
"mau kemana Nur malam malam begini?" tanya ayah mengejutkan ku
"duh ayah nih kaget tahu "sahutku
"lagian ngapain kamu malam-malam begini,mau kemana ?"lagi ayah bertanya
"sini ikut Nur" ajak ku ke tempat orang tadi
"kemana sih jangan aneh-aneh deh Nur"
"enggak yang aneh-aneh kok yah ayok cepetan "ajak ku dengan menarik tangan ayah
"nih yah tadi Nur lihat orang jongkok disini seperti nyimpen sesuatu "kataku sambil nunjuk ke gundukan tanah
"nyimpen apa?"
"Nur juga ga tahu makanya Nur penasaran mau gali nih tanah"terang ku
"baiklah kita gali"sahut ayah
Setelah memastikan keadaan aman dan orang tadi juga sudah pergi kami pun mulai menggali lagi timbunan tanah itu,karena masih baru jadi menggali nya pun sangat mudah,sambil sesekali aku melihat sekeliling takut nya orang yang tadi datang lagi.
Tak perlu waktu lama kami berhasil menggali tanah itu ,terlihat benda seperti kain yang di ikat menyerupai pocong,
"astaghfirullah halazim....apa apaan ini?"geram ayah
"sudah pasti orang tadi bertujuan jahat yah,dan mungkin juga dia pelaku teror itu" ucap ku
"kamu ada lihat wajah nya Nur?"
"enggak yah,Nur hanya lihat belakang nya saja "jawabku bohong karena sebenarnya aku merasa familiar dengan gesture tubuhnya namun aku juga harus memastikan nya dulu
"jangan di sentuh Nur "larang ayah
"kenapa yah ? ayah takut?" tanpa ayah jawab pun sudah jelas kalau ayah takut
"udah sih ga apa-apa Nur mau tahu apa sih isinya"
ku raih bungkusan menyerupai pocong itu lalu mulai ku buka satu persatu tali nya
dan
"astaghfirullah....."ku lempar bungkusan yang sudah terbuka sempurna itu
"kurang ajar"?umpat ayah marah
Di dalam bungkusan itu ternyata terdapat paku , sedikit tanah mungkin tanah kuburan , silet,dan juga foto ayah ,jadi mungkin benar yang di ucapkan pak kyai Abdul kalau target sebenarnya adalah ayah
Bakarlah " sebuah bisikan menyuruh ku membakar nya
"kita bakar yah,Nur ambil korek dan bensin nya dulu biar mudah terbakar"ucapku sambil berlari ke dalam rumah
Tanpa berlama-lama ku siram benda benda itu dengan bensin sambil mengucap bismillah lalu ku nyalakan korek dan
terbakar lah
"ini paku dan silet nya kita apakan Nur"tanya ayah
"kita buang jauh ini yah "kataku melihat paku dan silet yang sudah hitam
"tapi buang ke mana,buang ke tempat sampah saja lah"
"jangan yah,paku dan siletnya biar Nur simpan dulu biar besok siang saja Nur buang" ujar ku
"tapi memang nya ga apa-apa kamu simpan ,
memangnya mau dibuang ke mana Nur ?"
"ke pemakaman umum yah" ucapku yang aku sendiri juga tak tahu kenapa aku bisa kepikiran membuangnya ke pemakaman umum
Kami berdua pun kembali masuk rumah setelah menutup kembali galian tanah tadi
setelah berada di kamar ku selipkan paku dan silet itu di dalam buku Yasin .
Keesokan harinya
Seperti biasa aku mengurusi rumah dari mulai masak,nyuci piring ,nyuci baju ,nyapu ,ngepel lantai.
Pada saat aku mau ngepel teras luar aku dikejutkan dengan penampakan laba-laba besar ber warna hitam namun pada ke delapan kaki nya terdapat bintik-bintik berwarna kuning
"ayah....yah....ayaaaaahh....."aku berteriak memanggil ayah karena memang aku sangat takut terhadap laba-laba
"apa sih Nur teriak-teriak begitu"tanya ayah menghampiri ku
"itu ayah "tunjuk ku pada laba-laba besar itu
"ko ada laba-laba di sini?" kata ayah sambil berusaha mengusir laba-laba besar itu menggunakan sapu
tapi laba-laba itu malah lari dan masuk ke bawah pot bunga
"loh Nur kemana perginya tuh laba-laba padahal ayah tadi lihat masuk ke sini ke bawah pot,kamu juga lihat kan?" bingung ayah
"iya nur juga lihat ko yah"jawabku
"mungkin masuk ke bawah pot-pot lain yah "
Ayah pun mengangkat satu persatu pot bunga itu hingga pada pot yang terakhir
"ga ada laba-laba nya malah nih adanya jangkrik "kata ayah sambil menunjukan jangkrik
"ada apa sih?"tanya ibu yang baru saja keluar dan menghampiri kami
"tadi ada laba-laba masuk ke bawah pot tapi pas di cari ga ada malah adanya jangkrik ini" sahut ayah
"kok bisa ya?"tanya ibu
"ya bisa aja kalau laba-laba nya bukan sembarangan laba-laba "sahutku
"maksud mu ini......."
"kita masukin ke sini "ucapku cepat sebelum ayah melanjutkan ucapannya
Ku masukan jangkrik itu ke dalam Aqua gelas lalu ku tutup menggunakan Al-Qur'an kecil dan ku simpan di dalam kamarku
"apa ga apa-apa kamu menyimpan nya?"tanya ibu cemas
"ga apa-apa Bu ,Nur mau tahu kalau benar itu jangkrik biasa jangkrik itu akan ada sampai besok tapi kalau bukan jangkrik biasa malam ini jangkrik itu pasti akan hilang sendiri tanpa ada yang membuka penutupnya "jelas ku
"tapi aneh ya,ko ada laba-laba berubah jadi jangkrik ?" gumam ayah
Hari pun sudah beranjak siang jam sudah menunjukan pukul 10:35 aku bergegas untuk pergi ke pemakaman umum seperti rencana tadi malam untuk membuang dua benda yang semalam ku bakar.
Aku berjalan dengan tergesa ku percepat langkah ku ingin segera sampai lalu ku buang benda ini.
Namun tiba-tiba saja sebuah moge honda dengan pengendara nya yang memakai jaket biru juga celana jeans hitam dan helm hitam berhenti tepat di depan ku menghentikan langkah ku yang terburu-buru
"mau apa dia ?".......
bersambung ...