
Aku pun buru-buru berlari ke arah mas Rifki mengendarai motor nya, hingga aku mendengar suara adzan isya berkumandang, aku pun berhenti dan memutuskan untuk melakukan shalat isya ku di masjid terdekat ,tak lupa aku pun berdoa memohon agar aku dipermudah kan dalam pencarian ku ,semoga mas Rifki tidak apa-apa,amin.
Selesai shalat aku melanjutkan langkah ku hingga aku menemukan tukang ojeg, aku duduk dengan gelisah di jok belakang sambil terus berdoa mataku tak pernah berhenti untuk melihat sekeliling ,hingga aku melihat di depan sana ada sebuah motor tergeletak tanpa ada siapa pun di sana , dan aku langsung dapat mengenali motor itu .
"pak pak ...stop pak" ucap ku pada tukang ojek nya
"iya neng sebentar " ucap nya lalu ia pun menghentikan laju motor nya
kuberikan uang ku untuk ongkos nya
lalu aku berlari mendekat ke motor yang tergeletak itu .
"Wah neng , hati-hati siapa tahu itu jebakan orang jahat neng " teriak nya saat aku berlari ke arah motor itu , namun tak ku hiraukan teriakan nya ,aku terlalu cemas dan khawatir .
"mesin nya masih hidup " gumam ku
aku pun lalu mematikan nya dan menarik nya hingga motor itu tegak.
"ini motor siapa ya ,kenapa tidak ada pemilik nya ?" tanya kang ojek tadi ,rupa nya dia belum pergi karena mengkhawatirkan ku kata nya .
"ini motor teman saya pak "lirih ku
"motor teman nya ,tapi dimana orang nya ,kenapa cuma ada motor nya saja ?" tanya nya
aku mencari di sekitar tempat itu dan terus memanggil mas Rifki
"mas Rifki...."
"mas Rifki...."
"mas .... kamu dimana...?"
"dia tidak ada di sini , mereka membawa nya ke arah sana " ucap Wowo seraya menujuk ke arah selatan jalan
"ge ge ge ....genderu wo...." pekik bapa tukang ojeg lalu ia pingsan
"ya ampun wo, ini gimana ?" ucap ku cemas
"kau tenang saja aku bisa memindahkan nya ke rumah nya " ucap Wowo
"oh iya kau kan termasuk makhluk gaib yang jahil kan ,suka main pindahkan saja orang yang tidur " ucap ku
"dari mana kamu tahu ?" tanya nya
"dari film horor yang ku tonton dulu " celetuk ku asal ,tapi memang benar sih
Ku lihat Wowo mengarahkan tangan nya pada bapak tukang ojek yang tak sadarkan diri ,dan dalam sekejap bapak tukang ojek itu menghilang dari pandangan.
Aku pun segera menaiki motor nya mas Rifki , beruntung waktu di kampung aku pernah belajar mengendarai motor seperti ini ,jadi bisa berguna juga .
Tapi setelah aku menghidupkan mesin motor nya , aku mendengar suara ponsel sangat nyaring, aku pun mencari kalau-kalau ada orang lain yang berada di sekitar sini , aku berjalan ke arah suara ponsel itu , dan aku melihat sebuah ponsel tergeletak dengan masih berbunyi.
Aku meraih ponsel nya dan melihat nama pemanggil di layar ponsel nya
"mama " gumam ku
aku pun lantas mengangkat telpon nya
"hallo ,...." sapa ku
"hallo Rifki ,kamu kenapa tak menjawab telpon mama ,dari tadi mama telponin kamu ?" ucap nya di sebrang
"maaf ,Bu Dewi " sahut ku ragu
"loh ini ,siapa ....kenapa bukan Rifki yang jawab telpon nya ?" tanya nya
"ini Nuri Bu " sahut ku
"Nuri ,kemana Rifki ,kenapa kamu yang jawab telpon nya ?" tanya nya beruntun
"maaf Bu ,saya juga tidak tahu ,saya menemukan motor nya tergeletak di jalan " ucap ku dengan nada bergetar
"apa ? kau jangan bercanda Nuri " ucap nya
"tidak Bu ,saya tidak bercanda ,saya juga sedang mencari mas Rifki Bu " ucap ku lagi
"ibu harus telpon polisi, perasaan ku tak enak Bu " ucap ku panik
"baiklah saya akan lapor polisi ,kabari lagi jika ada apa-apa " ucap nya lalu memutuskan telpon nya
Aku pun kembali menaiki motor mas Rifki dan menjalan kan nya ke arah selatan sesuai yang di katakan Wowo tadi .
Kususuri jalanan sepi ini ,jalan nya sangat lurus tanpa ada belokan dan persimpangan,di sisi kiri kanan banyak ku lihat makhluk tak kasat mata.
Keadaan yang gelap di tambah lagi sepanjang jalan yang ku lewati ini merupakan hutan jadi tak ada penerangan sama sekali ,hanya cahaya dari lampu motor lah yang bisa menerangi jalanan lurus ini.
Aku terus melajukan motor nya tanpa menghiraukan mereka yang terus melambai kan tangan nya pada ku.
Sampai aku berhenti di suatu persimpangan, ku lihat ada sebuah mobil pick up berhenti di samping jalan.
Ku parkirkan motor mas Rifki di tempat yang agak jauh dari mobil pick up itu , sedikit ku rapatkan pada semak belukar,agar tak terlihat .
