Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 85


Aku menggeliat dan mengerjapkan mata ku ,namun saat aku membuka mata ku aku sangat terkejut melihat wajah seseorang nampak dekat dengan ku .


"KUNTILANAK "


Aku melonjak kaget sampai terduduk dengan memegangi kepalaku yang tiba-tiba pusing karena bangun sekaligus .


"jaahh .... Nuri ,masa aku di katai kuntilanak " seru mas Rifki beralih duduk di samping ku


"iiiihh jauhan dikit duduk nya jangan deket-deket" seru ku mendorong tubuh mas Rifki


"hey jangan dorong-dorong dong , ini selang infus nya masih nempel nih " ucap nya


"e eh maaf " ucap ku


"lagian mas Rifki apaan sih bikin kaget saja tahu , jadi pusing kan " keluh ku


"kamu pusing ? sini aku pijitin " ucap nya


"ih yang sakit kepalaku bukan pundak ku" ucap ku lagi


"ekhem "


"kalian ini , kau sudah sembuh ki?" tanya Bu Dewi


"seperti yang mama lihat , Rifki sudah baikan ma" sahut nya


"pindah sini duduk nya ,kalian bukan muhrim jangan deket-deket" ucap Bu Dewi ketus


"ma maaf Bu " ucap ku


"kenapa kamu yang meminta maaf , harus nya anak nakal ini yang minta maaf ,dia sudah mengejutkan mu dan mengganggu mu " ucap Bu Dewi seraya menjewer telinga mas Rifki menarik nya ke tempat tidur nya


"aw ..ampun ...ampun ma ampun..." pekik mas Rifki memegangi tangan Bu Dewi yang masih menjewer nya


"lagian kamu ini kebiasaan banget godain anak orang ,untung Nuri berbeda dengan gadis-gadis lain yang tidak akan langsung terbang hanya karena melihat senyuman mu, heran mama kenapa mama punya anak playboy seperti mu , apa kau tahu selama kamu di sini , sudah banyak wanita datang ke kafe hanya untuk menanyakan mu" omel nya


"maaf ma ,tapi aku sudah ga ada hubungan apa-apa lagi sama mereka ,aku sudah memutuskan mereka ko ma , Iki sudah tobat suer deh " ucap nya


Aku hanya meringis melihat mas Rifki yang terus di omeli mama nya .


"awas kalau sampai mama dengar kamu punya pacar lebih dari satu lagi ,mama tak akan pernah mau mengampuni mu " ancam nya


"iya Iki janji gak akan begitu lagi " ucap nya mengangkat tangan nya sambil mengacungkan jari tengah dan telunjuk nya membentuk huruf v


"baiklah mama pegang janji mu " ucap Bu Dewi


dan kini tatapan nya beralih padaku


"Nuri , sebaik nya kamu pulang dan istirahat lah , Rifki biar saya saja yang jagain ,maaf sudah merepotkan mu , sebentar lagi juga mbok Marni datang menemani " ucap Bu Dewi


"baiklah Bu ,Nuri beres-beres dulu "sahut ku


"yaaah.....mama ko Nuri di suruh pulang ?" tanya mas Rifki merajuk


"biar dia bisa istirahat,kasihan di sini di ganggu terus oleh mu " ucap Bu Dewi


Aku pun pulang dengan taksi yang sudah di pesankan Bu Dewi ,dan tentu nya Bu Dewi juga yang bayarin ,hehe...


Di sepanjang jalan aku selalu melihat penampakan ,seperti nya mereka korban kecelakaan karena di lihat dari luka di sekujur tubuh nya.


Ada yang kepala nya hancur dengan bola mata yang hampir copot, ada yang kaki nya remuk bahkan tak memiliki kaki , namun ada satu hal yang membuat aku mengerutkan keningku, sesosok hantu bungkus atau yang lebih terkenal dengan sebutan pocong ,hantu itu melompat mengikuti laki-laki pejalan kaki , saat laki-laki itu berhenti pocong itu pun ikut berhenti , namun tiba-tiba saja sosok pocong itu melirik pada ku dan dalam sekejapan mata pocong itu sudah berada dekat di depan wajahku seraya berteriak


"jangan ikut campur"


Aku pun melonjak saking terkejutnya


aroma bau busuk pun turut memenuhi indera penciuman ku hingga aku di buat mual..


