
Sore ini terlihat ramai karena kedatangan para ibu-ibu pengajian dan para tetangga kompleks meskipun hanya beberapa orang saja ,sudah ada ustadzah juga yang sudah duduk di depan para jemaah .
Rupanya mama Dewi sengaja mengundang ustadzah kondang yang sering wara-wiri masuk televisi.
Ahhh.....betapa bahagia nya aku bisa duduk bersebelahan dengan beliau.Hingga acara pun di mulai ustadzah atau yang kerap di panggil mama Dadah (aduh maaf🙏aku slewengin eh plesetin nama nya ,tak ada maksud apa-apa kok ✌️✌️✌️ maaf ya)
Acara dimulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan seorang santri yang mama Dadah bawa ,suaranya beralun merdu hingga membuatku merinding ,dan terharu .
Rasa haru ku raib lah sudah ,setelah santri itu selesai membacakan ayat suci Al-Quran ,karena tiba-tiba saja mama Dadah meminta ku untuk turut membacakan ayat suci Al-Quran dan rupanya itu atas permintaan mas Rifki
Aku benar-benar merasa gugup saat sini .
sungguh menyebalkan ,batin ku meringis ,dengan perasaan gugup aku menghembuskan nafas pelan ,dan memulai membaca bismillah.....
............
"Masya Allah.... suaranya Ya Allah....bikin adem ,top markotop " ucap mama Dadah mengacungkan kedua jari jempol nya pada ku ,membuatku tersipu
"ah....jadi malu " cicit ku
Setelah sempat memuji ku tadi mama Dadah kemudian memulai tausiyah nya ,aku mendengarkan nya dengan seksama dan meresapi setiap kata yang beliau ucapkan .
Subhanallah....banyak sekali ilmu yang ku petik dari tausyiah beliau , dari mulai kita yang harus bersikap seperti apa pada orang lain , tata cara berumah tangga agar selalu harmonis , cara kita mendidik anak dengan benar ,dan masih banyak lagi ilmu yang kudapat.
Caranya bertausiyah pun tak membosankan , beliau selalu bisa membuat para jemaah nya tertawa lepas,ruang tengah yang sudah di sulap menjadi ruang aula pun jadi riuh dengan suara gelak tawa .
Dan cara beliau berinteraksi dengan para jemaah nya pun patut diacungi jempol,pokok nya best lah.
Waktu pun berjalan begitu cepat, dan kini sudah sampai di penghujung acara ,sebelum menutup nya mama Dadah memimpin doa mendoakan ku juga keluarga ku ,semua doa terbaik darinya ia ucapkan dan diaminkan para jemaah,lalu mereka dengan bersama mengusap kan telapak tangan pada wajah masing-masing.
Setelah itu para jemaah di minta untuk menikmati hidangan yang sudah di siapkan mama Dewi dan para pegawai kafe nya ,ya karena mbok Marni yang sedang absen jadi kita melibatkan para pegawainya .
Hingga langit kini berubah menjadi gelap ,mama Dadah juga para jemaah yang lain sudah pada pulang,namun keadaan rumah masih saja ramai ,karena mbak Nana cs yang tengah membantu berbenah .
Ditambah lagi gerutuan Agus dengan logat bicara nya yang aduhai menyemarakan ramai nya
"aduuuh..... ini gimana sih , ibu-ibu pada gak ada akhlak memang " gerutu nya setelah mendapatkan plastik bekas makanan juga beberapa lembar tisu di bawah karpet saat karpet itu di gulung.
" udahlah Gus ,bersihin saja berisik tahu" mbak Nana nampak gemas dengan tingkah Agus
Padahal mbak Nana atau pun yang lain sudah tahu dengan kebiasaan Agus , dia memang akan selalu heboh dengan apa yang ia kerjakan .
"aduh duh mas Rifki....tolong bantuan nya dooong " teriak nya manja saat melihat mas Rifki turun dari tangga lalu menghampiri ku
Suara nya dibuat semanja mungkin namun malah membuat mas Rifki bergidik geli,ia pun berucap
" amit amit ....amit amit....pait ...pait...pait ,nak jangan tiru makhluk model begitu ya ,kamu anak soleh ,baik ,pinter dan tampan seperti papa mu ini " mas Rifki terus mengusap perut ku
"hahaha.....tuh lihat Gus mas Rifki aja geli lihat kamu " mbak Nana tergelak melihat aksi mas Rifki
"baik-baik Nuri , kamu juga harus banyak-banyak istighfar dan amit-amit " mbak Nana kembali tergelak
"hey brondong ....sini ..." pekik Agus saat melihat Ifel ,Ifel pun mendekat
"ada apa kak ?" tanya nya
"iiih.... ini adik nya kamu ya ,duuuh emessshh....pengen nyubit " Agus bersiap untuk mencubit pipi nya Ifel
"astaghfirullah" Ifel mundur beberapa langkah menghindari tangan Agus
"tuh anak kecil aja takut padamu" ucap mbak Nana lagi
"iiih....kalian pada jahara deh sama aku , awas ya saya sumpahin kalian yang ngebuli aku , supaya rezekinya semakin berlimpah " sungut nya sontak kita semua menjawab
"AMIIIN......"
