
"kau lelah? berbaring lah di sini,agar lelah mu hilang " ucap seorang pria menyuruh ku merebahkan tubuhku dan meletakan kepalaku di pangkuan nya
Ku kerjapkan mataku ,melihat sekeliling ,ternyata aku mimpi, mimpi itu lagi , laki-laki itu lagi.
"akhirnya kamu bangun juga Nur" ucap ayah
"hah sudah jam 10 malam , kenapa ayah tak membangunkan ku ,haahh aku ketiduran selama itu"keluh ku
"sudah ayah bangunkan tapi kamu tak kunjung bangun juga" ucap ayah
"kamu juga melewatkan makan malam mu" ucap ayah lagi
"sebentar ayah hangatkan dulu makanan nya ,setelah itu kamu makan " ucap ayah meraih kompor listrik kecil dan sebungkus nasi dan lauk nya hendak memanas kan nya
"ga usah ayah ,dingin juga ga apa-apa" cegah ku langsung meraih dan memakan nya
"kamu ga cuci muka dulu" sergah ayah
"ah iya lupa "cengir ku lalu pergi ke kamar mandi
Letak kamar mandi nya ada di paling ujung ,jadi aku harus melewati beberapa kamar untuk sampai ke kamar mandi.
Karena letak nya yang di ujung juga pencahayaan nya yang kurang di tambah ada satu pohon besar di samping kiri kamar mandi nya , menambah kesan horor , dan hawa nya juga sangat tak enak , sangat panas dan pengap.
Terdapat 3 ruang kamar mandi ,aku pun langsung memasuki salah satu kamar mandi, bau pesing bercampur bau rokok langsung tercium di Indra penciuman ku saat baru saja membuka pintu nya.
"duh kenapa bau sekali sih ,huekk...." gumam ku menahan mual
Tak ingin berlama-lama ,aku pun segera buang air kecil dan membasuh wajah ku , saat aku hendak membuka pintu nya tiba-tiba saja pintu nya susah di buka.
dor dor dor
Aku menggedor dan berusaha membuka pintu nya ,namun tak membuah kan hasil.
Lalu aku pun teriak minta tolong ,setelah mendengar suara orang berbincang di luar sana ,namun mereka tak kunjung membuka kan pintu nya ,aku pun kembali menggedor sambil terus berteriak.
"tolong.... siapa pun please tolong bukain pintu nya " pekik ku berteriak
namun suara mereka tiba-tiba lenyap begitu saja
"khikhikhi...." suara cekikikan sangat jelas terdengar
"woy bukain ga,jangan nakutin ,ga mempan tahu,aku ga takut "ucapku lantang padahal ada sedikit ketakutan juga di hati ku ,namun aku mencoba untuk memberanikan diri ,karena jika aku takut maka mereka yang tak kasat mata lah yang akan semakin kuat.
Tiba-tiba pintu nya terbuka ,lebih tepat nya ada yang mendorong nya dari luar
"loh kamu anak nya bang Maman kan ?" tanya nya
"iya pak ,makasih sudah di bukakan pintu nya" ucap ku berterima kasih
"soal nya tadi pintu nya ga bisa terbuka " ucap ku lagi
"ya sudah sebaik nya kamu segera kembali " ucap nya yang di jawab anggukan oleh ku
aku pun segera kembali ke kamar ayah
"hah perasaan baru kemarin pintu nya di perbaiki masa sudah rusak lagi sih " keluh ya yang masih bisa ku dengar
"ko lama ke kamar mandi nya ?" tanya ayah ketika aku baru sampai di kamar
"iya yah,tadi Nuri ke kunci dari dalam ,pintu nya ga bisa ke buka ,tapi tadi untung ada yang nolong bukain " sahut ku
"oh ya sudah sekarang kamu makan dulu " ucap ayah kemudian
Aku pun langsung menyantap makanan ku yang sudah dingin ,namun tetap enak di mulutku mungkin karena aku nya yang lagi lapar makanya terasa enak meski dingin.
Esok nya
Aku sudah siap dengan penampilan yang serapih mungkin ,celana jeans hitam panjang dengan baju kemeja panjang putih dan kerudung segi tiga berwarna putih dengan motif bunga mawar juga sepatu kets hitam.
