Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
S2 menjadi sangat manja


Hari yang cerah mengawali aktivitas pagi nya seorang Nuri yang dengan semangat nya menyiapkan sarapan pagi dari mulai terbit nya matahari .


Meskipun dengan langkah sedikit tertatih tak membuat nya merasa terganggu , satu jam setengah ia berkutat di dapur , ia tak ingin siapa pun membantu nya , termasuk mbok Marni juga tidak di perbolehkan untuk membantu , sedangkan ibu dan mertua nya hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah Nuri , dalam hati mereka sangat senang melihat Nuri sesemangat ini , tak seperti hari-hari kemarin ,mereka juga sangat bersyukur karena anak dan menantu nya dapat berkumpul kembali bersama mereka .


Tangis haru pun kini menyelimuti mereka , dalam diam para besan itu menitikan air mata nya .


"sudahlah ,biarkan Nuri ,lebih baik kita bersihkan diri kita saja " ucap Maryam terkekeh


"baiklah " Dewi pun berjalan ke arah kamar nya di lantai dua sedangkan besan nya di lantai bawah


"akhirnya selesai , mbok aku ke atas dulu ya , mau mandi dulu " pamit Nuri setelah ia selesai menyusun hasil masakan nya di atas meja makan


"iya " sahut mbok Marni


ia masih belum percaya jika Rifki nya kini hidup kembali , karena ia belum melihat dengan mata kepala nya sendiri.


Berita hidup nya Rifki kini sudah menyebar dan heboh di kalangan masyarakat ,bahkan media online pun turut memberitakan nya meskipun hari masih pagi ,bahkan para karyawan kantor juga kafe pun turut memperbincangkan nya , mereka turut bahagia mendengar keajaiban itu , terutama para sahabat nya , dan mereka berniat siang ini mereka akan datang untuk melihat sendiri keadaan Rifki.


................................


Di kamar


Nuri melangkah perlahan menuju boks bayi, dilihat nya Gibran masih terlelap dengan masih di selimuti baju nya Rifki .


Nuri beralih pada tempat tidur , ditatap nya wajah tampan yang berhasil memporak-porandakan hati nya beberapa hari lalu


cup


satu kecupan Nuri berikan pada kening Rifki


"terima kasih sudah kembali untuk ku juga Gibran , aku bahagia " Nuri menyentuh pipi yang masih memejamkan mata nya


"aku tidak mungkin meninggalkan mu sayang " ucap Rifki dengan mata masih tertutup


"mas ,sudah bangun ?" tanya Nuri


"hm...sudah dari tadi ,hanya saja aku malas untuk bangun ,badan ku masih terasa lemas " ucap nya


"ya sudah ,kalau gitu mas istirahat saja dulu ,aku mau mandi dulu,nanti setelah itu kita sarapan , aku sudah masakin semua makanan yang kamu suka " Nuri hendak beranjak namun di tahan oleh Rifki


"ada apa ?" tanya Nuri


"cium aku di sini" pinta Rifki menujuk pipi nya


cup


"satu lagi ,nanti yang sebelahnya ngiri "


cup


"ini " tunjuk nya di kening


cup


"ini juga " tambah nya di bibir


"ih ko nambah terus " Nuri mengeluh


"cium disini atau kamu gak boleh mandi " paksa Rifki


"baiklah "


cup


Nuri mengecup bibir suami nya ,namun Rifki malah menarik tengkuk nya dan malah memperdalam ciuman nya , ia menyesap bibir atas dan bawah Nuri secara bergantian ,dan Nuri pun nampak menikmati nya dan membalas setiap ciuman nya.


