Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
ada yang baru guys


Semenjak kehamilan ku ,mas Rifki,mama Dewi ,juga mbok Marni menjadi sangat positif pada ku.


Aku diminta untuk tak melakukan apa pun ,membuat ku merasa bosan ,aku pun berencana untuk berjalan-jakan di sekitar kompleks .


Aku pun di izinkan keluar namun tetap harus ada yang menemani , dan mbok Marni pun menemani ku pagi ini.


Mas Rifki pagi ini sedang bertemu dengan klien nya, oh iya aku belum memberi tahu pekerjaan mas Rifki ya.


Jadi mas Rifki itu kerja di sebuah kantor sebagai CEO nya loh ,aku saja baru tahu setelah aku menikah dengan nya.


Perusahaan nya bergerak di bidang properti dan kata mama Dewi perusahan nya itu merupakan hasil kerja keras nya yang mas Rifki kembangkan setelah meninggal ayah nya .


Memang tak sebesar perusahaan lain namun aku tetap bangga pada nya, oh mas Rifki aku makin lope-lope pada mu .


Ah iya semenjak kehamilan ku ,aku menjadi lebih agresif ,dan itu cukup membuat ku malu pada mas Rifki .


Apalagi saat kita melakukan **** aku bahkan tak segan untuk menyentuh dan melihat nya , memang tidak dosa ketika istri melihat bahkan menyentuh barang pusaka milik suami nya tapi tetap saja aku jadi malu sendiri , oh aku benar-benar malu mengingat nya .


"mbok aku mau lihat itu, ada kerumunan orang sedang apa ya ?" tanya ku penasaran saat melihat sebuah kerumunan ibu-ibu


"baiklah " ucap mbok Marni


Aku pun menghampiri kerumunan itu bersama mbok Marni .


"hey kalian pada tahu gak itibdi rumah yang baru itu uang pagar nya berwarna kuning itu ,ada uang bilang penghuni nya miara tuyul "


"ah yang benar jeng ,duh jadi takut hilang uangku " ucap ibu satu nya


"yang penghuni baru itu ya ,duh masa sih ,orang ganteng seperti nya miara tuyul sih " sahut ibu satu nya lagi


"iya jeng bener ,kalau gak percaya tanya saja Bu Sarah , dia kata nya lihat sendiri ada anak botak ikut masuk ke rumah nya " ucap ibu si pembawa berita lagi


"duh sayang sekali ya Bu Sarah gak datang buat belanja sayuran "


"iya ya ,coba kalau datang kita bisa dapat informasi lebih akurat lagi ,biar kita bisa berhati-hati lagi menyimpan uang.


"iya bener ,eh ada mbok Marni, belanja juga mbok ,wah ini istri nya Rifki ya"


"iya Bu ibu ,kata nya bosan pengen jalan-jalan ,kebetulan ada kang sayur keliling jadi yabsekalian saja belanja " sahut mbok Marni tak mengatakan jika aku yang kepo


"duh cantik bener ya , coba belum jadi punya nya Rifki sudah saya nikahkan dengan anak bujang ku" kata ibu yang ku tahu membawa berita tuyul tadi


"ah ibu bisa saja ,saya jadi malu " sahut ku


"nama nya siapa ?"


"nama saya Nuri Bu ibu , duh mbok aku kebelet pipis ,pulang yuuk " ajak ku yang memang benar aku kepengen buang air kecil sedari tadi


"ya sudah Bu ibu ,kita pamit ,eh iya lupa, ini uang nya" ucap mbok Marni seraya memberikan uang membayar sayuran yang ia beli tadi


"permisi ya semua nya assalammualaikum" ucap ku


"waalaikum salam"


Di saat aku berjalan menuju rumah tak sengaja sebuah sedan putih melintasi ku ,ku lihat di dalam mobil nya seperti anak kecil yang duduk di kursi belakang ,anak kecil itu selalu melihat ke arah ku .


"jangan kamu hiraukan tuyul itu " suara Wowo terngiang di telinga ku


" jadi itu tuyul " batin ku


tin tin


Suara klakson mobil mengejutkan ku ,dan beruntung aku tak sampai mengucapkan kuntilanak .


Mobil itu berhenti di samping ku , aku pun tersenyum melihat seorang yang turun dari dalam mobil nya .


Ia merentangkan tangan nya dengan tersenyum , aku lalu berlari kecil dan menghambur kepelukan nya , seperti baru ketemu padahal hanya di tinggal beberapa jam saja.


"lumayan sih " sahut ku


"kita lanjutkan jalan-jalan nya , aku mau ajak kamu ke suatu tempat " ajak nya


"iya kah kemana ?" tanya ku penasaran


"rahasia"


"aaah mas Rifki "


"kalau begitu mbok pulang ya ,kalian bersenang-senang lah ,tapi tetap harus hati-hati, istri mu sedang hamil " ucap mbok Marni laku meninggalkan kami berdua


Kemudian mas Rifki membawaku ke sebuah tempat yang sangat indah menurut ku , mas Rifki tahu jika aku tak suka keramaian ,maka nya mas Rifki membawaku ke sebuah danau.


Ada beberapa perahu mengapung di sana ,aku pun menaiki nya bersama mas Rifki.


Dan begitulah hari-hari ku , selalu saja ada kebahagiaan tersendiri buat ku ,meskipun hanya hal-hal kecil tapi itu selalu membuat ku senang .


"bahagia mu itubsedeehana sekali sayang " ucap mas Rifki


"bagi ku apapun asalkan bersama mas Rifki aku akan bahagia " sahut ku


Mas Rifki memeluk ku dengan penuh kasih sayang , kemudian kita kembali mengayuh perahu nya menuju ke tepi, karena hari sudah semakin siang .


.


.


.


.


.


Aku ada cerita baru nih , mampir yuk



Di cerita ini ,aku mau menceritakan seorang pemuda yang tak percaya akan hal ghaib dan mistis guys ....


Kisah nya berawal dari sebuah desa yang ia datangi bersama teman-teman nya ,guna untuk penelitian pada tumbuhan liar yang di percaya sebagai bahan herbal di desa tersebut .


Namun ternyata di desa itu tersimpan banyak misteri juga hilang nya para gadis di setiap tahun nya.


Beberapa kejanggalan dan peristiwa tak masuk akal tak menyurutkan hati nya untuk mempercayai hal ghaib , ia tetap teguh pada pendirian nya yang tak mempercayai hal-hal tabu itu.


Sesuatu terjadi pada nya hingga mata batin nya pun terbuka, bukan hanya itu saja ia pun memiliki kemampuan lain yang di luar nalar manusia .


Kemampuan apakah itu ?


Pada penasaran gak sih ?


Baiklah kalian mampir saja dulu ya ,nanti baru deh kalian putuskan buat suka atau tidak dengan cerita baru ku ini .


Tinggalkan jempol kece kalian☺️


dan jangan lupa tandai ke favorit ya πŸ™πŸ™πŸ™


Ok terima kasih


See you babay muach muach 😘😘😘