Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
S2 reuni SMA


Seseorang menangkap tubuh ku saat aku hendak terjatuh karena dorongan kuat dari Della .


"mas " gumam ku setelah tahu siapa yang menangkap ku


"kamu tidak apa-apa?" aku menggeleng


"berani sekali kau mendorong nya " mas Rifki membentak dengan tatapan tajam nya


"jangan ikut campur " seru Della


"Della sudah lah ,kau salah faham , kita selesaikan di rumah " Haris menarik tangan nya namun segera di tepis oleh Della


"kenapa harus di rumah , sekalian saja kita selesaikan di sini ,biar semua orang tahu kelakuan kalian "


"kalian semua lihat lah mereka ini ,sungguh pasangan menjijikan , wanita ini penampilan nya saja alim padahal kelakuan nya suka mengganggu suami orang "


"cukup, apa yang kau katakan , itu semua tidak benar" seru mas Rifki


"sudah ku bilang kau jangan ikut campur " Della berseru sambil menujuk mas Rifki


"hadeeuuuhh pengen aku bikin rempeyek nih perempuan " ucap Lasmi dengan kedua tangan yang sudah di arahkan pada nya ,namun segera aku menggeleng pada nya


"aku berhak ikut campur ,karena dia adalah istri ku "


"a...apa ....istri ?"


"hahahaha...." tiba-tiba Della tergelak


"mana mungkin ....dia ....." tiba-tiba ucapan nya terhenti dan melihat ku dan mas Rifki bergantian


"yang dikatakan Rifki benar Della ,makanya kamu dengarkan dulu penjelasan kami " sela Haris


Entah mungkin Della merasa malu ,atau apa ,tanpa berkata apa-apa dia langsung pergi dari ruangan aula ini


"maaf atas kejadian barusan ,aku akan menegur nya nanti " ucap Haris merasa tak enak


"sudahlah tidak apa-apa" ucap ku


"tidak apa-apa bagaimana ,kamu bahkan hampir jatuh tadi , seandainya saja aku tak datang tepat waktu tadiโ€seru mas Rifki


"iya terima kasih karena mas sudah datang tepat waktu " ucap ku seraya meraih tangan nya


"kalau begitu aku pamit " ucap Haris beranjak


"selesaikan masalah kalian ,jangan menemui ku jika masalah kalian belum selesai " ucap mas Rifki ,hingga membuat langkah nya terhenti dan menengok sekilas lalu pergi


"jadi.....kamu dan Haris....kalian pernah ada hubungan ?" tanya Bobi


"dulu " jawab ku singkat


"waaaw .....baru tahu aku , apa kamu sudah tahu ?" tanya nya pada mas Rifki


"ya , tentu saja sudah tahu " sahut mas Rifki


"tapi ,ko loe biasa aja sama Haris,gak ngerasa gimana gitu ,biar gimana pun Haris kan mantan nya Nuri " ucap Eko


"emang nya mesti gimana , bagi ku itu hanya masa lalu , Nuri aja bisa nerima aku yang mantan playboy masa aku gak" jawab mas Rifki


"terus Nuri ,apa kamu gak ngerasa jedag jedug gitu pas ketemu Haris ,secara kalian kan pernah ....


"eh kompor meleduk ,.....bisa diem gak, lama-lama itu mulut aku sumpal ya " seru Tito pada Eko yang terus saja bertanya yang aneh-aneh


"memangnya kapan kalian punya hubungan nya ?" tanya Rudi


"memang nya harus ya aku ceritakan ?" ucap ku


"gak perlu "sergah mas Rifki


"sudahlah jangan di bahas lagi,yang lalu biarlah berlalu , sekarang kamu milik ku dan akan selamanya begitu " ucap mas Rifki


"dasar bucin " gumam Rudi lagi


"apa yang kalian lihat , ayo segera mulai acara nya ,dan lupakan saja apa yang kalian lihat dan dengar tadi , karena itu semua tidak benar " seru Tito pada semua orang yang terus melihat ke arah kami .


Terdengar beberapa gunjingan tentang ku ,mas Rifki ,Haris dan Della dari semua yang hadir di sini , tapi aku mencoba untuk biasa saja ,meski hati ku tak enak ,dalam hati aku selalu menyerukan nama Allah,juga beristighfar,untuk membuat hatiku agar sedikit nyaman dan tenang .


Tak ku hiraukan tatapan mereka, karena aku yang sama sekali jug tak mengenal mereka.


Hingga salah satu teman mas Rifki datang menghampiri kami dan bercipika cipiki sekedar nya pada Tito cs,namun mas Rifki menolak .


"kau ini masih saja tak berubah ya, salut aku , oh iya ini istri kamu ,...perkenalkan aku Rika, aku partner nya Rifki ,kita tergabung dalam kepengurusan OSIS dulu, dimana ada dia pasti ada aku " ucap nya setelah memperkenal kan diri


"aku Nuri " sahut ku membalas jabat tangan nya


"oh iya ,kau ingin tahu kebiasaan Rifki saat sekolah ?" tanya nya seraya membawa ku sedikit menjauh dari tempat mas Rifki


"aku pinjam istri mu dulu ya " teriak nya karena suara musik yang sudah beralun membuat pendengaran sedikit terganggu


"ok , jangan jauh-jauh" sahut mas Rifki


"memang nya apa kebiasaan nya ?" tanya ku mulai kepo


Aku gak tahu ya, apa ini hanya perasaan ku saja atau apa ,yang jelas aku merasa ada yang aneh pada gadis ini , dan ku perhatikan dia selalu curi pandang pada mas Rifki , aku juga heran ia berbicara seolah kami itu teman lama yang baru bertemu , apa ini memang sifat nya kah ,yang mudah akrab dengan siapa pun ....


entah lah .....


