Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
S2 perubahan kecil


Kini aku berada di kantor mas Rifki, seperti biasa dari awal masuk hingga saat ini pun aku jadi pusat perhatian seluruh karyawan, seperti contoh nya saat ini ,aku yang tengah duduk di sofa pun dibuat heran dengan beberapa karyawan yang selalu bolak-balik keluar masuk ruangan mas Rifki,alasan nya beragam ada yang pulpen nya ketinggalan lah , membawakan ku minuman lah , makanan lah ,bahkan ada juga yang beralasan salah masuk ruangan .


Tapi aku mencoba untuk menganggap nya biasa saja meskipun aku merasa tak nyaman juga , begitupun dengan mas Rifki,mas Rifki merasa jengah dan kesal akan ulah para karyawan nya ,hingga mas Rifki pun menegur nya .


"sebenarnya apa mau kalian sih , dari tadi bolak-balik ruangan ku terus ,ganggu tahu" ucap mas Rifki setelah mengumpul kan mereka yang dari tadi keluar masuk


"emm...anu pak bos ,maaf tapi kami penasaran dengan Bu bos" ucap salah satu karyawan nya yang beranikan diri berbicara


"maksudnya penasaran bagaimana?" tanya mas Rifki bersedekap dada


"soal nya Bu bos nya cantik pak bos " celetuk nya


"huh...begitu ya"gumam mas Rifki tersenyum simpul


"lalu kalau istri ku cantik kalian ini mau apa ?" tanya mas Rifki lagi sambil menatap satu-satu dari mereka


"hehe... maaf pak bos ,saya eh kita semua mau kenalan , boleh tidak soal nya Bu bos nya kan jarang ikut ?" ucap karyawan yang paling depan


"haaahh.....kalian ini ada-ada saja ,tentu saja boleh " ucap mas Rifki kemudian


"benarkah pak bos ?" tanya nya lagi


"iya ,tapi ingat jangan buat istri ku tak nyaman , istri ku sedang hamil soal nya " ucap mas Rifki lagi


"wah selamat kalau begitu pak , kita ikut senang "ucap karyawan yang paling belakang


Aku pun lantas mengenalkan diri ku secara pribadi pada mereka ,karena pada saat pertama kali kedatangan ku ke kantor , mas Rifki hanya memperkenalkan ku sekilas .


.........


Siang ini mas Rifki mengajak ku makan siang ke sebuah restoran di dalam mall,aku pun menurut saja , tapi setelah aku berada di dalam restoran,aku melihat seseorang yang tak asing seperti nya pernah bertemu tapi dimana aku pun lupa. Dia berada di depan ku ,dengan sesekali terus saja melihat ke arah ku dan mas Rifki.


"mau makan apa?" tanya mas Rifki setelah kita mengambil duduk di meja no 13


"apa saja deh yang penting perut aku kenyang " jawab ku karena memang aku tak tahu makanan yang tertera di buku menu


"baiklah aku pesankan ini saja ya" aku pun mengangguk pelayan yang berdiri di sampingku pun lalu mencatat pesanan nya


Tak lama kami menunggu pesanan pun datang , tapi saat aku hendak memasukan sesendok makanan nya ke mulut ku , tiba-tiba Wowo berseru


"jangan dimakan "


"kenapa ?" tanya mas Rifki saat melihatku tak jadi memakan nya


"gak tahu nih Wowo bilang aku gak boleh memakan nya " sahut ku


"Wowo ? dimana ?" tanya mas Rifki lagi


"dia memang gak ada ,tapi hanya suara nya yang terdengar "sahut ku


"kok bisa ?"


