Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
di pantai


Aku berlari kecil dengan bertelanjang kaki ,seperti anak kecil yang baru di bawa main ke pantai ,aku terus memainkan air dengan kedua tangan ku , dan aku akan menjauh saat ombak menggerakan air nya menghampiri ku , ya saat ini aku sedang berada di pantai, tempat yang dari dulu selalu aku ingin datangi .


"sesenang itu kamu ku ajakin ke pantai hem?" ujar mas Rifki


"tentu saja ,dari dulu aku ingin banget pergi ke pantai, dulu waktu sekolah ada acara rekreasi ke pantai tapi aku gak ikut karena sakit , ngeselin kan ,padahal kapan lagi coba aku pergi ke pantai ,tapi sekarang aku senang ,karena mas Rifki mau mengajakku ke sini " ucap ku seraya tersenyum senang


"tadinya aku fikir kamu tak akan suka ku ajakin ke sini " ucap mas Rifki


"kemana pun mas Rifki mengajak ku aku pasti suka ko" sahut ku


"benarkah ?"


"ya "


"kalau begitu ....."


"aaakkhhhh.....mas basah tahu ...." mas Rifki malah menciprati ku dengan air dan aku pun tak mau kalah ku balas mas Rifki dengan melakukan hal yang sama .


Kami pun bermain air dan tertawa bersama hingga kami merasa lelah dan kehausan,baju kami pun basah kuyup .


"duh mas ,capek ,haus minum yang seger-seger enak kali ya " ucap ku


"baiklah kamu tunggu sebentar aku mau beli es kelapa muda dulu " ucap mas Rifki kemudian


"ok ,jangan lama-lama,nanti aku kangen " ucap ku


"hm....kamu sudah bisa ngegombal ya " mas Rifki menarik pelan hidung ku


"gombal sama suami sendiri ini ko, siapa yang larang " sahut ku


"iya iya ,sebentar ya "


cup


mas Rifki mengecup pipi ku


Aku melihat terus ke arah mas Rifki yang sedang mengantri membeli es kelapa muda , sesekali mas Rifki juga menengok ke arah ku dengan melambaikan tangan nya , aku pun membalas lambaian tangan nya .


Hingga ku alih kan pandangan ku pada sesuatu di tengah laut


"apa itu " fikir ku


Karena letak nya yang terlalu jauh aku tak bisa melihat dengan jelas ,apa yang muncul dan tenggelam di tengah lautan itu , jika di perhatikan bentuk nya seperti ikan ,tapi ko seperti ada rambut nya gitu , saking ingin jelas aku melihat nya ,aku sampai memicingkan mataku , hingga tak sadar aku sudah berjalan ke tengahan hingga tubuhku terendam air laut sampai pinggang ,jika saja tak ada yang menarik ku , mungkin aku sudah tenggelam terbawa arus ombak yang kencang ,dan tergulung sampai tak terlihat .


"Nuri apa yang kamu lakukan ?" teriak mas Rifki menyadarkan ku


Aku pun terperanjat saat aku yang sudah berada di tengah dan melihat tubuh ku yang sudah terendam air laut .


"mas , i ini , kenapa aku berada di sini " tanya ku bingung


"istighfar Nuri sadar lah " ucap mas Rifki mengingat kan ku


"astaghfirullah halazim" ucap ku pelan


Tanpa berbicara lagi mas Rifki membawa ku dalam gendongan nya ,aku pun reflek mengalungkan tangan ku ke leher nya .


"sayang ,kamu tidak apa-apa?" tanya mas Rifki setelah menurunkan ku di pinggiran pantai


dengan menangkup kedua pipi ku ,mas Rifki melihat kedua mata ku , aku menggeleng


"aku gak apa-apa mas , tadi itu aku melihat sesuatu di sana ,tapi aku gak tahu kalau aku sudah berjalan sampai tengah sana " ucap ku


"apa pun yang kau lihat ,itu tak seperti yang kau lihat " kata Wowo


"maksud nya ?" tanya ku dan mas Rifki


"itu adalah makhluk mitologi yang keberadaannya menjadi buah bibir banyak kalangan , ada yang percaya ada juga yang hanya menganggap makhluk itu hanya lah dongeng belaka, makhluk seperti itu hanya akan menyesatkan manusia , siapa pun yang dapat melihat nya ,dia akan sama seperti mu tadi , dan akan berakhir dengan kematian , makanya banyak orang hilang ataupun terseret ombak saat berada di pantai" jelas Wowo lagi