Apa mas Rifki berada di sini , terus mobil siapa itu ? batin ku
Entah mengapa aku merasa yakin kalau mas Rifki berada di tempat ini , aku pun berjalan perlahan mendekat ke mobil itu , saat aku menyentuh mobil pick up itu ,aku tersentak saat melihat sesuatu , orang-orang dari mobil ini membawa seseorang yang sedang tak sadarkan diri .
Tanpa berlama-lama aku pun lantas berjalan menyusuri jalanan kecil yang di sisi kiri kanan jalan nya tumbuh rumput liar yang tinggi nya melebihi pinggang ku.
Aku terkesiap saat aku melihat beberapa orang tengah berjalan ke arah ku ,aku lalu bersembunyi di balik semak , dengan perasaan takut ketahuan aku diam tak bergerak sama sekali ,dengan nafas yang tertahan ,debaran jantungku semakin memburu .
di saat aku tengah bersembunyi sesuatu mengejutkan ku
brugghh....
" kuntilanak "pekik ku mendengar sesuatu yang jatuh di belakang ku
aku lantas menutup mulut ku dengan kedua tangan ku
"khikhikhi.....kau kaget, kau bisa melihat ku khikhikhii....."
ucap nya terkikik
"diam lah aku sedang bersembunyi " ucap ku berbisik
"mereka sudah pergi " ucap nya
"benarkah ?" aku pun lantas menengok ke arah orang-orang tadi
Perlahan aku melangkah ke arah orang-orang tadi muncul ,hingga aku berhenti di depan sebuah rumah kosong.
"khikhikhi.....mau apa kau kesana ,di sana ada banyak orang jahat , berhati-hati lah khikhikhii...." ucap nya kembali terkikik lalu menghilang
"kenapa ada rumah kosong di tempat seperti ini ?" gumam ku
Aku berjalan mencari jalan lain untuk masuk ,karena di depan aku lihat ada orang di sana , entah sedang berjaga atau apa ,aku tak terlalu faham , kemudian aku melihat ada tembok setinggi laki-laki dewasa , aku mencoba untuk bisa melihat di balik tembok itu ,hingga aku melihat ada papan setinggi setengah meteran , aku meraih nya lalu aku sandarkan pada tembok ,lalu aku mencoba untuk berpijak pada papan itu .
Setelah aku berhasil ,aku dapat melihat di balik tembok itu , meskipun samar karena hari juga sudah gelap tapi aku bisa melihat ada beberapa makhluk tak kasat mata tengah berdiri membelakangi ku, tapi tiba-tiba aku tersentak saat salah satu makhluk tak kasat mata itu memutar kepalanya 180 derajat tanpa memutar tubuh nya dan melihat pada ku .
brukkk
aku terjatuh dan pundak ku membentur batu ,
"aww...." rintih ku tertahan rasa nya sakit sekali ,aku rasa pundak ku akan memar
"ada penyusup rupanya " ucap seseorang di belakang ku
aku pun lantas menengok
"bagaimana kau bisa sampai di sini gadis manis , apa kau tersesat ?" tanya nya menyeringai
"si siapa kalian ?" tanya ku
"harusnya kami yang bertanya padamu ,apa yang kau lakukan di tempat ini manis ?" ucap nya lagi seraya mendekat ke arah ku
Sku pun sontak mundur ,namun tubuh ku membentur tembok dan tak bisa lagi menghindar.
"tangkap dia " perintah nya pada seorang yang berdiri di samping nya
"lepas kan aku " ucap ku seraya menghentak hentakan tangan ku yang di pegangi nya
"diam lah manis kau akan aman jika tak melakukan perlawanan " ucap nya lalu membawa ku masuk ke dalam
"Wo ...tolong aku " lirih ku dalam hati
Entah kemana makhluk itu , kenapa di saat begini ia malah tak ada ,aku terus melangkah karena tarikan dari orang yang memegangi tangan ku , kemudian aku di dudukan di sebuah kursi dan di ikat di bagian tangan dan kaki ku pada tiap sisi kursi nya.
"ya Tuhan ,ini seperti adegan di film-film yang pernah ku tonton " fikir ku
"astaga Nuri sempat-sempatnya kau berfikir seperti itu " gumam ku dalam hati
"hahaha.....kau diam lah di sini " ucap orang tadi lalu pergi meninggalkan ku
"memang nya aku mau kemana , orang aku nya juga di ikat seperti ini " batin ku
Ku edarkan pandangan ku ke sekeliling ruangan tempat ku di sekap , ruangan nya gelap ,dan pengap , tanpa jendela tanpa penerangan, seberapa lebar mata ku melihat sekeliling ,namun karena memang di sini sangat gelap ,hanya kegelapan saja yang ku lihat ,hingga telinga ku mendengar suara rintihan ,awal nya aku mengira itu suara hantu ,namun lama kelamaan aku dapat melihat bayangan samar di kegelapan , aku pun berusaha untuk bisa melepaskan ikatan tangan ku.
Lama ku menggesekkan tangan ku hingga pergelangan tangan ku terasa perih,mungkin lecet dan berdarah , sampai akhirnya aku bisa terlepas dari ikatan tali itu , aku juga meraba bagian kaki ku untuk membuka ikatan di kaki ku
"berhasil " gumam ku
Aku melangkah mendekat pada bayangan itu ,dengan pelan dan meraba sekitar takut takut aku menabrak sesuatu
"kamu ....kenapa ?" tanya ku saat aku sudah bisa menyentuh nya
"Nuri ....kau kah itu ?"
.
.
.
.
.
.
bersambung