Aku Dan Singa Nemea

Aku Dan Singa Nemea
Bab 2 Chapter 45: Pertarungan di Dasar Laut


Seluruh pasukan pemberontak menyerah. Perang di perumahan Bangau Putih telah usai. Para pasukan desa KangAgung yang terluka sesegera mungkin mendapatkan perawatan. Mayat - mayat segera disingkirkan dan dikuburkan dalam satu lubang besar. Semua pekerjaan pembersihan dilakukan.


Intan putri dari desa Balatara menghampiri Dia Sang Penguasa Desa KangAgung.


"Salam dari desa kami tuan Dia. Mohon maaf ayah saya tidak bisa kemari ikut membantu karena sedang berperang dengan desa Gorgon. Jadi sebagai gantinya saya disuruh memimpin pasukan desa Balatara kemari." Ucap Intan.


"Iya. Saya mewakili desa KangAgung amat sangat berterima kasih atas bantuan dari desa Balatara. Jadi Karaka sekarang sedang memimpin pertarungan dengan desa Gorgon ya." Ucap Dia Sang Penguasa Desa KangAgung dengan bijak.


"Benar tuan Dia. ngomong - ngomong sedari tadi saya tidak menemukan kloning Ladusong ataupun dokter Skak diantara para tawanan perang. Mayatnya pun juga tidak ada." Ucap Intan.


"Dokter Skak telah dipindahkan di tengah laut selatan. Kini Tengud sedang menghadapinya. Sementara kloning Ladusong juga melarikan diri dan dikejar Insur. Tapi yang terpenting desa KangAgung sudah menang. Para pasukan pemberontak pun sudah menyerah dan ditangkap." Jelas Dia Sang Penguasa Desa KangAgung.


Intan mengangguk pelan mendengarkan penjelasan Dia Sang Penguasa Desa KangAgung. Setelah semua pengurusan terkait pasca perang selesai pasukan desa Balatara undur diri kembali ke desanya. Suara deru tank - tank besar menggema.


Di sepanjang jalan tank - tank dari desa Balatara mendapat ucapan terima kasih dan sambutan meriah dari para warga desa KangAgung. Mereka diarak sebagai pahlawan.


-----


Sementara itu di tengah laut selatan....


Tengud dan pak Jarwi berdiri di atas permukaan air laut. Tengud berkacak pinggang melihat ke sekelilingnya yang sejauh mata memandang hanyalah air laut.


"Beneran di sini kamu memindahkan si dokter Skak tadi?!" Bentak Tengud.


"Benar tuan Tengud. Jurus perpindahan saya tidak pernah meleset." Jawab pak Jarwi.


"Lalu di mana si dokter Skak?! Jangan - jangan dia bersembunyi. Keluar kamu dokter Skak!! Pertarungan kita belum berakhir!!" Teriak Tengud.


Tiba - tiba muncul gumpalan slime yang menyatu. Secara perlahan slime itu membentuk tubuh manusia, yaitu dokter Skak.


"Dasar jurus perpindahan dimensi kurang ajar! Gara - gara jurusmu akhirnya ledakan slime ku tidak jadi meluluh lantakkan perumahan Bangau Putih! Padahal kalau meledak di perumahan Bangau Putih pasti akan menjadi sebuah maha karya ledakan terbesar!!" Ucap dokter Skak pada pak Jarwi dengan kemarahan.


"Hei hei lawanmu itu aku dokter Skak! Ini adalah pertarungan terakhir kita. Mari kita tentukan siapa yang hidup dan siapa yang mati!!" Ucao Tengud.


Tengud dan dokter Skak pun saling berhadapan. Kedua tatapan penuh kebencian mereka saling bertemu. Pak Jarwi segera menjauh agar tidak terkena dampak dari pertarungan keduanya.


Angin laut dan gelimbang air laut akan menjadi saksi pertarungan besar ini. Tengud, mendapat julukan si raja binatang buas. Keganasan masa mudanya sangat mengerikan. Dengan kecerdasannya dia dapat menjadi salah satu anggota empat pilar langit. Penguasa bisnis di desa KangAgung.


Sementara itu dokter Skak, ilmuwan cerdas desa KangAgung. Eksperimen terbesarnya adalah membuat tubuhnya sendiri menjadi slime. Pemimpin pasukan pemberontak bersama kloning Ladusong.


Kedua orang mengerikan ini akhirnya akan menentukan pertarungan hidup dan mati mereka di tengah laut selatan. Tengud mulai melompat dan melemparkan pisau - pisaunya ke arah dokter.


Melihat lemparan pisau Tengud tersebut membuat dokter Skak tertawa geli dan berkata, "Dasar bodoh. Tubuhku adalah slime, lemparan pisaumu akan menembus tubuhku. Tubuh slimeku ini...."