"uummhh....mas udah ah , aku mau ke kamar mandi " Nuri menarik diri nya dari Rifki saat ia merasakan tangan Rifki sudah menggerayangi nya


"ah iya mas bagaimana caranya mas bisa keluar dari kuburan ?" tanya Nuri mengalihkan perhatian


"hm....itu....nanti deh aku ceritakan ,sana kamu mandi dulu,atau kamu mau kita melanjutkan nya lagi, mumpung Gibran belum bangun " bisik nya


"mas lupa ya aku kan masih nifas " ucap Nuri


"aku tahu , tapi kan bisa dengan cara lain , tolong lah bantu suami mu ini , lihatlah si Otong sudah bangun ,kamu harus tanggung jawab " ucap Rifki membuat Nuri bertanya


"si Otong ? siapa dia ?"tanya nya


"tuh yang di bawah "tunjuk Rifki pada tubuh bagian bawah nya


"iiih apa sih " Nuri mendadak gugup


"hehehe....aku becanda sayang , jangan gugup begitu , sini peluk dulu " Rifki merentangkan kedua tangannya


mendadak Nuri jadi sangat gugup dan malu namun Nuri tetap menuruti nya , ia memeluk Rifki dengan sangat erat seakan tak ingin di lepas.


" sudah ah ,kapan aku mandi nya ,malu tahu sama Gibran " Nuri melepas diri dari pelukan nya


"gak masalah ,Gibran kan masih tidur ,kalau pun bangun juga gak akan mengerti "


"ih mas ih ,udah ah ,aku mau mandi " Nuri berlari ke kamar mandi ,nampak Rifki terkekeh melihat istrinya yang ngacir ke kamar mandi


"aku begitu mencintaimu sayang , jadi mana mungkin aku akan pergi begitu saja , aku tidak rela jika aku tiada kamu menikah lagi, apalagi masa lalu mu selalu barada dekat dengan mu,dan aku tau dia masih menyimpan perasaan nya pada mu " lirih nya menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup


Setelah selesai mandi ,Nuri bergegas memandikan Gibran yang kebetulan sudah terbangun saat ia keluar dari kamar mandi.


Selesai memandikan Gibran , Nuri beralih pada Rifki , meskipun Rifki sudah melarang nya untuk tak mengurusi nya karena merasa kasihan tak ingin Nuri kelelahan , namun Nuri tetap bersikukuh untuk mengurusi nya ,mulai dari mandi nya ,pakaian nya ,dan apapun yang menjadi kebutuhan Rifki Nuri yang lakukan.


Keduanya pun turun ,dengan langkah pelan Rifki di bantu Maman ,mertua nya untuk berjalan , apalagi saat menuruni tangga .Karena semalam Rifki meminta untuk tidur di kamar nya di atas.


"Iki.....ya Tuhan anak ku " mbok Marni menghambur memeluk Rifki yang sudah ia anggap anak sendiri


"ini benar-benar kamu Iki ?" tanya mbok Marni seraya menyentuh wajah Rifki


"terima kasih kamu sudah kembali lagi , ya sudah ayo duduklah , makan yang banyak , Nuri sudah masak banyak pagi ini" mbok Marni meletakan banyak lauk di piring Rifki ,mulai dari udang goreng tepung , tumis kangkung , telur rebus yang sudah di kupas , capcai , sup jamur tiram, bahkan gurame asam manis pun kini mendarat cantik di piring nya .


"ya ampun mbok itu banyak sekali " ucap Ifel dan Nuri hampir berbarengan


"iya mbok aku mana habis makan segini banyak nya " sahut Rifki


"biar kamu cepet punya tenaga lagi ,gak lemes kaya gitu " sahut mbok Marni


"heemmm.....ya sudah sini Gibran sama mama aja, kamu makan lah " Dewi meminta Gibran pada Nuri


"tapi mama kan belum sarapan " ucap Nuri


"gak apa-apa ,nanti kita gantian mama juga belum terlalu lapar " Dewi meraih Gibran


"ya ampun....cucu nenek yang ganteng ini bangun rupanya , yuk kita main yuk , biarkan mama dan papa mu makan dulu ya sayang "


Dewi pun membawa Gibran ke belakang rumah nya, namun tiba-tiba Rifki terkesiap saat melihat sosok nenek yang mengikuti Dewi dari belakang.


"astaghfirullah........"


"ada apa mas " Nuri menyentuh tangan Rifki yang terus saja melihat pada punggung mama nya


"sayang ....itu...." tunjuk nya


Semua yang di berada di sana juga mengikuti arah telunjuk Rifki ,namun mereka tak melihat apapun ,tapi cukup membuat mereka bergidik .