"aku sudah mencoba meneriaki mu ,juga menarik mu , tapi pengaruh makhluk itu sangat besar karena kamu terlalu penasaran dengan nya makanya kamu sangat sulit untuk ku sadarkan , beruntung suami mu dapat bergerak cepat saat melihat kamu yang berjalan ke tengahan sana " tambah nya


"maaf karena aku ,sudah membuat kalian khawatir" lirih ku sambil menunduk


"kamu tak perlu minta maaf, seharusnya akulah yang minta maaf,kalau saja aku tak meninggalkan mu sendiri tadi " sesal nya


"kamu lapar gak , kita makan yuk" ajak mas Rifki kemudian


"yuk ,aku juga lapar " sahut ku


Kami pun beranjak untuk mengganti pakaian dulu ,lalu setelah itu kami mendatangi salah satu stand makanan yang berjajar di sana.


"kamu mau makan apa ?" tanya mas Rifki


"aku mau ini aja deh , kaya nya enak " tunjuk ku pada sebuah gambar kepiting merah di buku menu .


"baiklah kepiting saus tiram segera meluncur " ucap mas Rifki seraya memesankan makanan nya


Tak lama makanan pun datang ,kami segera menyantap makanan nya , tapi dasar mataku ini kurang kerjaan banget ,gak di mana-mana selalu saja melihat mereka yang tak kasat mata , mas Rifki pun mengikuti arah pandang ku , sosok anak kecil dengan tangan dan kaki yang bengkok tengah menatap seorang wanita pedagang tisu keliling ,tatapan nya meng iba ,membuat ku merasa kasihan pada nya, namun mas Rifki menyentuh tangan ku seraya berucap


"biarkan saja ,ini ,kamu makan ya , aaaa" mas Rifki menyuapi ku dengan tangan nya


Entah lah apakah mungkin juga karena pengaruh hormon kehamilan ku , apa pun yang dilakukan mas Rifki pada ku selalu membuatku terharu , sampai tak terasa air mata ku pun jatuh .


"hey kenapa menangis , nanti orang kira aku nyakitin kamu loh " mas Rifki mengusap air mata ku dengan punggung tangan nya


"aku hanya bahagia saja ,karena mas Rifki sudah hadir di hidup ku , menjadikan ku wanita paling bahagia ,karena mas Rifki selalu menyayangi dan mencintai ku sepenuh hati , terima kasih ,tetaplah seperti ini meski kita termakan usia nanti " ucap ku tersenyum


"khem....kalian juga di sini rupa nya " suara seseorang mengganggu momen terharu kami


dan suara itu berasal dari


"Haris " ucap ku dengan mas Rifki


"kamu juga ngapain disini ?" tanya mas Rifki


"aku lagi ajakin anak ku main " jawab nya lalu ikut duduk bersama kami


"mana Riswan nya " tanya ku antusias


anak itu sangat menggemaskan pipi gembul nya membuat ku gemas ingin terus menciumi nya


"tuh disana bersama mama ku " tunjuk nya


terlihat Riswan sangat antusias bermain pasir bersama mama nya Haris yang tak lain adalah nenek nya


Ketika aku tengah memperhatikan Riswan , mas Rifki memberikan ku daging kepiting di tangan nya,dan menyuapi ku lagi, aku pun tak mau kalah ,ku suapi balik mas Rifki namun dengan kejahilan ku tentu nya ,aku memberi sedikit sambel pada daging kepiting nya dan langsung ku berikan pada mas Rifki, aku tertawa kecil saat melihat nya kepedesan .


"maaf ya mas ,habis nya mas gemesin kalau lagi kepedesan begitu " ucap ku


"sshhh.....hah.....iya gak apa-apa,asal kamu bahagia " ucap nya lalu meminum es jeruk punya ku


Aku pun meringis senyum,hingga kami melupakan jika ada Haris bersama kami , aduh Haris maaf ya bukan maksud aku untuk memanas-manasi mu .


.


.


.


.


.


bersambung