
Ku picingkan kedua mata ku saat cahaya yang menyilaukan mengenai kedua mataku . Saat ku edarkan pandangan ku ,aku melihat ada benda berkilauan di bawah pohon yang penuh ditumbuhi rumput yang sengaja di tanam.Entah pohon apa itu,dan pohon itu pun letak nya tak jauh dari perosotan yang kini sudah berganti penampilan.
"mau kemana ,perosotan nya sebelah sini ?" tanya mas Rifki mencekal pergelangan tangan ku
"ke sana ....sebentar " sahut ku
mas Rifki nampak mengikuti ku
Semakin kudekati semakin jelas juga benda yang berkilauan saat terkena sinar matahari itu .Aku pun berjongkok dan segera meraih benda itu .
"cincin " gumam ku seraya memperhatikan sebuah cincin emas bermata satu dengan dihiasi permata-permata kecil di sekeliling nya.
indah satu kata yang terucap dari bibirku saat melihat nya .
"ini cincin siapa ?" tanya mas Rifki
"mungkin punya orang yang tak sengaja terjatuh " sahut ku
Ku edarkan pandangan ku ke segala arah ,mencari barangkali ada seseorang yang tengah mencarinya,namun tak satu pun dari pengunjung yang terlihat kehilangan .
Lalu mau aku apakan cincin ini , masa aku bawa pulang ,kan ini bukan hak ku ,aku pun berinisiatif untuk meyerahkan nya pada petugas keamanan yang tengah duduk di bangku panjang sambil memperhatikan sekitar .
Tapi saat aku hendak beranjak , tiba-tiba sebuah bayangan seperti gambaran atau rekaman seseorang yang tengah cekcok hingga bertengkar hebat ,si pria nampak nya tak sengaja mendorong gadis yang bertengkar bersama nya , hingga tubuh gadis itu tak sengaja membentur tiang lampu yang terbuat dari besi ,hingga membuat gadis itu jatuh tergelak dengan luka yang terus mengeluarkan darah dari kepala nya ,luka nya cukup besar karena kepalanya mengenai batu saat ia terjatuh , si pria panik hingga membuat nya tak dapat berfikir jernih .
Si pria itu kemudian dengan cepat merogoh tas si wanita ,dompet dan ponsel ia bawa sembari terus menengok kiri kanan ,semua milik wanita itu diambil nya ,termasuk cincin permata yang di kenakan nya juga ikut di ambil nya .
Ia pun beralih ke sebuah pohon dan merogoh ponselnya seraya menelpon seseorang ,lalu setelah itu ia nampak mengetikan sesuatu dari ponsel milik si wanita , dan seperti nya pesan itu ia kirim ke ponsel milik nya , karena setelah ia mengetikan pesan nampak ia juga membuka ponsel nya,dengan tersenyum kecil .
Pria itu pun akhirnya pergi meninggalkan tempat itu , dan membiarkan si wanita yang sudah terbujur kaku dengan simbahan darah yang tak kunjung berhenti keluar dari luka di kepala nya ,namun tanpa ia sadari cincinnya terjatuh .
Semua bayangan itu nampak jelas bak sebuah kaset yang memutarkan sebuah film atau rekaman .
Aku terhenyak saat sudah kembali ke dunia ku
"ada apa ? kamu kenapa ?" tanya mas Rifki nampak khawatir melihat raut wajah ku
"mas .... sepertinya cincin ini milik seorang wanita yang meninggal di tempat ini " ucap ku
"hah.....yang benar kamu ?" tanya mas Rifki lagi
"iya mas , dan sepertinya arwah wanita itu ingin aku mengungkap kematian nya " ucap ku lagi
Tiba-tiba sesosok hantu wanita sudah berada di hadapan ku ,dengan terus menangis ia terus meminta ku membantu nya
"tolong ...."
