
.
.
.
Setelah aku memberi tahu tentang aku yang bisa melihat yang tak kasat mata pada mas Rifki , mas Rifki jadi lebih antusias menanyakan apa saja yang pernah aku lihat , hal itu jauh dari prediksi ku ,aku fikir mas Rifki akan menganggap ku aneh seperti teman-teman sekolah ku dulu,tapi ternyata ia malah senang mendengar nya.
"kamu bilang kamu bisa membuatku melihat mereka, bagaimana cara nya ,aku mau dong bisa lihat juga sama seperti kamu ?" ucap mas Rifki
"beneran mas Rifki berani ?" tanya ku
"iya ,tapi apa kamu yakin jika kamu bisa ?" tanya nya
aku mengangguk menjawab nya
"baik lah , dulu aku pernah di tutup mata batin nya oleh seorang ustadz sewaktu aku kecil , beliau juga pernah mengajariku bagaimana cara membuka mata batin orang" ucapku
"baiklah pertama mas Rifki harus benar-benar niat dan memantap kan diri " ucapku
" iya ,ini juga sudah niat ko " ucap nya tak sabar
"baiklah kalau begitu ,mas Rifki tutup mata dan tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan ,buat tubuh mas Rifki rilek " ucap ku lalu mengambil posisi berhadapan dengan nya
"mas Rifki dengarkan baik-baik ucapan ku ,mas Rifki cukup bacakan surah Al Ikhlas dalam hati ,dan ulangi berkali kali " ucap ku
Lalu aku pun mulai membacakan beberapa ayat dan surah yang pernah pak ustadz katakan dulu ,setelah itu aku mulai menyentuh wajah mas Rifki, terutama di bagian mata ,ku usap beberapa kali dengan menggunakan jempol tangan ku , terakhir aku tiup pelan wajah nya
"mas Rifki buka lah mata nya " ucap ku meminta nya membuka mata
"bagaimana apa mas Rifki sudah bisa melihat mereka ?" tanya ku seraya menunjuk pada sosok pocong yang berdiri tak jauh dari tempat ku berada juga pada beberapa makhluk tak kasat mata lain nya
"iya aku bisa melihat nya ,melihat bidadari cantik yang sedang tersenyum manis di depan ku " ucap nya
" haiis...mas Rifki ih ,malah becanda " ucap ku kesal dan pindah tempat duduk menjauh dari nya
"memang aku tak bisa melihat apa-apa selain melihat mu " ucap nya lagi
"maksud aku mas Rifki bisa melihat mereka ?" tanya ku melihat ke beberapa tempat di taman itu
"sudah ku bilang ,aku hanya bisa melihat mu " ucap nya sambil tersenyum manis menatap ku
"tau akh , aku mau pulang saja " ucap ku lalu beranjak dari tempat duduk ku
"Nuri....duh tunggu dong " teriak nya ,ia pun lari menyusul ku
"maaf becanda " ucap nya setelah berhasil menyusul ku dan berjalan berdampingan dengan ku
Saat kami berdua tengah berjalan dengan mas Rifki yang masih saja menggodaku tiba-tiba seruan seorang wanita menghentikan langkah kami.
