Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 88


MASIH AUTHOR POV


.


.


.


Betapa terkejut nya Nuri saat mendengar kata melamar dari Bu Dewi ,ia sama sekali tidak menyangka akan hal ini , pasal nya yang Nuri tahu Bu Dewi itu tak menginginkan diri nya berhubungan dengan Rifki ,anak nya ,tapi sekarang kenapa tiba-tiba ia di lamar nya.


"ma af Bu , jadi maksud ibu ,melamar Nuri untuk mas Rifki, tapi bukan kah ibu tak menginginkan nya ?" tanya Nuri gugup


"kata siapa ?" ucap nya membuat Nuri bingung hingga Bu Dewi berucap


"kamu salah faham ,maaf ucapan saya membuat mu salah mengartikan nya " ucap Bu Dewi


"maksud nya ?" Nuri benar-benar bingung di buat nya


"sebenarnya saya sangat senang dan sangat menyukai mu pada saat pertama kau datang ke kafe ,makanya saya langsung menerima kamu kerja,apalagi setelah melihat kinerja mu yang bagus di tambah kamu tak pernah meninggalkan shalat mu, saya berharap Rifki anak saya bisa menyukai mu ,makanya saya meminta Rifki untuk datang ke kafe dan menggantikan ku di sana,dengan alasan orang tua sakit ,padahal saya hanya ingin berlibur saja di rumah nenek kakek nya Rifki " tutur nya


"tapi kenapa ibu Dewi bilang orang tua ibu sakit?" tanya Nuri


"sebenarnya memang benar mereka sakit ,tapi sakit yang dimaksud hanya sakit biasa.Biasa lah namanya juga sudah sepuh keluhanbnya juga hanya seputaran sakit lutut ,dan rematik saja " jawab nya


"tapi maaf kenapa saya dipecat?" tanya Nuri akhirnya ,ia memang ingin tahu apa kesalahan nya yang mengharuskan nya di pecat


"iya maafkan saya,saya memang memecat kamu di kafe , dan saya melarang mu datang ke kafe jika kamu datang nya untuk bekerja , tapi jika kau jadi menantu ku kau bisa datang kapan pun kau mau " ucap nya lagi membuat Nuri terpaku dan langsung menatap Rifki ,dan Rifki yang di lirik pun hanya tersenyum dengan menaik turunkan kedua alis nya .


"apa kamu tahu , mama sangat terkejut saat mendengar kabar jika kamu pulang kampung " ujar Rifki


Rifki pun menceritakan kembali pada saat ia bersitegang dengan mama nya


flashback


Sesudah Rifki menemui pak Maman ,Rifki kembali ke kosan Nuri namun ia melihat lampu di kamar Nuri sudah mati itu tanda nya Nuri sudah tidur , ketiga hantu Lila , Tami ,dan Yesi juga datang menghampiri dan mengatakan jika Nuri memang sudah tertidur ,ia tak mau mengganggu nya ,hingga Rifki memilih untuk pulang ke rumah nya.


Sesampai nya di rumah ia terlihat uring-uringan membuat heran mama nya yang memang belum tidur dan masih duduk di depan televisi.


"kamu kenapa sih datang-datang uring-uringan begitu, habis putus cinta ? tumben sekali kamu seperti itu ?" tanya mama nya membuat Rifki yang hendak masuk kamar nya mengurung kan niat nya ia duduk di samping mama nya.


"ma, kenapa mama biarin Nuri mengundurkan diri ma,kenapa mama ga tahan dia ?"tanya Rifki


"Nuri mengundurkan diri " ucap mama nya


"kenapa dia tak mengatakan jika aku memecat nya dan malah bilang mengundurkan diri "batin nya


"kenapa ma ?" tanya nya lagi


"apa kamu menyukai nya?" tanya mama nya menatap wajah putra nya


"iya , Iki menyukai nya ma, tapi besok katanya dia mau pulang ke kampung nya ,Nuri ....juga katanya mau menikah " ucap nya tertunduk


"APA.....menikah ?" pekik mama nya


"iya ma "sahut Rifki lemah


"apa kamu benar-benar mencinta nya ?" tanya mama nya lagi


"iya ma, belum pernah Iki merasakan hal seperti ini ,Iki memang playboy pacar dimana-mana,tapi baru kali ini Iki merasakan nyaman dan bahagia saat bersama nya" jawab nya jujur


"baiklah ,kita susul Nuri ke kampung nya , mama akan melamar Nuri untuk mu , besok kamu cari cincin paling bagus ya " ucap mama nya tersenyum pada Rifki


"benarkah"


"ehm ..." mama nya mengangguk


"terima kasih ma"