" dulu suami mu itu suka bolos pas pelajaran IPA , ia juga sering mendapat hukuman karena ketahuan bolos, selama satu Minggu suami mu itu harus membersihkan seluruh toilet ,dan aku yang selalu kena imbas nya " ucap nya seraya melirik mas Rifki


"oh ya ,...kenapa memang nya ?" tanya ku


"aku selalu menggantikan nya membersihkan toilet ,dan dia seenak nya saja pergi " ucap nya lagi lalu tertawa sendiri , padahal menurut ku itu tak lucu sama sekali


"iya,dan bukan hanya itu saja, bahkan dulu karena kami selalu kemana-mana berdua ,banyak yang mengira kami pacaran , sampai-sampai aku di musuhi teman-teman wanita satu sekolah ''


"kenapa bisa begitu ?" aku mengerutkan kening ku


"karena suami mu itu merupakan cowok terganteng dan paling pintar pada masa itu, jadi gak heran banyak murid wanita yang berlomba mencari perhatian nya, tapi sayang suami mu itu seperti nya hanya nyaman bersamaku ,dia tak pernah mau di dekati wanita manapun "


aku pun sontak mengernyit mendengar nya


"tapi terakhir kabar yang ku dengar dia jadi playboy ,cewek nya banyak dimana-mana, eh tapi bagaimana ceritanya kamu menikah dengan Rifki?" tanya nya kemudian


"entahlah semua nya berjalan begitu saja , saat aku pulang kampung tiba-tiba saja mas Rifki datang bersama mama nya dan langsung melamar ku " sahut ku


"jadi kalian tidak pacaran dulu " aku pun menggeleng


"seperti itu ya" gumam nya , tiba-tiba saja ia membelalakan mata nya


"Rika .... kamu kenapa?" tanya ku


"Nuri.... kamu jangan takut ya, aku mau bilang sesuatu padamu" jawab nya setengah menunduk


"ada apa ?" tanya ku


"ada sesuatu di samping mu,dan sepertinya sosok itu selalu mengikuti mu , mungkin karena kamu sedang hamil ,makanya sosok itu selalu mengikuti mu " ucap nya


"kamu bisa melihat nya?" tanya ku


"i...iya, kamu tahu " jawab nya terbata dan sontak mengangkat kepala nya menatap ku ,aku tak langsung menjawab hanya tersenyum saja ,hingga kemudian aku berucap


"tidak apa-apa,selama dia tak mengganggu ku, aku malah merasa aman saat sosok mereka ada di dekat ku " sahut ku


"maksud mu ?"


"lupakan saja ..., ah iya kamu datang bersama siapa ?" kali ini giliran aku yang bertanya


"sendiri" sahut nya


"oh " sahut ku


"ngomong-ngomong kamu lulusan universitas mana ?"


jreng jreng pertanyaan ini yang ingin aku hindari , aku pun mulai merasakan gugup ,ingin aku menghindar dari nya dan mengabaikan nya,namun entah apa yang nanti di fikiran nya jika aku melakukan itu ,hingga aku pun memberanikan diri untuk menjawab nya


"aku hanya....


"sayang ,...dari tadi aku panggil kamu ,gak kedenger ya ?" belum sempat aku menjawab tiba-tiba mas Rifki datang membuat ku merasa lega


"ah...maaf mas " sahut ku melirik pada nya


dapat kulihat dari ujung mataku , ekspresi wajah Rika seperti kesal tapi juga sedih .


"dari tadi aku lihat kamu berdiri terus , ayo duduk ,kaki mu pasti pegal " mas Rifki lalu menuntun ku untuk duduk di kursi yang tak jauh dari kami


"hm....kalau begitu aku pergi kesana ya " ucap Rika


"iya ,pergilah " ujar mas Rifki sedikit ketus


"mas, jangan begitu ah , kasian tahu ,dia kan teman mu " ucap ku


"memang nya apa yang aku lakukan ?" tanya mas Rifki


"barusan mas bicara dengan nada jutek dan ketus gitu pada nya " ucap ku lagi


"oh ...itu..


" aku memang sengaja "


"kenapa?" tanya ku


"nanti ku jelas kan ,sekarang kita lihat saja penampilan Tito dan yang lain , tuh mereka sudah naik ke atas panggung " ucap mas Rifki menunjuk ke arah panggung


Kita berdua pun langsung menonton penampilan Tito dan yang lain , terdengar sorak sorai dan tepukan tangan bergemuruh riuh memenuhi ruangan aula ini ,hingga aku tiba-tiba terhenyak saat Tito mengatakan dengan jelas memakai mikrofon nya


"Nuri ,naiklah "


sontak membuat orang-orang melihat ke arah ku


"mas....." ucap ku seraya melirik mas Rifki


"naiklah , ikutlah bernyanyi dengan mereka , buatlah aku bangga dengan penampilan mu " mas Rifki malah mendukung ku , padahal aku ingin mas Rifki melarang nya , aku benar-benar merasa gugup ....


.


.


.


.


.


bersambung


Untuk beberapa episode aku gak akan ngasih teror atau gangguan lain nya dulu , kasihan juga Nuri aku teror terus๐Ÿคญ ,aku mau buat dia refreshing dulu , fokus pada kehamilan nya.


so......jangan pernah bosan dengan cerita nya ya, meskipun memang membosankan ๐Ÿ˜…


sampai ketemu di next episode


๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