Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
S2 episode 130


"Bu Laras ......" gumam ku


"Tante ....apa maksud Tante ?" tanya mas Rifki menatap wanita yang selalu berpakaian serba hitam yang tak lain adalah Bu Laras


"maaf bapak-bapak, ibu-ibu , jika kehadiran saya membuat kalian bertanya ,kalian pastinya sudah tahu bukan siapa saya ,jadi saya tidak perlu lagi memperkenalkan diri " ucap Bu Laras


"iya kami sudah tahu ,jadi benarkan jika mereka ini pasangan yang bersekutu dengan setan untuk memperoleh kekayaan"


"kata siapa ?" tanya Bu Laras menatap yang bertanya tadi


"mas,turun kan aku ,perut ku sudah tak sakit" pinta ku


"kamu yakin ?" aku pun mengangguk ,hingga mas Rifki pun menurunkan ku


"apa maksud Bu Laras ,bukan kah tadi anda bilang jika itu semua benar ?" tanya mereka lagi


"iya,tapi saya tak menyebutkan jika tuduhan kalian itu benar, saya hanya mengatakan bisa saja itu benar dan bisa saja itu tidak " ucap Bu Laras lagi


"jadi ini bagaimana Bu, kami tidak mau mereka tetap tinggal di kompleks ini jika terbukti mereka bersekutu dengan setan"


"sekarang begini saja , saya mau tanya pada kalian...."Bu Laras nampak menjeda kalimat nya hingga ia melanjutkan kembali kata-kata nya


"apa kalian tahu jika saya mempunyai teman hantu yang selalu mengikuti saya kemana pun ?"tanya Bu Laras


Nampak mereka saling lirik ada yang mengangguk ada juga yang hanya diam karena tidak tau


"saya seorang paranormal yang pastinya selalu ada makhluk ghaib yang mengikuti ,bahkan di rumah saya pun selalu banyak berkeliaran, apa jika saya tinggal di dekat rumah kalian ,kalian akan menerima nya , atau malah sebalik nya?" tak ada yang menyahut , hingga ada salah satu dari warga yang tiba-tiba saja berucap


"ya gak apa-apa,kan anda seorang paranormal" celetuk nya


"berarti kalian juga tidak harus merasa keberatan kan jika mereka tetap tinggal di sini " ucap Bu Laras lagi


"tapi Bu ,mereka berbeda ,mereka itu bersekutu" seru warga paling belakang


"beda apa nya ,mereka sama saja dengan ku, hanya beda nya mereka hanya berteman ,sedangkan saya selalu menggunakan jasa makhluk ghaib untuk meneror orang-orang seperti kalian ,yang dengan mudah dihasut orang ,dan percaya dengan berita yang tidak-tidak" ujar Bu Laras dengan sedikit penekanan


"apa maksud nya ?"


"iya ....apa maksud anda ?"


"saya tanya sekali lagi ,apa pernah kalian merasa terganggu ataupun merasa dirugikan oleh mereka , dan ....apa kalian masih kehilangan uang kalian ?"


nampak mereka semua saling bergumam dan saling lirik


"baiklah mungkin harus saya ungkap semua nya , bagaimana Nuri ,Rifki , tidak apa-apa kan mereka semua tahu ?" tanya Bu Laras menatap ku , aku pun lantas melirik pada mas Rifki yang juga tengah sama melirik ku, mas Rifki mengangguk , aku pun mengangguk pada Bu Laras


"beberapa waktu lalu kalian pernah atau sering kehilang uang kalian kan , apa sekarang masih kehilangan atau tidak ?" tanya Bu Laras menatap mereka ,mereka pun lantas menggeleng


"iya, ya akhir-akhir ini tidak ada warga yang melaporkan kehilangan uang mereka " ucap pak RT


"lalu apa hubungannya dengan mereka ?''


"jelas ada "sahut singkat bu Laras ,hingga mereka kembali salah faham pada kami


"apa mereka yang memelihara tuyul itu"


"tidak ,bukan mereka tapi ada orang lain , justru mereka lah yang sudah membantu kalian terbebas dari teror tuyul itu " ujar Bu Laras


"apa .....mana mungkin....bagaimana caranya ?"


" seperti yang sudah saya katakan tadi, jika mereka sama dengan ku ,yang memiliki teman hantu , namun meskipun begitu teman hantu mereka tak pernah mengganggu warga ,yang ada mereka ikut membantu menjaga lingkungan komplek ini, dan jika ada kabar jika mereka melakukan persekutuan ,ataupun pesugihan itu semua tidak lah benar " tutur Bu Laras


"hah.....te teman hantu...."


