
Maafπ seperti nya di episode ini akan ada bagian dewasa nya
jadi buat yang belum cukup umur mohon skip aja ya
maklum lagi gabut author nya jadi agak eror otak nya π
ok selamat menyaksikan eh....
selamat membaca
.
.
.
"aaaaaaaakkkkhhhhh....."
Aku menjerit sejadi-jadinya, tubuhku lemas sampai luruh ke lantai.
"astaghfirullah halazim Nuri ,sayang ....apa yang terjadi padamu ?" mas Rifki nampak terkejut dan langsung menghampiri
"ada apa Nuri ?" tanya mama Dewi juga
"mas ...i...itu ...." tunjuk ku pada seekor laba-laba yang sangat besar berwarna hitam
"astaga kenapa ada tarantula di kamar mandi, besar sekali " ucap mas Rifki melihat laba-laba yang di sebut mas Rifki tarantula
"aku takut mas " ucap ku dengan nada ku yang bergetar juga air mata yang sudah jatuh membasahi kedua pipiku
"cepat bawa Nuri keluar " pinta mama Dewi
Mas Rifki pun menggendong ku ,lalu membaringkan ku di atas tempat tidur
"tunggu sebentar ya , aku mau buang dulu tarantula nya " ucap mas Rifki menyentuh pipiku ,aku pun mengangguk ,sebelum beranjak mas Rifki terlebih dahulu mencium kening ku
"Nuri ,kamu tidak apa-apa,ini diminum dulu " mama Dewi menghampiri ku lalu memberikan ku minum
"aakkhh....ssshhh" aku meringis saat merasakan sakit di perut ku
"Nuri kau kenapa, Rifki......" mama Dewi nampak cemas saat melihat ku meringis kesakitan
"ada apa ma, Nuri ,astaga kau kenapa?" tanya mas Rifki baru kembali setelah membuang tarantula tadi
"sakit mas ...."sahut ku
"cepat bawa Nuri ke rumah sakit " seru mama Dewi ,saat itu juga mas Rifki membawa ku ke rumah sakit .
"bertahan lah Nuri " ucap mama Dewi yang duduk di samping ku dan terus memegangi tangan ku , sedangkan mas Rifki duduk di depan ,mengemudikan mobil nya
"coba kamu tarik nafas dalam-dalam,keluarkan perlahan " ucap mama Dewi
aku pun mengikuti yang mama Dewi katakan ,dan itu membuat rasa sakit di perutku perlahan mereda
Hingga sampailah kami di rumah sakit ,mas Rifki menggendong ku sampai masuk ke dalam .
..................
"bagaimana keadaan istri saya dokter, apa yang terjadi pada nya ,apa kandungan nya baik-baik saja " tanya mas Rifki
"tidak apa-apa,istri anda baik-baik saja , hanya kram ,itu biasa terjadi saat emosi istri anda tiba-tiba meningkat, ke depan nya jaga terus kondisi mental nya , jangan sampai istri anda merasa takut , emosional ,ataupun terkejut yang berlebih" ujar dokter itu seraya tersenyum
"jadi saya tidak apa-apa dokter " tanya ku lagi
"iya ,anda tidak apa-apa" sahut dokternya lagi
aku pun mengucap syukur begitu pun mas Rifki
"ini saya tuliskan resep hanya vitamin ,nanti di tebus ya " ujar dokter seraya menuliskan sesuatu di kertas lalu memberikan nya pada mas Rifki
"baiklah ,kalau begitu terima kasih dokter " ucap mas Rifki ,kami pun keluar dari ruangan itu
"bagaimana kata dokter ,Nuri tidak apa-apa kan ?" tanya mama Dewi begitu kami keluar dari ruangan dokter
"Alhamdulillah, dokter bilang Nuri tidak apa-apa,hanya kram " sahut ku
"syukurlah ,ya sudah kalau begitu kalian pergilah dulu ke mobil ,biar ini mama yang tebus " ucap mama Dewi seraya mengambil alih kertas resep dari dokter tadi
Aku dan mas Rifki pun menunggu mama Dewi di dalam mobil .
"mas kenapa di kamar mandi ada tarantula nya ?" tanyaku
"aku juga gak tahu ,lewat mana hewan itu bisa masuk " gumam mas Rifki
"astaghfirullah halazim" ucap ku lirih
"kenapa ?" tanya mas Rifki menatap ku .
"itu " tunjuk ku dengan dagu ku
Sosok nenek-nenek dengan p*yuda*a nya yang hampir mengenai permukaan tanah , tengah berjongkok menjilati piring yang hendak di gunakan penjual nya saat ada pembeli .
