
Aku mengerjapkan mataku ,Indra penciuman ku mencium bau minyak kayu putih yang menyengat.
"uuuhh.."lenguh ku terbangun
"Nur, akhirnya kamu sadar "ucap ibu lega
"memang nya aku kenapa Bu?"tanya ku masih linglung dengan keadaan ku
"tadi kamu pingsan di dapur Nur "ucap ibu
"pingsan di dapur?"tanyaku sambil berusaha mengingat kejadian di dapur lagi
"iya ,Haris yang membawamu ke sini"ucap ibu
"Haris membawa ku ke kamar? terus kemana Haris nya Bu?" tanyaku menanyakan Haris karena aku tak melihat keberadaan nya
"aku di sini,kenapa kangen?"goda nya
"ih apa an sih malu tahu ada ibu juga "omel ku
"kamu kenapa sih,sakit? mana yang sakit nya?" tanya nya khawatir
"enggak ko,tadi...."aku bingung untuk menceritakan nya aku tak mau nanti ibu malah semakin khawatir
"tadi apa nur, ?"tanya ibu
"mmm....tadi ada sosok yang ingin mencekik ku Bu"aku akhirnya menceritakan kejadian nya
"sosok?"tanya ibu lagi
"hm..."aku hanya mengangguk
"ya Tuhan sebenarnya apa salah ku ,kenapa ada orang yang berniat jahat terhadap keluarga kita?"suara ibu lirih
"ibu tenang saja jangan khawatir insyaallah Nur bisa jaga diri Nur,lagi pula ini bukan yang pertama bagi Nur " ceplos ku
"maksud mu?apa yang kamu maksud bukan yang pertama ?"tanya ibu terkejut
"ya,ini kali ke dua Nur ada yang mencekik,yang pertama Nur tak melihat sosok yang mencekik Nur tapi tadi Nur bisa melihat nya "
ucap ku
"astaghfirullah halazim, kenapa kamu tak pernah cerita sama ibu Nur,kalau terjadi apa-apa sama kamu bagai mana?" keluh ibu
"maaf in Nur Bu, Nur hanya ga mau ibu khawatir dan kefikiran, Nur cuma mau ibu fokus saja pada pengobatan ibu, Nur gak mau nambah beban ibu"ucap ku menatap dalam ibuku
"kamu jangan begini lagi kalau ada apa-apa cerita sama ibu,biar kita bisa cari solusi nya bareng-bareng"ucap ibu seraya memeluk ku
"iya Bu Nur janji bakal lebih terbuka lagi sama ibu?"ucap ku
"sudah lah lebih baik kamu istirahat ya , kamu pasti sangat lelah "ujar ibu
"baik Bu"jawabku
"Bu saya tidur di ruang tengah saja ya Bu atau di ruang tamu, "ucap Haris
"loh jangan lebih baik tidur bareng Ifel saja,nanti ga nyaman tidur nya "ucap ibu
"ga papa ko Bu biar lebih mudah nanti kalau ada apa-apa?"ucap nya
"maksud nya?"tanya ibu tak faham
"m maksud saya,biar lebih mudah ke kamar mandi soalnya kalau tidur suka bolak balik kamar mandi,takut nya nanti berisik buka tutup pintu kamar nya ,dan mengganggu ibu tidur "jelas nya
"ya sudah terserah kamu saja ,senyaman nya saja tapi awas jangan masuk kamar Nuri diam-diam ya,"kata ibu
"berarti gak diam-diam boleh dong Bu"ucap Haris menggoda ibu
"Haris ...! "sentak ku sambil melempar bantal ke muka Haris
"aduh, kamu main nya kasar ya ,main lempar lempar bantal saja , untung cuma bantal coba kalau..."
"kalau apa?mau coba di lempar batu bata?" tanya ku sewot
"ampun bosss.....,Bu anaknya galak ya"ucap Haris tergelak
ibu hanya menggeleng dan pergi keluar dari kamar ku
"sudah kamu juga keluar terserah mau tidur di mana asal jangan di kamar ku , belum sah" ucap ku, tak sadar ucapan ku malah membuatnya kembali menggoda ku
"emang mau kamu aku sah hin , kapan ,baiklah secepat nya aku halalin kamu "
godanya tersenyum dengan menaik naikan alis nya
"isshh....apa sih?"ucapku malu memalingkan wajahku
"kamu yakin sudah gak apa-apa"tanya nya menyentuh pipiku dengan tangan kanan nya
aku hanya bisa mengangguk karena gugup mendapatkan sentuhan tangan nya di pipiku
"kalau ada apa-apa panggil saja aku , aku tidur di sofa
cup
Dia mengecup pelan bibir ku, aku yang terkejut terdiam dan terpaku ,aliran darah ku terasa panas
yaaaahhh..my first kiss
duh jantung ku ,berdetaklah dengan normal......