"ya bisa lah kita kan sering berkomunikasi lewat telepati " jujur ku


"telepati? "


"ehm..." aku pun mengangguk


"oh begitu , memang nya kenapa kamu gak boleh memakan ini?" tanya mas Rifki kemudian


"aku juga tidak tahu " jawab ku menggeleng ,aku pun kembali berkonsentrasi untuk menanyakan nya pada Wowo


"memangnya kenapa Wo ,kenapa aku gak boleh memakan nya?" tanya ku


"seseorang berniat ingin mencelakai kandungan mu , dengan memasukan sesuatu ke makanan mu ,juga dalam makanan Rifki " tutur Wowo


"apa ? "


"kenapa sayang ?" tanya mas Rifki


"mas , sudah memakan nya ?" tanya ku saat melihat makanan mas Rifki tinggal separuh


"iya ,kenapa memang nya ?" tanya mas Rifki kemudian


"mas ,kata Wowo dalam makanan kita ada sesuatu nya , aku gak tahu sesuatu apa itu ,yang jelas orang itu berniat buruk pada kita " ucapku dengan suara sedikit bergetar


"apa, terus ini bagaimana, aku sudah memakan nya separuh "mas Rifki pun lalu menjauhkan makanan nya


"aku gak tahu mas , mas ada merasakan apa , sakit kah,pusing ,mual ,atau sakit perut ?" tanya ku cemas


"semoga saja bukan hal yang berbahaya , ya sudah kamu jangan khawatir ya , aku akan baik-baik saja ko " ucap nya menenangkan ku


"siapa yang sudah berniat jahat pada kita ?" tanya mas Rifki lagi


"entahlah mas " sahut ku


Kami pun memutuskan untuk pulang saja ,namun di perjalanan mas Rifki mendapatkan telpon jika harus kembali ke kantor,mau tidak mau mas Rifki mengantarkan ku pulang ke rumah karena aku menolak untuk kembali ikut ke kantor ,dengan alasan ingin istirahat .


Sesampainya di rumah aku langsung masuk setelah mencium punggung tangan mas Rifki ,dan mas Rifki pun kembali melajukan mobil nya .


"loh Iki nya mana Nur?" tanya mbok Marni


"mas Rifki harus kembali ke kantor mbok ,tadi ada telpon penting katanya " sahut ku


"aku ke kamar dulu ya mbok " ucap ku


"iya ,kamu istirahat saja " ucap nya


Aku benar-benar merasa nyaman berada di antara mereka, apalagi mbok Marni , meskipun beliau hanyalah pembantu di sini ,tapi kedekatan nya dengan mama Dewi dan mas Rifki membuat nya tak merasa sungkan .


..........


Matahari kini mulai condong ke barat , cahaya nya pun kian meredup , dan sebentar lagi akan berganti gelap , tapi mas Rifki belum pulang juga ,membuat ku merasa risau .


"tumben Rifki belum pulang Nur" ucap mama Dewi


"iya ma, mungkin mas Rifki masih sibuk " sahut ku


Aku pun duduk di ruang santai bersama mama Dewi tak lama adzan Maghrib pun berkumandang .


Aku memutuskan untuk melakukan shalat Maghrib dulu , selesai aku melaksanakan shalat ,pintu kamar terbuka , memperlihatkan mas Rifki yang baru saja pulang .


"mas " ucap ku


Ku raih tangan nya lalu mencium punggung tangan nya , dengan senyuman di bibir nya mas Rifki juga mencium kening ku .


"mas sudah shalat ?" tanya ku


"sudah " jawab nya


"mas Rifki mandi dulu ya,aku siapkan air nya dulu " aku pun beranjak ke kamar mandi


Tumben mas Rifki tidak melarang nya


"air nya sudah siap mas , udah sana mandi abis itu kita makan " ucap ku mendorong pelan punggung mas Rifki


Kenapa mas Rifki lebih banyak diam ya , gak biasa nya ,biasanya juga dia suka godain aku kalau mau mandi ,ah sudah lah mungkin mas Rifki sedang lelah .


Setelah itu aku dan mas Rifki menuju ke meja makan, sudah ada mama Dewi di sana , sedang kan mbok Marni sudah pulang .


Kami pun makan dalam diam , seperti biasa karena mama Dewi selalu melarang makan sambil bicara .


Di saat kami tengah menikmati makan malam , sesuatu mengejutkan kita


BRAAAKKKk


"itu suara apa ?" tanya mama Dewi


"seperti sesuatu yang terjatuh " ucap ku


Aku pun lantas memeriksa nya ,aku mengerut kan kening saat melihat sesuatu yang terjatuh itu .


"apa yang terjatuh Nur?" tanya mama Dewi


.


.


.


.


.


bersambung