
"ayo mas aku sudah siap "
Nampak mas Rifki melihat ku tanpa berkedip ,ia melihat ku dari ujung kaki sampai kepalaku .
"mas.....helloow....mas Rifki" seru ku seraya melambaikan tanga ku di depan wajah nya
"cantik " ucap nya singkat
"hah "
" kau cantik sekali " puji nya
"ah mas ....jadi malu aku " ucap ku tersipu
"kau memang cantik Nuri" ucap nya lagi memuji ku
"iya iya aku cantik makanya mas Rifki cinta sama aku " ucap ku
"kamu salah " sergah nya
"aku cinta kamu bukan karena kecantikan mu ,tapi karena hati mu , kepolosan mu ,tingkah mu dan semua tentang mu ,itu yang membuat ku penasaran hingga jatuh cinta padamu " ucap mas Rifki lagi
"dasar gombal " ucap ku
"serius ....bukan gombal " ucap nya lagi
"iya iya deh , lalu kapan kita berangkat nya ,entar telat loh" ucap ku lagi
"baiklah kita berangkat "
Aku dan mas Rifki pun berjalan beriringan dengan aku yang menggandeng tangan mas Rifki.
"ya ampun kamu cantik sekali" ucap mama Dewi
"makasih ma" sahut ku
" kalian hati-hati , kamu harus jagain anak cantik nya mama ini ,jangan sampai tergores barang sedikit pun ,atau kau nanti mama hukum" mama Dewi nampak serius dengan ucapan nya
"di sini anak mama itu aku atau Nuri sih ma, mama seperti nya lebih menyayangi Nuri daripada aku " ucap mas Rifki manyun
"terserah mama lah mau lebih sayang siapa " sahut mama Dewi nampak cuek
"haaaah baiklah kita berdua berangkat" ucap mas Rifki
"assalamualaikum" ucap ku
"waalaikum salam"
"aku ikuuuuut....." seru Lasmi melayang-layang mengelilingi ku
"baiklah boleh tapi dengan syarat kamu jangan berulah di sana,jangan nampakin wujud mu pada siapa pun " ucap ku
"tenang saja ,aku hanya mau tahu ada hantu apa saja nanti di sana " ucap Lasmi
"jagain juga Nuri ,jangan sibuk sendiri saja " seru bang Popo yang sedang bertengger di tembok pagar
"ok , kau tenang saja " Lasmi nampak mengacungkan jempol nya pada bang Popo
Kami pun segera berangkat menuju lokasi ,dengan Lasmi yang duduk di kursi belakang
"mas ..."
"iya ,ada apa ?" tanya mas Rifki melirik sekilas padaku lalu melihat lagi ke depan
"nanti kalau ada yang bertanya latar belakang pendidikan ku ,bagaimana, aku kan hanya lulusan SMA " tanya ku lirih
Sungguh aku sangat mengkhawatirkan itu ,aku tidak mau membuat mas Rifki malu karena pendidikan ku yang tak tinggi , dan inilah alasan ku tidak pernah mau menghadiri acara seperti ini , aku sudah malas terus di bully, aku tak mau lagi merasakan itu , berpura-pura kuat dan cuek saat mendapat bullyan ,tapi tak dapat di pungkiri di dalam sini rasanya benar-benar hancur dan sakit .
"kamu jangan terlalu berfikir yang tidak-tidak, aku pastikan teman-teman ku akan bersikap baik padamu , dan akan aku pastikan tidak akan ada yang bertanya tentang itu, kalau pun ada aku yang akan menjawab pertanyaan mereka ,jangan khawatir ok " ucap mas Rifki seraya mengusap kepalaku yang terbungkus jilbab
"ehm...ok " sahut ku mengangguk
"duuuh kalian bikin aku baper tahu " ucap Lasmi tiba-tiba
"idih dapet darimana tuh kata baper , gaya loe Kunti ,kekinian " celetuk mas Rifki melirik pada kaca spion yang menggantung di atas nya
"iya lah ,meskipun aku sudah metong sangat amat lama , aku juga harus tetap update ,mengikuti perkembangan zaman " sahut nya
Aku pun hanya tersenyum saja melirik pada nya lewat kaca spion di atas ku
......................
