
Aku berjalan menyusuri jalan setapak , di kiri kanan ku hanya terdapat semak yang tingginya hampir sepinggang .
Entah kemana jalan ini akan membawaku ,yang jelas jalanan ini sangat panjang ,entah ada ujung nya atau tidak .
Lelah itu yang ku rasa saat ini , tapi aku tak ingin berada terus di tempat ini,sebisa mungkin aku menekan rasa lelah itu.
Dengan terus mengusap perut ku aku selalu menguatkan diri ku .
"sayang bantu mama ya ,kita harus pulang, ya Allah tolong lah hamba mu ini , keluarkan aku dari tempat ini , bawalah aku ke jalan untuk ku pulang " lirih ku
Sayup-sayup aku mendengar namaku di panggil ,suara nya nampak tak asing ,aku pun terus berjalan .
"Nuri ......"
"Nuri......"
"Nuri....."
Suara itu semakin jelas ku dengar,kulangkah kan terus kaki ku mengikuti jalan setapak ini ,hingga
"Nuri ......"
"kakek " ucap ku pelan
"iya ,sini cucuku kemari lah " kakek meminta ku untuk mendekat
"kakek " ucap ku lagi
"kamu berjalan lah terus nanti di depan akan ada cahaya putih ,masuk lah ke dalam nya ,cepat lah segera pergi dari tempat ini,dan ini makan lah " ucap kakek seraya memberiku buah entah buah apa itu karena aku juga baru kali ini melihat nya
"ini buah apa kek?" tanya ku
"makan saja itu akan menghilangkan sihir dan ilmu hitam yang ada di tubuh mu " ucap kakek
"sihir dan ilmu hitam " sahut ku
"ya ,cucuku kau terkena ilmu hitam, seseorang mengirimkan nya padamu, kakek minta kamu jangan pernah mengosongkan fikiran mu ,teruslah mengingat nama Allah di setiap tarikan nafas mu , sebut nama Nya , niscaya Allah akan menjaga dan melindungi mu dari berbagai macam ilmu hitam " tutur kakek ,aku pun segera memasukan buah kecil seukuran buah anggur itu ke dalam mulut ku seraya mengucap bismillah.
"sekarang berjalan lah lurus ,jangan hiraukan jika ada apapun di sekitar mu " ucap kakek lalu sosok kakek menghilang seiring asap putih yang mengepul di sekitar nya
"bismillahirrahmanirrahim" dengan mengucap bismilah aku melangkahkan kaki ku lagi menyusuri jalan
Dan benar saja baru beberapa langkah kaki ku berjalan ,aku melihat ada sosok mirip mas Rifki meminta tolong dengan seluruh tubuh nya terlilit tanaman merambat , ada rasa ingin berlari menghampiri dan menolong mas Rifki tapi kemudian aku teringat pesan kakek untuk tak menghiraukan nya .
Dengan mencoba menguatkan hati ku aku kembali berjalan ,namun suara mas Rifki terus saja berteriak memanggil nama ku
"Nuri ....
"Nuri ....tolong aku .....
Aku menutup telinga ku rapat-rapat dengan nafas memburu aku berjalan,tak sampai di situ , aku pun kembali diperlihatkan seseorang yang mirip ibu , ibu menangis ketakutan saat seekor ular besar hendak memangsa nya .
"ibu " lirih ku
Namun kemudian aku kembali teringat untuk tak menghiraukan nya , dengan perasaan sedih , takut ,marah , aku berlari meninggalkan ibu dengan suara tangisan nya yang membuat hati ku pilu.
"maafkan aku, tapi kalian bukan orang-orang yang aku sayangi ,kalian hanyalah ilusi ,kalian hanya tak ingin aku kembali ke dunia ku " batin ku
"astaghfirullah halazim" gumamku lirih saat melihat apa yang ada di depan mata ku
jalan nya terputus terlihat jurang yang dalam dengan lelehan lava merah bak api di bawah nya
"ya Tuhan apa ini , bagaimana cara nya agar aku bisa melewati ini " ucap ku pelan
Tidak mungkin aku melompat karena jarak antara jalan yang ku tapaki dengan ujung jalan di depan sana lumayan lebar ,aku..... tak mungkin bisa melompati nya .
Tapi aku tak mungkin terus berada di tempat ini , lantas aku harus apa , kulihat sekelilingku hanyalah semak dan pohon-pohon besar dengan akar-akar yang menjuntai dari atas pohon .