"astaghfirullah..." seru mas Rifki terperanjat saat tiba-tiba hantu itu muncul sambil menangis
"tolong.... ungkap kematian ku ,....aku bukan meninggal karena perampok...katakan pada mereka jika aku meninggal karena di dorong pacarku sendiri ,dan dia juga yang sudah membawa semua barang-barang ku ,agar kematian ku dianggap karena ulah perampok ..." ucap nya lirih
"tapi bagaimana cara nya ?" tanya ku
"kau fikirkan saja sendiri caranya" ucap hantu wanita itu lalu menghilang begitu saja
"lah ....gimana sih tuh hantu ,katanya mau dibantu,kok gak mau ngasih clue ,malah nyuruh mikir sendiri " ucap mas Rifki melongo
"sepertinya dia takut saat melihat ku" ucap Wowo
"ya ampun ....ada ya hantu takut hantu "ucap ku tak habis fikir
"ya ada bukti nya hantu tadi" sambung Lasmi
"aku juga dulu seperti itu saat awal-awal jadi hantu , suka takut saat melihat spesies hantu model begini" lanjut nya sambil menujuk Wowo
"kenapa ?" tanya ku
"karena hantu model Wowo begini ,mereka sudah ada sejak ratusan ,bahkan ribuan tahun yang lalu ,dan spesies begini kalau aku gak salah sudah termasuk golongan siluman karena bisa merubah wujud jadi manusia " tutur Lasmi lagi
"begitu ya ,ko aku baru tahu " gumam ku
"aku juga dikasih tahu author ,meskipun aku juga rada gak percaya ,dia kan otak nya cetek ,mana mungkin dia bisa serba tahu,aku yakin dia cuma ngarang "
"baik-baik looh ....nanti kamu di out sama author nya "ucap bang Popo
"ya kalian jangan bilang-bilang kek ,ini rahasia kita ok "
"astaga kalian bisa diam tidak ,pusing aku dengerin kalian ngoceh gak jelas mending bantu kita mikirin gimana cara nya nolong itu hantu " ucap mas Rifki melerai percakapan ketiga hantu itu
"jadi kita harus nolongin hantu itu ?" tanya ku memastikan
"iya,kita bantu dia agar arwah nya tenang,dan juga pelaku nya harus mempertanggung jawab kan perbuatan nya" ucap mas Rifki menatap ku
"yaaaahhh.....ko jadi seperti di cerita-cerita di novel tetangga yang menolong hantu ,aku kan gak suka di sama-sama in, nanti dikiranya aku ngejiplak ide orang "
"buat kali ini saja , yang baca pasti mengerti ko, mau ya ,kita bantu sama-sama, tapi kamu juga jangan terlalu kecapean" ucap mas Rifki
"ya sudah sekali ini saja ya "
"iya " mas Rifki mengangguk
"Nuri....Rifki....." teriak mama Dewi memanggil kami
kami pun beranjak untuk mendekati ketiga orangtua kami yang melambaikan tangan nya pada kami.
"kalian ini ....katanya mau mengenang masa kecil kalian di perosotan itu ,tapi mama lihat kalian malah berjongkok di bawah pohon itu " ucap mama Dewi
"ngapain ,lagi setor ya ?" sambar Ifel tiba-tiba
"enak aja ,sembarangan " seru ku seraya mendorong pelan bahu nya , emang dasar dia nya aja yang lebay dan rese,malah pura-pura jatuh dia
"Bu....ayah ....lihat anak kalian melakukan kekerasan padaku " teriak nya dengan wajah yang di buat meringis seakan ia tengah kesakitan
"apa an aku dorong kamu pelan ya,jangan terlalu mendramatisir" seru ku lagi
"untung ada ponakan ku di perutmu kalau enggak usah aku bales kamu " ucap Ifel bersungut-sungut
"coba aja berani bales , berani kamu pada kakak ipar mu ?" mas Rifki menatap tajam
"enggak kak ,.... ampun" ucap Ifel seraya menangkupkan kedua tangan nya di dada
" sudah-sudah kita makan dulu ,Febry juga kelihatan nya sudah lapar ,iya kan ?" ucap mama Dewi seraya melihat pada Febry
sedangkan ibu hanya tersenyum memperhatikan
"he'em ...Dede lapar "sahut nya lucu
"Ifeeellll.......awas ya jangan makan ayam goreng ku ,ini punya ku" seru Febry seraya menarik satu piring ayam goreng ke hadapan nya
"minta dooong....dikit aja ,ya ....Dede kan baik hati juga gak pelit ,ganteng lagi ya...." ucap Ifel membujuk
"enggak boleh ,pokonya gak boleh , kamu kan tukang ngabisin makanan " ucap Febry tetap kekeuh tak mau membagi ayam goreng nya
"dasar pelit " ucap Ifel mencebikan bibir nya
"hahaha....rasain makanya jadi orang itu jangan rakus dan serakah ,jadi nya gak bisa makan ayam goreng kan ,nih ......nyam ...nyam ..
....enak tahu " ucap ku seraya menggigit ayam goreng tepat di depan wajah nya
"ibuuu...... tolong lah Bu ....bantu bujukin Dede " lfel merengek dengan menarik-narik lengan ibu
"astaga ....kalian ini gak pernah sekali saja kalau mau makan itu gak berisik,bikin malu saja " ucap ayah menghela nafas nya
"gak apa-apa sekali-kali biar rame ,mumpung kita lagi kumpul " ucap mama Dewi seraya menaruh sayur bayam kukus di piring ku , akhir-akhir ini mama Dewi memang selalu menyiapkan sayuran yang sudah dikukus untuk ku ,katanya untuk menjaga kesehatan aku dan bayi ku ,tak tahu saja mertua ku itu jika aku itu sangat menyukai sayuran.
Dan kami pun menikmati makan siang kami bersama di atas karpet dengan terpaan angin sepoi-sepoi di bawah pohon Cemara ,sambil menikmati pemandangan danau buatan yang diatas nya ada beberapa perahu bebek yang terapung dengan di tumpangi orang .
Suara gelak tawa meramaikan acara piknik kami , apalagi dengan celotehan lucu Febry dan kejahilan Ifel ,membuat kami semua tak berhenti untuk tertawa , hingga tak terasa kini hari pun sudah semakin siang dan kami pun memilih untuk mengakhiri acara piknik kami , karena sore nanti kami akan mengadakan pengajian sebagai rasa syukur atas bertambah nya usia ku , dan itu mama Dewi yang punya rencana .
.
.
.
.
bersambung
π maaf ya aku telat up nya ,ada gangguan sinyal dari pagi soal nya π