Hingga mobil pun berhenti di parkiran sebuah Sekolah Menengah Atas.
Bangunan sekolahnya cukup luas , dan bertingkat ,terang saja karena ternyata sekolah SMA ini merupakan sekolah elite dan tak sembarang orang bisa menyekolahkan anak nya di sini , muridnya juga katanya terkenal pintar-pintar, meskipun ada dari kalangan biasa itu karena jalur beasiswa, itu kata mas Rifki saat kita di jalan tadi .
Bertambah minder saja lah aku , hingga kaki ini serasa sulit sekali untuk melangkah .
"ayo, kenapa malah diam " tanya mas Rifki
"aku gugup mas , sekolah nya bagus " ucap ku
"udah sih , Pe De saja , rileks ,santai kaya di pantai , aku juga biasa-biasa saja " ucap Lasmi
"ya iya lah ,kamu tidak bisa dilihat orang ko" sahut ku
"benar kata nya , kamu rileks saja ...yuk masuk lihat sudah ada yang menyambut kita di sana " tunjuk mas Rifki pada beberapa orang yang berdiri tak jauh dari kami
Dengan menghela nafas,aku mulai melangkahkan kaki ku beriringan dengan mas Rifki, dengan mas Rifki yang tak pernah melepaskan genggaman tangan nya pada ku .
Sedangkan Lasmi ,kuntilanak itu sudah pergi entah kemana.
"selamat pagi ...." sapa para penyambut tamu itu
"pagi..." sahut mas Rifki dingin
Mas Rifki kemudian mengisi daftar nama yang sudah di sediakan di atas meja .
"mari mbak " sahut mereka
Saat aku dan mas Rifki menginjakan kaki ku memasuki ruangan aula yang luas nya dua kali lebih luas dari aula sekolah ku di kampung, semua mata tertuju pada kami , membuat ku semakin grogi .
"hey....itu si Rifki kan ,wah tambah ganteng saja ya dia ,tapi dia datang bersama siapa ,cantik juga " ucap salah satu yang di sana
"yuk kita duduk di sana " ajak mas Rifki pada sebuah bangku kosong di bagian pojok ruangan
Mata mereka seakan tak mau lepas dari kami , mereka tak hentinya memperhatikan ku juga mas Rifki, tapi seperti nya aku salah ,bukan aku yang jadi pusat perhatian mereka ,melainkan mas Rifki .
"Hay ....lama tak jumpa ya, bagaimana kabar mu ,dan wah kau datang bersama siapa ini ,kalian terlihat serasi " ucap seorang wanita menyapa mas Rifki
"kabarku baik , perkenalan ini Nuri ,istri ku ,Nuri ini Ayu teman satu kelas ku dulu "mas Rifki memperkenalkan kami
"waaah kau sudah menikah rupanya ,tapi kenapa kamu tak mengundang ku ?" tanya nya
"kapan kalian menikah ?" tanya nya lagi
"sudah hampir sembilan bulanan ya sayang , dan sekarang istriku sedang mengandung " ucap mas Rifki dan aku pun mengangguk
"wah selamat kalau begitu ,aku turut senang, oh iya aku ke sana dulu ya ,kalian nikmati saja pesta nya " ucap Ayu, lalu ia pergi meninggalkan kami
"woooy bro......kau datang juga rupanya ,kirain gak datang ,kita coba hubungin nomor ponsel mu ,tapi sibuk terus " seru Tito menghampiri kami bersama ,Rudi ,Eko, Seno ,Bobi ,dan ....Haris .