"tenang saja mas ,dia baik ,dia yang menolong Gibran kita pada saat Gibran terlempar " sahut Nuri


"benarkah " tanya Rifki seolah tak percaya


"ehm...nama nya Wewe " bisik Nuri


"kakak Nuri .........ibu......ayah....." teriak suara anak kecil dari arah luar


"Dede.....ya ampun....maaf ya ibu belum menjemput mu ,kamu tak merepotkan nenek Mina kan ?" tanya Maryam pada anak usia 7 tahun itu ,Ifel pun menggeleng dan menengok pada Rifki


"ko aku gak di panggil juga " seru Ifel menatap tajam Febry


"males " jawab nya


"hahaha......" semua nya tergelak karena jawaban singkat anak kecil itu


Ifel yang memasang wajah cemberut pun tiba-tiba menundukan pandangan nya saat Rifki melihat ke arah nya , jujur ia merasa takut melihat Rifki.


"kakak sudah pulang ?" tanya Febry menatap Rifki


"sudah dong , mana bisa kakak pergi meninggalkan kalian , ayo sini kita sarapan " ajak Rifki


"Dede sudah makan tadi di rumah nenek Mina" tolak nya


"terus kamu kesini sama siapa ?" tanya Maman


"sama kakak Haris dan nenek Mina ,Riswan juga " sahut nya polos


"sayang aku udah selesai ,bantu aku ke kamar ya ,aku mau istirahat " ucap Rifki meminta untuk kembali ke kamar


"baiklah " Nuri pun beranjak untuk memapah suami nya ke lantai atas dimana kamarnya berada, entah kenapa perasaan Rifki mendadak tidak enak saat mendengar nama Haris


"Bu ,ayah kami ke kamar ya " pamit Nuri


"iya , hati-hati" sahut Maman


tak berselang lama Haris beserta ibu nya pun datang dengan membawa Riswan di gendongan nya , anak usia satu setengah tahun itu mengedarkan mata nya ,mencari seseorang.


"pa, mana mama uli sama papa ifki ?" tanya ya dengan mada cadel nya


"mereka tengah istirahat nak , jangan ganggu dulu mereka ya ,kasihan" ucap Mina , Haris dan Mina sudah tahu tentang Rifki yang kembali bangkit dari kubur ,karena memang berita nya yang langsung menyebar begitu saja ,mereka pun sempat bertanya untuk memastikan kebenaran nya dan ternyata memang lah benar.


Sementara itu di kamar nya , Rifki yang entah mengapa malah menjadi sangat manja pada Nuri , ia sama sekali tidak ingin di tinggal walau hanya ke kamar mandi , mau nya nempel terus .


"mas... kamu kenapa sih ko jadi aneh begini ?" tanya Nuri yang sedari tadi terus dipeluk nya


"aku gak tahu ,pokok nya aku mau begini aja , aku gak mau jauh lagi dari mu " sahut nya yang membenam kan wajah nya pada dada Nuri yang terasa sangat empuk saat ini


"hemmm...nyaman sekali " gumam nya dengan menggelengkan kepalanya di sela-sela kedua bukit kembar Nuri


"mas ....geli tahu ..." Nuri terkekeh


"ah iya mas ,coba ceritakan bagaimana cara nya mas keluar dari kubur ?" tanya Nuri


"baiklah akan aku ceritakan ,tapi .... nanti saja di episode berikut nya ,kalau aku ceritakan sekarang terlalu kepanjangan "


"hem....baiklah terserah mas Rifki aja , sekarang ayo cepat tidur katanya mau istirahat kan ,dokter juga sebentar lagi pasti datang untuk memeriksa mu " perintah Nuri dan Rifki pun langsung berbaring ,tanpa melepas pelukan nya


"tapi janji jika aku tidur kamu jangan kemana-mana" ucap Rifki memohon


"haaahh....astaga iya ...iya ...kenapa kamu jadi begini "


.


.


.


.


.


bersambung