Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 47


Aku terus memperhatikan makhluk astral di depan ku , badan nya tinggi besar,banyak di tumbuhi bulu lebat hitam ,matanya merah melotot padaku .


Mungkinkah ini yang di sebut genderuwo itu?


tatapan nya tajam ,makhluk itu tertawa ,dan suara tawa nya itu mampu membuat bulu kuduk ku berdiri , ingin rasanya aku lari ,namun entah mengapa kakiku rasanya susah di gerakan ,aku hanya bisa diam terpaku dengan nafas yang tertahan ,


detak jantungku berdetak kencang ,aku tak tahu harus bagaimana .


Dalam hati aku berdoa ,meminta pada Allah agar genderuwo itu segera pergi,namun hal tak di sangka terjadi


"hahaha....kau bisa melihat ku wahai anak manusia?" genderuwo itu bertanya pada ku


"i i iya..."jawabku terbata sambil mengangguk kan kepalaku


"hahaha.....jangan takut aku ini bukan genderuwo jahat yang selalu menyesatkan manusia ,aku datang karena mencium bau daging segar disini "ucapnya melihat pada kantong kresek yang berisi daging babi itu


"jika boleh,aku akan membawa nya ke rumahku ,anak-anak ku ,mereka sedang mengingin kan daging soal nya " ucap nya meminta daging babi itu


"hah...." aku melongo di buat nya ,ada ya genderuwo meminta izin mau ambil daging nya ,kan bisa saja di ambil tanpa harus meminta dulu ' gumamku


"hahaha....kau jangan terkejut ,aku akan meminta izin pada manusia yang bisa melihat ku ,namun jika tidak ada yang bisa melihat ku maka aku akan ambil sendiri ,


jadi bagaimana boleh aku membawa nya ?" tanya nya lagi


"i iya " jawabku sambil menganggukan lagi kepalaku


Genderuwo itu pun akhirnya membawa bungkusan daging babi itu ,sebelum di pergi menghilang dia berkata


"nama ku Wowo, jika kau sedang dalam ke susahan panggil saja nama ku ,maka dalam sekejap aku akan datang membantu " ucap nya


"tapi aku tidak mau menyekutukan Tuhan ku " ucap ku lantang


"aku tidak meminta mu untuk menyembah ku , aku hanya ingin membantu mu ,anggap saja aku adalah perantara dari Tuhan mu itu, baiklah saya pamit....daaaah" ucap nya langsung menghilang


"hah, amazing...." gumamku syok atas apa yang kualami barusan , di saat aku yang masih terdiam berdiri ,tiba-tiba aku di kejutkan dengan tepukan di pundak ku.


"Nuri ,kamu kenapa?" seru ayah menepuk pundak ku


"KUNTILANAK "pekik ku kaget hingga aku terduduk


"jadi ada kuntilnak di sini?" tanya ayah memelankan suara nya


"e eh bukan , bukan kuntilanak tapi..." ucapan ku terpotong karena tiba-tiba bang Parjo menyela ucapan ku


"lah kemana kantong kresek daging babi nya?terus tadi kamu kenapa tadi hanya diam terpaku melihat ke satu titik ?" tanya bang Parjo membuat ku kesusahan menjawab


"aah ...i itu...emmm....duh gimana jelasin nya ya" lirih ku sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal


"ada apa sih nur?"tanya ayah kemudian


"tadi.... tadi..... tadi ada makhluk tak kasat mata yang ambil daging babi nya " akhirnya aku bisa mengatakan nya


"hah yang bener kamu , makhluk seperti apa ?" tanya bang Parjo


"bilang saja tidak tahu" sebuah suara terngiang di telinga ku ,aku pun celingukan ke sana kemari mencari sumber suara nya


"jangan mencariku karena aku tak ada di situ ,hanya suara ku saja yang bisa kau dengar ,orang lain tidak bisa " ucap nya lagi


Aku pun spontan mengangguk membuat ayah juga bang Parjo keheranan melihat ku


"kamu kenapa mengangguk nur?" tanya ayah


"eh enggak ko ,ga apa-apa" jawab ku sedikit gugup


"ayah ,bang Parjo,maaf ya Nuri permisi dulu,sudah malam ,besok kerja takut kesiangan " dalih ku tak ingin menjawab pertanyaan mereka


Aku pun langsung berlalu meninggalkan mereka berdua , terlihat ayah juga bang Parjo saling lirik dan tak lama mereka pun lari dan masuk ke kamar masing-masing.


"hah hah ... Nur,kamu serius dengan yang kamu ucap kan tadi ?" tanya ayah setelah masuk ke kamar dan menutup pintu nya


"enggak ko ayah ,Nuri hanya becanda ,kantong kresek nya di bawa kabur sama anjing ko"sahut ku berbohong


"hahhh.... ayah fikir beneran di gondol hantu" ucap ayah


"Nuri kenapa kamu menyamakan ku dengan anjing ?" seru Wowo terdengar tak terima


aku pun hanya terkikik geli sambil mengucap maaf dalam hati


"maaf "


malam sudah menunjukan pukul 23:45 aku pun memutuskan untuk tidur, dan tak lama kemudian aku pun terlelap.


