
Di saat Nuri tengah menarik tangan Rifki ,Haris terus saja menatap nya dengan perasaan yang tidak nyaman.
"kenapa rasa nya sakit melihat nya ,apa aku masih mencintai nya ?" tanya nya dalam hati
"duh kenapa tiba-tiba merinding "gumam nya
Haris pun membacakan doa dalam hati nya ,membuat Wowo yang berada di belakangnya merasa kepanasan dan langsung pergi mendekati Nuri.
"huh dasar manusia laknat ,hanya diam berdiri saja malah di bacain doa " gerutu nya setelah bergabung bersama Nuri ,Rifki dan hantu pria malang
"lagian kamu jangan berada di dekat nya ,dia memang tak bisa melihat mu ,tapi dia bisa merasakan nya , jadi jauh-jauh lah dari nya " ucap Nuri membatin
"Nuri ,ini ,kenapa kamu malah ngajak aku ke sini sih ?" ucap Rifki berbisik
"aku mau bilang sesuatu ,tapi janji mas Rifki jangan menyela , dengar kan ucapan nya baik-baik " ucap Nuri memperingati
"ok ok aku akan mendengarkan nya dengan baik " ucap Rifki dengan tangan nya yang sudah ia lingkar kan di lengan Nuri
"kenapa Nuri tak menolak nya ,biasa nya juga selalu menghindar ,jangan kan seperti ini dekat sedikit pun dia langsung menghindar " batin nya
"jadi begini mas ......" Nuri pun menjelaskan lagi apa yang menimpa hantu ini yang ternyata bernama Ardi ,hantu Ardi juga menceritakan penyebab dia masih bergentayangan dan mengganggu di rumah ini.
"jadi seperti itu ,tapi kenapa keluarga ku yang di ganggu ,harus nya bapak mengganggu kakek ku saja ,kan dia yang melakukan nya " ucap Rifki merasa tak terima
"itu karena aku tidak tahu dimana keberadaan kakek mu ,dan lagi aku tak bisa keluar dari rumah ini ,karena seseorang sudah membelenggu ku di area rumah ini , aku bisa pergi jika seseorang bisa mengeluarkan ku dari belenggu itu " ucap hantu Ardi
"ya sampai kapan pun bapak tidak akan bisa menemukan kakek ku ,karena kakek sudah meninggal saat aku berusia 17 tahun " ucap Rifki akhirnya
"pantas saja aku tak melihat nya keluar masuk rumah ini " sahut hantu Ardi lagi
"terus bagaimana mas ,kasihan juga keluarga bapak Ardi " ucap Nuri menatap Rifki
"kau tenang saja ,aku akan memberikan sebagian uang itu , kasih tahu saja alamat rumah nya ,aku sendiri yang akan memberikan nya" ucap Rifki kemudian
Kabar ini sangat membuat Rifki terkejut ,ia tak menyangka jika kakek nya bisa melakukan hal itu.
"aku tidak menyangka kakek bisa melakukan hal itu , aku merasa malu ,pak Ardi, aku mewakili nama kakek ,aku meminta maaf yang sebesar besar nya" ucap Rifki tulus
"hm...ternyata kau anak baik , baiklah aku akan memaafkan mu asal kau bisa menepati janji mu itu ,maafkan juga aku yang selama ini selalu menganggu mu " ucap hantu Ardi lalu menghilang setelah meminta maaf
"mas Rifki sekarang sudah tak takut lagi rupanya" ucap Nuri seraya tersenyum menatap Rifki
"itu karena ada kamu di sisiku " ucap Rifki seraya tersenyum jahil
" mulai deh , sekarang kan hantu nya sudah tak ada,jadi bisa mas Rifki lepas kan tangan nya ?" pinta Nuri
"hehe....maaf aku kira ..."
"apa?" sela Nuri
"enggak deh enggak " ucap Rifki nyengir
"hey Nuri itu laki-laki itu ngelihatin terus ke sini , seperti nya dia cemburu melihat kalian berduaan" ucap Wowo membatin menunjuk Haris
karena Wowo tak ingin Rifki mendengar ucapan nya
"siapa bilang kita hanya berdua, kita bertiga tahu ,sama kamu juga " ucap Nuri dalam hati nya
"untuk apa juga dia cemburu , sudah tak penting juga " ucap Nuri kembali membatin
"ya sudah aku pergi dulu ,anak ku memanggil ku "ucap Wowo lalu menghilang
"akhirnya si Wowo pergi juga " ucap Rifki lega
"kenapa memang nya ?" tanya Nuri
"aku takut tahu ,mata nya itu , iihhh serem " ucap Rifki bergidik
"hihihi.....nanti juga akan terbiasa ko,aku juga sama tadi nya ,tapi seiring berjalan nya waktu aku tak takut lagi melihat nya ,termasuk hantu yang lain nya" ucap Nuri sembari terkikik
Sementara di sudut lain Haris tengah memperhatikan kedua sejoli itu , entah mengapa ia merasa sakit di hati nya , ia menatap lirih melihat Nuri tengah tertawa bersama teman nya.
