Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 33


Pagi ini aku menghubungi ayah,paman dan juga kakek untuk memberi tahu tentang keadaan ibu,dan mereka tentunya sangat bersyukur atas kondisi ibu yang berangsur membaik,namun paman berpesan agar aku mau pun ibu jangan terlalu senang dulu dan harus selalu waspada jangan pernah lengah dengan tak berdoa , aku pun meng iya kan setiap perkataan yang di ucapkan paman di telpon.


Hari sudah semakin siang pukul 12:00 setelah selesai melaksanakan shalat dhuhur aku berniat untuk menelpon Haris , memberi tahu nya tentang kondisi ibu.


tuuutttttt.....tuuuuuutttt.....tuuuuuuutttt


Cukup lama hingga akhir nya telpon dari ku diangkat nya ,namun sesuatu terasa sesak di hati setelah mendengar suara jawaban di sebrang telpon


"ya halo siapa ya?"


"kenapa suara perempuan yang jawab " batin ku


tak ingin berburuk sangka aku pun menjawab nya


"saya Nuri apa Haris nya ada?"tanya ku


"maaf Nuri ini siapa nya Haris ya?"


"malah balik nanya nih orang " batin ku dan jujur saja perasaan ku sudah mulai tak enak , fikiran ku sudah mulai traveling ke mana-mana, jangan -jangan " aku mulai berburuk sangka


"ya sudah kalau Haris nya ga ada ,sampai kan saja tadi Nuri telpon"ucap ku langsung memutus kan sambungan telpon ,tak ingin menjawab pertanyaan nya juga tak ingin berlama lama bicara dengan nya .


"siapa perempuan tadi?apakah Haris membohongi ku,tapi kenapa?" fikiran ku terasa kacau , aku pun menenggelamkan kepalaku di batal ,ku bekap rapat-rapat wajah ku dengan bantal , agar suara tangisan ku tak terdengar,hingga akhir nya aku tertidur.


pukul 14:30 aku terbangun karena mendengar suara orang berteriak-teriak di luar , rupa nya di luar sudah gerimis ,sudah menjadi kebiasaan jika akan turun hujan para tetangga akan saling berteriak memberi tahu


"hujan hujan hujan..." begitu lah teriakan nya


Aku pun bergegas bangun dan berlari ke luar untuk mengangkat kain jemuran yang lumayan banyak,kasihan kan kalau ibu yang angkat kan semua kain jemuran nya.


"oi hujan tunggulah sedikit lagi nih,ga sabaran banget sih" teriak ku karena gerimis mulai turun semakin lebat, sambil terus mengangkati pakaian-pakaian jemuran aku terus saja menggerutu


"Nuri ...Nuri, hujan kamu marahin "ucap ibu geleng-geleng kepala


"hehehehe...."cengir ku


"ya sudah sana bawa masuk ke dalam ,sebelum di simpan di keranjang setrikaan kamu lipat dulu baju nya ya biar ga berantakan "ucap ibu pada ku


"ok Bu"sahut ku


Sudah 2 jam hujan tak berhenti juga , aku juga sudah selesai melipat pakaian nya,kini aku memilih untuk pergi ke dapur untuk memasak buat makan malam.


"aw....sshh"desis ku karena tak sengaja jariku terkena pisau saat mengiris bawang


darah segar pun keluar dengan banyak , rupanya luka nya cukup besar juga sampai sampai daging dari jari telunjuk yang terkena pisau itu hampir terlepas.


"aaaaakkhh.....ibu...."pekik Febry yang baru saja masuk dapur dan melihat jari telunjuk ku penuh dengan darah.


"kanapa de teriak-teriak, astaghfirullah Nuri, ya ampun ini kenapa bisa jadi seperti ini? Fel Ifel ....!"teriak ibu histeris


"iya bu"


"Fel bawa adik mu keluar , kasih minum dulu " ucap ibu


"astajim i i tu itu kenapa?"tanya nya syok melihat jari telunjuk ku yang tak berhenti mengeluarkan darah


"kena pisau "ucap ku lemah tak kalah syok nya


"udah sana bawa Febry,kasian adik mu"ucap ibu yang sudah melihat wajah pucat Febry


"sini Nur"ucap ibu lalu meraih tangan ku


"ini kenapa bisa sampai begini sih Nur,kalau lagi pegang pisau itu harus fokus jangan melamun,astaga kamu tahan sedikit ya" oceh ibu sambil terus mengobati nya


"hik hik hik...."


"sudah jangan nangis ,udah ga papa,makanya lain kali jangan ngelamun lagi ya kalau lagi pegang pisau"ucap ibu menasehati


"i iya b bu"ucap ku sesegukan , padahal aku nangis bukan karena rasa sakit di telunjuk ku tapi karena aku sedang memikirkan Haris dan perempuan yang tadi menjawab telpon ku


"kamu istirahat saja gih,biar ini ibu yang lanjutin "ucap ibu lagi


"tapi Bu"


"sudah sana jangan ngebantah" ujar ibu


Aku pun menuruti perintah ibu,aku bergabung bersama Febry dan Ifel yang sedang menonton televisi, namun febry malah menggeser duduk nya menjauh dari ku.


"kakak jangan deket-deket Dede,"ucap nya takut


"kenapa takut de,ini luka nya juga sudah di perban sama ibu , sudah ga kelihatan darah nya " ucapku sembari menunjukan jari telunjuk ku yang sudah terbungkus kain kasa


"itu kaki nya kakak Nuri masih merah gitu,pokok nya jangan deket-deket" ucap nya lagi


"haaaahhh baik lah baik lah kakak ga bakal deket-deket Dede"ucap ku mengalah


.


