Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 62


MASIH AUTHOR POV


di saat Rifki tengah memandangi nya,tiba-tiba sosok nenek itu menoleh pada Rifki dan dalam sekejapan mata nenek itu kini tengah berada di depan nya , hingga membuat nya terkesiap dan mundur beberapa langkah.


Nuri yang tahu jika nenek tua itu tengah mengincar Rifki ,ia meminta Wowo untuk menolong nya.


"Wo , nenek itu mengincar mas Rifki, tolong dia Wo...." seru Nuri panik


Tampa menjawab nya Wowo langsung melesat ke arah hantu nenek itu.


"kau bisa melihat ku anak muda hihihi.....itu artinya kau juga harus berhati-hati terhadap ku , karena bisa saja sewaktu-waktu aku membunuh mu hihihihi....." ucap hantu nenek itu tertawa menyeringai


"si ... siapa kamu ?"tanya Rifki tergugu


Ucapan yang keluar dari mulut Rifki membuat semua orang melihat aneh pada nya, namun Rifki sendiri tak menyadari nya.


"jangan ganggu dia....!"seru Wowo


"kau selalu saja mengganggu ku,apa urusan mu hah?" tanya hantu nenek itu melotot kepada Wowo


"mereka teman ku , jika kau mengganggu nya , maka kau akan ber urusan dengan ku " ucap Wowo


"apa ,hihihi....kau berteman dengan manusia? sungguh menggelikan hihihihi...." ucap hantu nenek itu mengejek


"kau sendiri lebih menggelikan lagi, apa bedanya aku dengan kau nenek tua ,aku hanya berteman dengan manusia ,sedangkan kau mau jadi budak nya manusia ,dengan menuruti kemauan manusia untuk mengganggu kafe ini ,itu berarti kau jauh lebih menggelikan dariku bukan?" ujar Wowo


"apa kau bilang ?"hantu nenek itu tampak marah


Rifki yang mendengar pun hanya bisa diam tak bergeming dengan perasaan was-was dan ia pun merasa terkejut atas apa yang ia dengar.


"pergilah Wo nanti kau kepanasan"ucap Nuri yang kini sudah berada di dekat Rifki


"baiklah " Wowo menyahut dan langsung menghilang


Nuri lalu melafalkan surah Al-Baqarah dalam hati nya ,membuat hantu nenek itu menggeliat merasakan panas di sekujur tubuh nya.


"hentikan bacaan mu itu ?" ucap hantu nenek itu menatap nyalang pada Nuri ,


namun Nuri tak menghiraukan nya ,ia malah terus membaca nya ,hingga membuat hantu nenek itu kepayahan dan akhirnya menghilang dari pandangan mata.


"Alhamdulillah" ucap Nuri lalu mengusap wajah nya


Keadaan kafe memang masih sepi ,hanya baru beberapa pengunjung saja ,dan tentunya saja Nuri maupun Rifki jadi pusat perhatian.


"mas Rifki ..."ucap Nuri menepuk bahu Rifki yang hanya diam saja ,itu karena pengaruh hantu nenek tadi ,yang sengaja membuat Rifki tak bisa bergerak, tapi meskipun begitu Rifki masih bisa melihat dan mendengar ucapan ke dua hantu tadi


"Nuri ...tadi ..."ucapan Rifki terpotong karena Nuri menyela


"mas Rifki bisa melihat nya ?" tanya Nuri


"iya ,aku bisa melihat nya "sahut Rifki


"itu tadi ...."ucap Rifki tertahan karena masih bingung dengan apa yang ia lihat dan dengar tadi


"sebaik nya mas Rifki duduk dulu , sebentar aku ambilkan minum dulu " ucap Nuri lalu beranjak menuju pantry untuk mengambilkan minum


Tak beberapa lama kemudian Nuri datang dengan membawa secangkir teh manis yang di berikan sedikit perasan lemon


"ini diminum dulu " ucap Nuri seraya menyodorkan minuman nya ,dan langsung di sambut oleh Rifki


"terima kasih ,tadi itu sebenarnya apa ?" tanya Rifki ,namun Nuri hanya tersenyum menanggapi


"nanti saja aku cerita kan ,sekarang aku mau lanjut bekerja dulu ,pengunjung sudah banyak yang berdatangan " ucap Nuri seraya berlalu untuk melanjutkan pekerjaan nya


Sedangkan Rifki masih penasaran akan maksud pembicaraan kedua makhluk tak kasat mata tadi.


Semakin siang keadaan kafe semakin ramai pengunjung,apalagi di jam-jam makan siang , sampai-sampai Nuri harus bolak balik mencatat hingga membawakan pesanan.


sampai akhirnya ada seorang pengunjung berteriak teriak karena sesuatu di hadapan nya


" kenapa bisa ada serangga dimakanan ku, kalian lihat apa ini " teriak nya dengan menunjukan makanan yang terdapat kecoak di dalam nya


"ih huekk....jorok sekali ,masa ada kecoak nya"ucap salah satu pengunjung pria


"jangan-jangan di makanan kita juga ada kecoak nya juga hueeekk..." timpal satu nya lagi


"wah parah nih ,ayo kita pergi saja dari sini " ucap pengunjung lain


Rifki yang melihat ada kegaduhan di luar pun langsung menghampiri nya


"maaf ,ada apa ini ?" tanya nya


"nah ini dia yang punya kafe nya ,masa di makanan nya ada kecoak nya sih " ucap pengunjung yang berteriak tadi