Setelah itu ia keluar dari kamar ku meninggalkan aku yang masih terpaku melihat ke arah nya
.
Pagi menjelang tubuh ku terasa berat untuk di gerak kan , suhu tubuh ku meningkat namun aku merasa sangat kedinginan , hingga membuat ku menggulung tubuhku sendiri dengan selimut tebal ku.
tok tok tok
"nur kamu sudah bangun "tanya ibu di balik pintu
cklek
"loh tumben-tumbenan ini anak jam segini masih rebahan , ga malu apa sama pacarnya"ucap ibu mencoba menggodaku
Aku yang diam tanpa menyahut membuat ibu penasaran dan membuka selimut yang menutupi tubuh ku .
"ya ampun Nur kamu kenapa? wajah mu kenapa merah begitu?" tanya ibu setelah melihat kondisi ku
"panas Bu.....dingin Bu...."aku meracau dengan tubuh menggigil
"Haris ...duh lupa Haris kan pulang dulu ke rumah nenek nya"gumam ibu
Ibu keluar dan kembali setelah membawa kain kompresan dan mulai mengompres dahi ku.
"kamu istirahat dulu ya ,ibu buat kan bubur dulu buat mu"ucap ibu
"ga usah Bu, Nur ga papa ko , Nur hanya butuh istirahat saja "ucapku lemah
"iya pokok nya kamu istirahat ya ,sudah jangan khawatir ibu bisa ko "ucap ibu
Aku pun kembali tidur ,sebenarnya bukan tidur hanya memejamkan mata ku saja ,
"assalammualaikum..." terdengar samar orang datang
"waalaikum salam,"ucap ibu terdengar karena pintu kamar ku tak tertutup sempurna
"nak Haris, ayo masuk" ucap ibu
"loh masih sepi saja ,Ifel dan Febry mana Bu?"
"hm jangan tanya Ifel,jam segini belum mau bangun dia ,kalau Febry lagi nonton tv tuh nonton tom and Jerry favorit nya
"kalau Nuri?"tanya nya lagi
"Nuri sedang istirahat dikamar nya"
"istirahat memang nya Nuri kenapa Bu, apa sakit?"tanya Haris khawatir
"iya Ris , tadi pagi badan nya panas banget, sekarang sedang istirahat setelah makan obat"kata ibu
"sudah di bawa ke dokter Bu?"
"itu dia, Nuri paling susah kalau diajak ke dokter, minum obat nya mau,diperiksa nya ga mau"
"ya sudah nanti Haris coba bujuk Nuri deh biar mau ke dokter " ucap nya
"ya sudah sana masuk saja kalau mau lihat nur"kata ibu
Haduh ngapain suruh masuk sih ga tau ya,aku masih malu dengan yang semalam ,apa aku pura-pura tidur aja kali ya 'fikir ku setelah mendengar jika Haris akan masuk kamar ku.
"hm...astaga panas banget gini"ucap nya setelah menyentuh keningku
"jangan pura-pura tidur aku tau kamu ga lagi tidur kan,mana ada orang tidur lubang hidung nya bolong?"canda nya
Sontak saja aku langsung menyentuh dan menutup lubang hidung ku ,membuat dia tertawa
ih bener bener ya lagi sakit begini masih aja di becandain'gumam ku dalam hati
"apa yang kamu rasa kan? mana yang sakit?" tanya nya lembut setelah puas menertawakan ku
"hanya sedikit pusing,badan ku juga lemes,mulut ku juga rasa nya pahit" ucap ku
"kamu ngapain ikut berbaring ?"tanya ku melihat dia sudah naik ke kasur ku dan ikut merebahkan tubuh nya di sampingku
"kenapa?ga bakal ngapa ngapain juga,ko "ucap nya santai
Aku yang tak ingin berdebat karena badan ku lemes banget pun membiarkan saja
"kamu sudah ke dokter?"tanya nya
nah ini nih yang aku ga suka saat sakit begini, diajak ke dokter terasa horor banget bagiku
aku pun menggeleng
"kenapa?"
"aku takut"jawabku pelan
"takut kenapa, di suntik?"
Ting tong anda benar'gumam ku
"ternyata benar ya kamu juga takut jarum suntik? aku juga takut sebenernya,tapi tidak setiap kita ke dokter , mesti di suntik kan? dokter nya juga gak akan asal suntik,bisa kena sanksi nanti dokternya," ucap Haris membujukku
"mau ya nanti aku yang antar kamu ke dokter, ga pake motor ko "ucap nya
"kalau bukan pakai motor pakai apa dong?" tanya ku
"lihat saja nanti,kita ke dokter sekarang?"tanya nya
"baik lah,tapi janji ya ga ada suntik suntikan " ucap ku
"yah kita lihat saja nanti apa kata dokternya kalau memang harus di suntik ya apa boleh buat"
"ih,ya udah aku ga mau"dan aku pun berbalik memunggungi nya .
.
.
.
.
.
.