"sudah siap kamu Nur?" tanya ayah yang dijawab anggukan oleh ku
"sebenarnya Nuri kerja apa sih yah ?"tanya ku saat sedang menunggu angkutan umum
"menurut Sarno teman ayah yang tadi nyapa kita di gerbang kata nya sih kerja di kafe,tapi ayah juga ga tahu di kafe nya itu kerja apa" tutur ayah
"oh ya sudah ga papa deh kerja apa pun Nuri mau ,asalkan halal iya kan yah " tanya ku
"iya kamu benar yang penting halal,tapi kamu juga harus ingat kamu harus pandai membawa diri jangan melakukan hal yang bisa menyinggung orang ya ,kita itu hanya orang kecil Nur ,hidup dan tinggal di kota itu tak mudah ,terkadang suka ada saja orang yang tidak suka pada kita ,tapi kamu juga ga boleh mem balas nya juga ,kejahatan di balas dengan kejahatan hasil nya pasti tidak baik tapi jika kejahatan di balas dengan kebaikan,insya Allah Allah akan memberi jalan nya , kamu mengerti kan Nuri?" ucap ayah menasehati ku
"iya ayah Nuri mengerti ko, eh itu angkot nya bukan yah ?" tanya ku melihat sebuah metromini berhenti tepat di depan kami
"iya yu masuk ,hati-hati " ucap ayah menghalangi kepalaku dengan tangan nya ketika aku masuk ke dalam angkot
Ayah memang pergi untuk mengantarku ,karena aku juga belum tahu jalan nya dan masih sangat bingung melihat banyak nya mobil yang berlalu lalang di jalan.
Suara bising kenalpot bercampur klakson-klakson mobil yang bersahutan juga kenek metromini yang terus meneriakkan tempat yang hendak di lalui nya ,tak ketinggalan suara para pedagang kaki lima yang berteriak menjajakan jualan nya
"ayah ,Nuri mual.." ucapku lirih
"tahan sebentar lagi kita sampai ko" ucap ayah
dan benar saja tak lama kemudian metromini pun berhenti dan ayah mengajak ku untuk turun
"nah itu kafe nya ,deket kan dari tempat kerja ayah ,kamu ga bakal nyasar deh " ucap ayah menunjuk sebuah kafe dan kita pun pergi ke kafe itu
"permisi mbak,maaf ini saya mengantar kan anak saya yang waktu itu diminta datang untuk bekerja di sini ,atas rekomendasi dari teman saya Sarno "ucap ayah pada seorang wanita cantik yang berada di balik meja kasir
"oh gitu ,bapak dan mbak nya tunggu sebentar ya sebentar lagi atasan saya datang, biar lebih afdol nanti bapak bicarakan dulu sama beliau" ucap nya ramah
kami pun duduk di kursi yang sudah di sediakan
"duh kenapa perasaan ku ga enak ya ,biasa nya kalau sudah begini tandanya ada ...." batin ku ,ku tengok kan kepalaku ke arah dalam dan benar saja ada sosok hantu nenek-nenek tengah menatap tajam ke arah ku ,aku pun sontak menundukkan kepalaku tak ingin melihat ke arah nya.
"kamu kenapa Nur ?" tanya ayah
"sudah abaikan saja ,anggap saja itu pajangan ,jangan takut " ucap ayah yang ternyata tahu kalau aku melihat nya
"ayah tahu ko kamu bisa melihat kembali mereka,karena bagaimanapun kamu mencoba untuk mengobati kemampuan mu, itu tidak akan berhasil karena pada dasar nya kamu adalah keturunan ayah yang sudah di pilih oleh leluhur nya ayah ,jadi nikmati saja " ucap ayah
"ish ayah ....tapikan Nuri takut" keluhku
"selamat pagi Bu " sapa kakak perempuan yang berdiri di meja kasir kepada seorang wanita paruh baya
"selamat pagi " sapa nya balik
"maaf Bu ada yang menunggu" ucap nya menunjuk pada ku dan ayah
"mari bicara di dalam ruangan ku" ucap pemilik kafe ini
Aku dan ayah pun mengikuti langkah nya memasuki ruangan kerja nya
aku pun melewati sosok hantu nenek-nenek yang terus saja menatap ku.