"woy ngapain di sini ,tuh Riswan dari tadi rewel terus ,mungkin lapar dia " ucap Eko menepuk pelan pundak nya
"ah baiklah seperti nya memang sudah waktunya dia makan ,kau bilangin ke Rifki ya,aku pulang , tadi nya aku juga hendak mendekati nya untuk pamitan ,tapi tak jadi takut ganggu mereka " ucap Haris memberi alasan
"ok ,akan ku sampai kan ,aku juga mau sekalian pamitan ,sudah sore juga " ucap Eko
Kini tinggal Nuri dan Rifki saja
terdengar suara adzan menandakan sudah waktu shalat ashar, Nuri pun melaksanakan shalat dengan di imami oleh Rifki.
Mbok Marni yang tak sengaja melihat nya pun ikut tersenyum melihat nya
"semoga Nuri bisa merubah Rifki jadi lebih baik lagi " lirih nya berdoa dalam hati
selepas shalat Nuri menghampiri Rifki yang tengah menonton televisi
"mas Rifki, seperti nya aku harus pulang , sudah sore " ucap Nuri
" baiklah aku antar " ucap Rifki seraya bangkit dari duduk nya
"hm ...sebenarnya aku mau nolak loh ,tapi aku tak tahu jalan pulang nya ,hehehe...." ucap Nuri seraya cengengesan
"bilang saja mau diantar pulang " ucap Rifki menarik hidung mancung Nuri
" mbok ,Nuri pamit pulang ya " ucap Nuri berpamitan pada mbok Marni
"iya , sering-sering main ke sini ya ,biar mbok ada teman ngobrol , hehe...,dan kamu Iki antar kan neng Nuri sampai benar-benar masuk rumah nya " ucap mbok Marni
Nuri tak merasa heran mendengar mbok Marni memanggil Rifki dengan panggilan Iki, sebab Rifki telah menceritakan nya tadi saat di belakang rumah nya.
"ok "sahut Rifki
"assalammualaikum...." ucap Nuri lalu masuk ke dalam mobil Rifki setelah sebelum nya menyalimi tangan mbok Marni
"hm mesti laporan nih ,kalau Iki bawa perempuan ke rumah ini ,biar mereka dinikahkan ,hehehe....." ucap nya lalu meraih ponsel nya dan mulai menghubungi Dewi
***
"makasih ya mas Rifki, dan maaf aku tak bisa menyuruh mas Rifki mampir ,tak enak dilihat yang lain "ucap Nuri setelah turun dari mobil nya
"iya tak apa ko, sudah masuk sana ,aku akan pergi jika kamu sudah masuk ke dalam " ucap Rifki seraya tersenyum
"baiklah ,dah mas Rifki , assalammualaikum" ucap Nuri
"waalaikum salam...." jawab Rifki
"permisi pak Urip " ucap Nuri
sedangkan Rifki hanya tersenyum seraya mengangguk kan kepalanya pada pak Urip
Rifki pun melajukan mobilnya setelah melihat Nuri sudah benar-benar sudah masuk ke dalam kos san nya.
"kenapa si Nuri jadi bersikap seperti ini ya ,tumben banget , biasanya kan dia suka dingin terhadap ku ,tapi tadi ...ah semoga saja dia terus seperti ini " ucap Rifki tersenyum sendiri mengingat wajah Nuri selalu terlintas di benak nya.
Sesampai nya di dalam kos san ,Nuri bergegas untuk mandi ,setelah itu ia merasakan perut nya lapar.
"duh ini perut ,ngaret bener ya ,padahal sebelum pulang sempet numpang makan dulu di rumah mas Rifki,sekarang sudah lapar lagi " keluh nya
Nuri pun memutuskan untuk membeli makan an ,sekalian untuk makan malam.
Sepulangnya Nuri dari membeli makanan ,tiba-tiba Nuri di kejutkan dengan suara benda jatuh dari kamar nya.
"duh suara apa ya ?" tanya nya
Nuri pun pergi memeriksa nya , diperhatikan nya baik-baik benda yang tergeletak di kasur nya
"hah....ini kan ..........
.
.
.
.
.
bersambung ...