
Tak ku hiraukan mereka yang sedang berlari pagi ,aku pun duduk di kursi panjang yang sengaja di simpan di depan rumah tepat nya di bawah pohon rambutan, di sana tempat nya enak buat berjemur di pagi hari , kurebah kan tubuh ku ,dan ku pejamkan mataku merasakan hangat nya sinar matahari pagi yang menyentuh kulit dan tubuh ku.
Sampai terdengar olehku derap langkah seseorang yang seperti berlari melewati ku , aku pun membuka sedikit mata ku melihat ke arah suara itu ,dan rupanya benar itu Haris dan istri nya ,kulihat sekilas Haris selalu mencuri pandang ke arah ku ,namun aku berusaha untuk tak menghiraukan nya.
"Nuri ko kamu tidur di sini ?" tegur ibu menghampiri ku
"enggak ko Bu ,Nuri cuma sedang merasakan hangat nya berjemur saja ,Nuri memejamkan mata karena silau" kilah ku
"minum nih " ibu memberikan segelas air teh hangat
"apa ini Bu?" tanya ku
"teh madu jahe,cepat minum mumpung masih hangat ," ucap ibu
aku pun menyeruput pelan minuman yang ibu berikan padaku
"hm...enak bu " ucap ku
"ya sudah jika sudah berjemur nya segera masuk ke dalam"ucap ibu seraya pergi meninggalkan ku
"ibu mau kemana?" seru ku karena ibu tak masuk ke rumah melainkan berjalan ke arah jalan
"ibu mau ke warung ,beli kerupuk" jawab ibu
"kamu mau ibu belikan sesuatu?"tanya ibu kemudian
"tolong beliin Nuri pembalut ya bu," ucap ku pelan
"ada lagi?"
"enggak Bu itu saja " ucap ku
ibu pun kembali melanjutkan langkah nya menuju warung yang tak jauh dari rumah
Karena matahari sudah mulai bergerak naik ,aku memutuskan untuk masuk ke dalam , ku ambil handuk lalu pergi ke kamar mandi.
Selesai mandi dan berpakaian aku duduk di depan meja rias ku ,ku sisir rambut panjang hitam ku ,ku tatap wajah ku lekat-lekat di cermin, dan aku mulai berfikir ,apa aku harus potong rambut ya , tapi nanti ayah pasti marah ,tapi kalau potong nya sedikit pasti ga marah kan , lebih baik aku minta izin lah dulu sama ayah ,semoga saja di bolehin ' fikir ku
Ku hampiri ayah yang berada di halaman belakang rumah,rupanya ayah tengah merapikan tanaman bonsai nya , ayah memang menyukai tanaman bonsai sampai segala macam jenis tanaman pun dibuat nya bonsai ,ku lihat ifel tengah bermain kelereng dengan Febry
"ayah ..." sapa ku
"ada apa Nur,sudah baikan kamu ?" tanya ayah
"sudah yah ,badan Nur sudah seger ga lemes kaya kemarin " jawab ku
"syukurlah kalau begitu " ucap ayah lega
"yah ..." lirih ku
"ada apa lagi ?" tanya ayah melihat ke pada ku
"boleh ya,rambut Nuri dipotong"ucap ku meminta izin
"kenapa harus di potong sih ,sudah bagus seperti ini " nah kan pasti ayah melarang nya
"sedikit saja ko yah,boleh ya,Nuri bosan dengan rambut panjang ,ya ya boleh ya yah" pinta ku sambil mengedipkan mata ku dengan bibir yang ku paksakan tersenyum semanis mungkin
"apa kamu mau potong rambut karena ingin terlihat merarik di mata Haris ?" tuduh ayah
"iiihhh apaan sih ayah ini ,ya enggak lah, Nuri malah ingin melupakan nya , Nuri hanya bosan dengan tampilan Nuri,yang kalo ga kuncir kuda ,di kepang satu,atau kepang dua,kan bosan yah ,Nuri juga mau seperti yang lain terlihat lebih kekinian " ucap ku pelan
"baik lah ayah izinkan,tapi dengan syarat ga boleh terlalu pendek,satu lagi gaya rambut boleh di ubah tapi gaya berpakaian jangan ya ,tetap lah berpakaian yang sopan jangan yang terbuka " ucap nya lagi
"yess makasih ayah , ayah tenang saja Nuri juga ga mau ko pakai pakaian yang terbuka " ujar ku senang merangkul lengan ayah
.