"pedagang keliling pun memakai jasa makhluk halus " gumam mas Rifki
"maaf, kalian pasti menunggu lama , antrian nya lumayan panjang " ucap mama Dewi baru masuk mobil
"gak apa-apa ma, Nuri jadi gak enak ,jadi ngerepotin mama " ucap ku
"gak apa-apa ko, bagi mama kamu sama seperti Rifki, kamu sudah mama anggap anak sendiri ,bukan menantu , jadi tak usah merasa sungkan pada mama " ucap mama Dewi tersenyum pada ku
"loh loh loh...kenapa nangis " mama Dewi nampak mencemaskan ku
"Nuri ,hanya merasa bahagia saja" sahut ku lalu tersenyum
"nah lebih bagus begitu ,kamu terlihat lebih cantik jika tersenyum ,jangan nangis-nangis lagi ,nanti yang di dalam perut ikutan nangis " ujar mas Rifki mengusap perut ku
Kemudian mas Rifki pun menyalakan mesin mobil ,dan mobil pun perlahan melaju dan ikut membaur dengan mobil-mobil lain di jalan raya .
......................
Kini malam pun tiba , seperti biasa sebelum tidur aku selalu membaca doa,dan beberapa surah lain ,begitupun dengan mas Rifki.
Tak lama aku pun terlelap.
Tapi seperti biasa juga aku langsung masuk ke alam mimpi , di mimpi ku aku kembali melihat laba-laba jenis tarantula ,kali ini ukuran nya berkali-kali lipat dari yang sebelumnya .
Aku hendak menjerit namun suaraku tercekat , aku tak dapat mengeluarkan suara sekecil apa pun , perlahan tarantula itu mendekat ,namun kaki ku seakan terpatri tak dapat ku gerakan, hingga jarak nya yang hanya beberapa langkah lagi dengan ku , Wowo datang menghalau tarantula itu .
"sudah ku peringatkan jangan mengganggu nya "geram Wowo pada tarantula itu
Namun tarantula itu malah menyemburkan sesuatu yang lengket dari bagian tubuh nya, tapi sebelum benda itu mengenai Wowo ,Wowo lebih dulu menghempas tarantula itu dengan kibasan tangan nya .
"wuaah keren " batin ku
Tak sampai di situ Wowo juga berhasil memotong beberapa kaki tarantula itu dengan sebuah keris, tunggu dulu keris .....
Aku lantas menyentuh leherku ,dan tak ku dapatkan keris itu melingkar di leherku ,hanya kalung permata biru pemberian mas Rifki yang melingkar di leher ku .
"sejak kapan dia mengambil keris itu " gumam ku dalam hati
Ciiiiiiiiiiittttt.......
Terdengar tarantula itu mengeluarkan suara seperti jeritan kesakitan saat Wowo dengan brutal nya memotong-motong kedelapan kaki nya .
"kau sudah kuperingatkan untuk tak mengganggu nya ,tapi kau begitu setia nya pada tuan mu ,menuruti perintah nya ,maka terima saja apa yang aku lakukan pada mu " ucap Wowo
ciiiiiiiiiiittttt........
Kembali tarantula itu mengeluarkan suara dan kemudian hilang ,lenyap tak berbekas
"kalian sudah salah memilih lawan " ucap Wowo lagi di saat tarantula itu lenyap
"Wo......" seru ku ,hingga Wowo langsung berbalik menatap ku dengan mata merah nya
"kau keren Wo " ucap ku
"ini tak seberapa ....ini aku kembalikan pada mu " Wowo memberikan keris kecil itu pada ku ,aku pun meraih nya seraya berucap
"kapan kau mengambil nya dari ku ?" tanya ku
"saat kau tidur " sahut Wowo
"ayo kita kembali " Wowo menyentuh pundak ku
....................
"eeuuugghh......" aku melenguh saat sesuatu kurasa memasuki bagian bawah tubuh ku
Ku kerjapkan mataku ,ternyata mas Rifki sudah berada di atas tubuh ku dengan gerakan nya yang selalu membuat ku ingin melayang
"mas ,apa yang kau lakukan " tanya ku di sertai ******* yang tak sengaja keluar dari mulut ku
"maaf sayang aku membangunkan mu ,tapi aku benar-benar ingin tapi tak ingin mengganggu tidur mu " ucap nya
"eeuuugghh.....ahhh .....mas ....." jerit ku
"apa aku menyakiti mu, anak kita baik-baik saja kan " tanya mas Rifki seraya mengusap perut ku setelah selesai melakukan itu
"ehm....tidak , dia baik-baik saja " sahut ku seraya menarik selimut hingga batas d*d* ku
"mas , apa kau tahu ,tadi itu aku bermimpi di datangi lagi tarantula itu ,tapi ukuran nya berkali-kali lipat besar nya , tapi beruntung Wowo datang dan menghabisi tarantula jelek itu,tapi pas bangun aku malah ......mas Rifki....." aku tak bisa lagi melanjutkan kata-kata ku karena aku sudah merasa malu sendiri .
"maaf , aku tidak tahu ,tapi kenapa malah Wowo yang datang di mimpi mu ,kenapa bukan aku" ucap mas Rifki seakan tak terima
"mas masa kau cemburu pada Wowo"
"enggak siapa juga yang cemburu " ucap mas Rifki dengan wajah yang merengut
"nah ....ini ...kenapa wajah mu kusut begitu?" ucap ku menyentuh wajah nya
cup
mas Rifki mengecup bibir ku
"iya, aku cemburu "
.
.
.
.
.
bersambung