
Hari sudah semakin sore ,dan sebentar lagi acara 40 hari nenek Ijah di mulai, aku pun segera bersiap ,dengan mengenakan gamis putih ,dan kerudung senada aku menghampiri ibu.
"ayo Bu,nanti telat"ucap ku
"kamu yakin mau ikut ? " tanya ibu mengkhawatirkan ku
"insya Allah Bu, Nuri yakin " ucap ku
"ya sudah kalau begitu,yu berangkat , Fel jaga Dede ya ?" seru ibu pada Ifel
"siiip...ibu tenang saja" sahut nya
kami pun berangkat berdua karena ayah sudah berangkat duluan bersama para bapak-bapak
Hingga akhirnya kami pun sampai
aku fikir aku akan baik-baik saja namun ternyata setelah aku melihat Haris rasa sakit dan sesak kembali kurasa kan,apalagi setelah mata kita bertemu , ku hirup udara dalam dalam ,lalu ku hembuskan .
"aku harus bisa ,aku kuat " batin ku menyemangati diri
"Nuri..." seseorang manggil ku, aku pun menengok ternyata Meta yang memanggil ku
"aku fikir kamu ga datang " ucap nya
"kenapa memang nya?" tanya ku
"kamu enggak apa-apa kan ?" tanya nya balik
"memang nya kenapa dengan ku , sudah lah tenang saja ,aku baik-baik saja " jawab ku
"ayo kalian pada masuk ,acara nya mau di mulai " seru ibu ku
aku pun masuk bersama Meta ,dan duduk berdampingan dengan ibu nya Haris
Acara doa pun di mulai , dan berlangsung dengan lancar hingga selesai , setelah itu aku bergegas keluar tanpa menyentuh satu pun jamuan makan di sana ,rasa sesak ini meminta ku untuk cepat-cepat pergi ke luar,apalagi lagi-lagi aku harus di suguhkan pemandangan yang membuat ku sakit.
Della,ya Della namanya ,tak tahan rasa nya bila melihat nya terus menempel pada Haris , dia menyuapi Haris dengan terus melihat ke arah ku , sedangkan Haris dia hanya menundukkan wajah nya , apa dia ingin memanas-manasi ku" fikir ku ,
Saat aku hendak beranjak tak sengaja aku menengok ke depan ku tepat nya di belakang Haris ,aku melihat nenek Ijah tersenyum ke arah ku dengan melambai kan tangan nya ,lalu beliau pun menghilang.
bertepatan dengan itu seseorang menepuk bahuku
"KUNTILANAK " seru ku terkejut
Dan sontak saja membuat semua mata mengarah pada ku ,aku pun hanya tersenyum kikuk sambil menunjukan deretan gigi ku.
Bagi mereka yang tahu kebiasaan ku mereka hanya akan geleng-geleng kepala, tapi bagi yang tidak tahu tentu saja aku akan di bilang aneh
"waduh yang bener Nuri disini ada kun ...til ...anak" tanya Bu iyet merasa ketakutan , yang memang mengetahui jika aku bisa melihat mereka yang tak kasat mata ,dan kebetulan Bu iyet ini sangat penakut orang nya
"ah engga ko Bu,tadi Nuri hanya keceplosan saja ,hehehe..." cengir ku
aku pun segera ke luar menyusul meta yang sudah pulang ke rumah nya.
*
*
Dua hari setelah itu ,aku mendengar jika Haris beserta keluarga nya hari ini akan kembali pulang ke kota ,
*
*
Satu tahun berlalu ,aku pun sudah mulai melupakan Haris meskipun rasa sakit ini masih kurasa kan ,dan itu cukup membuat ku takut untuk menjalin hubungan.
Ada beberapa pria yang datang untuk melamar ku namun tak satu pun yang aku terima , karena memang aku merasa belum siap ,bukan karena aku belum bisa move on tapi aku hanya tidak ingin merasa kan sakit nya lagi.
aku menghabiskan uang tabungan ku untuk membeli motor,biarpun bekas yang penting surat-surat nya lengkap dan masih masuk pajak.
Awal nya sih aku membeli motor supaya memudah kan ku saja saat ingin pergi ke pasar ,biar ga lama-lama nunggu angkot terus berdesakan , tapi seiring berjalannya waktu , ada saja tetangga yang minta di antar kesana lah kesini lah ,jadilah aku tukang ojeg ,tapi hanya wanita saja ,soal nya ayah tak mengizinkan ku membawa penumpang laki-laki.
Aku pun mulai bosan dengan kehidupan ku yang begini begini terus ,ingin menambah pengalaman bekerja di kota seperti hal nya teman sebaya ku yang lain termasuk Meta , Meta saat ini ia tengah bekerja di bandung ,katanya sih ia bekerja jadi waiters di sebuah kafe di Bandung,tapi ada juga yang bilang dia bekerja di salon kecantikan, entahlah mana yang benar.
Aku pun mulai mengutarakan keinginanku itu pada ayah ku ,karena memang aku itu paling dekat dengan ayah ,berbeda dengan kedua adik ku yang lebih dekat dengan ibu, namun aku juga sudah meminta pendapat pada ibu ku waktu itu,dan ibu meminta ku untuk izin dulu pada ayah.
"ayah Nuri mau kerja yah" ucap ku
"kerja?kerja apa?"tanya ayah
"yaa....kerja apa saja boleh ya?" pinta ku
"boleh saja tapi kerja dimana ?" tanya ayah lagi
"begini saja ayah carikan lah pekerjaan buat Nuri,di kota pasti ada kan lowongan pekerjaan , cari tahu juga dari teman teman kerja ayah " sahut ibu memberi usulan
"terus nanti di kota kamu tinggal nya dimana? ngekos?" tanya ayah lagi
"ya kan bisa tinggal bareng ayah " sahut ku
"ya sudah baiklah nanti akan ayah carikan deh siapa tahu ada lowongan pekerjaan yang cocok untuk mu" ucap ayah kemudian
"yeeeyyy....makasih ayah " seru ku sembari memeluk ayah
*
Malam ini sangat lah cerah,banyak bintang bertaburan di atas sana mengelilingi bulan yang cahaya nya menembus ke jendela kamar ku.
Ku rebahkan tubuh ku di atas kasur ku yang tak begitu empuk, lalu ku pejamkan mataku dengan selalu membaca sholawat dalam hati ku , perlahan rasa kantuk mulai kurasa ,dan aku pun mulai terlelap.
Di sebuah tempat yang entah berada di mana,aku duduk di atas rumput hijau yang menghampar luas , seseorang lalu datang dan duduk di samping ku ,perlahan ia merebahkan tubuh nya ,dan meletakan kepalanya di pangkuan ku.
Ku belai rambutnya dengan tatapan ku yang lurus ke depan ,
"kamu suka pemandangan nya ?" tanya nya
"iya ,aku sangat menyukai nya " jawab ku
"apa kamu menyukai ku ?"
Deg....
Aku tersentak ketika mendengar pertanyaan itu ,hingga akhirnya aku menundukkan wajahku menatap wajah nya
"hah hah hah...." aku terbangun dengan debaran di jantungku yang seperti habis berlari
"mimpi aneh itu lagi" batin ku
"sebenarnya siapa pria itu,kenapa dia selalu ada di mimpi ku?dan kenapa sudah setahun ini pria itu selalu muncul dalam mimpiku?" batin ku bertanya tanya
Aku melihat jam sudah menunjukkan waktu shalat subuh aku pun bergegas untuk mensucikan diri ku ,setelah itu barulah aku melaksanakan shalat dua rakaat ku.
.
.
.
.
.
bersambung dulu .....