"ih kakak ini kocak ya ,masa nyumpahin orang macam gitu ,nyumpahin itu yang jelek-jelek kan biasanya "protes Ifel
"idih " gumam Ifel menatap jijik
"terus ...." tanya ku
"ya karena aku orang baik makanya aku tak mau menyumpahi orang yang jelek-jelek,karena itu juga merupakan doa ,dan doa itu bisa kapan saja berbalik pada aku , jadinya jika aku ingin menyumpahi mereka agar rezekinya berlimpah kan nanti aku juga akan kecipratan juga nanti hihihi" ucap nya seraya cekikikan
"tawa mu aneh Gus " sahut mbak Nana
"huh....sudah ah mendingan aku cepat-cepat selesai kan pekerjaan ku , biar cepat pulang ,mau luluran biar kulit aku mulus kaya kamu " ucap nya seraya menujuk ku
"darimana kamu tahu Nuri kulit nya mulus " tanya mas Rifki seraya menatap tajam
"oouhh.....ditatap seperti itu tatut aku ...." Agus bersembunyi di balik tubuh Ifel
"ih apa sih sana ah ,geli aku " seru Ifel menghindar
"peluk aja Gus ,dia pasti suka kok " aku malah mendukung Agus ,dan dengan cepat Agus pun memeluk Ifel dari belakang ,membuat ifel meronta-ronta minta dilepas
"eh Kunti.....awas kau ya , kak lepas dong ,aku mau pup nih " teriak Ifel memaksa di lepas
"biar aku ikut deh ,nanti aku cebokin "
"idih najis ... ibuuu....." Ifel berteriak memanggil ibu yang sudah berada di kamar menidurkan Febry
"astaghfirullah....itu anak ku kalian apa kan ,Nuri Rifki , kenapa kalian malah membiarkan nya ,kalau nanti tertular sindrom seperti nya gimana ,bahaya kan " seru ayah melihat keributan kami
"iih ayah emang nya aku ini apa" cicit Agus melepas pelukan nya
"Alhamdulillah,akhirnya lepas juga ,makasih ayah ,tuh si Kunti pelaku nya ,dia yang nyuruh kakak ini meluk aku " adu Ifel membuat ayah melotot padaku
"becanda ko yah " ucap ku sambil tersenyum menampilkan deretan gigi ku yang tak terlalu rata
"apa semua nya sudah beres ?" tanya mama Dewi menghampiri kami
"Alhamdulillah sudah Bu , tinggal sedikit lagi , Gus ,sana bagian kamu tuh , dari tadi kamu diam saja kerja nya dikit ,makan gaji buta loe " ucap mbak Nana
"ya sudah gak apa-apa kalian pulang saja ,biar sisa nya saya yang bereskan "
"tapi Bu "
"gak apa-apa,sudah sana kalian pulang ,dan untuk besok kafe tutup saja dulu ,kalian pasti masih capek ,pergunakan waktu libur kalian yang satu hari untuk istirahat" ucap mama Dewi lagi , ya Allah baik bener mertua ku ini
"aku bantu ya ma" tawar ku
"kamu juga istrahat , Ki, bawa istri kamu ke kamar , gendong dia dan kunci di kamar, jangan sampai Nuri keluar terus bantuin mama di dapur" mama Dewi berbicara dengan nada serius
"ok dengan senang hati " mas Rifki nampak tersenyum menyeringai membuat mama Dewi langsung curiga
"awas kalau kamu ajakin istri kamu olahraga , biarkan Nuri istirahat ,jika tidak mama pastikan satu Minggu mama tidur di kamar kamu" ancam nya
"iya ,iya ...."
Aku pun pergi ke kamar setelah melihat Mbak Nana cs pulang, hening ... ruangan yang tadi sangat riuh kini sepi ,dan aku pun langsung di giring ke kamar,dan mas Rifki menepati ucapan nya untuk tak mengajak ku olahraga .
.
.
.
.
bersambung