.


Malam pun kini menyambut namun hujan seakan tak ingin berhenti,gemericik suara air hujan yang jatuh di atas genting bersahutan dengan suara air yang jatuh menimpa tanah , menambah dingin suasana malam ini.


"kalau di Jakarta pasti sudah banjir nih" gumam ku


hah ngomong ngomong Jakarta apa kabar nya Haris ya,dia sedang ngapain sekarang,apa dia sedang bersama perempuan yang tadi jawab telpon ku? lirih ku


Ku pandangi handphone pemberian nya waktu itu,ku raih dan ku coba membuka sosial media yang pernah di buatkan Haris untuk ku


ku klik aplikasi ber logo huruf f itu ,tak lama muncul lah beberapa foto termasuk foto ku dan Haris sebagai foto frofil nya.


Ku scroll pelan ke bawah,hingga aku berhenti setelah melihat postingan sebuah foto seorang gadis dengan caption sayang ku , terlihat disana tanggal dan hari ia memposting nya satu hari yang lalu.


Tak terasa ujung bibir ku tertarik membentuk sebuah senyuman , ya foto gadis itu adalah aku ,yang di posting Haris satu hari yang lalu,


tapi saat ini dia sedang tidak aktif, sedang apa dia ?"lagi-lagi aku bertanya dalam hati


Aku pun mematikan ponsel ku dan menyimpan nya lagi di nakas,saat aku baru saja memejamkan mataku untuk tidur tiba-tiba aku di kejutkan dengan suara ponsel yang berbunyi


kriiiinggg.....


"no baru?siapa ya ,angkat enggak angkat enggak,...aahh angkat saja deh siapa tahu penting "


"hallo assalammualaikum"ucapku setelah menerima telepon nya


"waalaikum salam ..." eh suara nya kok ga asing ya"gumam ku


"hmm...maaf ini dengan siapa ya?"tanya ku memastikan


"emang kamu lupa sama suara ku,tega ya"ucap nya di sebrang sana


"kau ha Haris ?"tanya ku ragu


"iya sayang ini aku Haris mu"


deg....


lagi-lagi jantungku seakan berhenti berdetak jika dia bilang sayang


"ko diem sih, ga kangen ya?" tanya nya karena aku terdiam merasakan debaran jantungku


"eh ka kangen ko , tapi kenapa no nya baru,?" tanya ku setelah bisa menguasai diri


"itu dia hp ku hilang , makanya aku ga ngabarin kamu ,ini juga aku dapet beli yang baru lagi "jawab nya


"hilang? tapi tadi aku coba telpon kamu, yang jawab cewek loh"ucap ku


"cewek? siapa?"tanya nya kemudian


"ya enggak tau,tapi sepertinya dia tahu dan kenal kamu deh,soal nya dia juga nanya in aku itu siapa nya kamu,"ucapku


"siapa ya? ah sudah lah siapa pun itu kamu jangan mikir aneh-aneh ya"ucap ya lagi


"lah ini juga aku udah mikir aneh-aneh sampai jari ku kepotong pisau tadi"ceplos ku


"apa jari kamu kepotong ,trus gimana sekarang,yang mana yang kepotong?"jawab nya panik


"ups maaf salah ,maksud nya kena pisau sedikit ko,ga sampe kepotong"ucap ku meralat kata-kata ku


"syukur deh kalau cuma lukanya sedikit,aku fikir beneran kepotong tadi" ucap nya lega


"kamu inget-inget lagi deh kapan terakhir kamu pegang hp"ucapku dan sepertinya ia nampak berfikir


"kalau ga salah sebelum aku berangkat deh,setelah itu aku ga inget lagi ,karena sesampai nya di sini aku langsung mengecek beberapa laporan pengeluaran dan pemasukan kafe jadi ga sempat buat pegang hp,dan baru sadar hp ku hilang itu pas tadi sore "ucap nya seperti sedang mengingat-ngingat nya


"ya sudah kalau begitu,yang penting aku sudah bisa hubungin kamu,denger suara kamu ,tapi aku ga bisa lihat foto mu,karena semua foto kamu ada di hp ku yang hilang itu"keluh nya kemudian


"apa aku kembali saja ke sana ya buat ambil foto mu banyak banyak "ucap nya


"ih apa sih,lebay banget kamu,nanti juga kita ketemu lagi kan ,sabar aja,lagian baru tadi pagi kamu berangkat masa sekarang mau balik lagi sih,dari sana ke sini itu sangat jauh loh,kalau nanti kamu kecapean di jalan gimana,apalagi sekarang sudah malam begini,jangan cari penyakit deh"ucap ku


"iya deh iya,"ucap nya pelan


"ya sudah kalau begitu kamu istirahat,pasti cape kan sudah melakukan perjalanan jauh langsung kerja "ucap ku


"hm,iya nih ,coba kalau kita sudah nikah ya pasti ada yang pijitin aku kalau lagi cape kaya gini"


bluuss....wajahku tiba-tiba memanas mendengar ucapan nya, menikah oh ya ampun,jadi pengen hihihi.....


"ya udah kalau begitu selamat malam"ucap ku


"selamat malam juga muach"ucap nya


dan sambungan telpon pun terputus


Jadi hp nya hilang ya,ya ampun aku sudah mikir macam-macam,sampai-sampai mengorbankan telunjuk ku.


Tuh kan jadi lupa mau ngasih kabar tentang ibu'gumam ku


.


.


.


.


.


.