Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
S2 makhluk pemakan janin


Setelah aku dan mas Rifki di kejutkan dengan sebuah ledakan juga sebuah fakta tentang mas Rifki yang terkena pelet ,meskipun pelet nya itu lemah tapi tetap saja itu membuat hati ku berdenyut nyeri .


tok tok tok


pintu kamar di ketuk


Mas Rifki beranjak ,aku yang sudah duduk di ranjang pun melihat mas Rifki yang membuka pintu.


"ma, ada apa ?" tanya mas Rifki ,rupa nya mama Dewi yang mengetuk pintu


"ini , pakai kan di Nuri " ucap mama memberikan sesuatu pada mas Rifki


aku pun beranjak dan mendekati mas Rifki


"apa ini mah ?" tanya ku


"ini jimat , kata nya jimat ini bisa melindungi mu dari gangguan makhluk ghaib " ucap mama Dewi


"mama dapat ini dari mana ?" tanya ku


"tadi mama keluar saat mendengar suara ledakan , karena banyak warga juga di luar laku ada laki-laki paruh baya ,ngasih ini , dia tahu kamu sedang hamil " ucap nya lagi


"mama kenal gak sama orang itu ?" giliran mas Rifki yang bertanya


"enggak sih " jawab mama Dewi


"kenapa mama main terima saja ,bisa jadi kan orang itu punya niat jahat pada kita " ucap mas Rifki


"mas " ucap ku , sambil menggelengkan kepala


"ya sudah sini mana ,Nuri lihat ,makasih mah, mama istirahat saja lagi " ucap ku seraya menerima benda kecil yang terbungkus kain putih


"ya sudah , kalian juga istirahat " mama Dewi pun kini masuk kamar nya


"mas , mas gak boleh bicara dengan nada tinggi pada mama , bisa kualat loh ,sekesal apapun kita tetap harus menjaga perasaan nya " ucap ku ketika kita sudah kembali duduk di ranjang


"iya ,maaf habis nya mama mah begitu suka percaya saja ma orang " ucap mas Rifki


"minta maaf nya ke mama ,jangan ke aku "


"iya iya ,nanti aku minta maaf sama mama "


"ko nanti ?" tanya ku


"ya kan sekarang mama nya sudah tidur ,kita juga harus istirahat" ucap mas Rifki


"banyak alasan " ucap ku merajuk


"ok ok sekarang deh aku ke kamar mama ,mau minta maaf " ucap nya kemudian


Aku pun tersenyum karena mas Rifki selalu peka dengan tingkah ku.


Selepas kepergian mas Rifki tiba-tiba aku merasakan panas di telapak tangan ku yang tengah menggenggam benda yang di bilang jimat .


Tiba-tiba muncul asap putih keluar dari jimat itu .Perlahan asap itu menggumpal menjadi satu ,dan perlahan membentuk sebuah wujud berbadan besar, semakin lama semakin jelas lah wujud nya .


Badan nya yang tinggi besar , berwarna putih dan tiba-tiba warna putih nya itu berganti dengan warna merah ,mata merah nya yang menyala , dengan tanduk yang juga berwarna merah ,menjulurkan tangan nya dengan kuku tajam nan runcing ke arah perut ku , aku yang terkejut memegangi perut ku melindungi nya dari makhluk itu , aku pun mundur perlahan ke belakang .


"siapa kau , apa mau mu ?" tanya ku


"ggrrhhh.....aku ingin janin itu untuk santapan ku "


"enak saja , ini anak ku, tak kan ku biarkan kau menyakiti nya " ucap ku lantang


"jangan ganggu dia " Wowo tiba-tiba hadir di depan ku


"Wo " lirih ku


"berdoalah Nuri , biar ku hadapi makhluk jelek ini " ucap Wowo


"hahaha..... ternyata kau adalah peliharaan manusia itu " makhluk merah itu tertawa tergelak


"tutup mulut mu ,dia teman ku ,apa tujuan mu datang ke sini ?" ucap Wowo menggeram


lagi-lagi aku di buat merinding mendengar geramannya


"aku hanya sedang kelaparan ,dan tuan ku memberikan ku janin yang ada di perut wanita itu " ucap nya


"tunggu kau bilang kau lapar dan makanan mu janin , kau kan bukan kuyang " celetuk ku spontan


"ggrrhhh.....berani kau meledekku" tatapan nya tajam padaku


"aku tidak meledek ,aku hanya mengucapkan apa yang ada di fikiran ku saja "


"dan seperti nya kamu salah memilih korban , karena aku tak akan membiarkan mu menyentuh janin ini" ucap ku tanpa takut sama sekali


"hahaha..... memangnya kau punya kekuatan apa ,hingga kau bisa sesombong itu "


"aku punya Allah, dan kekuatan Nya lah yang paling kuat dari iblis hina macam kau " hardik ku


"kau bilang apa aku hina" makhluk itu nampak tak terima dengan ucapan ku


Aku terus saja memancing kemarahan nya ,sengaja memang , karena sebuah bisikan memberi tahu ku jika kelemahan nya ada pada mata dan kuku panjang nya , aku harus bisa mematahkan kuku nya dan menancapkan nya pada kedua mata nya , memang susah tapi aku terus mencari cara dengan terus melafalkan surah Al-Baqarah di dalam hati ku .


Makhluk itu nampak tak terima dengan ucapan ku ,dia menatap nyalang pada ku dan dengan sekejapan mata dia sudah berada di dekat ku.


Dengan kuku panjang nya, makhluk itu mengangkat tangan nya dan


crashhhh......


crashhhh.......


"aaaaakkkkkhhhh........"


"Nuri...."