"lah mana ada ,kafe saya sangat mengutamakan kebersihan kok" sangkal Rifki


"halaaahh....alasan saja ,terus ini apa yang ada di makanan nya ?" ucap salah satu pengunjung menunjukan seekor kecoak yang berada di dalam makanan


"seperti nya orang itu memang sengaja menaruh kecoak itu di dalam makanan nya , memang tak habis-habis akal nya ,gangguan secara ghaib tak bisa sekarang dengan fitnah seperti ini " ucap Wowo pada Nuri


"benarkah? wah tak bisa dibiarkan ini " seru Nuri setelah mendengar ucapan Wowo


Seketika Rifki menoleh pada Nuri ,karena ia mendengar percakapan antara Nuri dengan makhluk bertubuh besar dengan bulu lebat nya ,dan tentu Rifki terperanjat melihat nya


"dia melihat ku " ucap Wowo menatap Rifki ,


seketika Rifki mengalihkan pandangan nya dan kembali pada pengunjung yang tak terima di makanan nya ada kecoak nya


"siapa lagi kalau bukan kekasih mu " ucap Wowo meledek


"siapa ,aku tak punya kekasih " ucap Nuri


"tuh yang sedang mengurusi pengunjung nakal itu "tunjuk nya pada Rifki


"hey....jaga ucapan anda ya , dia bukan kekasihku " seru Nuri kemudian


"tapi dia menyukai mu ,aku bisa mendengar isi hati nya " ucap Wowo membuat Nuri mendadak merona


"ah sudah lah aku mau samperin ke sana , penasaran juga " ucap Nuri meninggalkan Wowo yang tersenyum mengejek


"maaf bapak-bapak,ini ada apa ya ?" tanya Nuri pura-pura tak tahu


"ini ,masa di makanan saya ada kecoak nya , saya tidak terima ,bagaimana jika saya keracunan setelah memakan nya ?" ucap pria yang tadi berteriak karena di makanan nya terdapat kecoak


"tapi bapak belum memakan nya kan ? jadi bapak tidak usah khawatir " ucap Nuri santai


"lagi pula kalaupun bapak sempat memakan nya ,apalagi memakannya sampai habis bapak ga bakalan keracunan kok" ucap Nuri lagi


"kenapa memangnya ?" tanya salah satu pengunjung yang tadi ikut emosi


"kalian coba perhatikan baik-baik" ucap Nuri seraya meraih kecoak itu dengan tangan kosong


"iiiiiuuuuhhh....Nuri ih jijik tahu..." seru Agus dengan gaya khas nya


"kenapa harus merasa jijik, orang ini hanyalah kecoak bohongan kok" ucap Nuri memperlihat kan pada orang-orang yang berada di sana


"iya kah itu bohongan?" seru pengunjung lain


"masa sih " ucap yang lain


"bagaimana mungkin,jelas-jelas tadi kecoak nya asli , kenapa jadi kecoak bohongan?" gumam nya yang tak sengaja terdengar oleh pengunjung yang lain


"wah kau menipu kita rupanya "ucap nya


Karena merasa terpojok , pria itu lantas pergi meninggalkan kafe itu ,namun hal aneh pun terjadi , pria itu tidak bisa keluar ,berkali kali ia mencoba keluar berkali kali pula tubuh nya jatuh ,


"kenapa dengan nya ?" gumam para pengunjung yang lain


"kenapa aku tak bisa keluar dari tempat ini ?" batin nya


"maaf bapak kenapa ?" tanya Nuri


sedangkan Rifki hanya diam memperhatikan nya ,


"makhluk apa itu ,kenapa seolah dia membantu Nuri ?" tanya Rifki membatin saat melihat ada makhluk bertubuh besar berbulu lebat hitam menghalangi pintu


namun tiba-tiba mata merah Wowo melirik pada nya membuatnya terkesiap


"waduh kenapa itu orang ,aneh banget ,ga ada apa-apa dia jatuh sendiri begitu" ucap Selly


"iya ya ,aneh banget " sahut Nana


"kalian kembali ke pantry" ujar Rifki pada keduanya


"eh iya ,maaf mas Rifki,yu kita balik ke habitat kita" ucap Nana melirik pada Selly


"ko habitat sih ,memang nya kita apa an " ucap Selly


"sebaiknya bapak jujur saja ,kenapa bapak menaruh kecoak itu pada makanan bapak ,apa bapak sengaja ingin memfitnah kafe ini ,atau bapak ada yang nyuruh ?" ucap Nuri


namun yang di tanya hanya diam karena masih merasa bingung kenapa diri nya tak bisa keluar


"kenapa seperti nya ada yang menghalangi " batin nya


"maaf ya pak ,jika bapak berkata jujur maka bapak akan bisa keluar dari sini" ucap Nuri melembutkan suara nya


"jadi apa tujuan bapak sebenarnya?" tanya Rifki mulai tak sabar


"sa saya .....saya hanya di suruh seseorang " jawab nya terbata


"siapa yang menyuruh mu ?" tanya Rifki lagi


"sa saya.... aakkkhhh...."


Tiba-tiba bapak itu memegangi lehernya , tubuh nya pun menggelepar seperti kesakitan , hal itu membuat semua yang berada di sana terkejut dan keadaan pun berubah menjadi panik.


AUTHOR POV END


.


.


.


.


.


.


bersambung...