Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 45


Aku termenung setelah mendengar kata-kata Bu Dewi , ia juga bilang jika bukan hanya kesurupan saja namun banyak hal lain yang terjadi , dan itu semua terjadi di luar nalar.


Tak lama datang lah seorang wanita seusia Bu Dewi , penampilan nya cukup nyentrik ,pakaian serba hitam dengan kalung yang menjuntai panjang dengan bandul sebuah batu berwarna merah ,tak ketinggalan sebuah cincin bermata putih melingkar di jari tengah tangan kanan nya.


"ada yang kesurupan lagi" ucapnya berdiri berhadapan dengan Bu Dewi


"iya ,Ras, tolonglah kau sembuhkan dia "ucap Bu Dewi


Tanpa menjawab wanita itu mendekat ke arah Selly yang masih saja berteriak tak jelas , ya itulah nama yang ku tangkap di pendengaran ku saat semua orang yang berada di sini menyerukan nama nya.


Selly nampak ketakutan dan mundur dengan posisinya yang berjongkok , semakin wanita itu mendekat semakin menjauh lah Selly ,


hingga akhirnya Selly tak bisa lagi menghindar karena dinding.


Wanita itu mulai menyentuh ubun-ubun kepala Selly dan mulai membacakan beberapa ayat dan surah Al Qur'an, tapi hal tak disangka Selly malah menjambak dan menarik dengan kuat wanita itu dan mendorong nya hingga terjungkal ke belakang.


Teriakan serta tangisan Selly semakin menjadi ,membuat suasana menjadi semakin mencekam.


"siapa saja tolong pegangi dia"seru nya


namun tak ada yang berani hingga tak sadar aku maju melangkah mendekat pada Selly ,dan semua yaag melihat pun hanya diam memperhatikan.


Perlahan aku jongkok dan mulai meraih tangan Selly, secepat nya Selly menepis kasar tangan ku,sambil terus berdoa dalam hatiku,aku terus berusaha untuk meraih nya , dan akhirnya aku dapat meraih kedua tangan nya,namun saat kedua tangan ku berhasil menyentuh nya ,aku merasa panas di sekujur tubuh ku,dan terlihat bayangan nenek tua yang tadi pagi aku lihat tengah mencengkram erat tubuh Selly,namun yang membuat ku terkejut tubuh nenek itu jadi lebih besar ,dan mungkin besar nya bisa tiga atau empat kali lipat dari besar tubuh manusia.


Ku ucapkan terus beberapa doa dan surah yang ku bisa , dengan mata yang ku tutup karena tak ingin melihat wujud nenek tua itu , keringatku mulai membasahi seragam kerja yang ku kenakan.


Menit berikutnya kurasakan panas di tubuhku perlahan hilang ,terdengar lantunan ayat Al Qur'an di telingaku ,hingga akhirnya aku membuka mataku.


Perlahan Selly mulai tenang tak lagi berteriak dan menangis , tak lama kemudian Selly tak sadarkan diri ,setelah itu Selly di bawa ke ruangan istirahat ,aku pun turut mengikuti di belakang , setelah di baringkan aku duduk di samping nya dan mulai meraih tangan nya.


Kupijit pelan bagian telapak tangan nya sambil terus bersalawat dan membaca ayat kursi di dalam hati , terdengar suara lenguhan dari Selly dan di detik berikutnya Selly pun membuka mata nya.


"Alhamdulillah" kata ku mengucap syukur


begitupun dengan semua orang yang berada di ruangan ini


Saat aku hendak beranjak tiba-tiba saja mataku tak sengaja melihat bayangan nenek tua itu di kaca lemari , sontak aku memejamkan kedua mataku.


"ada apa Nuri?" tanya Bu Dewi setelah melihat reaksi ku


"kau nampak nya ketakutan setelah melihat sosok nya ?" ucap wanita berpakaian serba hitam itu


"sosok ....sosok apa?" tanya Bu Dewi


"sebaik nya kita bicara di ruangan mu saja, takut nya semua pegawai mu ketakutan jika mendengar nya" ucap nya


Bu Dewi pun mengiyakan nya dan mereka langsung menuju ke ruangan Bu Dewi


"kamu juga ikut"tunjuk nya pada ku


"aku?" ucapku menunjuk diri ku sendiri


"iya,ada yang mau saya bicarakan padamu"ujar nya lagi


Tanpa bertanya aku pun segera mengikuti langkah kedua wanita paruh baya itu.


