
AUTHOR POV
Malam ini terasa sangat berbeda bagi Rifki, keadaan rumah yang sepi ,karena Dewi ,mama nya sedang berada di luar kota yang sedang merawat kedua orang tua nya yang sedang sakit ,yang tak lain adalah nenek dan kakek nya ,sedangkan papa nya sendiri sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, sedangkan untuk pembantu rumah tangga nya,hanya bekerja di siang hari saja dan tidak tinggal di rumah nya.
BRAKKK.....
Tiba-tiba pintu rumah nya terbuka lebar membuat angin kencang masuk ke dalam rumah nya,dan memporak porandakan isi rumah nya.
"kenapa tiba-tiba ada angin kencang sampai membuat pintunya terbuka ?" gumam nya
Rifki pun segera menutup pintu nya dan lantas menguncinya, ia melihat seisi rumah nya sambil bertolak pinggang.
"astaga,kenapa jadi berantakan begini,perasaan tadi tidak ada daun-daun kering ikut masuk kebawa angin , tapi kenapa sekarang jadi banyak banget daun kering nya ?" fikir nya heran
Ia pun lantas membersihkannya dan memasukan semua daun-daun kering itu ke dalam plastik hitam besar.
"heeh...beres juga " gumam nya
Bsettt...
Sekelebat bayangan putih melintas di samping nya
"eh ...siapa tuh ?" ucap nya
ia pun celingukan kesana kemari mencari bayangan putih yang melintas tadi
namun ia tak menemukan apa pun.
"duh ko jadi merinding begini ,kenapa juga ini rumah mendadak jadi horor begini" gumam nya sembari mengusap-ngusap tengkuk nya
hingga sampai akhir nya ada sebuah tangan dengan penuh luka menyentuh pundak dan kaki nya
Rifki pun terperanjat merasakan sentuhan itu ,
dengan nafas tertahan ,peluh yang sudah bercucuran serta jantung nya yang berdetak cepat ,ia memberanikan diri untuk menengok , hal pertama yang ia lihat adalah kaki nya perlahan ia menundukkan kepalanya dan
"haaaah....tidak ada apa-apa " ucap nya lega,
namun ia tak serta merta bernafas dengan lega ,sebab sentuhan pada pundak nya ,yang masih ia rasakan , ia pun mulai mengangkat kepala nya dan melirik ke arah pundak nya
"heeeeehhh.....cuma perasaan doang " ucap nya menghela nafas panjang
Namun tak sengaja ia melihat bayangannya pada cermin yang terpasang di dinding ,ia terperanjat melihat ada sosok yang berdiri di belakangnya dengan tangan yang masih menempel pada pundak nya.
Sosok itu penuh dengan luka di sekujur tubuh nya ,pakaian nya yang lusuh ,banyak robekan penuh dengan noda darah ,sosok itu tersenyum menyeringai menatap nya di balik cermin.
"na'udzubillah himindalikh.....eh salah... astaghfirullah halazim...." seru nya
Rifki pun sontak menengok ke belakang,namun sosok itu tidak ada ,tapi ketika ia kembali melihat pada cermin sosok itu pun terlihat lagi
Dengan nafas memburu ia pun memutuskan untuk pergi ke kamar nya ,melangkah dengan cepat namun tidak sampai berlari.
"jangan takut ,....jangan takut ....." ucap nya pada diri nya sendiri
BRAKKK....
Rifki menutup pintu nya dengan kencang ,ia pun langsung meloncat pada tempat tidur nya dan menggulung diri nya dengan selimut.