"tentu saja datang" sahut mas Rifki
"bagaimana kabar mu Nuri ,makin cantik saja " celetuk Bobi
"kabarku baik " sahut ku
"calon ponakan ku juga baik-baik saja kan ?" tanya Seno hendak menyentuh perut ku ,namun segera di tepis mas Rifki
"jangan coba-coba nyentuh Nuri ya " sergah mas Rifki
"pelit amat , aku bukan nya mau nyentuh istri mu ,tapi calon ponakan ku tahu" seru Seno membela diri
"ya sama saja ,itu arti nya kamu nyentuh istri ku , kan anak ku juga masih dalam perut nya " ucap mas Rifki sedikit kesal
"iya deh ....iya maaf ,reflek tangan ku " ucap Seno meminta maaf
"ngeles aja " gumam mas Rifki
"posesif amat kamu " timpal Rudi
"bukan posesif tapi aku berusaha menjaga nya , karena aku sudah janji untuk selalu menjaga dan melindungi nya " ucap mas Rifki
"iya iya terserah apa katamu lah " Eko nampak menghela nafas nya
"kau haus ...? aku ambilkan minum dulu ya..tuh di sana " tunjuk mas Rifki pada minuman yang berjajar di sisi kanan panggung
"ehm ...iya " sahut ku
"tolong jaga istriku baik-baik" ucao mas Rifki menatap teman -teman nya
"wokeh ,....tenang saja " sahut Bobi
Sepertinya akan ada pementasan musik ,terlihat beberapa alat musik sudah berada di sana ,juga beberapa orang yang sudah standby di atas panggung.
Saat aku tengah memperhatikan ke arah panggung , tiba-tiba saja aku di kejutkan dengan kedatangan seorang wanita yang nampak tak asing bagi ku, ia datang dengan raut wajah marah ,tatapan nya yang seolah ingin menerkam ku , dia ....
"wah ... wah ... wah ....lihat siapa ini , kenapa kau berada di sini ,dengan siapa kau datang ?" ucap nya sambil berdecak
"jadi ini alasan mu tak mau menerima ku lagi , gara-gara pelakor ini " ucap nya menatap Haris
"apa yang kamu katakan Della " sergah Haris
ya wanita itu Della , wanita yang menghancurkan hubungan ku dengan Haris, tidak ....bukan Della ,tapi aku , aku yang juga bersalah ,seandainya aku tak hadir di hidup Haris waktu itu ,andai saja aku tak menerima cinta nya dulu ,mungkin ini semua tak akan terjadi .
"aku mengatakan yang sebenarnya ko, dia pe la kor " ucap nya mengeja kata pelakor pada ku
"jaga ucapan kamu ya ,dia tidak seperti itu " bentak Haris membelaku
Musik yang baru saja dimainkan tiba-tiba berhenti saat mendengar keributan dari arah kami , dan kini seluruh orang yang berada di dalam aula menjadi penonton atas kegaduhan yang terjadi .
"terus ....terus saja kamu belain dia ,kamu masih cinta kan sama dia ,aku tahu kamu nikah sama aku karena terpaksa ,tapi apa tidak ada sedikit pun cinta di hati mu untuk ku ,ingat Haris aku sudah memberimu anak ,harus nya kamu tidak bersikap seperti ini padaku " ucap nya lagi dengan nada tinggi
"terus dimana kamu saat aku membutuh kan mu ,dimana kamu saat anak kita butuh kasih sayang mu , apa pernah sedikit saja kamu perduli pada anak mu ,dia masih kecil saat kamu tinggalkan , dia masih butuh asi mu ,tapi apa ,kamu begitu egois nya meninggalkan anak mu demi cita-cita mu itu " Haris nampak kesal pada nya
"tunggu ....seperti nya kau sedang hamil " ucap nya mengabaikan Haris yang tengah berbicara
"kalian ternyata ....
prok prok prok
"hebat ya kalian berdua,berani nya kau menikahi nya di belakang ku " Della menatap tajam padaku dan Haris bergantian
"kamu salah faham Della " seru ku
"halaaaahh.....salah faham apa nya ,sudah jelas-jelas ini bukti nya" ucap nya seraya menunjuk perut ku
" aku benar-benar membencimu " tiba-tiba saja Della mendorong ku ,namun seseorang berhasil menangkap ku hingga aku tak jatuh ke lantai
.
.
.
.
.
bersambung