
Sereettt.....
Aku mengerjapkan mata saat ku rasakan sesuatu berasa di dekat ku.
Ku edarkan pandangan ku melihat seluruh sudut kamar , remang-remang cahaya lampu malam membuat pandangan ku sedikit tak jelas .
Terlihat bayangan merah memantul dari cermin lemari ,namun pas ku lihat tak ada sesuatu di depan lemari , ketika ku lihat ke arah cermin bayangan merah itu masih berada di sana.
"siapa kau ,mau apa datang kemari ?" batin ku
"khikhikhii......aroma tubuh mu yang membuat ku ingin mengikuti mu khikhikhi....." sosok itu tertawa cekikikan
"syhuuutt.....jangan berisik ,aku bertanya padamu dalam hati ,kau malah menjawab nya dengan tertawa yang membuat ku merinding,lihat lah bulu halus di tangan ku pada berdiri" ucap ku menujukan lengan ku
"hm....ada apa , kamu terbangun, mau minum atau apa ?"mas Rifki terbangun
"astaga .....i...itu ...."
klik
mas Rifki beranjak dan segera menyalakan lampu , namun ketika mas Rifki menghidupkan lampu sosok merah itu lalu menghilang .
"apa itu tadi ?" tanya mas Rifki
"seperti nya kuntilanak merah yang tadi di terowongan itu mengikuti ku " sahut ku
"hah...mengikuti mu ,tapi kenapa?" tanya mas Rifki terkejut
"seperti nya karena aku yang sedang hamil" jawab ku
"astaghfirullah halazim...." ucap mas Rifki
"mas tenang saja , Allah akan selalu melindungi ku juga bayi kita " ucap ku
"iya kamu benar ,tapi tetap saja aku merasa khawatir pada mu juga anak kita " ucap mas Rifki lagi
"biar aku yang tangani kuntilanak merah itu" seru Wowo yang hanya terdengar oleh ku
"kalau begitu kita ambil air wudhu yuk ,kita shalat malam " ajak ku dan mas Rifki pun setuju
Karena jam pun masih menunjukan pukul setengah satu malam .
...............
Pagi nya
"siang ini kamu tak usah ke kantor ya "
"kenapa?" tanya ku memotong ucapan mas Rifki
"aku akan pulang nanti siang , kamu bersiap-siap saja , aku jemput kamu nanti " ucap mas Rifki
"jemput....kemana ?" tanya ku lagi
"kita makan siang di luar , sekaligus kita cari baju buat acara besok " jawab nya
"oh baiklah " sahut ku
Aku pun meraih tangan kanan nya mas Rifki ,lalu mencium punggung tangan nya, mas Rifki juga mencium kening ku lalu beralih pada perut ku yang sudah sedikit terlihat membuncit .
"hati-hati,jangan ngebut-ngebut " ucap ku
"ok , assalammualaikum" ucap nya
"waalaikum salam" jawab ku
Aku pun melambai kan tangan mengiringi kepergian mobil yang di kendarai mas Rifki.
"bang Popo " seru ku dalam hati seraya melihat nya yang selalu duduk nangkring di tembok pagar, yang sudah jadi tempat favoritnya .
"ada apa ?" ucap bang Popo tiba-tiba sudah berpindah ke samping ku
"bang Popo bisa ikutin mas Rifki,tapi jangan sampai mas Rifki tahu, aku gak mau wanita itu mendekati mas Rifki lagi ,kalau wanita itu mendekati mas Rifki lagi , bang Popo ganggu saja dia " pinta ku
Entah kenapa aku jadi se posesif ini.
"segera laksanakan " ucap bang Popo lalu menghilang
"Nuri ...."
"KUNTILANAK" seru ku terkejut
"ih Nuri, kebiasaan kamu" ucap mama Dewi
"hehehe....maaf ma, itu apa ma?" tanya ku pada sebuah mangkuk yang di bawa nya
"bubur kacang buat mu ,makan lah mumpung masih anget "
"makasih ma" ucap ku seraya menerima nya
Aku pun lalu duduk di kursi teras ,menikmati bubur kacang sambil memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang di depan.
Disini semua orang nampak cuek ,tak banyak yang saling sapa jika bertemu ,tak seperti di kampung ku , ya iya lah ini kan di kota .
"bagaimana enak gak ?" tanya mama Dewi
"enak ma ,makasih ya ma "
"iya ,kamu ini ah bilang makasih terus ,ya sudah kamu baik-baik di rumah ya , mama berangkat dulu ke kafe , sebentar lagi mbok juga pulang dari pasar ko" ucap mama Dewi
"heeeehh.....seandainya aku bisa mengendarai mobil " andai ku
"isshh....apa an sih kenapa juga aku sampai kefikiran ke sana " gumam ku seraya menepuk pelan kening ku
Aku pun segera masuk ke dalam rumah setelah bubur kacang nya sudah masuk semua ke dalam perut ku .
