
Dari mulai bab ini sudah masuk ke cerita halu ku ya , sudah tak ada sangkut paut nya dengan kisah nyata ku,sebenernya sih dari bab yang kemarin pun dunia halu semua , jadi di mulai dari bab ini dan seterusnya hanya cerita fiktif belaka
.
.
.
.
Ku gali tanah yang sedikit lembab dekat pembuangam sampah ,jijik memang tapi memang di situlah tempat yang paling mudah mendapat kan cacing berukuran kecil , dan setiap orang yang hendak memancing pasti mencari cacing nya di sini.
Setelah di rasa cukup ,aku pun segera bergegas menuju ke area sungai tempat dimana biasa nya aku memancing, unik memang ,aku itu perempuan tapi hobby nya memancing ,itu mungkin karena sedari kecil aku sering ikut ayah entah itu memancing,cari belut di malam hari bahkan aku juga sering ikut ke hutan hanya untuk mencari tanaman yang bagus buat di bikin bonsai, karena selain bekerja di kota ,ayah juga punya bisnis lain yaitu jual tanaman bonsai, hasil nya pun juga lumayan .
Aku duduk di batu besar yang terdapat di tengah sungai,mulai ku lemparkan kail pancing yang sudah lebih dulu ku beri cacing .
pluk.....
Sesuatu jatuh ke dalam air seperti sebuah batu yang di lempar , ku tengok kanan kiri namun tak ada siapa pun
pluk ....
Kembali ada yang melempar ke dalam air
tiba-tiba aku mencium bau wangi seperti wangi bunga melati, padahal tak ada tanaman bunga melati di sekitaran sungai.
Bagi sebagian orang mencium bau bunga melati di waktu-waktu tertentu merupakan hal yang horor dan mistis mereka sering kali merasa ketakutan jika mencium bau nya ,tapi tidak menurut ku, entah mengapa aku sangat menyukai wangi nya.
"baru jam setengah sepuluh"gumam ku melihat jam pada ponsel ku
Ku rasakan joran ku tertarik pertanda ikan nya tersangkut di kail pancing nya,kutarik joran nya rupanya memang aku mendapatkan ikan mujair yang lumayan besar ,namun ketika hendak ku ambil ikan nya ,tiba-tiba ikan nya terlepas dari kail nya dan
byuuuurrr....ikan nya masuk lagi dalam air.
Bertepatan dengan itu ada suara cekikikan di dekat ku ,namun setelah ku tengok suara nya mendadak hilang dan tidak ada siapa pun di sini ,keadaan menjadi sunyi kembali hanya ada suara air sungai dan cuitan burung Pipit yang terdengar.
"hey beraninya ya kau menertawakan ku" seru ku sambil kembali melempar kail pancing ku
saat tengah menunggu tiba-tiba
"WOY.....!!!!!"
"KUNTILANAK"
"ih kamu ya kebiasaan banget deh selalu bawa bawa kuntilanak " seru meta seraya ikut duduk di samping ku
"kamu nya juga sih ngapain ngagetin aku ,pake nakut nakutin lagi,ga mempan tahu" ucap ku
"siapa yang nakutin orang aku cuma bikin kamu terkejut doang" sergah nya
"oh ya,bukan kah kamu ya yang lemparin batu terus ngetawain aku pas ikan nya kabur " ucap ku menuduh nya
"engga tuh "sahut nya
"oh " ucap ku singkat
"Nuri..." panggil nya
"maafin aku ya "ucap nya meminta maaf
"untuk?" tanya ku
"karena aku sudah iri sama kamu, aku selalu gangguin hubungan kamu dan Haris , aku sudah"
"sudah lah tak perlu di bahas lagi , gak apa-apa ko ,kita itu berteman sudah sedari dulu ,jadi aku sudah tahu kamu" ucap ku
"iya maafin aku ya" ucap nya lagi
"hm...iya ,lagi pula sudah lah gak perlu bahas itu lagi ,semua nya sudah berakhir juga " lirih ku
"aku turut sedih ya , memang keterlaluan tuh si Haris ,awas saja ya akan ku beri dia pelajaran " ucap Meta menggebu
"sudah lah aku juga sudah ga apa-apa,lagian bukan salah nya juga,hanya saja takdir yang membuat kita begini " ucap ku seraya tersenyum
"tadinya sih sempet nge larang tapi setelah ku bujuk dan ku rayu akhirnya di bolehin deh " jawab ku
"eh sepertinya ikan nya nyangkut deh "seru ku seraya menarik joran pancing ku ,dan
"yeee.....akhirnya dapat juga"ucap ku senang
"kecil banget ikan nya " ucap Meta melihat ikan yang sedang ku lepas dari kail nya
"yang penting kan dapat"seru ku bangga
"syukuri saja apa yang ada dari pada mengharap kan yang besar tapi tak ada kan " ucap ku sembari kembali memasangkan umpan cacing pada kail pancing ku ,
"iya juga sih " ucap nya
Nah ini dia keunikan teman ku Meta ,seperti apa pun Meta menjauhi ku bahkan membenci ku tanpa sebab ,pada akhirnya dia akan baik sendiri tanpa harus aku yang repot menanyai dan meminta maaf pada nya.