.
Esok nya seperti yang sudah ku rencanakan hari ini aku mau memotong rambut ku , setelah sarapan dan selesai bersiap aku pun pergi ke sebuah salon potong rambut ter populer di desa ku ,perlu waktu 15 menit menggunakan angkot untuk sampai ke tempat itu.
skip
Kini rambutku sudah selesai di potong kulihat pantulan wajah ku di cermin sangat puas dengan hasil nya ,wajah ku terlihat lebih segar dengan potongan rambut sebahu, mudah mudahan ayah tak murka melihat nya ,
hihihi..... sayang banget kan mahal-mahal aku bayar potong nya cuma dikit doang...
Aku pun segera beranjak dan pergi ke arah halte untuk menunggu angkot ,ketika aku sedang duduk seseorang memanggilku aku pun menoleh
"Nuri,...ini kamu ?" tanya nya melihatku dengan seksama
"eh ibu,ibu habis belanja ya"ucap ku balik bertanya
"i iya ,ini buat persiapan 40 hari nya ibu"ujar nya masih memperhatikan ku
"maaf ya Bu,Nuri tidak sempat datang di tahlilan nya nenek"ucapku lirih
"ah ibu bisa saja ,tidak lah Bu, Nur biasa saja ko"ucap ku malu
"lebih cantik kan istri nya Haris " batin ku
"kamu pulang bareng ibu saja gimana,lama kalau nunggu angkot "ucap nya menawari ku
"makasih Bu,tapi Nuri masih ada keperluan lain" tolak ku
tin tin
Suara klakson mobil mengejutkan ku , rupanya itu mobil nya Haris yang di kemudian ayah nya
"beneran nih Nur ,ga mau pulang bareng ?" tanya nya lagi
" iya Bu ,maaf ya " ucap ku
"ya sudah deh kalau begitu ibu duluan ya , kamu hati-hati" ucap nya lalu beranjak ke dalam mobil nya , tak lama mobil nya pun melaju meninggalkan ku sendiri.
Tak lama angkot pun berhenti ,dan aku langsung menaiki angkot tersebut
sesampai nya di rumah aku di sambut heboh oleh keluarga ku
"duileeehh....anak perawan nya ayah cakep bener " ucap ayah memuji ku
"ayah ga marah ini dipotong nya banyak loh" ucap ku hari hati
"untuk sekarang enggak lah,asal anak ayah ini kembali ceria ,apa sih yang enggak" ucap ayah membuat ku terharu
"terima kasih sudah menjadi ayah yang baik ,pengertian dan sayang pada anak-anak nya " batin ku
.
.
"cantik....
Aku mengerjap kan mataku ,rupanya itu mimpi
Mimpi aneh yang selalu terulang,siapa laki-laki itu ,kenapa aku selalu memimpikan nya " batin ku bertanya-tanya
"sudah subuh ternyata " ucapku setelah melirik pada jam dinding
aku pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri,dan berwudu
.
.
Siang pun menjelang aku merasa bosan berada di dalam rumah terus,aku yang bingung mau ngapain tiba-tiba melihat joran pancing yang tersimpan di pojokan dapur .
Aku pun mendapat kan ide untuk membuang rasa bosan ku
" Bu, Nuri mau mancing di sungai ya ,sudah lama banget Nuri ga mancing" ucap ku pada ibu yang sedang membersihkan sayuran
"iya ,tapi sama siapa?"tanya ibu
"sendiri Bu"sahut ku
"ya sudah hati+hati,pulang nya jangan terlalu sore " ucap ibu memperingati ku
"iya Bu, Nuri juga ingin menghadiri acara 40 hari nya nenek Ijah ko "ucap ku membuat ibu menghentikan kegiatan nya
"kamu yakin?"tanya ibu ragu
"yakin Bu,ibu tenang saja ,Nuri akan baik-baik saja "jawab ku pasti
"ok kalau gitu Nuri cari cacing nya dulu ,dan langsung berangkat saja ya "ucap ku lalu beranjak dengan membawa joran pancing dan ember kecil.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung