
Di sini lah aku berada saat ini , dengan mikrofon di genggaman ku ,alunan musik mulai mengalun ,kutarik nafas untuk menghilang kan ke gugupan ku ,apalagi selepas keributan tadi membuat ku merasa mati kutu di hadapan orang-orang,
"astaga ....aku gugup sekali " lirih ku dalam hati
aku pun kemudian teringat kata-kata ayah saat aku hendak menyanyi waktu di sekolah dulu
"jangan gugup ,tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan perlahan ,kemudian lihat lah para penonton di bawah panggung tatap mereka semua ,dan bayang kan jika mereka itu adalah monyet dan hanya kamu lah satu-satunya manusia " itulah kata-kata wejangan ayah yang nyeleneh padaku saat ingin tampil di pementasan seni dulu
Aku pun melakukan hal itu ,menganggap mereka yang di bawah sana adalah makhluk primata bernama monyet ,tapi untuk mas Rifki pengecualian , enak saja di samakan dengan monyet , ah dasar si author ada-ada saja.
dan aku pun mulai menyanyi.
aku cinta mati padamu
tak kan sanggup aku tanpamu
bahagiamu itu bahagia ku
dan setiap air matamu
itulah juga kesedihan ku ...huuu
aku cinta mati padamu
jangan pernah meragukan ku
terlalu dalam cintaku ini
mungkin aku bisa mati
bila harus kehilangan dirimu .... huwoo...
prok prok prok
Kudengar suara tepukan tangan mengiringi lagu ku , ku tatap mas Rifki yang juga tengah menatapku dengan senyuman khas nya yang selalu membuat ku terpesona ,ia mengacungkan kedua jari jempol nya ke arah ku .
bukan untuk sembarang hati
aku katakan ini
sungguh aku cinta kamu
bukan untuk sembarang hati
hingga nafas berhenti
aku rela berlelah untuk mu
prok prok prok
Kembali suara tepukan tangan menggema di ruangan aula ini , hingga lagu pun berakhir ,mas Rifki beranjak dari tempat duduk nya menghampiriku yang berada di atas panggung.
" penampilan mu sungguh luar biasa keren sayang , suara merdu mu selalu membuat hatiku tak berdaya , I love you " ucap mas Rifki setelah berdiri di hadapan ku ,dengan meraih tangan ku mas Rifki pun mengecup nya , sontak saja ruangan luas ini menjadi sangat riuh karena suara teriakan dan jeritan mereka yang menonton.
"terima kasih ,aku ....juga ...I love you to" balas ku
Mas Rifki pun lalu menuntun ku untuk turun panggung , Tito cs pun juga ikut turun,karena masih ada yang lain juga yang ingin tampil di atas panggung sana .
Semua pasang mata kini menatap ke arah kami ,membuat ku merasa kikuk .
"kamu duduk dulu ,aku ambilkan minum ,kamu pasti haus ,tetap di sini dan jangan ke mana-mana" ucap mas Rifki seraya beranjak aku pun menganggu dan tersenyum
"kalian jaga Nuri ,jangan sampai kejadian seperti tadi terjadi lagi " ucap mas Rifki pada Tito dan yang lain nya
"iya ,kau tenang saja istri mu aman dengan kami " sahut Eko
"Nuri ,tadi itu keren lho.... apa sih yang kamu makan hingga suara kamu bisa sebagus itu " tanya Bobi
"aku...makan nasi sama kaya kalian ko, gak ada makanan khusus apa pun " sahut ku
"gitu ya ,tapi suaramu itu benar-benar bagus ,iya kan ,cara kamu membawakan lagu itu sudah seperti penyanyi-penyanyi profesional " puji Tito
"terima kasih ,ah kalian ini terlalu memuji ku , jadi malu aku " ucap ku
"aaaakkkhhhh"
tiba-tiba saja sebuah teriakan terdengar di samping ku hingga aku pun menengok
"loh...Rika ...kamu kenapa ....ini kenapa kamu basah begini " tanya ku ,rupanya Tika yang berteriak tadi
"aku ....a ...aku gak apa-apa ko , tadi tidak sengaja aku kesandung gaun ku sendiri jadinya air minum yang ku bawa membasahi gaun ku " ucap nya
"Lasmi , apa kau pelakunya?" tanya ku dalam hati ketika melihat kuntilanak itu juga berada di samping nya tengah menatap tajam
"aku hanya membantu mu saja , tadi wanita ini hendak berpura-pura menjatuhkan air nya padamu , tapi aku dengan semangat membuat nya menumpahkan minuman nya pada dirinya sendiri " sahut nya
"ini " aku memberikan beberapa lembar tisyu pada nya seraya berucap
"orang akan memetik apa yang mereka tanam ,perbuatan baik akan berbalik baik pula bagi kita begitu pun sebaliknya"
"a ...apa maksud mu " tanya nya
"aku tidak bermaksud apa-apa,lupakan saja " sahut ku
"gak apa-apa lah mas ,malah lebih sehat begini " aku menyambut minuman itu dan langsung meminum nya setelah mas Rifki menusukan sedotan nya
"hm... terima kasih mas "
"sama-sama" mas Rifki menyentuh pucuk kepalaku ,tepat di hadapan Tito cs dan Rika
"ok ,karena sekarang kamu sudah ada, kita mau keliling sekolahan ,mau bernostalgila " ucap Bobi
"kamu aja yang gila sendiri aku mah ogah " seru Tito seraya berlalu
Bobi dan yang lain nya pun mengikuti langkah Tito meninggalkan aku , mas Rifki ,dan Rika
Seperti nya aku mulai mengerti, rupanya Rika diam-diam menyukai mas Rifki .Perkara Sabrina saja belum kelar ,Sabrina juga belum mengibarkan bendera putih lah ini ada lagi , sungguh ya , mempunyai suami tampan seperti mas Rifki itu banyak tantangan dan rintangan nya , apa perlu aku minta mas Rifki buat operasi plastik saja ,... aahh....otak ku mulai gesrek memikirkan nya , orang lain operasi plastik biar tambah cakep ,lah ini mau di bikin sedikit jelek ,sedikit saja jelek nya,jangan banyak-banyak.
Aku kembali fokus pada situasi sekarang.
"mas , cerita sedikit dong tentang masa-masa mas sekolah dulu " ucap ku ingin sedikit memancing ekspresi Rika , beruntung aku sangat suka memancing ,jadi ini akan sedikit mudah untuk ku
"biasa saja ko,gak ada yang spesial saat sekolah dulu " sahut mas Rifki
"dengar-dengar katanya mas Rifki sering dihukum membersihkan toilet karena suka bolos pelajar IPA "
"darimana kamu tahu itu ?" tanya mas Rifki
"ya ampun mas jadi benar itu , kau nakal sekali " seru ku seraya menarik hidung mancung nya
"iya , bahkan aku yang terus menggantikan hukuman mu " ucap Rika ikut nyambung pembicaraan kami
"bagus dia mulai terpancing " batin ku
"apa yang kamu rencanakan ?" tanya Lasmi
"kau lihat saja " sahut ku dalam hati
Nampak sesekali Rika melirik ke arah Lasmi, kelihatan dia memang takut melihat wujud Lasmi yang sudah di bikin seram , namun sepertinya ia berusaha untuk tak takut .
"kau sendiri yang meminta ,apa kau lupa " ucap mas Rifki pada Rika
"itu karena kita kan teman dekat ,aku hanya ingin membantu mu saja " sahut Rika
"dari yang aku dengar lagi katanya mas Rifki ini jadi rebutan cewek-cewek " ucap ku
"dapat gosip dari mana sih , iya memang , tapi tak satupun dari mereka yang menarik di mataku" ucap mas Rifki
"heeeeehhh....." aku menghela nafas panjang dengan raut wajah di buat sesedih mungkin
"kamu kenapa ,ada yang mengganggu fikiran mu ?" tanya mas Rifki
"aku ....hanya takut hati mas goyah , sebelum ketemu aku mas kan playboy,aku takut jiwa playboy mas Rifki meronta melihat banyak nya wanita-wanita cantik di sini " lirih ku
"astaga sayang ....kenapa kamu berfikiran seperti itu ,aku memang mantan playboy,tapi kamu sendiri juga tahu kan alasan aku jadi playboy itu , lagipula menurut ku tidak ada wanita lain yang dapat menggetarkan hati ku selain kamu , hanya kamu yang menarik di mata ku ,mungkin mantan ku banyak tapi tak satupun di hati ku merasa terkesan , dan mereka juga tidak ada apa-apa nya dibanding kamu , hanya kamu yang dapat mengisi hatiku, tak akan ku biarkan wanita manapun masuk dalam hidup kita , kamu percaya kan sama aku , bahwa aku sangat amat mencintai mu ,dan selamanya akan seperti itu " ucap mas Rifki panjang lebar membuat senyumku terukir
"baiklah aku percaya" sahut ku
"Rifki ,...Nuri ...maafkan aku " tiba-tiba saja Rika berbicara dan meminta maaf
"maaf ....kenapa minta maaf " tanya ku
"maaf karena sempat berfikir untuk menggoda suami mu" ucap nya
"apa " mas Rifki nampak terkejut mendengar nya ,tapi tidak dengan ku
"iya , apa kau tahu dari dulu aku sudah menyukai mu ,tapi aku selalu takut untuk mengungkapkan nya , dan aku merasa sangat senang saat kembali melihat mu di acara ini , tapi aku merasa sedih saat tahu kau sudah menikah,bahkan istrimu sedang mengandung" lirih nya
"tadinya aku befikir akan sangat mudah untuk mendekatimu mengingat kedekatan kita dulu, tapi ternyata aku salah , kamu malah membuat jarak di antara kita , dan aku bisa merasakan betapa besar nya kamu mencintai istri mu ini , aku benar-benar minta maaf" ucap nya lagi ,dan aku bisa melihat ketulusan dan kejujuran di mata nya , aku pun mengulas senyum
"iya ,tidak apa-apa, aku mengerti , semoga kamu akan bertemu laki-laki yang dapat mencintaimu dengan tulus" ucap ku seraya mengusap bahu nya
"kamu tidak marah padaku ?" tanya nya menatap ku
"tadinya aku merasa marah, saat tahu niat mu itu ,tapi disini aku mencoba mengerti apa yang kamu rasakan,semangat " ucap ku lagi
"ternyata kamu sangat baik ,pantas saja Rifki sangat mencintai mu , sekali lagi maafkan aku "
"hm....sudahlah jangan minta maaf terus "ucap ku
"kalau begitu aku permisi ya,aku doakan semoga persalinan mu lancar " ucap nya lalu ia pun pergi meninggalkan aku dan mas Rifki
.
.
.
.
.
bersambung