"siapa juga yang mau ikut campur ,aku hanya tak sengaja melihat mu , aku juga gak peduli " sahut ku dalam hati


"kenapa non?" tanya pak supir nya melirik pada kaca spion di atas nya


Pocong itu pun pergi dan kembali kepada pejalan kaki tadi . Hingga taksi pun berhenti di depan pintu gerbang kosan .


Aku keluar dan langsung masuk setelah menyapa duo Urip , hebat juga pak Urip bisa tahan dan betah bekerja di sini .


Kurebahkan tubuh ku di atas kasur ku , tiga hantu yaitu Yesi ,Tami ,dan Lila langsung menghampiri ku


"kau dari mana saja ?" tanya mereka serempak


"dari rumah sakit ,kenapa memangnya ?" tanya ku balik


"tidak apa-apa,hanya ingin tahu saja "ucap ketiga nya lagi serempak


"kalian kompak sekali" ucap ku menatap ketiga nya


namun tiba-tiba mereka menghilang bertepatan dengan datang nya Wowo


"lah kenapa mereka pergi ?" gumam ku


"mereka takut padaku " sahut Wowo


"takut ? lah aneh kalian sama-sama makhluk tak kasat mata masa takut sih ?" tanyaku heran


"eh iya Wo , waktu itu kamu pernah bilang kalau kita terikat dengan sesuatu ,ikatan apa maksud mu ?" tanya ku masih penasaran dengan yang di katakan Wowo waktu itu


"kakek buyut mu , dulu aku adalah teman ghaib nya , bahkan sejak kakek buyut mu masih kecil aku sudah ada bersama nya , sampai saat nya kakek buyut mu meninggal dan dia berpesan untuk menjaga seluruh keluarga nya beserta keturunan nya , tapi keturunan yang lain merasa takut dan melemparku jauh dari tempat asal ku , dan aku terdampar di tempat ini ,dulu tempat ini masih dipenuhi hutan bambu tapi semakin lama keadaan semakin berubah .


Dan aku benar-benar tidak menyangka jika aku akan menemukan keturunan lain dari kakek buyut mu ,yaitu kamu .


"dari mana kamu ?" tanya ku


"dari keris kecil yang menggantung di lehermu , karena itu dulu merupakan salah satu benda pusaka yang di perebutkan banyak kalangan , kebanyakan mereka yang memiliki ilmu , bahkan sampai saat ini pun mereka paranormal masih mencari keberadaan benda itu ,maka dari itu kau harus menjaga nya baik-bai.


Tapi kakek buyut mu yang selaku pembuat nya , mengubah nya menjadi benda kecil dan menyembunyikan aura nya , agar tak mudah dikenali keberadaan nya dan sebelum ia meninggal ia menitipkan nya pada beberapa ulama juga kiyai di sepanjang masa nya untuk dikembalikan pada pemilik keturunan berikut nya "tutur nya


"tapi kenapa kiyai Abdul mengatakan jika ini hanyalah benda biasa ?" tanya ku


"seperti kata ku tadi ,aura kuat dari keris itu sudah disembunyikan oleh pembuat nya ,yaitu kakek buyut mu " jelas nya


"berarti kakek buyut ku itu sakti ya ?" tanya ku cengo


"hm....karena orang jaman dulu selalu berguru dan membuat diri nya menjadi kuat ,bahkan mereka pun bisa melakukan apa yang manusia biasa tak bisa lakukan"


"contoh nya ?" tanya ku


"mereka terutama kakek buyut mu ,ya kakek buyut mu aku akan menceritakan apa yang bisa dia lakukan semasa hidup nya , pertama dia bisa membaca fikiran orang ,ke dua dia bisa mengambang bahkan terbang seperti hantu , ke tiga dia bisa berjalan di atas air ,ke empat dia bisa meledakan sebuah pohon besar bahkan batu besar dengan hentakan tangan nya , dan masih banyak lagi" tutur nya


"waaahhh keren ....kalau misal nya semua orang di masa sekarang masih bisa seperti itu ,gak akan ada mobil ,pesawat dan yang lain nya ,kalau mau bepergian tinggal terbang atau menghilang saja " ucap ku seraya membayang kan hal itu


"jadi aku akan selalu berada dekat mu untuk menjaga serta melindungi mu beserta keturunan mu kelak" ucap nya lagi


"seperti itu ya ,baiklah enak juga punya bodyguard tak kasat mata ,tak perlu di bayar hehehe...." ucap ku cengengesan


"siapa bilang tak perlu membayar ku , aku juga ingin sesuatu dari mu , dan kau harus memberikan nya di setiap bulan purnama "


"a apa .....!!!"


.


.


.


.


.


bersambung