
"tanah kuburan" kataku mengulang ucapannya
"trus ini tanah nya mau di apa in?"tanya ku lagi
"menurutmu?"lah nih orang ditanya malah nanya balik sih
"gimana kalau kita buang lagi ke pemakaman umum seperti waktu itu"usul ku
"yu sekarang aja tuh hujan nya juga udah mulai berhenti"ajak ku kemudian
"lagi ? memang nya kalian pernah buang apa ke kuburan sana?"tanya ibu yang memang sengaja ga di kasih tahu tentang penemuan ku dan ayah malam itu dan ayah juga sudah sepakat untuk tidak memberitahu ibu
"m....itu ....
aku pun menjelaskan nya pada ibu tentang malam itu dan terlihat sekali ibu nampak terkejut
"kenapa kamu ga cerita sama ibu sih Nur?"tanya ibu
"maaf Bu Nur hanya tak mau nantinya ibu kefikiran "sesalku
"tak apa tapi lain kali kalau kamu menemukan hal serupa kasih tahu ibu ya soalnya paman mu selalu nelpon nanyain ada menemukan sesuatu atau tidak "ucap ibu
"memang nya kenapa bu ? "tanya ku lagi
"entah lah ibu tak tahu tapi sepertinya paman mu juga sedang berusaha di sana "jelas ibu
"baik lah..."
"eh iya Nur ,ibu mau tanya perihal laba-laba jangkrik itu"ucap ibu
"laba-laba jangkrik?"tanya Haris yang sedang menyeruput teh tawar panas
"hm iya nanti deh aku cerita nya " ucapku pada Haris , males banget mesti cerita lagi ah bisa sampai Maghrib bahkan sampai isya kalau lanjut cerita ,biarlah biar dia menyimak dulu pasti dia ngerti sendiri
"jangkrik itu hilang padahal masih tertutup rapat ,jadi artinya ya memang laba-laba itu bukan sembarangan laba-laba yang sengaja di kirim untuk mengganggu keluarga kita " ucapku sambil mengunyah keripik seblak pedas kesukaan ku
"tunggu ini maksud nya apa ya laba-laba atau jangkrik atau dua duanya ?"tanya Haris masih bingung
"jadi begini........."terpaksa ku ceritakan lagi dan ternyata ga sampai Maghrib cerita nya selesai hehe
"hooo....seperti itu"
"ya seperti itu..."ucapku mengulang dengan sedikit mengejek
"kamu apa ga pedes tuh dari tadi nyemil nya itu terus aku aja makan satu udah kepedesan benget loh ini kamu udah mau abis ga kelihatan kepedesan sih,udah berhenti makan nya entar sakit perut loh " ucapnya sambil meraih sisa kripik seblak di tanganku
" tenang saja perutku aman dia ga pernah sakit di kasih se pedes apa pun udah kebal" lagak ku
"alllllaah....jangan takabur wooyyy....ga ada yang tahu kan nanti perut mu soak "ujar Ifel tiba-tiba ikut nimbrung
"hm...mulai deh ya sudah ibu ke dalam ya kasian Febry malah di tinggal nonton sendirian "ucap ibu
"ih kaya kamu ga pernah makan pedes saja"kata ku pada Ifel
"itu kan karena aku ga sadar aja "bela nya
"iya ga sadar pas udah sadar nangis kejer deh hahaha "tukas ku sambil tertawa
"ga sadar maksudnya?" tanya Haris
"iya dia itu dulu kesurupan,kesurupan nya aneh masa makan cabe hampir abis 1 kilo "jelasku
"hah ko bisa?"tanya nya sambil memainkan gelas kosong bekas teh tawar yang ia minum
"ya bisa lah namanya juga kesurupan "ucapku
ditengah ke seruan kami berbincang tiba-tiba
Brraaakkk
"KUNTILANAK " aku berlonjak kaget
"kenapa pintunya bisa tiba-tiba kebuka gini sih ga ada angin juga "gerutu ku yang masih merasa kan detakan jantungku yang berdetak kencang.