Sempat terlintas di benak ku untuk meraih akar itu dan menggunakan nya untuk ku melompat seperti di film Tarzan yang pernah ku tonton , tapi....apa aku bisa .
Cukup lama aku berfikir hingga sebuah bisikan terdengar di telinga ku .
"lakukan saja apa yang bisa kau lakukan ,cepat lah waktu mu tak banyak "
"i iya kek " sahut ku sedikit terbata
dengan menarik nafas panjang ,aku meyakinkan diri ku untuk melakukan apa yang ada di fikiran ku , kucoba meraih akar yang berada di samping jalan itu ,ku tarik-tarik untuk memastikan kuat atau tidak nya akar itu .
dan
hap
Akhir nya aku bisa melewati nya , kaki ku bergetar hebat saat menapak ,aku pun menoleh sekilas ke belakang ku ,tak bisa kubayangkan bagaimana jika aku terjatuh ke dalam nya , dengan mengucap syukur aku mulai melangkah kan kaki ku menjauh dari sana .
Tak pernah terfikir sebelum nya jika aku akan bisa melakukan hal itu , tapi ini suatu keajaiban , aku .... benar-benar bisa melakukan nya .
Tak jauh dari tempat ku berpijak aku melihat seberkas cahaya putih bersinar menyilaukan mata ku , mungkin kah itu cahaya putih yang kakek ku maksud, tanpa banyak berfikir lagi aku pun segera mendekati nya .
Samar pendengaran ku menangkap suara seseorang tengah berbicara pada ku , saat aku membuka mata ku , mas Rifki tengah menangis seraya memegangi tanganku .
"bangunlah, aku tidak mau terjadi sesuatu pada mu , aku sangat menyayangi mu, jangan seperti ini ,aku mohon bangunlah sayang " suara mas Rifki terdengar pilu di telingaku
"mas kenapa menangis ?" suara ku sedikit tercekat
"sayang ,Nuri kamu sudah bangun ,.....dokter " mas Rifki berteriak sambil terus memegangi pipi ku
Dokter pun datang dan mas Rifki di minta keluar dulu namun mas Rifki menolak dan bersikeras ingin menemani ku ,hingga dokter pun mengizinkan dengan catatan tidak mengganggu dokter saat memeriksa ku
Dokter menempelkan stetoskop di atas dada ku ,lalu mengecek nadi ku ,juga menyoroti kedua mataku dengan senter kecil nya ,lalu dokter itu berucap
"keadaan nya baik-baik saja tidak ada yang fatal ,kandungan nya pun sehat " ucap dokter tersenyum melihat ku
"terima kasih dokter " ucap mas Rifki
setelah itu dokter pun undur diri , lalu ayah,ibu dan mama Dewi memasuki ruangan ku
"Nuri , kami semua mengkhawatirkan mu , apa yang sakit nak , katakan pada ayah " ucap ayah nampak mencemaskan ku
aku pun menggeleng seraya berucap
"Nuri tidak apa-apa ayah ,jangan khawatir" ucap ku lemah
"bagaimana kita tidak merasa khawatir melihat mu muntah darah lalu tak sadarkan diri hingga satu hari ,kami takut terjadi sesuatu pada mu Nuri " giliran mama Dewi yang berbicara
"satu hari " ucap ku
"iya , Nur, satu hari kamu tak sadar ,kami takut " ucap ibu
"kenapa ,ada yang sakit ?" mas Rifki bertanya saat aku terdiam
"tidak mas , aku hanya haus " ucap ku
Kemudian mas Rifki pun beranjak untuk mengambilkan ku minum
"ini minumlah " mas Rifki memberiku minum dengan sedotan
"makasih mas " sahut ku
"syukurlah kamu sudah sadar,kamu lapar atau mau ke kamar mandi ?" tanya ibu
"enggak Bu , Nuri hanya senang bisa kembali lagi berkumpul bersama kalian" ucap ku
"Nuri mau tidur , Nuri capek " ucap ku lagi
"ya sudah kamu tidur lah , tapi janji hanya tidur ya, jangan yang aneh-aneh" ucap ayah
"iya ayah memang nya aneh-aneh apa " sahut ku
"tidak ,ayah hanya merasa takut , baiklah kamu istirahat ya" ucap ayah lagi
Aku pun menutup mataku untuk tidur ,karena rasa nya capek dan lelah sekali ,mungkin ini karena efek setelah aku di alam bawah sadar ku .
.
.
.
.
.
bersambung