
Aku berbalik dan terkesiap saat melihat seseorang tengah berdiri di depan ku dengan membawa sesuatu .
"Hay .... happy birthday " mas Rifki tersenyum dengan membawa kue ulang tahun dengan lilin berangka 21 yang sudah menyala
Air mataku sontak saja luruh karena tak menyangka akan mendapatkan kejutan seperti ini , ini kali pertama buat ku mendapat kejutan ulang tahun dari seseorang, biasa nya aku hanya mengadakan syukuran dengan memasak nasi kuning dan di bagikan ke tetangga ,tapi kali ini sungguh aku tak menduga nya .
"hey kenapa malah nangis ,ayo tiup lilin nya ,nanti keburu netes ke kue nya " ucap mas Rifki
tanpa berkata-kata aku pun lantas meniup lilin nya
pess
lilin pun padam
tak.....
tiba-tiba potongan kertas warna-warni bertaburan dari atas jatuh mengenai ku disertai teriakan
"SURPRISE........"
Entah kapan mereka datang nya tiba-tiba sudah berada di belakang ku ,aku pun sontak menutup mulutku dengan kedua tangan ku saat melihat ayah,ibu ,dan kedua adikku juga berada di sini .
"ayah....ibu....dede , Ifel kalian ..."
Tak sanggup aku berkata-kata ,dengan berlingan air mata aku pun menghambur pada mereka .
"kenapa kalian datang tak memberi tahu ku " tanyaku
"kami sengaja , suami mu ingin memberi kejutan buat mu" ucap ayah
"selamat ulang tahun nak , semoga kebahagiaan selalu menyertai mu , sebentar lagi kamu menjadi seorang ibu,jadilah ibu yang baik buat anak mu kelak" ucap ibu seraya menyentuh pipi ku
"terima kasih ibu " ucap ku lalu kembali memeluk nya
"kau tak ingin mengucapkan ulang tahun pada ku " tanya ku melirik pada Ifel
"buat apa ,kan sudah di ucap kan ibu tadi,anggap saja itu perwakilan buat ku " sahut nya
"dasar kau ini " seru ku dengan mengangkat tangan ku hendak menjitak nya ,namun aksi ku itu segera di cegah oleh ayah
" Nuri...." ucap ayah pelan
"hehe....iya ayah ...enggak ko,gak jadi " cengir ku
nampak ayah dan yang lain tertawa sambil menggelengkan kepala nya hingga
"sayang ini kapan kue nya di potong ,pegal nih pegang kue nya terus " ucap mas Rifki
"oh iya ya " sahut ku
"ini , hati-hati" ucap mama Dewi seraya memberi ku pisau yang khusus buat potong kue
Potongan pertama aku berikan pada ayah dan ibu ,lalu mas Rifki dan yang lain nya motong kue nya sendiri .
"makasih ya mas ,mas sudah ingat hari ulang tahun ku ,sampai memberi ku kejutan segala , aku benar-benar senang" ucap ku
"hm... sama-sama apapun untuk mu aku pasti lakukan , termasuk memboyong keluarga mu ke sini " ucap mas Rifki lagi
"iya sekali lagi terima kasih, aku saja sampai tak ingat dengan hari ulang tahun ku "
"jangan berterima kasih terus ,nanti aku cium kamu di depan mereka ,mau " ancam nya
"iiih ....jangan , iya-iya aku gak akan bilang terima kasih lagi deh " ucap ku kemudian , enak saja dia mau cium aku di depan semua nya ,mau ditaro dimana muka ku , dasar mas Rifki.
"selamat ulang tahun untuk mu Nuri , maaf kami ikut mengerjai mu dengan tak menyahut dan menghilang saat kau mencari kami ,itu semua Rifki yang meminta" ucap Wowo tiba-tiba muncul bersama Lasmi dan bang Popo
" iya gak apa-apa, aku ngerti kok " sahut ku
"ibu....." tiba-tiba saja Febry berteriak sambil berlari memeluk ibu
Nampak nya Febry ketakutan saat melihat Wowo dan kedua hantu di dekat ku ,aku pun lantas berkata dalam hati
"sebaik nya kamu tidak menampakan diri mu pada adik ku"
"siapa yang menampakan diri, orang adik mu sendiri yang bisa melihat kita ko" sahut Wowo
"iya adik mu sama seperti mu bisa melihat makhluk tak kasat mata seperti kita " sambung Lasmi
"kalau begitu kalian kembali saja ke tempat kalian , kasihan adik ku" ucap ku lagi
"ada apa de ?" tanya ayah
"itu ....Dede lihat hantu serem di sana deket kak Nuri " tunjuk nya ,hingga membuat ayah,mas Rifki ,dan mama Dewi melihat pada ku
"mana ,orang gak ada apa-apa " sahut ku mendekati nya
"tadi ada kak ,tapi sekarang sudah pergi "
"Dede pasti capek dan ngantuk kan , lebih baik Dede tidur ,besok kita akan pergi jalan-jalan" ucap mas Rifki
" benar ya besok jalan-jalan" ucap Febry senang
"ya ,sekarang Dede tidur ya"
"iya ,yuk Bu ,Dede mau tidur " ajak Febry menarik-narik tangan ibu
"iya ... "
Mama Dewi lalu menunjukan kamar buat ibu ayah dan Febry , sedang kan untuk Ifel di kamar tamu satu nya lagi,kebetulan di rumah ini ada dua kamar tamu .