Ifel yang sudah ketakutan langsung ngibrit masuk kamarnya
Haris menutup pintu dan melangkah menghampiriku
"kenapa kamu manggil kuntilanak nanti kalau datang beneran gimana?"tegur Haris pelan
"ga sengaja hehe"ucapku cengengesan
"ga tau juga kenapa kalau aku kaget selalu nama itu yang ku ucap "lanjut ku
Suara adzan berkumandang merdu dari beberapa masjid rupanya sudah masuk waktu shalat ashar , kami pun bergegas untuk wudhu dan mengerjakan shalat ashar
setelah selesai shalat Haris pun ber pamitan untuk pulang
*
Kulihat jam menunjukan pukul 23:00,ku raih hp ku di nakas ,terlihat beberapa pesan dan panggilan tak terjawab dari Haris
akupun mulai mengetikan sesuatu kemudian ku kirim pada nya
maaf aku ketiduran β₯οΈ
satu menit
dua menit
tiga menit
hingga menit ke sepuluh ku tunggu tak ada balasan apa sudah tidur 'fikirku
Ku letak kan hp ku kembali di nakas
tapi tiba-tiba sesuatu terasa berat
suara ku terasa tercekat ,nafasku mulai susah
seperti ada yang mencekik ku , rasa nya sakit
tubuh ku menggelepar menahan sesak
Samar samar aku melihat bayangan hitam muncul tersenyum menyeringai menatapku
seakan puas melihat keadaan ku.
Aku tetap berusaha berdoa dalam hati meminta pertolongan Allah, memohon ampun pada Allah ,hingga akhirnya aku bisa mengeluarkan kata-kata meskipun terbata karena pasokan oksigen ku mulai habis
"A A AllAH HU AK BAR "
" uhuk uhukk......hah hah hah....... Alhamdulillah " nafasku tersengal sengal
Tiba-tiba aku teringat akan tanah yang terbungkus kain putih yang ditemukan ibu tadi , ku raih dan ku amati
srakkk srakkk sraakkk
Suara langkah kaki di luar,ku lihat di balik gorden kamar ku terlihat samar ada seseorang melangkah menjauh apa orang itu habis dari sini' fikir ku
Tak ber fikir panjang aku pun keluar dengan tujuan ingin mengikuti nya
Ku putar kunci perlahan lalu mulai ku buka pintu nya , setelah berhasil ke luar aku ikuti orang itu meski sudah tak terlihat tapi aku masih hafal arah kemana orang itu melangkah , ku susuri gelap nya malam tanpa membawa alat penerangan.
Pelan tapi pasti aku dapat melihat orang tadi ,perlahan aku mengikuti nya agak jauh sampai dia berhenti di suatu rumah ,tak terlalu besar dengan halaman yang luas di tumbuhi 2 pohon mangga besar.
Dia masuk ke dalam rumah itu dan ternyata rumah itu rumah nya pak Yaya ,orang yang aku curigai sebagai pelaku teror.
Aku melangkah pelan mengendap tak sengaja aku mendengar dia tertawa meskipun pelan namun karena ini tengah malam suara sekecil apapun bisa terdengar.
"hahaha... Nur maaf kan saya ,saya terpaksa menarget kan mu setelah sebelum nya menargetkan si Maman bapak mu namun gagal,seperti nya kamu bukan gadis sembarangan kamu akan menjadi penghalang ku nanti,jadi harus ku singkirkan ,
dan nanti giliran bapak mu selanjutnya hahaha . tapi aku heran kenapa si Maman tak terpengaruh apa-apa ,apa yang dia miliki ...hm tapi tak apa nanti akan aku cari cara lain untuk menyingkirkannya " kata katanya terekam jelas di otak ku
"huh ternyata memang dia orang nya '' gumamku dalam hati
Entah fikiran dari mana aku yang tak sadar mengantongi bungkusan tanah kuburan pun membuka bungkusan nya lalu menaburkan nya di sekitar rumahnya , lalu aku bergegas untuk pulang
Pada saat di jalan menuju arah pulang tak sengaja aku ketemu bapak-bapak yang sedang keliling ronda
"loooh neng Nuri kan kenapa malam-malam keluyuran neng, abis dari mana?" tanya salah satu bapak.
"mm......."duh mau alasan apa ya tiba-tiba otak ku ngebleng ayo dong mikir 'pekik ku dalam hati
"m....itu......
.
.
.
.
.
.
.
.
hayoooo mau alasan apa ?
bersambung ...