"ini minumlah"ucap nya memberikan aku segelas air putih setelah aku berada di dalam ruangan Bu Dewi


Aku pun langsung meminum nya karena memang aku juga sedang kehausan hingga airnya tandas tak bersisa.


"sebenarnya ada apa di kafe ku,kenapa kamu tak pernah memberi tahu ku?"tanya Bu Dewi


"tadinya aku tak ingin mengatakan nya ,karena aku yakin jika kau tahu kau akan ketakutan,tapi kini aku harus mengatakan nya karena dia bisa turut membantu ku untuk dapat menghancurkan teror guna,-guna di kafe mu ini "ujar nya sambil menatap pada ku


"teror guna-guna..."seruku dan Bu Dewi bersama


"karena dia berbeda dari gadis lain, karena dia juga tadi aku bisa dengan mudah melepaskan pegawai mu dari cengkraman makhluk itu " tutur nya melihat lagi pada ku


"ah tidak ,aku hanya membantu memegangi saja ,aku tak bisa apa-apa '' sahut ku


"yang di lihat manusia biasa memang seperti itu 'hanya memegangi ,tapi sebenarnya kamu juga melakukan hal sama dengan yang saya lakukan pada nya tadi "ucap nya


"maksud nya aku ga ngerti deh " ucap Bu Dewi nampak bingung


"jadi intinya Nuri ini,eh benar kan namamu Nuri?"


"iya " sahut ku mengangguk


"jadi intinya Nuri ini juga mempunyai kemampuan sama seperti ku ,namun seperti nya kau masih saja merasa ketakutan jika melihat sosok nya "ujar nya lagi


"ah iya saya belum memperkenalkan diri ya , nama saya Laras , "ucap nya menjulurkan tangan nya pada ku


"senang bisa berkenalan dengan Bu Laras " sahutku menjabat tangan nya


"baiklah sepertinya keadaan kafe mu sudah tenang kalau begitu aku pergi dulu " ucap nya dan langsung pergi meninggalkan ruangan Bu Dewi


"Bu Laras tunggu" seru ku ketika beliau sudah sampai di ambang pintu


"iya ada apa Nuri?" tanya nya


"mengenai teror guna-guna maksud nya apa ya Bu?" tanya ku


"kita bicarakan saja nanti,ini ambilah ,itu kartu namaku , tenang saja masih ada banyak waktu untuk kita bicara ko, saya pergi dulu " ucap nya lalu pergi


"maaf Bu kalau begitu saya permisi" pamitku


pada Bu Dewi ,aku pun pergi ke pantry untuk membantu yang lain untuk bersiap siap , namun aku kebingungan harus mengerjakan apa , dan mata ku tak sengaja melihat ada kain lap ,aku pun meraih nya ,dan langsung menuju ke meja-meja yang masih kosong ,meskipun tanda buka sudah di pasang namun belum ada pengunjung yang datang .


Aku pun mulai mengelap dari satu meja ke meja yang lain , beberapa menit kemudian kafe mulai di datangi pengunjung , menit demi menit berlalu kini kafe mulai di padati pengunjung , semua nya nampak sibuk melayani,aku pun mondar mandir menghampiri para pengunjung untuk menawari,mencatat dan membawa makanan dan minuman yang mereka ingin kan.


Ternyata lelah juga ya ,betis ku terasa pegal sekali , aku pun beristirahat sejenak karena belum ada lagi pengunjung datang , namun baru saja aku mendudukkan diri ku di kursi ,mbak Nana memanggilku


"Nuri tolong dong gantiin aku cuci piring-piring nya ,aku tak tahan pengen pup" ucap nya


"ok " sahutku cepat


Aku pun segera beranjak dari tempat duduk ku ,dan beralih pada piring-piring kotor di atas wastafel


piring-piring kotor itu seakan tak ada habis nya ,setelah selesai datang lagi yang kotor , tapi aku tak ingin mengeluh , ku kerjakan saja pekerjaan ku dengan iklhas supaya hasil nya berkah , namun tiba-tiba saja bulu kuduk ku meremang ,detak jantung ku berdetak tak beraturan, nafasku seakan berhenti, dan aku tercekat setelah melihat pantulan wajah menyeramkan di cermin yang terpasang di dinding atas wastafel.


"makhluk apa lagi ini"batin ku


.


.


.


.


.


.


.


bersambung