
NURI POV
Baru saja aku kembali dari mencari makanan ,tiba-tiba saja aku di kejutkan dengan suara benda terjatuh ,dan suara nya terdengar dari kamar ku.
aku pun penasaran dan mulai menyibak kan tirai nya ,hingga aku menangkap sebuah benda berkilauan tergeletak di atas tempat tidurku, setelah ku perhatikan baik-baik rupanya ini adalah benda yang dulu di berikan pak kyai Abdul lewat Haris.
"kenapa bisa ada di sini , bukan nya aku meninggalkan nya di kampung " gumam ku seraya meraih keris kecil seukuran gantungan kunci ini
Aku pun penasaran dan segera menelpon ibu untuk memastikan nya.
"halo bu assalammualaikum" sapa ku saat ibu mengangkat telpon nya
"waalaikum salam Nur,....bagaimana kamu di sana baik-baik saja kan ? tanya ibu
"Alhamdulillah baik Bu ,ibu sendiri ,Dede juga Ifel , sehat kan " ucap ku balik bertanya
Eh iya perihal aku yang pernah masuk rumah sakit karena kejadian di kafe waktu itu ibu sama sekali tidak diberi tahu ,karena aku sendiri yang meminta pada ayah untuk tak memberi tahu ibu ,takut ibu menjadi khawatir.
"Alhamdulillah kami semua sehat-sehat saja ko" ucap ibu
"Alhamdulillah, eh iya bu , Nuri mau minta tolong sama ibu " ucap ku mulai ku ucapkan niat ku menelpon beliau
"minta tolong apa ?"tanya ibu
"bisa tolong ibu lihat lemari ku Bu " pinta ku
"memang nya ada apa di lemari mu Nur?" tanya ibu lagi
" ibu cek saja dulu ,nanti Nur jelaskan " ucap ku belum ingin menjelaskannya
"baiklah , tunggu sebentar ya Nur" ucap ibu, terdengar suara Dede yang sedang bercanda dengan Ifel, duh jadi kangen mereka ,kangen juga berantem sama Ifel
"ini ibu sudah berada di kamar kamu Nur " ucap ibu membuyarkan lamunan ku
"ibu buka deh lemari nya,dan lihat di bawah tumpukan pakaian paling bawah ,disana ada kotak kecil berwarna hitam beludru , dan lihat isi nya ada apa tidak "ucap ku yang langsung di lakukan oleh ibu
Terdengar suara deritan dari engsel pintu lemari ,dan tiba-tiba ibu berucap
"tidak ada apa-apa di dalam kotak nya Nur" ucap ibu setelah membuka kotak nya
"benarkah ?"tanya ku
"iya, tidak ada apa pun, memang nya apa isi dari kotak ini ?" tanya ibu penasaran
"keris kecil pemberian kyai Abdul Bu , tapi ini ko bisa ya keris nya berada di sini ?" tanya ku heran
"yang benar kamu Nur, memangnya kau tak membawa nya ?" tanya ibu lagi
"tidak Bu "sahut ku
"seperti nya benda itu memang ingin dekat dengan mu " ucap ibu
"masa sih Bu?" ucap ku
"entah kenapa tiba-tiba perasaan ibu tidak enak,kamu hati-hati di sana ya " ucap ibu tiba-tiba mengkhawatirkan ku
"iya ibu ,ibu tenang saja,Nuri akan baik-baik saja ko" ucap ku lagi
"ya sudah kalau begitu,ibu tutup dulu telpon nya ya " ucap ibu
"iya Bu assalammualaikum" ucap ku
"waalaikum salam" sahut ibu
dan sambungan pun terputus,
"jadi kau ingin dekat dengan ku ? baiklah kalau begitu " ucap ku pada keris kecil di tangan ku ,seraya memasangkan tali hitam pada keris kecil itu ,dan mulai ku kalungkan , karena bentuk dan ukuran nya yang kecil orang pasti menganggap nya ini hanya benda biasa , tapi ini kan ga akan kelihatan soal nya aku pakai kerudung.
"bagus juga ,kenapa ga dari dulu aku kefikiran menjadikan nya kalung " gumam ku
***
Jam menunjukan pukul 10 malam , aku yang sudah tertidur dari jam 8 tiba-tiba terbangun karena merasa kan tenggorokan ku yang terasa kering , kulihat jam di ponsel ku menunjukan pukul 10.
