
Aku tahu makhluk itu akan berbuat sesuatu pada ku ,aku pun sudah bersiap-siap dengan lantunan ayat suci Al Quran yang ku lafalkan dalam hati , ku raih kalung yang berbandulkan keris kecil lalu ku tarik , bersamaan dengan tangan nya yang hendak merobek perut ku,ku arahkan keris itu pada ke dua tangan nya dan
crashhhh.....
crashhhh.......
"aaaakkkhhhh........."
"Nuri " Wowo berseru
Makhluk itu menjerit saat kedua tangan nya terpotong , tak membuang waktu aku pun meraih kedua potongan tangan nya dan ku lemparkan pada kedua mata nya yang merah menyala dengan mengucap
"bismillahirrahmanirrahim....."
clebbh.....
clebbhh....
Kuku panjang nan runcing nya menancap sempurna di kedua mata nya , makhluk itu pun mengerang kesakitan , dan langsung lenyap begitu saja bertepatan dengan terbuka nya pintu kamar .
"Alhamdulillah" ucap ku mengucap syukur
Ternyata tak sia-sia aku mempelajari lempar pisau saat aku di kampung dulu.
"Nuri , sayang kau kenapa , kenapa berkeringat seperti ini " tanya mas Rifki mengusap keringat di keningku dengan tangan nya
"gak apa-apa ko mas " sahut ku tersenyum manis
"cepat bakar jimat itu Nuri " seru Wowo
"baiklah " sahut ku
"jimat ...."
"yang dari mama itu , kenapa harus di bakar ?" tanya mas Rifki merasa bingung
"nanti ku jelaskan mas ,sekarang bantu aku untuk membakar nya "ucap ku
"di sini saja " ucap mas Rifki menaruh asbak stenles
"mas Rifki suka ngerokok?" tanya ku
"hehe....dulu , waktu masih sekolah , aku nakal waktu itu hehe...." cengir nya
"iisshh...." ku abaikan saja lalu ku letakan jimat itu di atas asbak stenles
"lebih baik kita membakar nya di luar mas , asap nya ga baik buat kesehatan " ucap ku
Aku pun beranjak ke balkon ,dengan mas Rifki yang membawa korek gas nya.
"bismillahirrahmanirrahim" aku lantas membakar nya
"sebenarnya kenapa jimat nya harus di bakar " tanya mas Rifki yang masih penasaran
Aku pun menceritakan tentang iblis tadi yang berniat mengincar nyawaku dan juga janin ku .
"apa " mas Rifki nampak terkejut mendengar nya
"astaghfirullah halazim, kenapa masalah selalu datang bertubi-tubi, kemarin aku yang terkena pelet , sekarang kamu dan calon anak kita yang dalam bahaya" mas Rifki nampak menghela nafas nya
"sudah lah mas , kita kan punya Allah yang akan menjaga dan menolong kita , jadi mas Rifki tak usah khawatir ok " ucap ku menenangkan nya
"tapi kamu dan anak kita tidak apa-apa kan ?"
tanya mas Rifki nampak khawatir
"tidak ,aku dan anak kita tidak apa-apa " jawab ku
"syukur lah , tapi kenapa kejadian nya di saat aku yang tak ada , coba kalau saja aku tak keluar tadi " sesal nya
"sudahlah mas yang terpenting kan aku tidak apa-apa"ucap ku lagi seraya menyentuh tangannya
"tapi aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri jika sesuatu terjadi pada mu " lirih nya ambil menatap ku
"makasih mas ,karena mas Rifki sudah mencintai dan menyayangi ku,juga mengkhawatirkan ku " ucap ku
Aku pun lantas memeluk nya, dan mas Rifki juga memeluk ku erat .
"kalian melupakan ku " celetuk Wowo
"oh ... hehehe....maaf Wo " ucap ku sambil melepaskan diri dari pelukan mas Rifki
"kalau begitu aku pergi " Wowo pun langsung menghilang
"kita masuk " ajak mas Rifki
"ehm ...iya " sahut ku mengangguk , saat aku akan melangkahkan kaki ku masuk aku tak sengaja melihat ke bawah ,terlihat bang Popo tengah duduk bersama hantu wanita yang waktu itu menakuti ku ,dan terjatuh dari atas balkon .Aku pun tertawa kecil karena mengingat nya .
"kamu kenapa ?" tanya mas Rifki tiba-tiba menatap ku
"tidak apa-apa mas hanya teringat kejadian kemarin malam " sahut ku
"kemarin malam , memang nya ada apa kemarin malam ?" tanya mas Rifki
"kemarin malam ada hantu wanita yang mencoba menakuti ku ,tapi dia malah terjatuh dari balkon karena kedatangan Wowo dan bang Popo " tuturku
"ko aku tidak tahu ?" tanya nya
"kan kamu ......." aku tak melanjutkan lagi kata-kata ku karena hatiku terasa sakit saat aku teringat kejadian kemarin malam ,mataku terasa panas kurasa kan air mataku terjun bebas mengalir membasahi pipi ku
"maafkan aku , maaf sudah membuat mu sedih " mas Rifki lalu menarik ku dalam pelukan nya dengan terus menciumi pucuk kepala ku
"hm...iya mas ,itu kan di luar kesadaran mas " ucap ku menguatkan diri
"ya sudah kalau begitu kita tidur , sudah malam " tambah ku
.................
