
Malam ini aku benar-benar tak bisa tidur dengan nyenyak, baru beberapa menit tidur bangun lagi dan itu terjadi berulang ulang, badan ku terasa sakit semua ,hawa panas yang keluar dari tubuh ku pun membuat ku tak nyaman , pakai selimut rasanya semakin panas dan gerah tak pakai selimut malah kedinginan, memang meminum obat itu tak seperti meminum jus cabe ,yang ketika di di minum langsung terasa , butuh waktu hingga 15 hingga 30 menit untuk obat itu bereaksi.
Ya setelah tadi siang dengan banyak drama ketika hendak ke dokter , aku yang kekeuh tak mau ke dokter sedangkan Haris yang tak pernah menyerah membujuk ku pergi ke dokter, dan mau tidak mau akhirnya aku pasrah saja di bawanya ke dokter.
"kamu ga pulang "tanya ku lirih
"mana mungkin aku pulang melihat kondisi kamu yang seperti ini,aku di sini saja , nungguin kamu,lagian kasian juga ibu kalau harus jaga dan ngurusin kamu,mungkin untuk mengurus diri ibu sendiri ibu bisa , tapi apa kamu tega dengan kondisi ibu saat ini juga harus mengurusi mu?" ucap Haris lembut pada ku
"tapi bagaimana dengan Febry?"tanya ku lagi
"udah sih kamu tenang saja aku lihat tadi Ifel yang ngurusin Febry"ucap nya lagi
"ya sudah kalau begitu,eh kamu ngapain ?"tanya ku cepat melihat nya sudah naik ke tempat tidur ku
"ya tidur lah nemenin kamu "ucap nya santai
"ya ga disini juga dong , ga enak kalau ibu lihat"ucapku lemah
"aku sudah izin ko,"
"tapi..."
"suuuttt....sudah jangan berisik cepet tidur, sudah larut malam juga"ucapnya
Aku benar-benar gugup karena ini kali pertama aku satu ranjang dengan laki-laki selain ayah dan adik ku Ifel.
Aku pun mulai merasakan ngantuk mungkin obat nya sudah mulai bereaksi,dan tak lama kemudian aku pun tertidur.
.
"hah hah hah....aduh aku di mana ini?"gumamku dengan nafas tersengal karena lelah setelah berjalan cukup jauh.
Banyak suara-suara aneh yang kudengar namun tak satu pun nampak di mataku
ada suara jeritan,rintihan kesakitan, tangisan yang terdengar sangat pilu,juga suara orang minta tolong.
di tengah suara suara itu sayup-sayup ku dengar suara seseorang memanggilku
"Nuurrriiiii...."
"Nuuuuriiiiii......"
"siapa?"teriak ku setelah mendengar seseorang memanggil manggil nama ku
"Nuriiii...''
"suaranya seperti aku kenal "
"Haris? itu suara Haris kan?"tanya ku pelan
"tapi dimana dia?"gumamku melihat sekeliling tak melihat siapa pun
Kulangkah kan terus kakiku menuju asal suara
" Nur.....Nuri....Nuri..."suara nya terdengar semakin jelas ,dipertigaan jalan aku bingung harus memilih jalan yang mana , kiri atau kanan,sebab dari dua jalan yang berlawanan itu sama-sama terdengar seseorang memanggil ku.
Di saat aku sedang berfikir harus pilih jalan mana tiba-tiba muncul sosok kakek berpakaian ala jaman dulu dia mengatakan
"pilih lah jalan sesuai hati mu,jika kau bingung pejamkan matamu fokuskan fikiran mu dan mantapkan pilihan mu,jangan lupa berdoa itu yang paling penting "ucap kakek itu seraya tersenyum kepadaku
"maaf tapi kakek siapa?"tanya ku pelan
"kau pasti sudah tahu siapa saya"ucapnya
"apa jangan-jangan kakek nya kakek dari kakek kakek kakek nya ayah ,yang tak lain adalah kakek buyut ku leluhur ku "gumam ku dalam hati
"kau benar nak"ucapnya aku yang terkejut karena kakek itu bisa tahu yang di fikiranku pun menoleh ke padanya namun setelah aku lihat ke arah nya kakek tadi sudah tak ada
"loh kemana perginya kakek tadi?"
"jadi benar kakek tadi adalah kakek buyut ku " ucapku pelan
"Nur.... Nuri...."
suara itu kembali terdengar
aku pun mengikuti ucapan kakek buyutku dan segera memejamkan mata ku , berkonsentrasi memusatkan fikiran ku sambil terus berdoa , dan entah kenapa pilihanku jatuh pada jalan kanan , ku mantapkan hati ku untuk melangkah ke jalan itu.
