
Malam sudah semakin larut tapi mata ini enggan untuk di ajak tidur
"kamu belum tidur ,apa kebangun?" tanya mas Rifki
"aku gak bisa tidur mas " sahut ku
"kenapa , sini " mas Rifki menarik ku agar lebih mendekat pada nya
"apa anak kita rewel disini" tanya nya seraya mengusap perut ku
"enggak ko, anak kita justru baik-baik saja" sahut ku lagi
"lalu kamu kenapa hem,mau itu ya ?" tanya nya dengan senyum menyeringai
"itu apa " tanya ku bingung
"ituuuuu......masa gak faham sih " ucap nya lagi
"apa " tanya ku lagi
Bukan nya menjawab mas Rifki malah menyerang ku dengan serangan maut nya , ah dasar mas Rifki .
.................
Satu jam berlalu begitu cepat ,aku yang sudah sangat terlalu lelah membelakangi mas Rifki , namun mas Rifki malah mendekap ku .
"terima kasih dan maaf sudah membuat mu lelah " ucap mas Rifki seraya mencium pundak polos ku
"hm....mas "
"iya "
"tadi sore aku melihat ada kakek-kakek sepertinya kakek itu bisa melihat bang Popo mas" ucap ku
"oh ya, ko aku gak tahu "ucap mas Rifki lagi
"ehm...aku takut mas, perasaan ku tiba-tiba saja tidak enak " ucap ku lagi
"sudahlah ,tidak akan ada apa-apa, kita serahkan saja pada yang di Atas ,semua akan baik-baik saja ok" ucap mas Rifki menenangkan ku aku pun mengangguk dan langsung terlelap di pelukan mas Rifki.
..............
Hari berganti hari bulan pun berganti ,kini usia kehamilan ku memasuki empat bulan , dan rencana nya hari ini ,aku mas Rifki,mama Dewi dan mbok Marni akan ke kampung ku untuk mengadakan acara empat bulanan ,tapi sebelum itu kami lebih dulu menjemput ayah di tempat kerja nya .
Padahal mas Rifki sudah meminta ayah untuk tak kerja lagi di sana, dan bekerja di perusahaan mas Rifki saja ,namun ayah menolak dan bilang jika ayah tak punya bakat bekerja di perkantoran,dan karena sudah merasa nyaman dengan tempat dan semua teman kerja nya .
Sesampainya di tempat kerja ayah ,semua nya sangat menyambut ku
"assalamualaikum ....ayah " sapa ku menyalimi tangan ayah di ikuti mas Rifki
"bagaimana keadaan mu Nur,maaf ayah tak pernah mengunjungi mu" ucap ayah menyapa ku
"kabar Nuri baik ayah ,harusnya Nuri yang minta maaf , maaf Nuri tak pernah menemui ayah " ucap ku merasa tak enak
"sudah tak apa , ayah mengerti ko, bagaimana kehamilan mu " tanya ayah lagi
"Alhamdulillah baik juga ko yah " ucap ku
setelah cukup bertegur sapa akhirnya kita beranjak untuk segera berangkat ,namun baru saja kaki ini melangkah suara cempreng Bu Santi tiba-tiba terdengar
"Masha Allah Nuri .....iiihh kamu makin cuantik saja ,duh gemes deh " ujar Bu Santi
"ah ibu bisa saja jadi malu aku " ucap ku tersipu malu
"ih beneran apalagi suami nya uluh uluh ....pengen nyubit " ucap nya lagi
"jangan lagi ya Bu, maaf nih " ucap mas Rifki tiba-tiba
"hahahaha...... iya iya gak lagi deh ,kasihan calon papa muda " Bu Santi tertawa kecil
"ya sudah Bu kalau begitu kita semua pamit , semuanya Nuri pamit ya , assalammualaikum" ucap ku melambaikan tangan pada semua nya
"waalaikum salam.... hati-hati di jalan semoga selamat sampai tujuan "mereka semua melambai kan tangan nya pada kami
.........
Perjalanan yang cukup panjang membuat pinggangku pegal dan tidak nyaman , hingga akhirnya kita memasuki rest area mas Rifki memberhentikan dulu mobil nya untuk beristirahat sejenak ,kebetulan sudah masuk shalat Dhuhur, kita pun menuju ke mushola untuk menjalankan shalat dhuhur terlebih dahulu .
setelah itu mas Rifki mengajakku untuk makan siang di salah satu stand makanan bersama yang lain , saat kami tengah menunggu pesanan makanan kami , sesuatu mengusik ketenangan ku , aku merasa ada yang bergerak-gerak di punggung ku .