Setelah ku cuci mangkuk bekas bubur kacang nya ,aku beranjak menuju ruang tv .
Setelah tv menyala aku pun menonton sebuah film luar negeri yang menceritakan seorang anak bayi laki-laki yang di culik kemudian merangkak ke sana kemari ,hingga si penculik nya merasa kerepotan saat mencari bayi itu , aku pun tertawa cekikikan melihat betapa menggemaskan bayi itu saat setelah lolos dari para penculik nya , namun tiba-tiba tawa ku terhenti saat sebuah gambar abstrak tiba-tiba muncul di layar televisi.
"loh kenapa gambar nya berubah " bingung ku
aku pun mencoba untuk memindahkan chanel nya namun sama saja ,perlahan gambar abstrak itu berubah menjadi sebuah gambar seorang wanita bergaun merah dengan rambut panjang nya yang awut-awutan .
"dia lagi " gumam ku
"sedang apa dia di dalam sana , apa sebelum meninggal dia itu seorang artis yang sering masuk tv" fikir ku
Perlahan kuntilanak merah itu merangkak keluar dari dalam televisi,hingga tubuh nya benar-benar sudah keluar dengan sempurna,dan berdiri menatap ku .
"hey kau menghalangi ku ,bisa geser dikit gak " seru ku tanpa rasa takut padahal wajah nya sangat lah menyeramkan , mata nya yang merah menyala ,serta banyak nya luka gores dan borok mengeluarkan darah bercampur nanah ,bau nya pun beuuuuhh......maknyosss..... bikin mual .
"kenapa kau tak takut padaku ,padahal aku sudah memasang wajah seseram mungkin " ucap nya
"entahlah ,aku gak tahu ,yang jelas aku sama sekali gak takut " jawab ku
"kau itu kuntilanak apa Sadako sih ,kenapa bisa keluar dari tv?" tanya ku
"Sadako ....siapa dia ?" tanya nya
"itu lho hantu yang ada di Jepang " sahut ku
"Jepang yang sempat menjajah Indonesia ?" tanya nya
"kau itu kuntilanak pengamat sejarah ya " aku terkekeh sendiri
"karena aku meninggal saat penjajahan Jepang"
"haah ....jadi kau saksi hidup ,eh saksi mati ya kau kan sudah meninggal " ucap ku
"kau ini seperti anak perempuan di novel sebelah yang tak takut pada kami para hantu bahkan mempunyai banyak teman hantu " ujar nya lagi
"apa maksud kedatangan mu ?" tanyaku tanpa menghiraukan celotehan nya
"oh iya ,sampai lupa kan , sebentar " tiba-tiba saja wajah kuntilanak itu berubah jadi cantik ,dan mulus
"waaaw....glowing sekali " puji ku
"terima kasih " sahut nya
"cepat katakan mau apa kamu datang mengganggu ku " tanya ku lagi
"begini,....aku sebenarnya tertarik dengan aura mu ,rasanya aku nyaman berada dekat dengan mu, selama ini aku merasa hampa dan kesepian ,banyak para hantu di terowongan itu selalu mengacuhkan ku , lalu tak sengaja aku melihat mu ,dan merasakan aura yang sangat berbeda dari tubuh mu , tapi ada genderuwo yang selalu menghalangi ku menemui mu ,dan beruntung saat ini dia tak ada di sekitar mu jadi nya aku bisa menemui mu " tutur nya
"dan kau mencoba menakuti ku tadi " tanya ku
"khikhikhii.....iya khikhikhikhi....."
Ternyata sosok kuntianak merah yang sering di bicarakan orang lebih jahat dari kuntilanak biasa itu tidak benar ,bukti nya kuntilanak merah yang satu ini malah terlihat menggemaskan di mata ku .
"siapa bilang aku tak ada di dekat nya ,dari tadi aku di sini memperhatikan mu " seru Wowo garang
"kalian seperti nya mesti berdamai deh " ucap ku melirik pada Wowo
"kenapa harus berdamai " tanya Wowo
"karena mulai saat ini dia akan bergabung dengan kita " ucap ku
"apa ...kau yakin "
"ehm...ya ,sekarang siapa nama mu ?" tanya ku menatap pada kuntilanak merah di depan ku
"nama ku Lasmi "
"aku meninggal karena "
"stop aku gak mau mendengar penyebab kematian mu ,pasti sangat tragis "seru ku
"Nuri.....kamu bicara dengan siapa ?" suara mbok Marni mengejutkan ku , dengan sedikit gelagapan aku pun menjawab
"hmm....i...itu ...." aku menujuk pada televisi yang menyala
"aku hanya terbawa suasana saja ,habis film nya bikin aku emosi " jawab ku
"ooh kirain" mbok Marni pun lalu beranjak menuju dapur
.
.
.
.
.
bersambung