.
.
Haris POV
Akhirnya aku bisa melarikan diri dari Della ,wanita yang sekarang sudah resmi menjadi istri ku , aku berhasil mengelabuhi nya dengan berpura-pura ingin ke kamar mandi,padahal aku ingin menghindari nya , aku merasa risih sekali ,kemana pun aku pergi dia selalu saja ngikutin aku ,dia juga tak pernah melepaskan tangan nya dari ku.
Aku keluar lewat pintu belakang , dan akhirnya aku bisa juga lolos dari nya ,aku tak tahu mau kemana ,namun aku teringat tentang tempat dimana waktu aku kecil aku sering di ajakin almarhum kakek ku ke sungai untuk menangkap ikan ,seperti nya pergi ke sana akan bisa menenangkan fikiran ku .
Sesampainya aku di sungai ,tak sengaja aku mendengar suara gelak tawa
ku ikuti arah suara nya dan hal tak terduga terlihat jelas di mata ku.
"apa itu Nuri? "tanyaku dalam hati
"dia terlihat semakin cantik dengan rambut seperti itu" tambah ku
"aku mencintai mu Nuri" batin ku hingga tak terasa bulir bening keluar dari mata ku
Ku seka dengan punggung tangan ku ,aku memperhatikan nya dari jauh,tak berani mendekat ,melihat dia tersenyum membuatku merasa tenang,namun setelah ku perhatikan dengan seksama rupanya ia hanya memaksakan diri untuk tersenyum , terlihat sekali saat Meta teman nya yang rese itu diam , wajah nya berubah sendu namun ketika Meta berucap ia kembali terlihat ceria .
Namun ada hal aneh yang ku tangkap oleh mata ku ,Nuri seakan tersenyum melihat ke atas dahan pohon besar lalu menengok ke arah ku dan sontak saja aku cepat-cepat bersembunyi , apa yang dia lihat? gumam ku
Aku mungkin bisa merasakan kehadiran makhluk astral namun aku tak dapat melihat nya,apa mungkin Nuri tersenyum pada makhluk tak kasat mata? batin ku bertanya tanya
Nuri juga terlihat berbeda dengan gadis-gadis yang lain , apa karena aku mencintai nya hingga aku tak bisa melihat gadis lain termasuk pada Della sekalipun yang jelas-jelas adalah istriku sendiri , ya istri, istri terpaksa.
Aku pun terus memperhatikan nya ,dia jago mancing juga berkali-kali aku lihat dia mendapatkan ikan , tak terasa aku memperhatikan nya hingga satu jam lama nya ,kini sudah masuk waktu dhuhur, terlihat Nuri dan Meta beranjak dari tempat nya ,aku pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu , aku tak kembali ke rumah nenek namun pergi ke masjid, lebih baik aku menghabiskan waktu ku di masjid saja sebelum acara tahlilan 40hari nya nenek di mulai.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung
tadinya aku mau bikin tamat, karena sudah tak ada lagi teror-teror tapi berhubung bab nya masih sedikit aku lanjut deh ,tapi nanti aku akan buat ada teror lagi,
mau mikir dulu aku nya
terima kasih buat yang sudah penasaran dengan cerita ku yang apalah apalah ini
semoga suka ya
ππππ