Aku pun beranjak ke dapur untuk mengambil minum , namun baru saja aku selesai minum tiba tiba
Sreeetttt......
sesuatu seperti melintas di belakang ku , ku tengok kebelakang ,namun tak ada apa pun ,
"mungkin trio kuntilanak yang waktu itu " gumam ku , trio kuntilanak yang ku maksud itu adalah Tami , Yesi ,dan Lila
"KUNTILANAK " seru ku terkejut
"ya kami " sahut mereka
"ih bikin kaget saja , jadi yang tadi bukan kalian ?" tanya ku sembari mengusap d*d* ku
"ya bukan lah " sahut Lila
"terus kamu bukan kalian siapa dong?" tanya ku , namun mereka malah tertawa cekikikan membuat ku merinding dibuatnya
"ih udah ah aku mau tidur lagi ,ga jelas " ucap ku mendengus kesal
"gitu saja marah hihihi...kau tenang saja ada kami yang akan jagain kamu ,meskipun kamu sudah ada yang jagain dan lebih kuat dari kita ,kita akan tetap jagain kamu" ucap Tami hingga membuat ku menghentikan langkah ku
"maksud mu, siapa yang jagain aku ? apa genderuwo yang bernama Wowo ?" tanya ku
"masih ada lah selain si Wowo itu " ucap nya lagi hingga aku mengkerut kan kening ku
"siapa ?" tanya ku
"hm....siapa ya ,aku juga tak tahu ,tapi yang jelas penjaga mu itu sangat kuat " ucap Tami lagi
"hoooammm...... ya sudah aku mau tidur lagi saja" ucap ku seraya berlalu
Aku pun kembali membaringkan tubuh ku dan mulai memejamkan lagi mata ku ,
baru saja tertidur aku merasakan seseorang seperti mengguncang tubuh ku ,hingga aku membuka kedua mataku ,tapi .....
Ini di mana,perasaan aku tadi di kamar kenapa sekarang aku berada di tempat ini ?
sebuah tempat yang sangat tinggi ,aku dapat melihat pohon ,bangunan bangunan rumah di bawah nya yang terlihat sangat kecil seperti sebuah miniatur dan pegunungan di sisi kiri kanan tempat ku berada.
Aku juga dapat melihat ujung langit yang biru menyatu sempurna dengan garis yang membentang ,apa itu yang di sebut ujung dunia ? apa garis dibawah langit itu adalah laut ? dari jauh aku dapat melihat cahaya berkilauan dari sana , sungguh indah ...
Sebenarnya ada di mana aku ? kulihat sekelilingku hanya tumbuhan yang nampak di mata ku ,hingga terdengar suara seseorang membuat aku lantas menoleh ke sumber suara
"Nuri Sekar Mirah"
"k kau ....Arya pe Penangsang ?" ucap ku terbata
"iya ,aku Arya Penangsang, selamat datang kembali dalam wujud anak manusia "
"maksud mu ? tanya ku bingung
"dan kenapa kau memanggilku Nuri Sekar Mirah, itu bukan namaku ,namaku Nuri Handayani" ucap ku
"kau sudah ku perlihatkan bukan ,jika kau adalah titisan Sekar Mirah kekasihku , maka sekarang namamu Nuri Sekar Mirah" ucap nya tersenyum menatap ku
"tapi ..."
"kau tak usah bingung ,nama itu hanya menjadi nama ghaib mu , kau tak usah merubah nya di dunia nyata,
dan lagi aku merasakan saat ini kau sedang dalam masalah ,ada seseorang yang mengincar mu ,karena kau sudah turut campur masalah nya ,jadi dengan nama yang ku berikan itu, aku akan lebih mudah membantu mu ,meskipun kau sudah ada penjagaan dari kakek buyut mu , aku tak akan membiarkan titisan nya dalam bahaya " tutur nya
"tunggu ,aku dalam masalah,maksud nya? "
"dan maaf penjaga ku yang bisa aku mintai pertolongan hanyalah Allah ,bukan yang lain nya " ucap ku
"dan aku adalah perantara nya ,kau gadis baik , Allah yang kau sebut itu sudah mengirim kan ku ,kakek buyut mu ,serta teman-teman hantu mu untuk melindungi mu" ujar nya lagi
"tapi "....
ucapan ku terputus saat sebuah cahaya putih kemilauan berpendar di area ku berada ,hingga aku menutup mataku dengan kedua tangan ku ,saat ku rasa cahaya nya meredup aku pun menarik tangan ku dan membuka mata ku
"hah......"
.
.
.
.
.
.
bersambung