Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
bab 92


Kini aku dan mas Rifki tengah berdiri menyalami para tamu undangan yang hadir ,sebagian besar tamu yang datang itu adalah teman dan kerabat ayah dan ibu , teman-teman sekolahku hanya beberapa saja yang datang , karena pada ke luar kota semua.


"oooohh....Nuri happy ending ya ,uuh... gak nyangka deh kamu bakal jadi manten nya mas Rifki , cucok deh kalian " seru Agus heboh


Dan ternyata Bu Dewi eh mama Dewi mengajak semua pegawai kafe nya untuk menghadiri pernikahan kami .


"iya Nuri , kami semua gak nyangka , kamu selalu bilang kalian tidak ada hubungan apa-apa, lah ini kalian nikah juga " seru mbak Nana ikut heboh


"hehe....memang kita tak pernah ada hubungan apa-apa mbak, tiba-tiba mas Rifki datang bersama mama Dewi dan langsung melamar ku " jawab ku


" hm....manis sekali sih mas Rifki"ucap Selly seraya tersenyum ke arah kami


" makasih ya kalian sudah mau datang" ucap ku


"iya sama-sama ,duh aku lapar ya ,eh kita makan dulu yuk " ajak mbak Nana


"oke mari kita serbu " seru yang lain


Mbak Nana pun bersama dengan yang lain pergi ke meja prasmanan dan menikmati makanan nya .


Kini giliran rombongan Tito cs yang menghampiri kami


"wey bro selamat ya , akhirnya sah juga kalian , aku emang sudah menduga dari awal kalau kalian itu punya hubungan " ucap Tito yang berdiri paling depan


"kalian cepat nyusul jangan lama-lama nge jomblo " ucap mas Rifki


"sombong amat yang udah nikah " timpal Bobi


"selamat buat kalian berdua" ucap Seno


"iya selamat ya "ucap Eko dan juga Rudi


Kini tinggal Haris yang hendak mengucapkan selamat,sedangkan untuk yang lain sudah menuju meja prasmanan .


"selamat ya Nuri ,Rifki ,semoga kalian bahagia " ucap nya seraya menatap ku dan mas Rifki bergantian


" iya thanks ya " ucap mas Rifki


"terima kasih sudah menyia-nyiakan Nuri untuk ku , aku akan membahagiakan nya semampu ku " ucap Wowo terngiang di telinga ku


"apa-an sih wo ?" tanya ku membatin


"aku hanya mengatakan apa yang suami mu katakan di dalam hati nya " jawab nya


Sontak aku menatap mas Rifki yang tengah menatap punggung Haris yang sedang berjalan menghampiri teman-teman nya .


"ada apa ?" tanya mas Rifki ,dan aku hanya tersenyum menatap nya


"terima kasih karena mas Rifki sudah menjadikan ku istimewa di sini " ucap ku seraya menyentuh atas d*d* nya


"tentu saja ,karena aku mencintaimu" ucap nya


Ingin ku katakan jika aku juga mencintai nya ,tapi mulut ku seakan terkunci ,malu rasa nya .Jadi hanya senyuman lah yang bisa ku berikan pada mas Rifki, dan hanya mengatakan nya dalam hati .


Beberapa foto dengan banyak gaya sudah di ambil ,rasa lelah dan lapar kini kurasakan , dan aku tak dapat menutupi nya .


"kamu lelah?" tanya mas Rifki


"iya lapar juga ,dari pagi hanya makan roti saja ,lihat lah ,mereka dengan enak nya makan semua yang di meja prasmanan, aku juga mau " ucap ku cemberut


"baiklah kamu duduk ,dan tunggu ya aku mau ambilkan makan nya " ucap mas Rifki seraya mengusap pipi ku


"loh Rifki nya mana ?" tanya mama Dewi


"lagi bawa makan buat Nuri ma" ucap ku


"ya ampun maaf ya ,terlalu fokus menyapa tamu jadi lupa dengan perut mu yang perlu di isi" ucap mama Dewi menyesal


"iya ma gak apa-apa" ucap ku


"ya ampun mas banyak bener " seru ku saat aku melihat isi dalam piring nya


Aku memang tukang makan tapi enggak sebanyak itu juga kali keluh ku dalam hati


" untuk berdua,sini aku suapin" ucap mas Rifki


"ya sudah kalian makan deh ,mama ke sana lagi ya" pamit mama Dewi


"iya ma " sahut kita berdua


"aaa....." mas Rifki memberikan satu sendok nasi beserta lauk nya


"aku bisa sendiri , ko sendok nya cuma satu ?" tanya ku


"kan aku sudah bilang biar aku suapin ,sini jangan membantah, dosa loh ngebantah suami" ucap nya ,aku pun pasrah saja dan menerima suapan nya ,mas Rifki juga menyuapkan pada diri nya.


Di tengah makan kami ,ternyata Ifel diam-diam mengambil foto ku yang tengah di suapi , namun aku memilih untuk tidak menghiraukan nya.


