Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
S2 Shock


Siang ini sesuai yang mas Rifki katakan ,kami berdua makan siang di luar ,dan di sini kita sekarang berada , di sebuah restoran sederhana , dengan beberapa hidangan makanan tersaji .


"makan yang banyak ,biar anak kita juga ikut makan " ucap mas Rifki menatap ku


"hm...aku usaha kan " sahut ku , karena memang beberapa hari ini ***** makan ku sedikit berkurang ,bawaan nya males kalau lihat nasi , kalau makan pun hanya beberapa suap saja sudah terasa kenyang , dan aku juga sudah ke dokter ,dan katanya itu biasa , dan seperti biasa dokter hanya memberi ku vitamin .


Selesai makan siang aku dan mas Rifki pun beranjak untuk pergi ke pusat perbelanjaan , kita masuk dari satu toko pakaian ke toko pakaian lain ,tapi aku masih tidak dapat baju yang sesuai dengan keinginan ku ,bukan masalah model nya , kalau itu mah aku juga sangat menyukai nya ,tapi masalah nya di harga ,semua nya mahal-mahal,rata-rata di atas satu atau dua juta . Tau gini kenapa aku gak ajak mas Rifki ke pasar aja , satu juta bisa dapet beberapa potong pakaian .


"kamu itu mau baju yang seperti apa sih , sudah beberapa toko pakaian loh kita datangi " ucap mas Rifki


"maaf mas ,mas pasti lelah" ucap ku


"enggak ko, aku gak lelah , aku justru merasa kasihan pada mu , kamu kan sedang hamil ,pasti kamu kecapean" ucap mas Rifki


"aku masih kuat ko " sahut ku ,namun pandangan mata ku tiba-tiba saja tertuju pada ke dua manekin yang mengenakan pakaian cauple ,mataku serasa berbinar melihat nya .


Dress panjang hitam dengan aksen warna gold membuat mata ku berbinar ,model nya sederhana namun terlihat mewah .Dan kufikir harga nya tak semahal dari yang sebelum nya .


"mas lihat itu " tunjuk ku ,mas Rifki pun melihat ke arah telunjuk ku menunjuk


"pakaian couple itu" ucap mas Rifki ,aku pun menggangguk cepat


"baiklah kita beli yang itu " ucap mas Rifki membawa ku ke toko pakaian itu


"hah sepuluh juta ,mas.... ini mahal banget " auto shock aku melihat harga nya ,ini malah lebih mahal dari yang sebelum nya .


"gak apa-apa, kamu suka kan ,aku juga suka "


"tapi mas ,sayang kan uang nya ,kita cari baju yang lain aja " ucap ku lagi


"sayang .... ini itu harga yang paling murah loh ,coba kamu lihat ,yang lain bahkan berharga lebih dari sepuluh juta " ucap mas Rifki enteng


"ya ampun mas ,murah dari mana nya " keluh ku tak habis fikir, tahu yang ini sangat mahal kenapa tak yang sebelum nya saja ,yang hanya satu atau dua juta an .


"sudah lah jangan protes ,kita ambil yang ini ,mbak tolong di bungkus ya " ucap mas Rifki pada pegawai toko nya


Aku benar-benar merasa shock melihat harga nya , ditambah aku membeli nya ,eh bukan aku tapi mas Rifki yang membelikan nya untuk ku ,bertambah-tambah pula rasa shock ku , sampai aku tak bisa berkata-kata .


Ya salam .....jiwa miskin ku meronta-ronta


"sayang ...hey kenapa ko bengong " seru mas Rifki ketika kami sudah berada di dalam mobil


"aku masih kefikiran dengan baju ini mas , harga nya itu loh , nanti uang mas habis hanya buat beli baju ini " sahut ku


"astaga,sayang ,....kamu ini lucu ya ,bagiku berapa pun harga nya akan aku belikan untuk mu , asalkan kamu senang ,dan yang terpenting aku diberikan kesehatan dan keselamatan agar aku bisa terus bekerja agar dapat menafkahi mu juga anak kita nanti " ucap mas Rifki sedikit terkekeh


"amin ....aku juga selalu mendoakan kesehatan dan keselamatan buat mu mas ,terima kasih sudah mau bekerja keras untuk ku " lagi-lagi aku merasa terharu ,hingga aku pun menitikan air mata ku


"jangan nangis ,jelek tahu " mas Rifki mengusap air mataku


"sudah jangan kamu permasalah kan soal harga nya , malah aku pernah loh beli sesuatu yang harga nya di atas sepuluh juta " ucap mas Rifki


"apa itu ?" tanya ku


"mobil ini ,juga mobil yang di pakai mama "


"yah mas kalau itu aku juga tahu " ucap ku seraya mengerucutkan bibir ku


cup


tiba-tiba mas Rifki mengecup bibir manyun ku .


"mas ih ,gimana kalau ada yang lihat " seru ku memukul pelan bahu nya


"habisnya kamu gemesin " mas Rifki pun lalu menghidupkan mesin mobil dan mobil pun melaju perlahan meninggalkan area parkir di pusat perbelanjaan .