"ayo lah Rifki,jangan takut ,kau kan yang menginginkan melihat nya " ia berkata pada diri nya sendiri
"astaga ,dia menarik selimut nya " ucap nya pelan saat merasakan selimut nya ada yang menarik narik
Dengan mata terpejam ia pun mencoba untuk membaca doa ,namun karena rasa takut nya ia malah melupakan bacaan surah nya
"bismillahirrahmanirrahim....a ..a a..duh apa ya ko lupa , oke sekali lagi bismillahirrahmanirrahim....allahuma barik lana fim ...eh tunggu itu kan doa sebelum makan ,bukan nya hantu nya pergi malah ngajakin makan bareng lagi nanti, iya kalau ngajakin makan , kalau nanti aku yang di makan ,waduh gawat...." ucap nya sembari menepuk-nepuk mulut nya
"jangan ganggu ya....please....aku juga ga ganggu ko ,pergi ya ,aku mau tidur " ucap Rifki yang masih berada dalam selimut nya
Tak ada sahutan apalagi tarikan pada selimut nya ,hingga membuat nya bernafas dengan lega ,ia pun perlahan mengintip dari balik selimut nya, di rasa sosok itu sudah tidak ada ia pun membuka selimut yang menutupi tubuh nya itu
Akan tetapi saat ia menengok ke sebelah kiri tempat nya terbaring ,ia terkejut karena sosok itu sudah berada di samping nya ,hingga ia pun jatuh terguling dari tempat tidur
"aaakkkkhhh..... BRUUKKK....."
***
tok tok tok
" Iki....sudah bangun belum ?"seruan dari balik pintu
"ini mbok Marni " ucap nya lagi
"iya mbok , sudah bangun ko " sahut Rifki
Rupanya mbok Marni yang datang ,mbok Marni adalah pembantu di rumah nya ,yang akan datang di pagi hari ,lalu pulang jika sudah petang
cklek
pintu kamar terbuka
"loh Iki kenapa tidur di bawah ?" tanya mbok Marni heran saat melihat anak majikan nya terlentang di bawah dengan selimut yang menggulung di tubuh nya
"semalam gerah banget mbok ,makanya tidur di bawah biar adem " sahut Rifki beralasan
"ya sudah sebaik nya kamu bangun ,mbok mau beres-beres kamar nya ,sarapan nya juga sudah siap " ucap mbok Marni
"ok, aku mandi dulu setelah itu sarapan " ucap Rifki sembari berlalu masuk ke kamar mandi
mbok Marni bekerja sudah lama di rumah itu , dan mbok Marni juga yang mengasuh Rifki saat Rifki masih balita ,jadi tak heran jika melihat kedekatan mereka yang tidak seperti pembantu dan anak majikan .
mbok Marni sudah seperti ibu ke dua bagi nya , ia menyayangi mbok Marni seperti ia menyayangi mama nya ,bok Marni juga tidak akan segan-segan menjewer ataupun memarahi Rifki jika Rifki melakukan kenakalan , dan Iki adalah panggilan sayang nya mbok Marni terhadap Rifki
"bagaimana kerjaan mu, apa ga repot harus ngurusin kafe juga ?" tanya mbok Marni saat kedua nya sudah duduk di meja makan
"kerjaan ku lancar saja ko, tak masalah jika harus mengurus kafe ,apalagi di kafe Iki ketemu cewek cantik "jawab nya
"kamu ini ,perempuan terus yang ada di fikiran mu ,mau sampai kapan kamu begini, gonta ganti pacar terus "keluh mbok Marni menatap Rifki
"hehe....nanti lah mbok jika sudah ada perempuan yang benar-benar aku cintai" ucap nya cengengesan
"alaaah....selalu itu alasan mu , ya sudah lah terserah kamu saja , asalkan jangan berbuat di luar batas " ucap mbok Marni selanjutnya nya
"hm...."Rifki mengangguk sembari mengunyah makanan nya
"ya sudah aku berangkat kalau begitu "ucap Rifki bangkit lalu meraih tangan mbok Marni menyalimi nya
Rifki pun berangkat menggunakan mobil nya
"heeeeehh...anak itu sudah semakin dewasa saja " ucap mbok Marni menatap kepergian Rifki
***
Sesampainya di kafe ,rupanya kafe nya sudah buka ,dan sudah ada beberapa pengunjung yang sudah menyantap makanan nya.
Matanya mengedar ke segala arah memperhatikan keadaan kafe nya ,ia terkesiap setelah pandangan nya mengarah ke pada Nuri yang tengah berjalan membawa nampan berisikan makanan dan minuman, tepat di belakang gadis itu ada sosok nenek yang pernah ia lihat di cctv.
Nenek itu seperti hendak mendorong Nuri ,namun ia juga melihat ada bayangan hitam berada dekat dengan gadis itu seperti tengah melindungi nya ,
"bayangan apa itu?".....
.
.
.
bersambung....
hai hai ...yuk mampir juga di cerita ku yang lain
di tunggu ya,
semoga suka...
πππ