
Hari ini hari di mana aku ,mas Rifki,mama Dewi dan mbok Marni kembali ke kota, namun Febry malah menangis saat melihat ku hendak berangkat .
"huuuu....kak Nuri gak boleh pergi....." Febry menangis tersedu-sedu
"de....tapi kakak harus pergi , nanti kakak pulang lagi ko, kakak juga akan sering-sering nelpon Dede , kalau perlu video call" ucap ku
"tapi Dede mau lihat Dede bayi nya kakak" ucap nya polos
"ya ampun de, itu masih lama ,harus menunggu lima bulan lagi " ucap ku lagi
"lima bulan itu masih lama ?" tanya nya lagi
"iya de, nanti kalau Dede bayi nya sudah lahir ,Dede ,ibu ,ayah dan kak Ifel akan di jemput " ucap mas Rifki
"Dede pergi ke kota ?" tanya nya
"iya " sahut mas Rifki lagi
"yeeee....Bu kata kakak Rifki nanti Dede pergi ke kota " Febry nampak senang mendengar nya
"jadi boleh ya kak Nuri berangkat ?"
"ehm....boleh " akhirnya Febry membolehkan ku untuk pergi
Aku melambaikan tangan setelah duduk di kursi depan dan mobil pun melaju meninggalkan rumah dan juga kampung ku, sedangkan ayah belum berangkat karena masih ada sisa cuti nya 3 hari lagi.
...................
tin tin tin
Suara knalpot kendaraan terdengar saling bersahutan saat tiba-tiba saja mobil kami terjebak macet di jalan tol .
"kenapa di jalan tol bisa macet sampai parah begini ?" tanya mama Dewi
pasal nya mobil yang kami tumpangi tidak bisa bergerak sama sekali .
"kalian tunggu dulu biar aku yang lihat dulu ada apa di depan sana " ucap mas Rifki seraya turun dari mobil
"aku ikut " seru ku ,tapi seperti nya mas Rifki tak mendengar nya ,hingga aku pun turun untuk mengikuti nya
"hati-hati Nuri" seru mama Dewi dan aku pun mengangguk
"aku berlari kecil menghapiri mas Rifki yang sudah berada jauh di depan sana , namun aku dibuat terperajat saat ada seorang anak kecil perempuan berlari ke arah ku ,dan menabrak ku ,namun aku sama sekali tidak terjatuh ,karena anak kecil itu menembus tubuhku .
"wah aku bisa menembus tubuh kakak " seru nya girang tanpa tahu kondisi tubuh nya saat ini
Sekujur tubuh anak itu penuh dengan noda darah dengan kepala yang retak di bagian samping ,darah nya terus mengalir membasahi tubuh nya .
Anak kecil itu terus saja menatap ku ,namun sebuah panggilan membuat anak itu mengalihkan pandangan nya dari ku .
"Wika ...."
"Wika sayang ayo ikut mama ,kita harus pergi " seru seorang wanita muda yang menyebut diri nya mama
"pergi kemana ma?" tanya anak perempuan itu
"pergi ke alam kita selanjutnya ,karena kehidupan kita di dunia ini sudah selesai ,kini tiba saat nya kita menuju alam selanjutnya " ujar wanita itu
Meskipun raut wajah anak perempuan itu terlihat kebingungan namun anak itu mau saja mengikuti perkataan mama nya ,mereka lalu menghilang saat cahaya putih berpendar di sekitar mereka .
Setelah itu aku melihat lagi beberapa orang yang juga dengan keadaan tubuh setengah hancur ,ada yang hanya diam ,ada yang menangisi diri nya ,bahkan ada pula yang terlihat bingung dengan kondisi tubuhnya.
"astaghfirullah halazim....." lirih ku
Aku terus berjalan melewati mobil-mobil yang terus saja membunyikan klakson nya, hingga aku melihat ada keramaian di depan sana , ada mobil polisi juga ambulan juga di sana, rupanya tengah terjadi kecelakaan beruntun yang menelan banyak korban .