Sesampainya di dalam kami pun di minta untuk duduk dan ayah mulai menyampaikan maksud dan tujuan nya.
"jadi kamu yang bernama Nuri itu " tanya nya
"iya Bu saya Nuri " jawab ku
"panggil saja saya ibu Dewi ,dan mulai hari ini kamu bisa bekerja di sini "
"terima kasih Bu,tapi saya kerja apa Bu?" tanyaku
"apa saja yang menurut kamu bisa kamu kerjakan ,jika melihat ada pengunjung namun tak kunjung ada yang melayani maka kamu yang layani ,jika ada yang kotor maka kamu bersihkan ,saya tidak membatasi bagian-bagian mana yang harus di kerjakan ,semua nya saya perlakukan sama ,dan yang nomor satu layani pengunjung dengan baik " ucap ibu Dewi
"dan sekarang ini seragam kerja mu ,masing masing pegawai ada dua seragam untuk ganti " ucap ibu Dewi lagi sembari menyerahkan dua seragam yang masih terbungkus rapih oleh plastik.
Aku pun bergegas mengganti pakaian ku dengan seragam kerja lengan panjang yang di sediakan untuk pegawai berhijab .
"kalau begitu ayah kembali ke tempat kerja ayah ya,nanti pulang nya ayah jemput,hubungi saja jika sudah waktu nya pulang " ucap ayah lalu pergi setelah sebelumnya aku menyalimi tangan nya
"ayo, saya akan mengenalkan mu pada semua pegawai di sini " ucap nya dan aku pun mengekori nya
"perhatian semuanya...perkenalkan dia pegawai baru di sini ,saya harap kalian bisa bekerja sama dengan baik di sini ya " ucap Bu Dewi pada semua pegawai kafe nya
"apa semua nya sudah siap?" tanya nya kemudian
"sudah Bu " sahut salah satu pegawainya
"kalau begitu kalian bersiap lah, kita akan buka kafe ini "ucap Bu Dewi memperingat kan
"baik Bu "seru mereka kompak
Bu Dewi pun berlalu menuju ruang kerja nya
tak ku lihat lagi sosok nenek tadi.
"mbak maaf , apa yang harus saya lakukan ?" tanya ku canggung pada teman kerjaku
"hai ,aku Nana,kamu kerjakan saja ini " ucap nya memberikan aku pisau dan beberapa sayuran segar
" kamu pasti masih merasa canggung kan , ga apa nanti juga terbiasa , kita potong-potong dulu sayuran nya,saat ini memang masih sepi tapi sebentar lagi akan ramai dan pasti kita akan sibuk sekali " ucapnya ramah
"hm, terimakasih mbak Nana,nama ku Nuri " ucap ku
mbak Nana hanya tersenyum sambil terus memotong motong sayuran
Saat aku tengah di sibuk kan dengan sayuran tiba-tiba terdengar kegaduhan ,aku dan Mbak Nana pun pergi untuk melihat.
"Kun.."aku langsung menutup mulutku dengan terus menepuk-nepuk mulutku dengan tangan ku
"hampir saja keceplosan" batin ku
Rupanya ada yang kesurupan, semua yang ada di sini tak ada yang berani mendekat dan menenangkan nya yang terus berteriak dan sesekali menangis ,ia juga kerap memberikan perlawanan pada siapa pun yang berani mendekat.
"Bu Dewi bagaimana ini ?" keluh nya
"Tia kamu tukar tulisan buka nya ,kita jangan dulu buka " ucap nya dan seorang yang bernama Tia pun lari ke arah pintu dan menukar tulisan open menjadi close
"hallo,kamu cepat datang ke kafe ku ,sudah lah cepat saja datang aku tunggu " ucap Bu Dewi pada seseorang di balik ponsel nya
"kenapa ini selalu terjadi saat hendak buka sih?" keluh Bu Dewi menekan ujung pelipis nya
"jadi ini sering terjadi di saat kafe mau buka ?" aku mulai bertanya
"iya ,dan ini sudah berlangsung dari dua bulan yang lalu " ucap nya
"dua bulan yang lalu....
.
.
.
.
.
.
bersambung
mungkin cerita nya semakin ga jelas ya
π€¦π€¦π€¦