berdiri memandang Dipaidi dengan tatapan yang amat sangat serius. Dipaidi pun akhirnya juga ikut terbawa serius.
"Ini gawa Pak Dipaidi!" Teriak Oldton.
"Apa?! Gawat bagaimana?! Apakah mesin itu begitu berbahaya?!!" Teriak Dipaidi mulai panik.
"Ini gawat karena saya belum makan hari ini!" Teriak ilmuwan Oldton.
Dipaidi langsung menonjok muka ilmuwan Oldton hingga tersungkur.
Gubrrraaaaaaaaakkk!!
"Kamprett!!! Serius wooooi serius!! Dasar kacang kuaci!!" Bentak Dipaidi yang merasa telah menyia - nyiakan rasa kagetnya untuk sekian detik.
"Adudududuhhh... Sakit Pak Dipaidi. Tapi beneran saya belum makan. Ini urusan perut looo...." Ucap ilmuwan Oldton yang menangis dan merengek diajak makan.
"Iya iya!!! Dasar tutup odol!! Ayo ikut ke tempat Pak Iconk. Kita makan di sana sambil ceritakan kemajuan penelitianmu tentang mesin itu!" Teriak Dipaidi yang akhirnya mengalah.
Dipaidi dan ilmuwan Oldton pun bergegas menuju ke tempat Pak Iconk si pedagang kaki lima.
Memang benar, ternyata sepintar - pintarnya ilmuwan kalau perut lapar tetap butuh makan juga! Terima kasih Tuhan karena telah menciptakan rasa lapar. Setidaknya yang pintar atau bodoh sama - sama punya rasa lapar! Ruahahahaha...