"biarlah dia membuatkan kenang-kenangan untuk ku " batin ku


***


Acara pun selesai dan kini aku sudah berada di dalam kamar ku , bersama mas Rifki yang sudah berganti pakaian dengan pakaian tidur nya.Ya kini hari sudah malam .


"duh apa yang harus aku lakukan " gumam ku yang tengah duduk di depan meja rias ku


"kenapa diam terus di situ , sini dong " ucap mas Rifki menepuk samping nya


Dengan gugup aku pun melangkah menghampiri nya.


"kamu gak gerah apa pake kerudung terus dari pagi ?" tanya nya


"enggak karena sudah terbiasa juga" sahut ku


"kamu jawab nya salah sayang "


seeeerrrrrrr.....


Tubuh ku berdesir saat mas Rifki memanggilku dengan panggilan sayang , dulu pun aku pernah di panggil sayang oleh Haris tapi rasa nya tak seperti sekarang, saat ini aku merasakan seakan tersengat listrik.


"te terus aku harus jawab apa dong?" tanya ku


"harus nya kamu bilang,iya sayang aku merasa gerah ,nah lalu kamu buka deh kerudung nya" ucap nya


seeeerrrrrrr....


Kembali ku rasakan desiran itu , ku pejamkan mataku untuk menikmati rasa itu , hingga sebuah sentuhan terasa di pundak ku .


"bagaimana ,boleh aku buka kerudung nya ?" tanya mas Rifki dan aku pun membuka mataku dan menatap nya hingga aku pun mengangguk


Dengan perlahan mas Rifki membuka kerudungku ,sampai ciput di dalam kerudung pun sudah terlepas.


"Masya Allah cantik sekali istri ku " puji mas Rifki


Jantung ku terpompa dengan cepat saat mas Rifki mendekatkan wajahnya pada ku , mas Rifki mengecup kening ku , aku pun memejamkan mataku merasakan lembutnya ciuman mas Rifki di keningku.


Dan ciuman nya itu perlahan turun ke bibir dan ......tiiiiiittttttt........(sensor boss)


****


Aku mengerjap kan mataku saat telinga ku mendengar suara adzan subuh .


Ku palingkan wajahku pada pria di samping ku yang kini sudah menjadi suami ku, aku melengkungkan senyum saat teringat apa yang terjadi tadi malam , mas Rifki sungguh memperlakukan ku dengan lembut , bahkan di saat aku menangis karena merasakan sakit di bagian ***ku mas Rifki bisa mengalihkan rasa sakit itu ,hingga aku melupakan rasa sakit nya .


"mas ayo bangun kita shalat subuh bareng " ucap ku seraya mengusap pelan pipi nya


" hm...aku masih ngantuk mbok , sebentar lagi ya" ucap nya


aku terkikik geli mendengar nya


"mas ini aku Nuri ,yuk bangun" ucap ku lagi


" hooaammmm ....jam berapa ini?" tanya nya


" sudah subuh , yuk bangun, aku ke kamar mandi duluan" ucap ku seraya memakai lagi pakaian ku ,tak lupa aku juga membawa baju ganti ku juga handuk kecil untuk membungkus rambut basah ku nanti.


Setelah melaksanakan shalat subuh bersama, mas Rifki tiba-tiba merebahkan tubuh nya di pangkuan ku ,dengan masih di atas sejadah , mas Rifki mengulurkan tangan nya ,aku pun meraih dan kucium punggung tangan nya.


"apa masih sakit?" tanya nya


"sedikit " sahut ku


"kalau begitu kita lakukan lagi " ucap nya tersenyum


"enggak ah, sebentar lagi siang ,lagian masih sakit juga" tolak ku


"baiklah tapi nanti boleh ya kalau sudah tak sakit ?" tanya nya lagi


"ehm..."aku mengangguk


"mas Rifki" panggil ku


"iya sayang " tanya nya mendongak menatap ku


"aku....aku..." ucap ku gugup


"apa ?" tanya nya


"aku hanya mau bilang, kalau aku ...."


"aku apa hem?" tanya nya tak sabar


"aku ...... cinta mas Rifki"ucap ku dengan pipi yang sudah bersemu


"terima kasih karena kamu sudah mau membalas perasaan ku , I love you to" ucap nya mengelus pipi ku


Sebuah cahaya putih berpendar menyilaukan mata ku ,namun hanya aku saja yang melihat nya, karena mas Rifki berbaring dengan wajah nya yang ia hadap kan dan tempelkan ke perut ku .


"Nuri terima kasih kini kita berdua sudah bersatu ,kami akan hidup bahagia di alam kami, kebahagiaan akan selalu menyertai kalian " ucap seorang wanita yang berwajah mirip dengan ku


"Sekar Mirah,Arya Penangsang" gumam ku dalam hati


Mereka tersenyum dan menghilang berbarengan dengan cahaya putih yang juga ikut menghilang.


...TAMAT...