Malam ini pun kami tidur di kamar masing-masing, aku yang memang sudah mengantuk pun menjadi lebih cepat terlelap .
Namun saat aku merasa baru memejamkan mata ku , tiba-tiba aku terbangun dan melihat sekeliling yang nampak tak asing bagi ku .
Tempat ini...adalah tempat dimana aku dulu pernah datangi bersama ayah ,ibu dan Ifel ,waktu itu aku masih kecil ,Ifel pun masih di gendong kemana-mana, tapi aku masih mengingat nya .
Di sini, di taman bermain ini ,di perosotan ini aku bermain bersama anak laki-laki yang lebih tua dariku ,meskipun tak saling mengenal tapi kami cukup akrab dan saling tertawa bersama, hingga seorang wanita yang seperti nya memang ibu nya,memanggil nya untuk makan siang dengan melambaikan tangan nya , di samping nya terdapat seorang pria yang mungkin itu adalah ayah nya
"Rifki.....sini sayang ....kita makan dulu " teriak ibu nya
"iya ma " anak laki-laki itu menyahut
"aku makan dulu ya ,nanti kita main lagi " ucap nya seraya berlalu
haaaah......
Aku mengerjapkan mata ku , teryata aku bermimpi ,tapi mimpi itu seolah mengingat kan ku tentang teman masa kecil ku yang hanya satu kali bertemu dengan nya , saat itu ayah membawa ku bertamasya ke sebuah taman bermain , sebagai hadiah ulang tahun ku yang ke lima tahun ,kebetulan dulu keluarga ku tinggal di kota,karena kita belum memiliki rumah di desa juga karena ibu yang tak mau tinggal bersama mertua , tapi setelah usia ku cukup untuk sekolah baru lah kami tinggal di desa dengan membeli rumah hasil dari tabungan ayah dan ibu selama tinggal di kota.
Aku melirik mas Rifki yang tertidur pulas di samping ku, lalu ku alihkan pandangan ku pada jam dinding yang sudah menujukan pukul 04:12 , sebentar lagi adzan subuh ,aku pun beranjak ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, sembari menunggu adzan berkumandang, aku pun membuka Al Qur'an dan mulai membaca nya .
Tak lama adzan pun berkumandang ,mas Rifki juga sudah bangun dan langsung menuju kamar mandi ,setelah itu kami pun melaksanakan shalat subuh.
"ada apa , ko ngelamun ?" tanya mas Rifki saat aku duduk terdiam di depan meja rias ,setelah aku selesai mandi
"tidak ko mas , hanya saja tiba-tiba aku teringat seseorang " ucap ku
"siapa , laki-laki atau perempuan?" tanya mas Rifki tiba-tiba menatap ku tajam
"laki-laki "
"apa ....siapa dia "
"santai dong mas ,dia hanya teman ku saja ,nama nya saja aku gak tahu , lagi pula aku tak pernah bertemu lagi dengan nya , itu juga pertemuan kita yang pertama dan terakhir " jelas ku
"oh ya....ko bisa ?" mas Rifki mengangkat satu alis nya
"aku bertemu dengan nya di taman bermain, waktu itu usia ku juga baru lima tahun , dan mungkin dia umur nya satu atau dua tahun di atas ku ...mungkin , tapi ...."
"tapi apa ?"
"tadi malam aku memimpikan nya dan dalam mimpiku ,....anak laki-laki itu ....nama nya sama dengan mas Rifki" tutur ku
"apa "
"tunggu..... di taman bermain ,nama nya sama ,.... apa ....kalian bermain perosotan?" tanya mas Rifki membuat ku menatap intens pada nya
"i....iya....tapi ....bagaimana mas bisa tahu ....apa ... jangan-jangan....anak itu mas Rifki" ucap ku sedikit terbata
.
.
.
.
bersambung