"mas , ini ko punggung aku berasa ada yang bergerak gitu mas " ucap ku berbisik
"masa sih " ucap mas Rifki
"ya udah kita ke toilet " ajak mas Rifki
Kami pun pamit ke toilet dan baik ayah mau pun mama Dewi sama sekali tak tahu dengan yang kurasakan saat ini .
"maaf laki-laki sebelah sana " ucap salah satu pengunjung wanita yang baru saja keluar dari toilet
"maaf mbak, di dalam kosong kan ?" tanya mas Rifki
"iya kosong , memang nya ada apa ya , oh jangan bilang kalian ini mau ......"
"mbak jangan berfikir yang bukan-bukan dia suami saya , cuma mau bantu pasangin tali BH saya yang lepas ko" sahut ku asal
Wanita itu nampak kikuk karena mungkin sudah salah mengira , tapi ya sudah lah ,aku tak mau menghiraukan nya aku langsung menarik tangan mas Rifki ke dalam toilet wanita .
"ayo mas cepat lihat ada apa di punggung ku " ucap ku merasa tak sabar
Dengan perlahan mas Rifki menarik retsleting gamis ku dan mulai memperhatikan punggung ku
"mulus ko, gak bolong "
"ih mas apa an sih emang nya aku sundel bolong " kesal ku
"hehe....maaf becanda sayang , tapi ini memang tak ada apa-apa ko ,mungkin cuma perasaan mu saja kali " ucap mas Rifki lagi
"iya kali ya " ucap ku kemudian
"ya sudah mas tutup lagi aja " pinta ku
Saat mas Rifki hendak menarik kembali menutup nya lagi tiba-tiba aku tak sengaja melihat ada belatung kecil jatuh di dekat kaki ku
"mas itu " tunjuk ku
"itu belatung sayang " ucap mas Rifki santai
"iya aku tahu itu belatung ,tapi ko kenapa itu jatuh dari ku ,apa jangan-jangan" aku tak lagi melanjutkan kata-kata ku aku langsung berbalik melihat punggungku dari cermin yang belum tertutup rapat
"astaghfirullah halazim" seru ku terkejut dengan apa yang ku lihat
"mas , kata nya tidak ada apa-apa di punggung ku , lah ini apa mas " ucap ku menatap mas Rifki
"astaghfirullah Nuri , sungguh tadi tidak ada apa-apa di sini , beneran deh " ucap mas Rifki lagi
"kamu jangan panik , aku bantu kamu bersihin ya " ucap mas Rifki
Dengan cekatan mas Rifki membuang belatung-belatung yang menempel di punggung ku , entah dari mana datang nya para belatung ini ,ataukah aku punya luka yang tak ku sadari ,hingga muncul belatung di dalam luka nya .
"mas apa ada luka atau apa gitu di punggung ku atau di tubuh ku uang lain ?" tanya ku
"tidak ada , setiap malam aku melihat tubuh mu tak ada luka apapun ,tubuhmu begitu mulus tanpa lecet sama sekali " ucap mas Rifki lagi
"lalu belatung ini dari mana asal nya " tanya ku
"mungkin tempat yang kita tempati yang kotor sayang ,makanya ada belatung yang tak sengaja hinggap di tubuh mu" ucap mas Rifki seraya tersenyum manis pada ku
"iya mas ,semoga saja hanya tempat nya yang tidak steril ,bukan tubuhku yang berbelatung " ucap ku murung
"sudah , sudah tak ada lagi belatung nya , yuk kita keluar ,yang lain pasti sudah menunggu , kamu makan di mobil saja ya, gak apa-apa kan " tanya mas Rifki kemudian
"iya mas ,gak apa-apa ko, ya sudah yuk "
Aku keluar dengan wajah penuh tanda tanya ,dengan tangan yang tak pernah ku lepas dari mas Rifki tatapan ku mengedar ke segala arah ,hingga mata ku tak sengaja melihat ke arah tempat ku duduk tadi , si atas nya tergantung sebuah kantung kresek hitam,entah apa itu isi nya ,tapi kenapa aku tadi tak menyadari keberadaan kantong kresek hitam itu ,dan ku lihat ada sesuatu yang jatuh dari dalam nya ,dan itu yang menyelinap masuk ke dalam punggung ku , belatung-belatung itu ternyata berasal dari kantong kresek hitam itu .
"apa isi nya ,kenapa sampai mengeluarkan belatung ,parah nya lagi belatung nya sampai jatuh pada ku yang berada tepat di bawah nya "
"sayang kamu kamu lihat apa ?"
"itu mas "
.
.
.
.
.
bersambung