Matahari bersinar terang, cahayanya menghangatkan ku yang tengah berjemur di halaman rumah ,seraya menunggu mas Rifki.
Hari ini hari Minggu , mas Rifki berencana untuk membawaku jalan-jalan .
"yuk " mas Rifki menggandeng tangan ku membawaku ke mobil nya
"kalian hati-hati, jangan pulang terlalu malam " ucap mama Dewi
"iya ma " sahut ku dan mas Rifki bersama
"assalammualaikum" ucap ku
"waalaikum salam" sahut mama Dewi
Mobil pun melaju ,dan berbaur dengan mobil-mobil lain ,suara klakson mobil terdengar bersahutan saat mobil berhenti di lampu merah , apa mereka tidak melihat lampu nya bahkan masih berwarna merah ,tapi seakan mereka tak sabar dengan terus membunyikan klakson agar kendaraan lain cepat melaju .
Mobil pun kembali melaju , rasa kantuk pada diriku membuat ku terus menguap .
"hooaammmm...."
"kamu tidur saja kalau ngantuk " ucap mas Rifki melirik sekilas padaku
"memang nya masih lama " tanya ku
"hm ...sebentar lagi sih "
"yah kalau begitu aku gak mau tidur ah " sahut ku dengan terus menjaga agar mata ku tetap terjaga
"kok berhenti ,memang nya kita sudah sampai ?" tanya ku
"aku mau beli minum dulu , kamu tunggu sebentar ya ,gak papa kan, atau mau ikut "
"ikut " sahutku cepat
"baiklah , tunggu jangan turun dulu " cegah mas Rifki saat aku akan membuka pintu mobil nya
Mas Rifki lantas keluar lalu berputar membuka kan pintu buat ku lalu
"yuk " mas Rifki mengulurkan tangan nya
Aku pun menyambut uluran tangan nya
"terima kasih suami ku " ucap ku dan mas Rifki nampak senang dengan ucapan ku
Kami pun melangkah memasuki mini market , tapi ada perasaan lain saat aku memasuki mini market ini , aku merasakan jika ada sesuatu yang memparhatikan ,namun aku berusaha untuk bersikap biasa saja .
Ku genggam lebih erat tangan ku di genggaman tangan mas Rifki, membuat mas Rifki menoleh pada ku .
"kenapa ?" tanya nya
"gak papa ko mas " sahut ku tersenyum
"kamu mau beli minum apa ?" tanya mas Rifki
"hm....aku ini saja deh ,seger kaya nya " tunjuk ku pada minuman rasa ceri
Setelah membayar minuman kami , mas Rifki pun kembali membawaku ke mobil.
"mas ...ko aku ngerasa ada yang liatin kita ya " ucap ku
"perasaan mu saja kali , aku juga sempat merasakan hal yang sama ,tapi gak ada apa-apa"ucap mas Rifki
"ya semoga saja itu hanya perasaan ku saja " ucap ku pelan
"kau tenang saja Nuri , ada aku yang menjaga kalian , aku pastikan mereka tak akan mengganggu mu " suara Wowo terngiang di telinga ku
"mereka siapa maksud mu ?" tanya ku dalam hati
"mereka para iblis dan roh jahat yang mengincar janin di dalam perut mu ,karena kelak yang akan kau lahirkan adalah anak Soleh dan taat agama ,yang pastinya akan di takuti oleh mereka nanti nya , jadi mereka akan selalu berusaha untuk melenyapkan anak yang masih dalam kandungan mu " tutur Wowo
"jadi bayiku ini laki-laki" tanya ku
"benar " jawab nya
Aku bahagia apapun jenis kelamin anakku , mau perempuan, laki-laki sama saja ,yang penting dia terlahir sehat dan lancar ,tapi ada kekhawatiran besar di hati ku saat aku mendengar penuturan Wowo ,bahwa mereka para iblis dan roh jahat tak menginginkan bayiku lahir ke dunia , mereka pasti akan berusaha untuk melenyapkan nya , tapi sebuah bisikan kembali terngiang di telingaku
"Nuri cucu ku jangan kau khawatirkan bayi mu , kau dan bayi mu akan baik-baik saja ,perbanyaklah berdoa meminta perlindungan dari Sang Pencipta ,karena sebesar dan sekuat apa pun mereka kekuatan Tuhan jauh lebih dahsyat " suara kakek buyut ku
aku pun menyahut dalam hati
"iya kek , terima kasih sudah mengingatkan ku"
"kenapa kamu melamun hem?" tanya mas Rifki mengusap pelan pucuk kepalaku yang terbungkus jilbab .
"gak kok mas , aku hanya mencoba menebak saja ,mas mau bawa aku kemana "sahut ku
"nanti kamu juga akan tahu sendiri , sabar ya sebentar lagi " ucap nya lagi aku pun mengangguk
Hingga mobil pun berhenti ,ku lihat sekeliling nya , mata ku berbinar ,bibirku melengkung membentuk sebuah senyuman , sudah sejak lama aku menginginkan pergi ke tempat ini .
tempat ini ...sungguh sangat sangat indah ....
.
.
.
.
bersambung