Belum sempat dokter Skak menyelesaikan kata - katanya tiba - tiba tubuh dokter Skak tersayat bertubi - tubi oleh lemparan pisau Tengud. Dokter Skak menghindari pisau - pisau tersebut dengan bergerak cepat secara zig - zag.


"Apa - apaan pisau itu? Kenapa tubuhku bisa terluka?!" Ucap dokter Skak.


Tengud berkacak pinggang sembari memainkan pisau di tangannya.


"Kamu... Bukan hanya sekali ini kamu mampu melukaiku. Dulu pukulanmu juga mampu mengenai tubuhku. Jurus apa yang sebenarnya kamu gunakan?!!" Teriak dokter Skak.


Tengud tersenyum puas melihat dokter Skak mulai panik dan keheranan.


"Itu adalah rahasiaku. Teahahaha!" Jawab Tengud.


Tengud kembali melempar pisau - pisau pada dokter Skak. Dokter Skak terpaksa jumpalitan menghindari hujaman pisau - pisau tersebut hingga tidak menyadari kalau Tengud meloncat ke arahnya dan memukul wajahnya.


Kerasnya pukulan Tengud membuat dokter Skak terpelanting dengan keras. Darah mengucur di bibir dokter Skak. Kini dokter Skak merasa terpojok. Dia ingin menggunakan jurus bola slime raksasa tapi air laut ini pasti mendinginkan cairan slime panasnya dengan cepat. Bertarung di tengah laut merupakan kelemahan utama jurus slime mendidih miliknya.


Dokter Skak akhirnya memutuskan berubah menjadi slime dan menyelam ke lautan. Tengud sulit melihat pergerakan tubuh dokter Skak yang berubah menjadi slime di bawah laut.


"Dasar! Merepotkan sekali jurus orang ini!" Gerutu Tengud.


Tengud langsung berubah menjadi ular raksasa dan menyelam ke dasar laut. Tubuh ular besar Tengud menyelam hingga ke dasar laut. Dilihatnya sebuah gumpalan slime berenang dengan cepat. Tengud segera mengejar slime tersebut.


Dengan cepat Tengud mengibaskan ekornya pada slime itu.


Bluuuuaaaarrggghhhh!


Ekor Tengud yang menabrak batuan dasar laut menimbulkan ledakan besar. Tubuh slime tersebut ternyata tidak terluka sama sekali terkena kibasan ekor Tengud.


Apa ini? Ada yang aneh. Baiklah akan kucoba sekali lagi untuk mebuktikannya. Batin dokter Skak.


Tengud kembali mengibaskan ekornya pada tubuh slime dokter Skak. Tapi kali ini dokter Skak tidak berusaha menghindar.


Bluuuuuaaarrrggghhh!!


Serangan tersebut mengenai tubuh slime dokter Skak. Tetapi dokter Skak tidak terluka sama sekali.


Jadi begitu. Ketika Tengud menjadi wujud ular besarnya maka serangannya kembali tidak dapat melukaiku. Tapi jika dia menjadi wujud manusianya maka dia tidak dapat bertarung di bawah air sepertiku. Skahahaha! Mampus kamu Tengud! Sekarang aku tahu kelemahanmu! Batin dokter Skak.


Sekarang dengan santainya dokter Skak sama sekali tidak menghindari serangan - serangan dari Tengud. Tengud mulai kelelahan dan tenaganya mulai menurun.


"Shhhhh... ssshhhh.... Kurang ajar kamu dokter Skak!" Ucap Tengud sembari mendesis.


"Skahahahaha! Seranganmu tidak mempan padaku saat kamu menjadi monster ular kan? Kamu tidak akan bisa mengalahkanku!" Ejek dokter Skak.


Tengud pun mulai marah dan terpancing. Dia pun berubah ke bentuk manusianya kembali agar serangannya dapat melukai dokter Skak. Tapi saat Tengud merubah diri menjadi wujud manusianya kembali adalah saat - saat yang ditunggu oleh dokter Skak.


Dengan cepat tubuh slime dokter Skak segera menyelimuti tubuh Tengud. Tengud terperangkap di dalam gelembung slime dokter Skak.


"Dasar bodoh kamu Tengud! Sekarang kamu sudah terperangkap dalam tubuh slimeku! Sekarang kamu akan mati karena kehabisan napas di dasar laut ini!" Teriak dokter Skak.


Tengud sekuat tenaga keluar dari tubuh slime dokter Skak tapi sia - sia. Cairan slime yang memerangkapnya membuat gerakannya menjadi amat sangat lambat.