"apa kata-kata nya bisa di percaya , bisa saja kan dia bicara seperti itu karena dia memang bersahabat dengan orang tua nya " ucap lantang seseorang dari arah belakang


"dia yang sudah menghasut warga " terngiang suara Wowo di telinga ku


"mas ...mas tahu siapa orang itu , siapa dia ?" tanya ku berbisik


"entahlah aku baru melihat nya ,warga baru mungkin " sahut mas Rifki


" maaf ....anda siapa ya ?" tanya ku pada seorang pemuda seusia mas Rifki


"apa dia warga baru di komplek ini pak RT ?" tanya mas Rifki menambahkan


Namun nampak nya pak RT malah mengerutkan kening nya ,pertanda beliau juga tak tahu.


Namun pemuda itu seperti salah tingkah dan gugup, tanpa berkata-kata pemuda itu lari tunggang langgang ,namun ketika sampai di depan pintu gerbang tiba-tiba tubuh nya mental hingga jatuh tersungkur,itu yang terlihat oleh para warga ,padahal yang sebenarnya terjadi ia terpental karena dihalangi oleh bang Popo , sedangkan Wowo dan Lasmi entah dimana rimbanya kedua makhluk halus itu .


"kenapa dengan nya " para warga melihat keheranan


"rupanya kamu " ucap Bu Laras


"siapa yang menyuruhmu untuk menyebarkan berita bohong itu " tanya Bu Laras menatap tajam seraya berjalan mendekati pemuda itu


"i ....itu....." pemuda itu malah jatuh pingsan , rupanya bang Popo menampakan wujud pada nya , hingga ia merasa ketakutan dan langsung pingsan seketika


"jadi berita persekutuan itu tidak benar ?" tanya para warga


" tentu saja tidak benar " sahut mas Rifki


"tapi ....mengenai teman ku yang para hantu itu memang benar adanya ,dan saya minta bapak-bapak dan ibu-ibu jangan merasa takut ,karena mereka tidak akan pernah mengganggu kalian atau siapa pun " ucap ku menatap mereka semua yang nampak saling lirik satu sama lain


"baiklah ....saya selaku ketua RT di sini mewakili warga untuk meminta maaf , maaf kami sudah menuduh sembarangan dan bahkan sempat berkata kasar pada kalian " ucap pak RT


"iya pak ,tak apa-apa" sahut ku


"lalu apa yang akan kita lakukan dengan orang ini" tanya warga


"biarkan saja , sepertinya saya sudah tahu siapa pelaku nya, dia hanya dibayar untuk menghasut kalian " ucap ku lagi


"ya sudah kalau begitu kami semua pamit , maaf sekali lagi ya" ucap pak RT lagi


"iya pak tidak apa-apa, saya mengerti ko" ucap ku


Rombongan warga bersama pak RT pun membubarkan diri setelah sempat membuat kegaduhan di depan rumah , meninggalkan pemuda bayaran itu yang masih tergeletak tak sadarkan diri .


"biar dia aku yang urus " seru Wowo tiba-tiba muncul


"darimana saja sih ,mana Lasmi?" tanya ku


"ada lah sedang menghukum seseorang " sahut nya


"seseorang.....siapa " tanya ku dan mas Rifki


"siapa lagi kalau bukan dukun yang pernah mengirim santet padamu , dia mengatakan pada orang yang membayar nya tentang kita ,makanya dia membayar pemuda ini untuk memfitnah kalian " tutur Wowo


"kamu mau apa kan dia " tanya mas Rifki


"akan ku pindahan ke TPU " sahut nya seraya menghilang membawa pemuda itu


"dasar jahil .... pasti laki-laki itu akan sangat terkejut saat bangun tahu-tahu sudah ada di TPU" gumam ku


"heeeehhh...... akhirnya mereka pergi juga " ucap mas Rifki lega


"makasih ya Bu Laras sudah datang membantu kami " ucap ku menatap wanita paruh baya yang tetap terlihat cantik dan muda


"iya ,Wowo kalian yang bilang kalau kalian dalam masalah" ucap nya


"Wowo" gumam ku


"ehm..." Bu Laras mengangguk


Di saat bersamaan sebuah mobil sedan hitam tiba-tiba berhenti di depan kami


"loh ada apa kalian berkumpul di sini....?"


.


.


.


.


.


.


bersambung