Ku susuri terus pelan dan perlahan karena memang aku juga sudah mulai lelah dan semakin lemas , hingga akhirnya aku melihat sosok berbadan tegap dengan pakaian serba putihnya tersenyum melihat ke arahku
"Haris...."ucapku lirih
"Haris,......kau kah itu ?"tanyaku memberanikan diri
"ya ini aku,ayo kita pulang ibu juga sudah pulang sedang menunggu mu"ucapnya
"memang nya ibu juga habis dari tempat ini?" tanya ku lagi
"cepat lah sudah tidak ada waktu lagi,nanti aku jelaskan "ucap nya
Aku pun meraih tangan nya yang ia ulurkan padaku , dan tiba-tiba cahaya putih berpendar di sekitar ku , cahaya nya sungguh menyilaukan mata hingga aku memejam kan mataku , dan ketika aku membuka mata ku
"hah ...."
aku mengerjap ngerjapkan mataku, apa tadi aku bermimpi?"gumam ku
Ku lihat samping tempat Haris berbaring tadi,tidak ada,lalu ku arah kan penglihatan ku ke arah lain terlihat Haris sedang duduk bersila dengan tasbih di genggaman nya , apa dia sedang melakukan dzikir?
"sadar ? memang nya aku kenapa,bukan kah tadi aku tidur ya?"tanyaku bingung
"kamu memang tidur tapi Sukma mu tidak?" ucapnya
"maksudnya ?"tanyaku semakin bingung
"Sukma mu terbawa ke alam lain Nur,saat kamu tidur tadi kamu terlihat gelisah , makanya tadi aku berdzikir dan meminta pertolongan Allah untuk membawa Sukma mu kembali ,dan ternyata Sukma ibu juga berada di sana ,meskipun ibu sadar namun Sukma ibu tetap berada di sana ,sudah jangan terlalu di fikirkan , yang penting kamu juga ibu sudah kembali..." tutur nya
"jadi itu alasan nya kenapa sikap ibu yang tak seperti biasanya,ibu yang biasanya ngomel2 saat aku dan Ifel ribut,tapi akhir-akhir ini ibu seolah tak perduli hanya tersenyum melihat keributan kita,dan apa ini juga alasanya ibu membiarkan kamu tidur di kamarku?padahal sebelumnya ibu selalu mewanti wanti ..."ucapku
"ya bisa dibilang seperti itu "imbuhnya
"makasih ya Ris kamu baik banget sama aku " ucapku
"hmm....makasih doang nih?"
"terus aku harus apa dong?"tanya ku
"kamu harus cepat sembuh,biar nanti kita bisa jalan-jalan lagi" ucap nya tulus
"baik lah ,kalau begitu aku mau lanjutkan tidur ku " ujar ku
Aku pun segera membaringkan kembali tubuh ku ,dan mulai memejamkan mataku
Keesokan harinya aku terbangun ada sesuatu yang berat menimpa perut ku , ku lihat ke arah perut ku dan
"aakkhhh....."
aku berteriak karena terkejut mendapati haris yang memelukku
"syhuuutt....jangan berisik" ucap Haris
aku pun segera beranjak dari tempat tidur dan segera berlari ke luar kamarku
"ada apa sih Nur pagi-pagi udah teriak-teriak,malu tau didengar tetangga,Haris ga ngapa-ngapain kamu kan? tuh Dede jadi bangun kan?" keluh ibu
"duh pusing ibu dengar teriakan mu " omel ibu lagi
Melihat respon ibu barusan aku langsung menghambur dalam pelukan ibu , ku usap air mata yang sudah keluar dari ke dua mataku
"bagaimana keadaan mu Nur? panas mu juga sudah turun ,masih pusing atau enggak?" tanya ibu setelah melepas pelukan nya
"Nur sudah baikan ko Bu, udah ga pusing lagi" sahut ku
"Nur ke kamar mandi dulu ya Bu"ucap ku
"iya sana bersihkan dulu diri kamu "
"Haris terima kasih ya ,"ucap ibu pada Haris yang masih bisa ku dengar di balik dinding
"iya Bu ga papa,"ucap nya tulus
Aku pun kembali melangkah kan kedua kaki ku ke kamar mandi
.
setelah selesai mandi,aku pun berganti pakaian ku dengan pakaian santai ,dan duduk di sebelah Haris dengan membawa dua piring berisi nasi beserta lauk nya
"sarapan dulu"ucapku meletakan piring nasi di depan Haris
"kita sarapan di sini? di teras ?banyak orang lewat ngeliatin loh" tanya nya
"kenapa ?ga biasa ya? "ujar ku
"hm....ga apa-apa deh cari suasana baru" ucapnya
kami pun sarapan di teras luar dengan sesekali memperhatikan Haris
"kenapa ngelihatin terus,entar makin jatuh cinta loh" canda nya
"ih apa an sih"seru ku tersipu
"bagaimana keadaan kamu sekarang? sudah baikan ?"tanya nya perhatian
"baik ko,sudah lebih baik malah"jawab ku
"loh itu orang-orang pada kenapa? kenapa mereka pada lari seperti itu?"tanya ku melihat orang-orang berlarian
"Mak ...Mak Entin..."teriak ku memanggil Mak Entin
"mak ada apa sih kenapa mereka pada lari gitu ?"ucapku bertanya pada Mak Entin
"itu tadi katanya pak Yaya kecelakaan " ucap Mak Entin
"apa kecelakaan ............"
.
.
.
.
.