"jadi mereka tadi adalah para korban kecelakaan ini " gumam ku
"astaghfirullah halazim" ucap ku lirih setelah melihat keadaan jalan di depan mata ku
"sayang kamu ngapain di sini , bukan kah aku sudah bilang untuk menunggu " suara mas Rifki tiba-tiba saja membuat ku terhenyak
"mas ,kasihan mereka " lirih ku melihat para korban yang sudah tak bernyawa,yang tengah di evakuasi petugas kepolisian
"ini sudah takdir mereka " sahut mas Rifki merangkul ku
"maaf mbak ,mas ,kalian tidak boleh berada di sini " ucap salah satu petugas polisi memperingati kami
"oh ...maaf pak ,saya hanya ingin melihat apa yang terjadi , baiklah kami pamit ,permisi " sahut ku ,lalu aku dan mas Rifki pun kembali ke mobil kami
"kamu kenapa hem ?" tanya mas Rifki yang terus merangkul ku saat kami berjalan
"mas bisa lepas gak, malu tahu ,tuh mereka yang di dalam mobil ngelihatin kita " ucap ku pelan
"hanya merangkul mu saja ,gak lebih ,sudah lah biarin saja " jawab mas Rifki cuek
"ayo masuk" mas Rifki membuka kan ku pintu ,dan aku pun segera masuk ke dalam mobil
"ada apa Nur,Iki ?" tanya mama Dewi saat kami sudah berada di dalam mobil
"kecelakaan beruntun ma, yang meninggal nya pun banyak" sahut ku sendu
"astaghfirullah halazim" ucap mama Dewi dan mbok Marni bersamaan
"kamu kenapa terlihat sedih begitu Nuri "tanya mbok Marni
"aku hanya merasa kasihan pada mereka , keluarga mereka pasti sedang menunggu kepulangan mereka ,tapi mereka malah meninggal karena kecelakaan " lirih ku
tak terasa air mataku jatuh membasahi pipi ku
"hey , sudah lah jangan menangis ,itu sudah menjadi takdir mereka , setiap makhluk bernyawa pasti akan meninggal ,namun cara nya saja yang berbeda ,ada yang karena sakit ,ada juga yang kecelakaan seperti saat ini" ucap mas Rifki mencoba untuk menenang kan ku
"iya Nuri ,yang di katakan Rifki benar " ucap mama Dewi pula
"ini minum dulu " mas Rifki memberikan ku air mineral kemasan botol yang sudah di buka tutup nya
"makasih mas " aku meminum air mineral itu
Setelah hampir satu jam kita menunggu , akhirnya mobil sudah dapat melaju kembali, saat melintasi kilometer tempat kecelakaan beruntun itu ,hatiku kembali terasa pilu ,mas Rifki yang mengerti akan tatapan mataku yang sendu saat melihat kearah luar dari samping jendela pun ,mengulurkan tangan nya menggenggam jemari ku dan melirik sekilas pada ku dengan tersenyum ,dan itu cukup membuat hati ku sedikit tenang .
..................
Akhirnya setelah kurang lebih dari 4 jam perjalanan ,kita semua sampai di rumah dengan selamat ,jarak yang biasanya di tempuh hanya 3 jam ,kini menjadi 4 jam karena terkendala kecelakaan beruntun .
"kamu bawa Nuri istirahat ,kasihan dia pasti sangat lelah " ucap mama Dewi pada mas Rifki
"iya ma ,yu kita ke kamar " ajak mas Rifki menggandeng ku
Aku pun pasrah saja ,karena memang aku juga merasa sangat kelelahan saat ini .
"aku ambil kan minum dulu ya sekalian bikin susu buat mu " mas Rifki beranjak untuk membawakan ku air minum dan juga susu buat ku ,aku pun mengangguk saja
Baru saja aku merebahkan diri ku di atas tempat tidur,aku merasa pengen pipis , aku pun beranjak ke kamar mandi ,namun saat setelah aku berada di dalam kamar mandi ,aku membelalakan mata ku ,jantung ku terasa berhenti berdetak ,keringat dingin mulai membasahi tubuh ku ,badan ku pun gemetaran saat melihat sesuatu di depan mataku ,sesuatu yang paling ku takuti
"aaaaaaaakkkkhhhhh......."
.
.
.
.
.
bersambung