*


*


Pagi pun menyambut aku sudah bersiap untuk berangkat ke tempat kerja ku , dengan menggunakan kerudung pasmina warna abu yang ku padu padan kan dengan kemeja kotak kotak dan celana jeans.


"ayah Nuri berangkat ya,ayah tak perlu mengantar,Nuri sudah tahu jalan nya ko" ucap ku


"iya ayah,kalau begitu Nuri berangkat dulu, assalammualaikum" pamit ku menyalami tangan ayah


Aku pun berjalan menuju arah jalan raya ,dan berhenti di halte,tak lama kemudian angkot pun datang , setelah aku memastikan angkot nya sejurus dengan tempat tujuan ku,akupun menaiki nya ,


cukup padat juga penumpang nya ,sampai harus berdempetan duduk nya.


Kini aku pun sudah sampai dan mulai melangkahkan kakiku ke dalam kafe,dan aku pun segera mengganti pakaian ku dengan seragam pelayan kafe.


Namun baru saja aku memasuki area pantry sesuatu mengejutkan ku begitu juga dengan orang-orang yang berada di sini.


pranggg


Suara benda pecah karena terjatuh, aku beserta yang lain mencari benda apa yang terjatuh sampai pecah ,dan kami mendapatkan sebuah gelas yang sudah pecah ,dan pecahan beling nya sampai berserakan ke mana-mana.


Seperti habis di lempar,namun entah siapa pelakunya ,aku pun mulai membersihkan nya di bantu mbak Nana.


pada saat itu datang lah Bu Dewi


"selamat pagi semuanya "sapa Bu Dewi


"selamat pagi Bu ...." ucap kami serempak


"loh ini kenapa banyak banget pecahan beling di mana mana ?"tanya Bu Dewi


aku pun melihat ke lantai yang di lihat Bu Dewi ,


"kenapa jadi banyak pecahan nya ,perasaan tadi pecahan nya hanya di area sini deh ko sekarang di situ juga ada lah di sebelah sana juga "ucapku keheranan dan semua nya pun nampak keheranan , betapa tidak semakin di bereskan maka semakin bertambah pula pecahan beling yang berserakan di lantai.


Aki merasa ada yang janggal di sini,lalu aku memejamkan mata ,sambil terus berdoa , dan setelah aku membuka mataku betapa terkejut nya aku.


Ada banyak makhluk astral tengah memenuhi ruangan ini ,aku pun memberanikan diri untuk berkomunikasi bersama mereka.


"kalian siapa ,dan apa tujuan kalian mengganggu kafe ini?" tanya ku dalam hati


"jangan ikut campur" seru mereka kompak ,dan menatap tajam pada ku


"aku harus ikut campur karena kafe ini tempat ku bekerja" ucap ku


"jangan ikut campur...." teriak mereka hingga membuat telinga ku mendengung,dan sakit rasa nya ,hingga tak sadar akupun berteriak sambil menutupi kedua telingaku dengan kedua tangan ku


"aaakkhh....."


"ada apa Nuri, Nuri kamu kenapa ,ada apa dengan mu ?" seru Bu Dewi dan yang lain


"tidak apa-apa ,sekarang lebih baik kita sama sama berdoa meminta perlindungan kepada Allah" ucap ku


Mereka semua nampak saling lirik tak mengerti maksud ku ,


"sudah kita lakukan saja " ucap Bu Dewi


"baca doa,dan baca surah apa saja yang kalian bisa " ucapku lagi


Dan kami pun melakukan doa bersama ,ku rapalkan ,ayat kursi,surah An-Nas,dan surah yang lain nya tak lupa juga aku membaca doa tolak bala ,sambil menutup kedua mataku,agar fokusku tak teralih kan oleh suara-suara mereka yang tak kasat mata yang mencoba mengganggu konsentrasi ku.


Hingga tak ku dengar lagi suara nya ,dan aku pun membuka kedua mataku


"Alhamdulillah....." ucapku lega karena tak mendapati mereka lagi


"ayo kita mulai bekerja ,sebentar lagi buka kan ?" seru ku semangat


"hah ko pecahan beling nya tiba-tiba saja hilang ?" seru mereka keheranan


"sudah lah jangan bahas lagi ,benar apa kata Nuri, lebih baik sekarang kalian mulai bersiap siap " ucap Bu Dewi


"siap Bu " sahut mereka


"Nuri terima kasih " ucap Bu Dewi kepada ku


"maaf tapi terima kasih untuk apa ya Bu?" tanya ku sedikit gugup


"untuk yang tadi " ucap Bu Dewi lalu pergi begitu saja meninggalkan aku ke ruangan nya


.


.


.


.


.


.


bersambung