"oh iya ada satu hal yang harus mama katakan " ucap nya


"apa itu mah ?"tanya Rifki


"sebenarnya Nuri tidak mengundurkan diri ,melainkan mama pecat " ucap nya


"apa ,tapi kenapa ma, apa Nuri melakukan kesalahan ?"tanya Rifki tak habis fikir


"tidak ,Nuri tidak pernah melakukan kesalahan , maksud mama ,mama memecat nya jadi karyawan mama ,dan akan mengangkat nya jadi menantu mama, tapi ternyata Nuri salah faham dan pulang kampung ,dan yang lebih mengejutkan lagi ,kalau ternyata Nuri akan menikah , kita harus cepat setelah kau mendapat kan cincin nya kita segera pergi menyusul nya semoga kita tidak terlambat " ucap mama nya


Hingga satu jam kemudian toko perhiasan itu buka ,dan Rifki menjadi pelanggan pertama hari itu . Kini sepasang cincin pertunangan sudah ia dapatkan , dengan sumringah Rifki berjalan menuju mobil nya .


Namun senyum di bibir nya mendadak hilang saat ia sadar jika ia tak tahu nama dan alamat Nuri dikampung, membuat nya kembali uring-uringan.


Malam pun menjelang Rifki masih uring-uringan membuat mama nya juga sama bingung nya, namun tiba-tiba Rifki teringat akan Haris teman nya yang juga mama nya dulu pernah tinggal dan besar di kampung yang sama dengan Nuri ,ia langsung menghubungi Haris dan menanyakan alamat lengkap nya.


Besok nya Rifki dan mama nya benar-benar berangkat ke kampung tempat tinggal Nuri.


flashback off


"aku bahkan sempat marah pada mama saat tahu jika kamu dipecat ,tapi setelah mendengar penjelasan nya aku jadi ingin cepat-cepat bawa kamu ke penghulu" tambah nya


blus....


Wajah Nuri tiba-tiba merona mendengar ucapan Rifki, dengan malu Nuri melempar Rifki dengan mobil-mobilan kecil yang sedang dimainkan adik nya,yaitu Febry


membuat Febry merengek pada Nuri


"kakak....kenapa mobil nya di buang " ucap nya


"Nuri " sergah ibu nya


"Nuri kamu itu gak boleh begitu ,gak sopan tahu " seru ayah nya


"maaf " ucap Nuri menunduk


"gak apa-apa sudah biasa ko Nuri seperti itu dan aku suka dengan Nuri yang seperti itu " ucap Rifki


"belum apa-apa sudah KDRT , ber hati-hati lah Nuri begini-begini tenaga nya seperti Samson " celetuk Adi


"kaaak...." cicit Nuri


"hahaha..emang kenyataan nya begitu ko, kamu ini anak perempuan tapi tenaga mu aw ...." Adi mengusap pinggang nya yang di cubit oleh Nuri


"sakit ....duh kamu ini , pasti biru nih bekas nya " ucap nya seraya mengusap pinggang nya


"siapa sebenarnya laki-laki itu , kenapa mereka nampak dekat sekali , itu lagi kenapa duduk nya rapet banget begitu " gerutu Rifki dalam hati


Seakan tahu apa yang di fikirkan Rifki , pak Maman lalu berucap


"oh iya saya sampai lupa ,ini perkenalkan dia nama nya Adi ,Adi ini anak nya kakak saya ,sepupu nya Nuri , mereka memang dekat ,saking dekat nya orang lain yang gak tahu dikira mereka pacaran " ucap pak Maman memperkenalkan Adi


"oh saya kira" ucap Rifki merasa lega


"mas Rifki pasti mengira kalau kak Adi ini laki-laki yang dijodohkan dengan ku?" tanya Nuri yang di jawab anggukan oleh nya


"maaf mas Rifki kena prank, sebenarnya aku tidak pernah di jodohkan , itu ku katakan karena ingin menjauh dari mas Rifki ,karena aku fikir Bu Dewi tak menyukai ku ,jadi aku berbohong supaya mas Rifki tak mendekati ku " ucap Nuri jujur


"jadi seperti itu masalah nya hingga kamu jadi murung dan nangis tiap malam? tanya Bu Maryam


"eng....


"maafin saya ya , gara-gara ucapan saya kamu jadi sedih " ucap Bu Dewi merasa bersalah


"iya Bu tak apa" sahut Nuri


"jadi kamu mau menerima Rifki jadi calon suami mu ,keputusan ada di tangan mu nak ,ayah dan ibu hanya akan mendukung dan mendoakan yang terbaik buat mu " ucap ayah nya


Nuri menatap satu-satu yang ada di sana , lalu ia pun mengangguk,membuat senyuman terukir di bibir pemuda bernama Rifki .


Rifki pun kemudian menyematkan cincin nya pada jari manis Nuri ,pun dengan Nuri, ia juga menyematkan cincin di jari manis Rifki


"Alhamdulillah..... mari kita tentukan tanggal pernikahan nya saja kalau begitu" ucap Bu Dewi bersemangat


.


.


.


.


.


bersambung