
Sungguh aku merasa sangat senang sekali setelah kemarin dokter mengatakan bahwa ibu sudah benar-benar sembuh.
Kini aku dan keluarga ku akan mengadakan pengajian syukuran kesembuhan ibu ,di bantu Mak Entin dan beberapa tetangga yang lain menyiapkan makanan.
Di sela-sela kesibukan ku ponsel ku berbunyi ,dan ku lihat Haris menghungi ku tak berlama lama aku mengangkat panggilan nya
"hallo, assalammualaikum..."ucapku menjawab telpon nya
"................"tak ada sahutan
"hallo,Haris....?"
"................"masih tak ada yang menyahut
"hallo Ris,Haris hallo ...."
ku lihat layar ponselku masih tersambung tapi tak ada suara sahutan dari nya
"ha...Tut Tut Tut...."
" sudah terputus "gumam ku
Entah kenapa perasaan ku menjadi tidak enak,entah lah seperti ada rasa sakit,sesak ,cemas ,semuanya campur aduk .
"kamu kenapa Nur?"tegur ibu
"ga apa-apa ko Bu mungkin hanya kecapean " dalihku
"ya sudah kamu istirahat dulu sana"suruh ibu padaku , aku pun pergi ke kamarku untuk beristirahat sejenak
"Nuri bangun itu ibu-ibu pengajian sudah pada datang , acara sebentar lagi di mulai" ucap ibu membangun kan ku
"ah maaf Bu Nuri ketiduran "ucap ku sambil menguap
"iya sana kamu mandi dulu "perintah ibu
Aku pun membawa baju gamis beserta kerudung nya ke kamar mandi.
Setelah aku selesai dengan ritual mandi ku acara pengajian nya di mulai dengan di pimpin kyai Abdul sebagai pembaca doa , rupanya paman yang mengundang beliau.
Acaranya berlangsung khidmat hingga akhirnya pengajian nya telah selesai tepat sebelum adzan Maghrib berkumandang.
Kini rumah telah sepi ,pak kyai Abdul pun sudah pulang setelah melaksanakan shalat Maghrib berjamaah di rumah ku.
Tiba-tiba aku merasa d*d* ku berdenyut dan merasa seperti berada di ketinggian ,entahlah ada apa dengan ku ,perasaan ku jadi kalut hingga aku di kaget kan dengan pisang goreng yang jatuh tepat mengenai wajahku
"aduh...."ucapku terkejut
"bengong mulu tuh pisang goreng nya habis"
seru Ifel mengerjai ku
"ko di habisin sih "keluhku
"siapa suruh bengong terus kirain nonton tv tadi ,tuh sudah di sisain satu " ucap nya
menunjuk pada pisang goreng yang berada di tangan ku.
"di sisain sih di sisain tapi jangan di lempar juga "kesal ku sambil ku makan pisang goreng nya
"huaaa.....Bu pisang goreng nya di habisin sama kak Nur " jerit Febry sambil menangis
"loh ko kakak sih tuh kak Ifel yang ngabisin ,kak Nuri cuma makan satu ini ko" ucapku membela diri
"haaaahhh....Ifel Ifel kebiasaan kamu ini ya, main habisin aja , gak inget yang lain"keluh ayah menghela nafas panjang nya.
"ya sudah Dede sama ayah saja yu,kita beli martabak mau gak?" tawar ayah yang langsung membuat Febry menghentikan tangisan nya
"kak Ifel nanti minta ya de" seru Ifel
"gak boleh perut mu sudah penuh dengan pisang goreng"ucap Febry meniru gaya bicara ku saat berbicara dengan Ifel
"lah tuh bocah "Ifel tergelak
"Nuri ngantuk Nuri ke kamar ya Bu" ucap ku
dan ibu hanya mengangguk
Setelah berada di kamar aku meraih ponsel pemberian Haris , ternyata ada sebuah pesan masuk dari satu jam yang lalu,
ku buka pesan nya dan mulai ku baca.
"assalammualaikum, Nuri ,bagaimana hari mu hari ini , maaf sebelum nya ,jika aku menyakitimu,besok aku akan menemuimu ,kita harus bicara ,ada yang ingin aku bicarakan ,kita bertemu saja di tempat aku menyatakan perasaan ku pada mu ,kita bertemu di sana jam satu siang kutunggu kedatangan mu , wassalam" isi pesan nya
"apa maksud nya ,kenapa dia minta maaf,kenapa juga dia minta bertemu disana , kenapa ga jemput saja sih ,apa yang ingin dia bicarakan ?" batin ku bertanya tanya
Aku pun lantas tertidur ,namun baru beberapa menit aku tertidur aku mengerjapkan mataku karena merasa silau , kulihat sekeliling ku terdapat banyak tanaman bunga ,berbagai macam bentuk dan jenis nya semuanya tertanam dengan rapih dan enak di pandang , udara nya sejuk meskipun panas terik di tambah aroma bunga yang tertiup angin mengenai Indra penciuman ku mampu menenangkan fikiran ku .
"tempat apa ini,kenapa aku ada di sini ?"gumam ku
Ku edarkan pandanganku keseluruh tempat ini,mataku terhenti pada sebuah bunga berwarna putih ,entah lah bunga apa itu,karena aku baru pertama melihat nya.