"Rifki ..." suara nya memanggil
"Rifki,kamu itu kemana saja sih ,aku telponin tak pernah diangkat ,pesan tak pernah di balas ?" tanya nya sambil menarik-narik tangan mas Rifki
"aku ga kemana mana aku hanya sedang sibuk saja " jawab mas Rifki
"sibuk ? sibuk apa ,sibuk berduaan dengan cewek kampungan ini?" ucapnya sambil menunjuk ku dengan tatapan mengejek
" kamu bicara apa sih ,aku beneran sibuk ngurusin kafe,saking sibuk nya aku sampai tak pernah memegang ponsel " ucap mas Rifki
"Halah alasan ,playboy seperti kamu mana bisa di percaya, buktinya kamu malah sedang jalan berduaan dengan nya " ucap nya yang lagi-lagi menunjuk ku
"kamu sendiri kenapa mau dengan ku yang playboy ini ?sudah lah lebih baik kita putus " ucap mas Rifki langsung memutuskan wanita itu
"apa ,kau memutuskan ku ,kenapa ,karena dia ,cewek kamapungan ini " ucap nya menatap tajam pada ku
" maaf ,mas Rifki aku duluan ya " ucap ku seraya berlalu meninggalkan kedua sejoli yang sedang ribut
"Nuri tunggu...'' teriak nya
namun aku tak menghiraukan nya , aku kesal kenapa aku di bawa-bawa dalam masalah nya
"Nuri ,kamu marah" tanya nya setelah menghadang jalan ku
"engga siapa juga yang marah , aku hanya tak enak saja menyaksikan sepasang kekasih yang lagi ribut ,apalagi sampai membawa-bawa ku , aku tidak tahu apa-apa ya " ucap ku
"memang sudah selesai ko ,aku sudah mutusin dia kan tadi " jawab nya enteng
"segampang itu,mas Rifki mutusin dia ?" tanya ku tak habis fikir
"iya ,aku sengaja ngehindarin dia ,tiap hari itu ya dia merengek terus minta ini minta itu , aku harus begini lah harus begitu lah ,pokok nya aku sudah capek ngadepin dia " jawab nya
"mau seperti apapun dia ,tetap mas Rifki pernah menyukai nya kan , dan apa pun kekurangan nya sebaik nya mas Rifki tidak perlu mengatakan nya pada ku ,ataupun wanita lain ,tak baik ,seharusnya jika mas Rifki sudah tidak nyaman, bicarakan secara baik-baik bukan malah menghindari nya ,dan ketika bertemu malah mutusin begitu saja , hati perempuan itu rapuh loh mas ,sekuat apa pun perempuan pasti yang nama nya hati akan terluka " ucap ku berubah sendu dengan mata yang sudah berkaca-kaca karena tiba-tiba saja aku teringat akan hatiku yang pernah sakit dan terluka.
Tampa terasa air mata ku jatuh dan langsung segera ku usap
"sudah sore , aku mau pulang " ucap ku dengan memaksakan senyum ku
"ayo aku antar " ucap mas Rifki lalu membuka kan pintu mobil nya untuk ku
Di dalam mobil aku terdiam dengan pandangan ku yang memperhatikan jalan ,
di sepanjang jalan yang ku lihat hanya lah penampakan hantu yang sepertinya korban kecelakaan , terlihat dari luka dan darah di seluruh tubuh nya ,ada yang kepalanya remuk ,dengan bola mata yang bergelantungan , ada yang kaki dan tangan nya terputus,bahkan ada juga yang kepala nya terputus dan menggelinding ke sana kemari karena tertendang oleh para pejalan kaki ,
"astaga ,sudah seperti bola saja " fikir ku
"ah iya ngomong-ngomong penampakan,apa mas Rifki tidak bisa melihat nya ,kelihatan nya mas Rifki tenang-tenang saja ,apa aku gagal ya " batin ku
"kamu kenapa lirik-lirik aku terus hm..,mulai suka ya?"tanya nya
"enggak ,aku hanya heran saja ,kenapa mas Rifki terlihat tenang begitu,apa mas Rifki tidak melihat penampakan ?" tanya ku langsung ke inti ,agar mas Rifki tak berfikiran aneh-aneh
"penampakan ,memang ada penampakan apa,dan di mana ?" tanya nya lagi
"jadi beneran mas Rifki tak melihat nya ,berarti aku gagal dong buka mata batin mas Rifki" ucap ku lirih
"ga apa-apa ,mungkin memang aku tidak punya kemampuan untuk itu " ucap nya santai
"hm...."
Entah kenapa aku merasa sedih karena ternyata aku tak bisa membuka mata batin nya
"heeeehhh...mungkin benar yang di katakan mas Rifki" ucapku membatin
Tak terasa mobil pun berhenti tepat di depan pintu gerbang kosan, sudah ada pak Urip satpam tak kasat mata yang sudah tersenyum menyambut kedatangan ku
"selamat sore pak Urip" sapa ku dalam hati sambil tersenyum setelah aku turun dari mobil
"sore pak Urip "ucap mas Rifki tiba-tiba
"nah loh mas Rifki bisa melihat pak Urip?" batin ku
aku pun lantas menengok pada mas Rifki yang berada dalam mobil
"Nuri ,aku pulang ya " ucap nya lalu pergi meninggalkan ku yang melongo di depan kosan ku
Sedangkan pak Urip hanya menatap datar kepergian mas Rifki
setelah mobil mas Rifki tak lagi terlihat aku pun lantas masuk ke kamar kosan ku.
"kenapa mas Rifki bisa melihat pak Urip ,tapi hantu yang lain dia tak melihat nya ?" batin ku
bertanya tanya
Dengan kebingungan yang melanda , aku pun segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh ku ,...
.
.
.
.
.
bersambung...