.......................


"sayang sepertinya hantu wanita itu masih berada di sekitar rumah ini deh " ucap mas Rifki melihat ke atas pohon mangga besar yang berada di samping rumah.


Nampak di atas dahan sana Lasmi si kuntilanak merah itu tengah duduk dengan mengayun-ngayunkan kedua kakinya.


"nama nya Lasmi mas ,dia gak berbahaya ko" ucap ku seraya melambaikan tangan ku ke arah Lasmi ,sebab Lasmi juga melambaikan tangan nya pada ku


"hah.....jangan bilang dia ....."


"ehm....dia datang dengan sendirinya , katanya dia ingin jadi teman ku " ucap ku seraya berlalu


"huh ....yang benar saja ,kenapa jadi banyak hantu berkeliaran di rumah ku " gerutu mas Rifki


.................


Gedebug


"mas ....." seru ku memanggil mas Rifki


Aku yang sedang di kamar mandi dikejutkan dengan suara sesuatu yang jatuh dan suara nya sepertinya berasal dari kamar ku .


"loh ,kamu ngapain ,tengkurap di situ ?" tanya ku pada Lasmi


"haduh .....tadi ada sesuatu yang melayang menuju rumah ini , warna nya merah kehitaman , aku penasaran dan hendak melihat nya tapi benda itu malah mengenai ku ,panas banget " ucap nya seraya mengipas-ngipasi dirinya dengan kedua tangan nya


"benda merah kehitaman " gumam ku


"itu ilmu hitam yang kembali di kirim kan untuk mu " seru Wowo yang tiba-tiba berada di antara kami


"ilmu hitam ...., siapa yang berani mengirim kan itu padamu ,kau punya musuh ?"tanya Lasmi menatap ku


"entahlah " sahut ku menggeleng


"tapi ini masih sore ,biasa nya kan ilmu hitam itu sering di kirim saat tengah malam" ucap ku


"rupanya orang itu memang sangat berusaha keras untuk mencelakai mu " ucap Wowo lagi


"hmm....gimana kalau aku cari tahu dukun yang mengirimkan ilmu hitam itu " usul Lasmi


"terserah kau saja " sahut Wowo dan Lasmi pun langsung menghilang


"baiklah aku juga harus pergi " Wowo juga menghilang ,tinggal aku sendiri di dalam kamar


Saat aku hendak membuka pintu , tiba-tiba pintu di dorong dari luar


duuukkk.....


"KUNTILANAK.......duuuhh.... astaghfirullah halazim....sakiiit....." rintih ku memegangi kening ku


"astaghfirullah .....sayang kamu tidak apa-apa,maaf aku gak tahu kalau kamu berdiri depan pintu " ucap mas Rifki merasa bersalah


"mas jahat ,jidat ku pasti merah ini ,... sakiiit" ucap ku lagi


"ya Allah , aku benar-benar tidak tahu , maaf " mas Rifki meniupi kening ku dengan terus mengusap nya


"sini,aku oleskan obat ,biar gak memar " mas Rifki menuntun ku duduk di pinggiran tempat tidur


"sayang , aku benar-benar minta maaf " ucap mas Rifki lagi seraya mengoleskan salep di kening ku


"iya ,mas ,aku nya juga yang salah ,gak hati-hati" ucap ku


"enggak , aku yang salah "


cup


"sudah di cium pasti sembuh " ucap mas Rifki


"maaf ya "


"ehm...iya "


"ya sudah yuk kita turun,mama sudah menunggu di meja makan " ajak nya


"baiklah "


.................


"loh.... itu kenapa kening kamu merah gitu ?" tanya mama Dewi saat melihat kening ku


"tidak apa-apa ma, ini hanya tak sengaja kejedot pintu , sudah di obatin ko sama mas Rifki " jawab ku tanpa ku beri tahu kejadian sebenarnya jika aku seperti ini karena ulah anak nya


"ya ampun ,lain kali kamu harus hati-hati , ini makanan lah yang banyak, biar cepet sembuh " mama Dewi memberikan ku banyak sekali nasi dan lauk nya,hingga aku kesusahan menelan ludah ku sendiri


"ya ampun ma, kebanyakan itu ,bagaimana ngabisin nya" seru mas Rifki


"ya dibantu dengan mu lah, kalian makan satu piring berdua" ucap mama Dewi


"sekalian suapin istri kamu , mama masih kenyang , mama ke kamar dulu , daaahh......selamat beromatis ria " mama Dewi pergi begitu saja meninggalkan ku dan mas Rifki yang melongo dengan tingkah nya


"mama kapan makan nya ,ko udah kenyang ?" teriak mas Rifki


"tadi di kafe ,sebelum pulang ,mama makan bareng pegawai di sana " teriak mama Dewi juga


hadeeuuuhh....kocak juga mama mertua ku ini .


.


.


.


.


bersambung