Ku dekati dan ku petik ,aroma nya sangat harum ,ku hirup dalam-dalam aroma nya , namun tiba-tiba saja seberkas cahaya hijau berpendar di depan ku dan menampakan seorang pria perawakan tinggi ,dada bidang terlihat gagah , ia mengenakan pakaian seperti pakaian kerajaan-kerajaan tempo dulu ,wajah nya yang tampan dengan alis tegas ,mata nya yang agak sipit ,serta bibir kemerahan ,ia tersenyum menatap ku ada lesung pipi di pipi kirinya saat ia tersenyum hangat pada ku
"siapa kamu?" tanya ku
Tanpa menjawab pria itu malah menarik ku dalam pelukan nya ,ia mendekap ku ,entah lah kenapa rasanya sangat nyaman sekali berbeda rasanya saat Haris memeluk ku waktu itu .
Aku terbangun saat mendengar adzan subuh berkumandang
"hanya mimpi " gumam ku
Tak ku fikirkan masalah mimpi tadi ,aku segera bergegas membersihkan diri ,mengambil air wudhu dan menunaikan shalat subuh.
Waktu pun bejalan dengan cepat ,kini aku tengah berada di tempat dimana dulu Haris pernah mengatakan perasaan nya pada ku , ku minta tukang ojek yang tadi mengantarku untuk kembali karena aku berfikir nanti pulang nya akan bersama dengan Haris.
Tak berselang lama datanglah sebuah mobil Avanza hitam ,mobil itu berhenti tak jauh dari tempat ku berdiri.
Cukup lama orang nya keluar dari dalam mobil nya ,ku langkah kan kaki ku ke saung yang tak jauh dari sini , baru saja aku duduk seseorang menghampiri ku , aku tersenyum melihat nya namun aku di buat bingung atas sikap nya ,biasa nya ia selalu tersenyum hangat kepadaku tapi kali ini ia hanya menampilkan senyum biasa dengan raut wajah sedikit murung ,ia nampak sedih namun aku tak bisa menebak-nebak ada apa dengan nya.
"maaf ya sudah membuat mu menunggu " ucap nya
"enggak ko aku juga baru sampai " ucap ku
"sini duduk ,pegel tahu berdiri terus ,ada apa sih tumben ngajakin ketemu disini ,biasa nya juga kamu yang ke rumah"tanya ku sedikit bergeser dari duduk ku
"heeeh....."ia menghela nafas nya
"sebelum nya aku minta maaf pada mu " ucap nya
"maaf untuk apa?"tanya ku bingung
"sebenarnya aku tak ingin melakukan ini , aku tak mau menyakiti mu,aku menyayangimu Nur, aku juga mencintaimu?" ucap nya membuat ku mengkerut kan kening ku
"sebenarnya ada apa sih kamu kenapa ?" tanya ku bingung
"aku kemarin a aku kemarin"...ucap nya bicara tak jelas
"kamu kemarin kenapa , bicara pelan-pelan ,ada apa ?" tanya ku sambil meraih tangan
nya ,namun ia malah memeluk ku , ku rasakan tubuh nya bergetar dan terdengar isakan dari nya,apa dia menangis ' batinku
Ku usapkan tangan ku pada punggung nya sambil berkata
"apa kamu ada masalah ?" tanya ku pelan
"maafkan aku Nur ,maafkan aku ,aku sebenarnya tak ingin melakukan ini , tapi aku terpaksa melakukan nya ,aku terpaksa " ucapnya sambil terisak
"ada apa ?" tanya ku lagi
"kemarin aku ........menikah " ucap ya setelah menjeda kalimat nya
Bagai tersambar petir di siang bolong ,aku tersentak melepaskan diri dari pelukannya
"tidak mungkin" batin ku menjerit
ku gelengkan kepalaku
"kau bercanda kan,ini tak benar kan?" tanyaku dengan suara bergetar
"maafkan aku,aku terpaksa"ucap nya menunduk penuh sesal
"tapi kenapa,apa salah ku?" tanyaku ,dan air mataku lolos begitu saja
"kamu tidak salah ,akulah yang salah ,maafkan aku "ucap nya
"maksud mu apa ?" tanyaku
"a aku aku tak sengaja tidur denganya ,aku mabuk,aku memang dijodohkan oleh orangtua ku terutama papa ku dengan nya tapi aku menolak aku hanya mencinta mu ,tapi malam itu aku benar-benar tidak sengaja melakukan itu dengan nya ,maafkan aku Nuri ,maafkan aku " tuturnya
Perempuan mana yang tak akan sakit mendapati kenyataan kekasih nya menikah dengan perempuan lain , sungguh hatiku benar-benar terasa hancur ,sakit dan sesak, aku menangis tersedu di hadapan nya ,ketika ia hendak memelukku lagi aku menolak nya ,aku berdiri menatap nya kosong.
"terima kasih telah memberikan ku kebahagiaan ,harapan sekaligus rasa sakit yang entah akan sampai kapan sembuh nya, terima kasih "ucapku lirih
Ku lihat sekilas pada mobil Avanza hitam tadi, rupanya itu mobil nya Haris karena melihat dari plat nomor kendaraan nya menunjukan kota asal nya
didalam nya ada seseorang,dan bisa di pastikan itu adalah istrinya Haris
"kamu kesini bersama nya ,istrimu ?" tanya ku menatap kosong ke depan ,rasa nya berat sekali menyebut kata istri
"aku ingin bertemu dengan nya , boleh kan?" ucapku
"u untuk apa?"tanya nya tergugu
"aku hanya ingin bicara padanya ,antara sesama wanita,kau tenang saja aku tidak akan apa-apakan dia ,biasakan ?" pinta ku
Haris pun pergi ke arah mobil nya ,terlihat ia bicara pada orang yang berada di dalam mobil nya itu , tak lama kemudian haris pun datang bersama seorang perempuan cantik ,di samping nya.
Aku paksakan tersenyum melihatnya meskipun hatiku begitu hancur ,tapi aku harus kuat.
.
.
.
.
.
bersambung